
💞💞💞💞💞💞💞💞
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
" Adit, kenapa kamu tidak mencoba bekerja di pabrik teh itu saja ? Siapa tahu kamu di terima,meskipun bekerja di pabrik gajinya juga sudah UMR dan jika lembur ada uang lembur nya juga " Ucap pak Tirta menasehati adit.
Sudah beberapa hari pindah di rumah kontrakan kerjaan adit hanya makan tidur terus menerus. Bahkan kuliahpun dia sudah tidak lagi, sudah tidak ada biaya untuk kuliah. Untuk berkumpul dengan teman - temannya saja adit sekarang malu karena sudah tidak ada lagi yang dia banggakan.
" Adit tidak mau jika jadi buruh Pa, kalau di bagian kantornya adit mau. " Jawab adit sambil makan siang.
" Memangnya kamu punya kemampuan apa ? Ijazah saja cuma SMA dan itupun nilainya pas - pasan. Kalau mau di kantornya itu harus sarjana. Minimal pendidikan D3 dit, makanya kamu kuliah yang bener. Jika kamu masih mau kuliah pasti papa akan mengusahakan biaya nya. " Ucap pak Tirta yang sebenarnya dia itu baik. Dia korupsi hanya untuk memenuhi gaya hidup anak dan istrinya dan dia juga ketagihan judi online yang baru beberapa bulan dia ikuti.
" Adit malu pa. Mobil sudah tidak punya, terus kekampus juga mau naik apa. Lagi pula biaya kuliah itu mahal pa. Mau dapat uang darimana ?" Seru Adit dengan malas.
" Oh iya dit apa kamu sudah mengurus perceraian mu dengan mala sialan itu. " Ucap mama adit yang kesal dan membenci mala.
Adit hanya menggelengkan kepalanya saja, mana dia ada uang untuk mengurus perceraian nya. Dia memilih membiarkannya saja, dan tidak mau pusing dengan urusan perceraiannya itu.
" Tidak ada uang ma. Biarkan mala yang mengurusnya, kalau dia tidak mau mengurusnya terserah dia. Adit malas ma, duitnya juga tidak ada " Jawab adit sambil menyudahi makannya.
" Nanti kalau papa ada uang kamu urus perceraian mu, bagaimanapun mala itu perempuan dan saat dia menikah lagi nanti surat cerai pasti akan dibutuhkan. Jika tidak di urus berarti pernikahan kalian masih tetap terdaftar di negara. Kalau pria sih mudah, tanpa bercerai dia bisa menikah. " Ucap pak tirta serius.
" Iya pa " Jawab adit tetap lanjut makan siangnya.
Mama adit dari tiga hari yang lalu sudah mulai berjualan nasi di depan rumahnya. Dan hasilnya pun lumayan, bisa untuk menambah uang belanja hariaan mereka. Jika harus mengandalkan hasil dari suaminya tidak akan cukup untuk menghidupi mereka bertiga, apalagi saat ini pak Tirta hanya sebagai sopir angkot.
Selesai makan siang pak tirta kembali bekerja. Di desa itu angkutan umum memang masih sangat di butuhkan apalagi banyak pekerja pabrik yang kontrakannya lumayan jauh dan lebih memilih menggunakan jasa angkot. Dari kontrakan pak tirta ke pabrik memerlukan waktu sekitar 25 menit dan sekitar kontrakan pak tirta banyak para pekerja pabrik. Setiap pagi mereka sudah berlangganan dengan angkot pak Tirta untuk mengantar mereka bekerja.
__ADS_1
" Dit tolongin ibu dong , kamu cuciin piring - piring itu." Seru mama adit.
" Tidak mau ahh ma, masak aku cuci piring " Seru adit menolak perintah mamanya.
" Bantu-bantu mama kenapa sih dit. Jangan cuma makan tidur saja , ingat ! Kita sekarang bukanlah orang kaya seperti dulu. Mama saja sudah membuang jauh - jauh gengsi dan rasa malu mama, kalau mama tidak seperti ini kebutuhan kita tidak akan tercukupi. " Seru mama adit yang kesal karena anaknya sama sekali tidak mau membantu pekerjaannya.
" Iya - iya nanti adit yang cuci " Seru adit sambil membawa piring - piring kotor kebelakang dan mencucinya.
Mamanya adit pun tersenyum akhirnya anaknya mau juga di suruh cuci piring. Pekerjaan yang belum pernah sama sekali adit lakukan.
*******
Sementara itu di tempat lain, mala dan meri sudah bertamu kembali ke rumah sang besan. Lebih tepatnya mertua Aluna, mereka datang repat saat candra sudah pergi.
" Jeng meri kapan - kapan kalau main kesini ajak aluna. Aluna kan anak jeng meri juga, dia juga menantu saya. Kalau kumpul barengkan jadi semakin ramain dan kelihatan kalau kita ini akur. " Ucap mama sita dengan senyum tipis dibibirnya.
" Emm...mana bisa begitu jeng. Eh maksud saya aluna itukan bekerja tidak ada liburnya. " Jawab meri gugup.
" Memangnya dulu saat sebelum menikah apa aluna tidak diberi uang bulanan sama pak andi? Kok sampai dia bekerja full dalam seminggu ?" Tanya mama sita.
" Aluna itu kan memang begitu tante , dia tidak pernah cukup. Padahal kita sama - sama dikasih uang bulanan sama papa tapi itu tidak cukup bagi Aluna, makanya dia memilih bekerja dan hasilnya dia nikmati sendiri dan hanya untuk foya - foya." Mala yang menjawab pertanyaan dari mama sita.
" Oh begitu " Seru mama sita singkat.
* Cihh... Pandai sekali mereka menjelekkan Aluna. Meskipun aku belum sepenuhnya menyukai aluna, tapi aku tidak suka mereka menjelekkan aluna. Mama dan anak sama - sama bermulut busuk * Gumam mama sita dalam batinnya.
Mala dan mama nya saling melempar senyum. Mereka mengira jika mama sita sudah terpengaruh dengan semua fakta yang mereka beberkan tentang Aluna. Dan sudah pasti akan membenci Aluna sampai ke akarnya. Mereka salah besar, mungkin jika candra belum mengatakan yang sebenarnya mama sita akan percaya dengan mereka tapi mama sita sudah tahu siapa kedua wanita yang ada di hadapannya ini. Wanita yang licik dan busuk hatinya.
" Oh iya Tan, apa tante sudah menceritakan semuanya tentang aluna kepada candra ? Dan apa tanggapannya Tan ?" Tanya mala serius.
" Oh.. Masalah itu belum tante ceritakan karena memang candra belum keseini lagi. Nanti kalau sudah ada waktu yang tepat tante pasti akan menceritakan siapa aluna yang sebenarnya. " Ucap mama sita berkata dengan malas.
Sebenarnya dia sudah malas menanggapi omong kosong dari mala dan ibunya. Namun demi kepura - puraannya dia tetap bersikap biasa saja.
__ADS_1
" Jeng sita sepertinya sudah semakin siang, lebih baik kami permisi duluan ya.." Ucap mama sita yang perutnya sudah mulai lapar.
Mama sita memang sengaja tidak menawari mereka makan,padahal mereka datang tadi sekitar jam 11 dan sekarang sudah jam 2 siang. Mama sita tidak mau mereka berlama - lama di rumahnya sehingga tidak menawarinya makan biar mereka cepat pulang.
" Oh iya...maaf ya jeng saya tidak menawari makan. Soalnya Art yang biasa masak hari ini pulang dan saya belum masak karena keasikan mengobrol dengan jeng meri dan mala. " Ucap mama sita berbohong. Padahal Art nya sudah memasak dan pak akbar pun sudah makan siang sendirian.
" Ihh... Tante kenapa tadi tidak bilang sih kalau Art nya pulang. Tahu gitu kan biar mala masakin, kasihan Om yang pasti sudah lapar. " Ucap mala. Padahal dia sama sekali tidak bisa memasak.
" Iya jeng, mala ini pandai loh memasak dan masakannya enak - enak. " Ucap meri membanggakan mala yang sebenarnya nihil.
" Oh mala pandai memasak ya ? Baiklah nanti kapan - kapan kita masak bareng ya. Tante suka kalau ada wanita yang pandai memasak. " Ucap mama sita dengan senyum mengejek ke arah mala. Namun mala sama sekali tidak menyadarinya.
" Baik tante, kapan - kapan kita masak bareng " Ucap mala.
* Bagaimana mau masak bareng , sedangkan menyalakan kompor saja kamu tidak bisa mala. * Gumam mama meri.
Tanpa menunggu lama akhirnya dua wanita licik itupun pergi meninggalkan rumah mama sita. Mama sita bernafas dengan lega akhirnya dua wanita itu sudah pulang dari rumahnya.
" Sudah pulang mereka ma ?" Tanya pak akbar.
" Sudah pa, mama makan dulu ya. Lapar banget ini pa sedari tadi menahan lapar. " Ucap mama sita sambil mengusap perutnya.
" Lagian siapa suruh menahan lapar, padahal mama bisa mengajak mereka makan sama - sama " Seru pak akbar.
" Sengaja pa ! Biar mereka cepat pulang, mama malas berlama - lama sama mereka. Yang mereka ceritakan semua hanya kebohongan. " Ucap mama sita.
Mama sita pun bangkit dan berjalan menuju meja makan untuk mengisi perutnya yang sedari tadi sudah meronta - ronta minta diisi dengan makanan.
********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏❤️❤️
MAAF KEMARIN MEMANG LAGI GANGGUAN JADI TIDAK BISA UP BAB BARU 🙏🙏
__ADS_1
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE DAN BERIKAN HADIAHNYA 🙏❤️
TERIMAKASIH 🙏🙏