Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Rencana pernikahan


__ADS_3

💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


HAPPY READING


Satu bulan kemudian


Aluna dan candra sudah menempati rumah baru mereka, rumah yang dulunya adalah rumah pak Tirta, orang tua adit. Aluna sudah diminta berhenti bekerja, dan fokus dengan kuliahnya karena aluna sedang mengurus tesisnya.


" Kak candra nanti aku boleh keluar tidak ? Aku kuliah hanya sampai siang, aku akan mengajak tika untuk jalan - jalan. Kebetulan hari ini tika dapat giliran libur ?" Ucap aluna menjelaskan.


" Boleh tapi hati - hati ya, atau nanti aku minta sopir pabrik untuk mengantatkan mu ?" Tanya candra.


Semenjak aluna kecelakaan satu bulan yang lalu candra tidak mengizinkan aluna naik motor. Kemana - mana harus di antar candra atau naik taksi online. Masalah kecelakaan itu sudah candra selidiki bersama adit, mereka sudah tahu jika meri dalang dari kecelakaan aluna. Candra masih membiarkannya karena dia menghormati papa mertuanya, jika nanti meri berulah lagi dia akan memenjarakan meri karena bukti-bukti sudah ada di tangan candra.


" Aku naik taksi saja sama tika kak " Jawab aluna lebih memilih naik taksi.


" Baiklah. Ya sudah sekarang aku antar kekampus dulu ya " Seru candra.


" Siap boss " Jawab aluna sambil mengangkat tangannya hormat.


Candra tertawa sambil mengacak rambut aluna. Aluna cemberut karena rambutnya jadi berantakan lagi. Padahal dia sudah mau berangkat ke kampus. Aluna mengambil sisir dalam tasnya dan merapikan rambutnya kembali, melihat itu candra justru tertawa.


Mobil yang dikendarai candra sudah sampai di kampus. Aluna mencium tangan bagas lalu dia turun dari mobil dan masuk ke gedung kampus.


" Siapa itu Lun ?" Tanya teman aluna.


" Suamiku " Jawab aluna singkat dan jujur.


" Jangan bohong deh, masak iya kamu sudah menikah ? Kapan kamu menikah kok aku tidak tahu sih ? " Tanya teman aluna lagi.


" Sudah hampir satu tahun ini aku menikah. Dan dia sering loh menganrarku, apa kalian baru melihat nya hari ini ?" Seru aluna.

__ADS_1


" Apa setahun ? Kok aku tidak dengar kabar pernikahan mu Lun, tega banget menikah tidak kabar - kabar. Padahal kita ini kuliah selalu sama-sama masak iya tidak di undang juga. Parah deh Lun !" Ucap teman kampus Aluna yang bernama Rindu.


Di kampus aluna memang tidak punya banyak teman, itu karena dulu dia mengambil kuliah di waktu weekend saja dan selesai kuliah dia harus pulang karena harus bekerja di pabrik . Jadi dia tidak ada waktu untuk saling berbincang atau nongkrong dengan teman - temannya. Hanya ada beberapa saja yang aluna kenal dan salah satunya Rindu dan Ester.


" Tidak ada pesta kok Rin, hanya akad nikah saja jadi tidak mengundang teman. Hanya keluarga dan beberapa tetangga saja. " Ucap Aluna menjelaskan.


" Ok dech alasannya kami terima. Karena memang dulu kamu super sibuk, tidak ada waktu untuk sekedar main bareng sama kita. Kamu masih kerja?" Tanya ester ikut bertanya.


" Sudah tidak, suami ku melarangnya. Dia mau aku fokus kuliah dan segera lulus S2 ku. " Jawab aluna jujur.


" Iyalah sudah menikah harus ikut apa kata suami. Lagi pula suami kamu juga sudah tajir, mobilnya saja bagus. Jadi untuk apa kamu bekerja lagi di pabrik, nanti saja kalau sudah lulus S2 baru deh kerja lagi menyalurkan ilmu yang kamu dapat. Bukannya kamu dapat tawaran menjadi Dosen di kampus ini, saran aku sih lebih baik kamu terima saja " Ucap rindu.


Aluna tidak menyangka jika rindu dan ester ternyata baik dan asik untuk di ajak sharing. Maklumlah dulu aluna jarang sekali berbaur dengan teman - temannya karena kesibukkannya sehingga dia tidak tahu jika rindu dan ester orang yang asik.


**********


Kuliah aluna sudah selesai dan saat ini sudah ada di mall dengan tika. Aluna menemani tika untuk mencari baju yang akan dia kenakan saat lamaran 3 hari lagi , iya tiga hari lagi adit dan tika akan melangsungkan acara lamaran dan sebulan kemudian mereka akan menikah.


" Ehh... Ini bagus tidak lun ?" Tanya tika sambil menunjukan baju gamis warna putih tulang.


" Bagus. Kamu mau pakai gamis ?" Tanya aluna.


" Iya lun saat lamaran aku ingin mengenakan gamis saka biar sopan. " Jawab tika serius sambil terus memilih baju yang sesuai dengan size nya.


" Iya Lun, ini masih cari size nya. Yang aku pegang ini size L aku kan pakainya M. Coba aku tanya mbak nya dulu ya " Ucap tika lalu bertanya kepada karyawan toko.


Sambil menunggu karyawan toko yang sedang mencarikan size baju Tika. Aluna dan tika mihat-lihat baju yang lainnya, namun tiba-tiba mata aluna melihat mala sedang bergandengan mesra dengan seorang pria yang lebih dewasa dari mala.


" Itu bukannya mala ya Lun ?" Seru tika menunjuk kearah mala.


" Iya kamu benar memang itu kak mala. Apa pria itu pacarnya ya tik? Sudah dua kali aku melihat kak mala jalan sama pria yang lebih dewasa, tapi yang waktu itu aku lihat bukan orang itu." Ucap aluna heran kenapa mala mau jalan sama pria yang lebih pantas jadi ayahnya.


" Berarti mala memang pacaran sama om - om atau dia simpanan om-om. Itu sudah hal biasa bagi mereka - mereka yang terjerumus pergaulan bebas. Kamu lihat saja tuh, mesra bangetkan bahkan mereka tidak malu bermesraan di tempat umum" Ucap tika.


Aluna terus memperhatikan mala dan seorang pria yang tidak aluna kenal. Aluna hanya kasihan dengan papanya, bagaimana jika dia tahu kelakuan mala diluaran yang sangat menjijikan seperti itu.


Akhirnya size yang dicari tika sudah ada dan tika langsung membayarnya di kasir lalu keluar dari toko lalu berjalan kearah mala dan pacarnya yang sedang memilih - milih pakaian. Aluna ingin melihat dengan dekat sehingga aluna memutuskan untuk masuk ke toko itu.


" Ehh ada mala ! Sama siapa kamu ?" Tegur tika pura - pura baru melihat mala.

__ADS_1


" Ehh... Kamu tik, tumben kamu ada di mall. Kagak kerja kamu ? Aku sama pacar ku, iya kan sayang ?" Seru mala yang memang sudah mengenal tika.


Marko hanya mengangguk dan tersenyum ramah kepada aluna dan tika. Aluna diam saja dan membiarkan tika yang menyapa mala, dia cukup memperhatikan saja dari dekat. Kalau dilihat - lihat pacar mala memang lebih cocok jadi ayah atau kakaknya mala.


" Oh aku lagi belanja juga dong. Kebetulan aku juga mau lamaran, nanti saat aku menikah kamu datang ya. Jangan lupa ajak pacar mu." Seru tika dengan senyum mengejek mala.


" Kalau soal itu aku tidak bisa janji soalnya sebentar lagi aku dan pacar ku juga mau menikah. Dan kami masih disibukkan dengan persiapan lamarannya terlebih dahulu. Walaupun masih beberapa bulan lagi, acara lamaran dan pernikahan kami akan di gelar dengan meriah di gedung yang mewah " Ucap mala menyombongkan diri.


Marko sendiri hanya senyum - senyum saja menanggapi apa yang dikatakan calon istrinya itu. Marko benar - benar mencintai mala sehingga apa yang mala ucapkan dan mala minta akan dikabulkannya tanpa menolak sedikitpun.


" Oh ya sudah selamat ya untuk hubungan kalian berdua. Semoga langgeng sampai kakek nenek dan tidak ada yang tersakiti." Ucap tika.


" Aamiin " Marko mengaminkan ucapan tika.


" Apa orang tua kamu sudah tahu tentang hubungan mu dan pria ini, maaf pria yang lebih dewasa ? " Tanya aluna tanpa memanggil mala dengan kak, karena dia tidak mau ribut di tempat umum. Dari dulu mala memang tidak mau di panggil kak saat di tempat umum.


" Orang tua ku sudah tahu dong, terkhusus mama ku. Dia menyetujui hubungan ku, yang penting pacarku ini kaya dan bisa membahagiakan aku. Iya kan sayang ?" Tanya mala lalu mencium pipi marko tanpa malu.


Dan tanpa malunya lagi marko justru menyambut bibir mala. Tanpa malu mereka berciuman di dalam toko dan di hadapan aluna dan tika.


* Kenapa kak mala tidak punyq rasa malu sama sekali. Ini di tempat umum mereka berciuman seperti itu, apakah pantas mengumbar kemesraan di tempat umum. Jangan - jangan hubungan mereka sudah lebih dari ini * Gumam aluna dalam batinnya.


" Kok tidak malu sih kamu ciuman di tempat umum seperti ini ? Di hotel kek sana jangan disini " Ucap tika menegur mala dan marko.


" Kami saling mencintai sehingga apa salahnya kami bermesraan ? " Tanya mala.


" Sayang sudah yuk kita lanjutin belanja kita. Yang dikatakan teman mu memang benar, tidak sewajarnya kira bermesraan di tempat umum begini. Tadi aku hanya reflek membalasnya, soalnya sudah terbiasa seperti itu sih. Yuk nanti kita lanjut di tempat yang lebih privasi. " Ucap marko menggandeng mesra mala meninggalkan tika dan aluna.


Aluna dan tika diam terpaku mendengar apa yang dikatakan marko tadi. Mereka terus memandang malq dan marko sampai mereka benar - benar tidak terlihat.


" Mereka sudah tidur bareng lun " Ucap tika dengan jelas.


" Iya tik, aku kasihan sama papa tik. Pasti dia akan syok saat mengetahui jika kak mala berkelakuan seperti itu. Aku harus bagaimana tik ? Kalau aku masih tahu papa, aku takut papa akan sakit tik. Kamu tahu sendiri keadaan papa ku bagaimana, dia pasti akan syok dan tensinya akan tinggi. " Seru aluna dengan wajah bingung dengan mata yang berkaca - kacw.


Tika hanya bisa mengusap lengan aluna dengan lembut. Jadi aluna memang serba salah , diam saja tapi apa yang dilakukan mala itu sangatlah dosa besar. Memberi tahu papanya tapi resikonya pak andi akan syok lalu sakit.


**********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YUK KAK 🙏❤️

__ADS_1


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK 🙏❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️


__ADS_2