
💞💞💞💞💞💞💞💞
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Pak andi sudah dibawa kerumah sakit dan saat ini sudah ditangani oleh dokter dan sudah di pindahkan keruang perawatan. Saat mendapat kabar dari mala jika papanya masuk rumah sakit, Aluna dan candra langsung bergegas datang kerumah sakit.
" Sebenarnya apa yang terjadi dengan papa sampai papa bisa seperti ini. ?" Tanya aluna kepada mala.
" Papa tadi marah-marah dan semua itu gara - gara kamu. ! Gara - gara membela kamu papa jadi masuk rumah sakit dasar pembawa sial !!" Seru mala sambil menunjuk wajah aluna.
" Ini rumah sakit jangan buat keributan. Lebih baik kalian pulang saja atau jika ingin menemani papa tolong jangan buat keributan. " Ucap aluna tidak menanggapi amarah mala.
Aluna tahu sekarang bukan waktu yang tepat untuk saling berdebat dan saling menyalahkan. Sekarang yang terpenting pengobatan dan kesehatan papanya, segala macam cara akan aluna lakukan untuk kesehatan papanya.
" Jangan mengatur kami , kamu itu hanya anak yang tidak aku harapkan. Berhubung kamu sudah disini lebih baik kamu saja yang menemani papamu, kami harus pulang dan istirahat. " Ucap mama meri masih saja ketus dengan aluna.
" Mungkin itu lebih baik " Candra ikut bersuara.
" Temani papamu dengan baik - baik. Sampai dia kenapa - kenapa kamu orang pertama yang akan aku salahkan !" Ucap mama meri penuh pengancaman.
Huuuffff
Aluna menghembuskan nafas dengan kasar. Dia tidak tahu mau sampai kapan mamanya terus membencinya, padahal selama ini aluna sudah mencoba menjadi anak yang baik dan berbakti tapi itu semua tidak mampu meluluhkan hati mamanya.
" Mala ayok kita pulang !" Seru meri lalu menarik Mala yang sedari tadi curi - curi pandang dengan candra.
Akhirnya mala dan mama meri pergi dari rumah sakit. Kini tinggal aluna dan candra yang ada dirumah sakit untuk menjaga pak andi.
" Kak candr kalau mau pulang tidak apa - apa. Biarkan aku sendiri yang menjaga papa " Ucap aluna dengan tatapan lurus memandang pak andi yang terbaring lemas.
" Aku tidak akan pulang. Aku akan menemanimu disini , dan aku tidak akan membiarkan istriku yang cantik ini bersedih sendirian. " Seru candra mulai menggoda aluna agar aluna tidak bersedih.
__ADS_1
* Seandainya kita saling mencintai , aku pasti akan sangat bahagia sekali mendengar kata gombalan mu kak. Tapi sekarang aku pun sudah bahagia dengan kamu yang mau perduli dengan ku dan papa ku * Gumam aluna dalam hatinya.
Suasana hening, candra duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Sedangkan aluna masih terus duduk disamping pak andi dan berharap pak andi segera membuka matanya.
" Aluna , kamu lebih baik tidur saja di sofa biar aku yang menunggu papa. Nanti kalau papa sudah siuman aku akan membangunkan mu " Ucap candra mendekati aluna.
" Terimakasih kak. Tapi aku belum mengantuk kak, jadi aku nanti saja tidurnya. " Seru aluna menolak secara halus tawaran candra.
Namun tiba - tiba mata pak andi mengerjap dan samar - samar pak andi memanggil nama aluna.
" Aluna " Seru pak andi.
" Papa.. Papa sudah sadar ? aluna disini pa " Seru aluna dengan sangat bahagia karena papanya sudah siuman.
" Minum " Seru pak andi pelan.
Dengan cekatan candra mengambil air minum yang ada di atas nakas samping brangkar pak andi. Candra meminumkan air putih itu dengan menggunakan sedotan karena pak andi dalam posisi berbaring.
" Kalau papa masih pusing papa istirahat saja. Aluna dab kak candra ada disini menemani papa " Ucap aluna bicara dengan lembut sambil mengusap tangan pak andi.
" Mama dan kak mala pulang pa, tadi mereka yang membawa papa kerumah sakit. Besok mereka akan datang lagi, tadi aluna yang meminta mereka untuk pulang karena yang menunggu pasien hanya dibolehkan orang dua jadi mereka saja yang pulang. " Ucap aluna beralasan dan pak andi pun menerima alasan yang diberikan oleh Aluna.
Dokter dan suster masuk untuk memeriksa perkembangan pak andi. Pak andi sudah semakin membaik.
" Bagaimana keadaan papa saya dokter ?" Tanya aluna saat sudah berada di luar kamar pak andi.
" Pak andi sudah tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tensi darahnya juga sudah turun , mungkin untuk sementara waktu pak andi jangan capek - capek dulu, dan jangan boleh marah - marah . Karena itu semua bisa memicu tensinya naik lagi. Jangan sampai terjadi kejadian yang fatal. " Ucap dokter menjaskan.
" Fatal ? " Seru aluna.
" Stroke . Karena saat pak andi dibawa kerumah sakit tadi tensinya samlai 200 /180 sekarang sudah turun menjadi 140. Harus dijaga emosi nya " Ucap dokter memberi banyak penjelasan kepada Aluna.
" Terimakasih dokter " Seru aluna sambil menebar senyum ramahnya.
Sementara itu di tempat lain, aluna dan meri yang masih di perjalanan pulang tidak menyangka jika sopir taksi online yang saat ini mereka naiki adalah Adit, mantan suami mala.
" Sudah lama kamu jadi sopir taksi online ?" Tanya mala sinis.
__ADS_1
" Sekitar seminggu " Jawab adit singkat.
" Kamu segera urus perceraian kita , karena sebentar lagi aku akan menikah. Jadi aku sangat butuh surat cerai dari pengadilan agama. " Ucap mala ketus.
Adit diam saja , bukan tidak mau menanggapi perkataan mala tetapi adit tidak tahu mau bicara apa. Karena mengurus surat perceraian itu butuh biaya yang cukup banyak.
" Heehhh... Kenapa kamu diam saja ? Apa semenjak miskin kamu sudah tuli ?" Bentak mama meri kesal karena adit justru hanya diam saja.
" Maaf kalian sudah sampai " Seru adit.
Mala dan mamanya langsung memandang kearah luar dan benar saja saat ini mereka sudah ada di depan rumah mereka. Mala dan mama meri langsung turun begitu saja tanpa membayar ongkos taksi terlebih dahulu.
" Hai tunggu... Apa kalian lupa jika kalian belum membayar ongkos taksi nya " Seru adit menghentikan langkah mala dan mamanya.
" Anggap saja ini gratisan dari kamu" Ucap mala dengab seenaknya.
" Enak saja gratis. Aku juga butuh beli bensin dan setoran kepada pemilik mobilnya. Pokoknya aku tidak mau tahu kalian harus bayar sesuai dengan tarif yang ada di aplikasi atau kalian akan aku viralkan !" Ucap adit tidak mau kalah dan dengan ancaman ingin memviralkan mala dan mamanya.
Tanpa menunggu lama mama meri langsung menguarkan uang 50 ribu dan langsung meberikan kepada adit dengan cara yang tidak sopan.
" Ambil uang itu dan segera kamu pergi dari sini " Ucap mama meri samvil melemparkan uang kewajah adit.
" Kembaliannya ambil saja " Ucap mala dengan senyum mengejek.
" Tidak perlu, aku ada kembalian nya. Ini aku kembalikan " Seru adit sambil melemlarkan uang sejumlah 12 ribu kearah mantan mama mertuanya.
Adit tidak perduli dengan rating yang akan diberikan oleh mala. Yang terpenting saat ini harga dirinya tidak diinjak - injak oleh mala dan meri.
" Sampai kamu memberi ulasan jelek, aku tidak akan pernah mau mengurus surat cerai kita !!" Seru adit lalu berjalan masuk kedalam mobilnya dan pergi meninggalkan rumah mantan mertuanya.
********
RATE BINTANG 5 NYA DULU KAK, RATE BINTANG 5 NYA GRATIS LOH 🙏🙏❤️❤️
JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK 🙏🙏❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️
__ADS_1