
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Empat hari kemudian, dikediaman Candra.
Acara tujuh bulanan Aluna baru saja selesai dan saat ini mereka semua sedang berkumpul dengan sanak saudara dan beberapa teman. Walaupun acara tujuh bulanan sudah lewat dari bulannya, mereka tetap melaksanakannya dengan hikmat. Acara tidaklah mewah dan meriah, hanya dihadiri keluarga dekat, teman , tetangga sekitar dan anak yatim sekitar lingkungan mereka tinggal.
" Alhamdulillah acara tujuh bulanannya berjalan dengan lancar, dan terimakasih untuk keluarga dan semuanya yang sudah membantu berjalannya acara ini. Semoga lelah kita semua menjadi berkah" Ucap Candra mewakili keluarga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada para keluarga, sahabat serta tetangga yang sudah membantu.
" Aamiin " Ucap semuanya mengaminkan ucapan candra.
" Bismillah semoga setelah acara ini mala juga bisa segera hamil. Aku juga ingin segera punya anak, aku dan mala sudah berencana memiliki anak tujuh. " Ucap surya dengan binar bahagia.
" Memangnya kakakku ini kucing , main asal mintak anak tujuh. " Seru Aluna sambil terkekeh.
Celotehan aluna berhasil membuat mereka semua tertawa. Mala sendiri malu dengan celotehan suaminya tadi, dia sendiri tidak merasa merencanakan punya anak tujuh. Bisa - bisanya sang suami bilang sudah merencanakan anak tujuh, benar kata aluna dikiranya kucing yang beranak terus.
" Mas, jangan ngasal deh masak mau anak tujuh. Lagipula kita ini baru 4 hari menikah masak iya sudah cepat hamil. " Gerutu Mala sambil mengerucutkan bibirnya.
" Bercanda sayang.. Ikut program pemerintah , dua anak saja cukup cewek dan cowok kan pas " Jawab surya sambil memainkan alisnya.
" Kalau cewek atau cowok semua bagaimana ?" Tanya candra .
" Ya buat lagi dong. Akukan masih kuat dan strong " Jawab surya penuh semangat.
Plakkk
Mala memukul lengan surya dengan kuat sampai dia mengaduh kesakitan. Kelakuan surya memang konyol, dari dulu tidak berubah. Tetapi kekonyolannya itu yang membuat dia disukai banyak teman terutama candra, dia cocok berteman dengan candra.
__ADS_1
" Dasar , malu tahu. Sudah jangan bicara lagi soal anak, yang ada mulut kamu itu akan semakin melantur bicaranya " Ucap mala sambil mecebikkan bibirnya.
" Baik istriku sayang " Ucap surya.
Para saudara dan keluarga yang lainpun berpamitan pulang termasuk mala dan surya, aluna dan candra sengaja tidak mengundang Julia dan marko. Mereka tidak mau kehadiran julia akan mengacaukan acaranya, jadi lebih aman mereka tidak mengundang marko dan julia si gila itu.
Kini Aluna dan Candra beristirahat dikamar, seperti biasa candra akan memijit kaki aluna dan alun berbaring diatas ranjang.
" Mas apa kamu sudah menyiapkan nama untuk anak kita ?" Tanya aluna menanyakan soal nama untuk anaknya.
" Emm... Belum sayang. Lebih tepatnya belum menemukan pilihan yang pas , mas sudah mencatat beberapa nama sih tinggal kita pilih saja. Tapi kalau kamu punya pilihan yang lain ya tidak apa - apa. " Ucap candra.
" Aku belum menyiapkan nama mas, aku serahkan nama anak pertama kita sama mas saja. Oh iya mas, besok temani aku belanja baju - baju dan perabot bayi ya . Kita sama sekali belum belanja loh mas" Ucap Aluna membicarakan soal kebutuhan bayi.
" Iya sayang, kalau soal itu kamu tenang saja. Mama sudah memesan semuanya dan sebentar lagi pasti akan sampai dirumah kita ini. Mungkin nanti kamu tinggal nambah saja apa yang kurang. Mama sudah pesan di toko temannya dikota sana " Ucap candra memberitahu aluna.
Mama sita sengaja merahasiakan ini semua dari Aluna , dia tidak mau niat baiknya ditolak oleh aluna. Aluna tipe orang yang tidak mau menyusahkan orang lain, jadi secara diam - diam mama mertuanya membelanjakan perlengkapan bayi, apalagi setelah tahu jenis kelamin bayi aluna laki - laki. Mama sita semakin semangat untuk membelikan pelengkapannya.
" Apa tidak merepotkan mama mas ?" Seru Aluna merasa tidak enak dengan mama mertuanya.
" Huuhh... Dasar maunya gratisan . " Seru Aluna.
********
Sementara itu ditempat lain , lebih tepatnya di bengkel tempat usaha marko. Julia dan marko seperti biasa sedang beraktifitas panas di ruang kerja marko yang tidak terlalu besar namun cukup nyaman untuk bermain.
" Huuhh... Gila si boss itu. Masak siang - siang bolong begini main ranjang juga. Mana suaranya istrinya menggema seperti itu, aku jadi malu mau mengetuk pintu ruangan si bos." Ucap Jupri karyawan marko.
" Bikin ikut pengen saja ya Jup " Ucap karyawan yang lainnya.
" Beruntung tidak terdengar sampai sini, tapi saat kita didepan ruangan si boss suaranya jelas banget. Huuhh betapa hotnya permainan mereka, datang ke bengkek cuma mau bercocok tanam. Kenapa tidak dirumah saja sih,bikik kita ikut pengen saja " Ucap karyawan yang lainnya.
Karyawan marko bekerja sambil membicarakan marko dan julia yang bermain tidak kenal waktu. Seakan mereka juga sudah hafal,,setiap kali julia datang pasti mereka akan bermain. Julia sendiri setiap siang selalu datang dengan alasan mengantarkan makan siang untuk marko. Makan siang perut atas dan perut bawah.
__ADS_1
" Aahhhh....sayang aku sudah mau keluaaaaarrr... Arrgggh " Seru Julia menggema didalam ruangan marko .
" Kamu sudah keluar sayang,aku belum. Huhh.. Kamu sekarang payah, baru sebentar sudah cepat kekuar. " Seru marko kembali bergerak - gerak.
" Karena permainan mu semakin memabukkan sayang. Jadi aku tidak tahan dengan permainan mu itu. Kamunya yang semakin hari - semakin luar biasa. Tapi aku suka dengan permainan mu sayang. Kita lanjut lagi sampai kamu puas, baru setelah ini kita makan siang " Ucap julia sambil mengusap wajah marko yang sudah banjir keringat.
Markopun mengangguk dan melanjutkan permainan sampai dia merasa puas. Akhirnya markopun sudah sampai puncak nya juga, dan dia mengakhiri permainannya. Rasa lelah dan letih setiap hari dia rasakan, selesai membersihkan diri kini mereka mulai makan siang. Tentunya makan siang dari beli bukan julia memasak sendiri, sampai sekarang julia belum bisa memasak juga.
" Sayang kamu itu belajar memasak sih aku juga ingin merasakan masakan kamu. Setiap hari beli begini lama - lama tidak enak juga loh rasanya" Ucap marko .
" Bagaimana ya sayang, kamukan tahu kalau aku ini tidak bisa memasak. Bisanya hanya masak mie instan sama goreng telur saja. Apa kamu mau aku masakin mie sama telor terus setiap harinya sayang ?" Tanya julia sambil mengerlingkan mata dengan genit.
Hhhaaahhhh
Marko tidak bisa berkata - kata lagi, sudah berapakali saja dia meminta julia untuk belajar memasak tetapi sama saja jawabannya. Marko ini punya istri seperti tidak punya istri, istrinya hanya memenuhi kebutuhan biologisnya saja. Yang lainnya terkadang marko harus menyiapkannya sendiri.
Tok Tok Tok
Pintu ruangan marko ada yang mengetuk dari luar.
" Masuk " Jawab marko.
Ceklekkk... Pintu ruangan marko terbuka dan masuklah karyawan yang bekerja dibagian kasir.
" Maaf pak mengganggu makan siang nya, emm.. Itu di depan ada sales barang pesanan dan mereka ingin bertemu dengan bapak. Sudah menunggu dari setengah jam yang lalu " Ucap karyawan.
" Oh baiklah sebentar lagi saya kesana. Kamu duluan saja " Ucap marko.
" Baik pak. Mari ibu julia " Sapa karyawan dengan ramah.
Hemmmm.... Hanya deheman itu saja yang keluar dari mulut sombong julia.
********
__ADS_1
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️