
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Setelah mengantar orang tuanya kekontrakannya, surya melajukan mobilnya menuju tempat kerja candra. Dia ingin bertemu dengan candra dan menceritakan soal pertemuannya dengan Marko dan Julia. Kebetulan hari ini Surya memang libur, dia bekerja hanya dihari senin sampai jumat saja.
Sesampainya di tempat kerja candra dia memarkirkan mobilnya lalu menuju ruang kerja candra. Karena terlalu buru-buru dia sampai lupa mengabari candra jika dia akan datang.
" Pak candra nya ada ?" Tanya surya kepada sekertaris candra.
" Ada pak. Silahkan ketuk saja pintunya " Ucap sekertaris candra dengan ramah.
Surya mengangguk lalu mengetuk pintu ruang kerja candra.
Tok Tok Tok
" Masuk " Seru candra dari dalam ruangannya.
Cekleeekkkk... Surya membuka pintu dan langsung menuju meja kerja candra. Dimana candra sedang sibuk memeriksa laporan keuangan sampai dia tidak memperhatikan siapa yang barusaja masuk keruangannya.
" Sibuk banget cand ?" Tanya surya mulai membuka suaranya.
" Eh... Kamu surya ? Aku kira tadi sekertarisku, tumben datang kesini. Apa ada yang penting?. Oh iya bagaimana om dan tante apa mereka sudah sampai ?" Tanya candra menanyakan perihal kedatangan orang tua surya.
" Mereka sudah ada di kontrakan . Oh iya Cand, kenapa kamu tidak bilang jika yang menjadi istri calon papa mertuaku itu si Julia gila itu ?" Tanya surya langsung pada pokoknya.
Huuufffhhhhh... Terlihat candra membuang nafas dengan panjang. Candra bukannya tidak mau memberitahu surya akan tetapi dia benar - benar lupa memberitahunya.
" Maaf surya aku benar - benar lupa. " Jawab candra dengan wajah penuh penyesalan.
__ADS_1
Surya bisa melihat kejujuran di wajah candra, suryapun bisa memaklumi candra. Apalagi candra memang banyak pekerjaan, lagipula masalah ini juga tidak terlalu serius. Hanya saja surya menyayangkan kenapa mesti julia yang harus menjadi istri calon papa mertuanya.
" Ok tidak masalah. Aku bisa memaklumi kamu bro, yang jadi masalahnya itu kenapa harus julia ? Apa tidak ada wanita lain sampai wanita seperti julia dinikahi juga. Aku malas melihat wajahnya yang sok kecantikan itu. " Ucap surya dengan kesal.
" Kenapa ? Bukannya julia juga teman kita, aku yang selalu dikejar - kejar dia saja tampak biasa - biasa saja. Memangnya kamu ada masalah dengan julia ? Jangan - jangan julia itu dulu salah satu teman tidur mu ?" Tanya candra menebak.
" Hampir" Jawab Surya singkat.
" Maksudnya bagaimana ?" Tanya candra ingin surya memperjelas pertanyaannya.
" Dulu aku dan julia hampir saja tidur bareng. Namun saat dia mengakui jika dia menyukaimu aku membatalkannya, karena siapa tahu kalian berjodoh dan ternyata aku sudah pernah meniduri Julia. Aku memikirkan persahabatan kita. Ternyata julia itu memang pemain ulung, beruntung kamu tidak berjodoh sama dia" Ucap surya menjelaskan.
Hahahahahaaaaaaa.... Candra tertawa lepas sesaat mendengar pengakuan dari surya. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi julia saat tahu surya menolaknya. Dan sekarang pria yang sudah pernah menolak tidur dengannya sebentar lagi akan menjadi mama mertuanya.
" Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi julia saat kamu menolaknya ?" Tanya candra masih saja tetawa meskipun tidak sekuat tadi.
" Dia marah - marah dan bete banget. Karena saat itu kami sama - sama sudah On dan siap tempur, tapi gagal. Beruntung saat itu dia membisikan sesuatu kepadaku soal dia yang mencintai kamu dan jangan sampai kamu tahu kalau dia sudah pernah tidur dengan ku. Gilakan wanita itu ? Dia mencintai kamu tapi mau tidur sama teman kamu. " Ucap surya kesal mengingat masalalunya.
Apalagi sekarang sebentar lagi julia akan menjadi mertuanya. Bisa - bisa dia yang akan menjadi benalu dalam rumah tangganya. Surys harus hati-hati dan jangan sampai julia masuk dalam rumah tangganya. Surya berencana akan membicarakan masalah julia kepada mala, dia tidak mau jika mala tahu dari mulut julia yang pasti akan ada bumbu - bumbu yang dia tambah dalam ucapannya.
" Wahh... Hebat juga calon papa mertua. Rencananya aku akan melamar mala 3 hari lagi. Dipercepat dari rencana semula karena mama tidak mau aku berubah fikiran . Dia takut aku macam - macam lagi seperti dulu. " Ucap surya menjelaskan.
" Baguslah. Lebih cepat lebih baik, biar cepat nikah jugakan ? Sudah lama tuh golok kagak diasah kan ?" Goda candra.
" Lama bro 5 tahun. " Jawab surya enteng.
Dua lelaki itupun tertawa bersamaan membicarakan soal asah mengasah. Cukup lama mereka berbincang dan tertawa, dan waktupun semakin siang. Surya pamit pulang karena ada orang tuanya dikontrakan, apalagi belum ada makan siang untuk mereka. Selesai dari tempat kerja candra, surya mencari rumah makan dan membeli makanan untuk kedua orang tuanya.
*********
Tiga hari berlalu, malam ini surya dan kedua orang tuanya datang kerumah meri untuk melamar mala. Surya dan kedua orang tuanya datang bersama pak andi, aluna dan candra. Sedangkan marko dan julia datang lebih awal karena mereka termasuk tuan rumah selaku ayah kandung mala.
Meri juga mengundang pak Rt dan Istrinya untuk menyaksikan lamaran antara mala dan surya. Bagaimanapun lamaran harus ada saksi dari pihak tetangga agar tidak ada kesalahpahaman dilain hari. Karena setelah lamaran surya pasti akan sering datang kerumah meri untuk menyiapkan segala keperluan pernikahan mala dan surya.
__ADS_1
" Jadi bagaimana nak mala ? Apa nak mala menerima lamaran kami ?" Tanya mama surya dengan lembut dan sopan.
Mala masih diam,dia melirik aluna dan meri yang sama - sama duduk di samping kanan dan kirinya. Meri dan aluna hanya tersenyum, tidak mau memaksakan mala. Bagaimanapun mala pasti sudah mempunyai jawabannya sendiri.
" Insya Allah saya menerima lamaran mas surya dan saya siap menjadi istri mas surya. " Jawab mala membuat semua yang hadir mengucapkan alhamdulillah terkecuali julia yang justru terlihat tidak suka dengan jawaban mala.
* Ya jelas dong mala mau sama surya, surya itu juga anak orang kaya. Meskipun tidak punya perusahaan, kedua orang tua surya itu dokter dan mempunyai klinik bersalin sendiri , belum usaha apotiknya yang ada dimana - mana. Pasti dia mau sama surya karena surya kaya. Tapi lihat saja aku akan mengganggu rumah tangga mereka, sebagai pembalasan karena surya dulu sudah menolakku padahal aku dalam keadaan On dan terpaksa aku bermain sama OB hotel nya * Gumam julia dalam hatinya.
" Alha.dulillah jika nak mala mala menerima lamaran kami. Masalah pernikahan surya bilang sama kami dia akan menikahi mala 2 bulan lagi. Bagaimana nak mala dan keluarganya apa setuju ?" Tanya mama surya.
" Kami selaku orang tua setuju saja bu, tapi semua kesiapan ada sama mala. Jadi kami menyerahkan semuanya sama mala " Ucap marko selaku papa kandung mala.
" Saya setuju " Jawab mala yakin.
" Alhamdulillah kalau kedua keluarga sudah setuju..Nanti kita tinggal tentukan tanggal nya. Untuk masalah pernikahan keluarga nak mala tidak perlu repot, semua biar surya dan kami yang memgurusnya. Tinggal siapkan berkas - berkas nak mala saja nanti kami urus semunya " Ucap mama surya lagi.
Semuanya setuju, berhubung surya termasuk orang perantauan nanti pak Rt dan perangkat desa akan membantu mengurus surat surya. Sedangkan mala dari awal pindah ikut mamanya sudah mengurus surat domisilinya. Acara lamaran sudah selesai kini mereka semua sedang menikmati makanan yang sudah di siapkan oleh tusn rumah.
" Senang ya yang mau menikah ?" Ucap julia menghampiri surya yang sedang berbincang dengan candra.
" Jangan cari malasalah, sama saja itu mempermalukan dirimu sendiri. " Jawab surya tegas.
" Idiihhh.... Sombong !" Seru Julia lalu meninggalkan surya dan candra.
Dia menuju dimana sang suami sedang makan sambil mengobrol dengan calon besannya. Namun pandangan mata julia tertuju kepada mala yang sedari tadi sama sekali tidak menyapanya. Begitupun dengan meri, dia juga mengabaikan keberadaan julia.
* Kenapa aku seperti dikucilkan. Itu si mala sama aluna sok sibuk, meri sibuk sama istri pak Rt dan calon besannya. Membosankan,kalau seperti ini aku kangen suasana kota. * Gumam julia dalam batinnya.
********
RATE BINTANG 5 NYA YUK KAK.
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK, AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK MENULIS.
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️