
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Baru beberapa menit bobi pulang bahkan bobi baru sampai jalan dekat rumah marko. Mobil marko belok kehalaman rumahnya, ada sesuatu yang perlu marko ambil. Ya, dompet marko tertinggal di atas meja kamarnya sehingga dia harus pulang untuk mengambilnya karena hari ini jadwal pembayaran sales barang - barang di bengkel.
" Emm... Mas kok kamu pulang ?" Tanya julia gugup saat mengetahui marko tiba - tiba pulang tanpa memberitahu terlebih dahulu.
" Memangnya kenapa kalau aku pulang ? Ada yang salah atau ada yang melarang ? Oh iya tumben pintu terbuka tidak kamu tutup, dan itu kenapa kamu keringatan begitu ? Habis ngapain kamu ?" Tanya marko menaruh curiga dengan Julia.
Marko tahu julia tidak akan berkeringat seperti itu jika dia tidak melakukan aktifitas yang menguras tenaga. Beberes rumah ? Sepertinya tidak mungkin, sebab julia jarang mau beberes rumah.
" Aku.. Aku barusaja berolah raga mas. Iya berolah raga, tadi senam aerobik sambil lihat video di ponsel. Ini baru selesai dan agak gerah makanya pintu nya aku buka" Jawab julia berbohong dengan hebatnya.
* Iya mas, aku tadi habis olah raga lebih tepatnya olah raga sama daun muda. Ternyata lebih menyenangkan juga, tapi tidak ada yang mengalahkan ukuran punyamu mas * Gumam julia dalam hatinya sambil bersorak gembira.
Marko memandang julia dari atas sampau bawah , dia seolah tidak percaya dengan apa yang dikatakan Julia. Karena marko buru-buru diapun tidak mau mempermasalahkan lagi apa yang dikatakan Julia. Dengan segera dia masuk kamar dan mengambil dompetnya dan keluar kamar lagi.
Julia sebenarnya sangat kaget saat marko tadi tiba - tiba pulang. Bagaimana jika tadi saat marko pulang masih ada bobi sudah pasti saat ini habislah julia dan bobi dihajar marko sampao babak belur.
* Huh... baru juga sibobi keluar rumah mas marko sudah pulang. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika mas marko tadi mengetahui kegiatan ku dan bobi * Gumam julia dalam hatinya.
" Kamu kenapa kok kelihatannya tegang begitu ?" Tanya marko penuh selidik.
" Ehh.. tidak apa - apa mas. Mas pulang ngapain ? Tumben jam segini pulang ?" Tanya julia mengalihkan pembicaraan.
" Ini dompetku ketinggalan. Ya sudah aku mau balik ke bengkel lagi, ingat jangan lupa memasak untuk makan malam. Awas kalau kamu sampai macam - macam, habis kamu sama saya " Ucap marko dengan tegas.
Marko keluar rumah menghampiri mobilnya dan kembali lagi kebengkel sebab sudah ditunggu orang. Julia sendiri bisa bernafas dengan lega. Diapun kembali menjatuhkan bobot tubuhnya diatas sofa dimana tempat yang dia pakai bermain dengan bobi tadi. Dia tersenyum manis mengingat permainannya dengan bobi beberapa menit yang lalu.
Julia mengambil ponselnya dan berusaha menghubungi bobi namun sampai panggilan kedua belum juga diangkat. Julia tidak pantang menyerah dia tetap menghubungi nomor bobi sampai bobi menganggkatnya, dan sampai panggilan kelima akhirnya bobi mengangkat panggilan teleponnya.
[ Haii... Sialan kamu ! Saya telponin dari tadi tidak juga kamu angkat ] Ucap julia langsung marah - marah tidak jelas.
[ Maaf mbak, maaf. Tadi aku kira suami mbak yang telpon sebab tadi aku berpapasan dengan mobil pak marko dan dia curiga dengan apa yang barusan kita lakukan. ].Ucap bobi dengan rasa takut.
[ Oh aku kira kamu sedang sama istrimu. Suamiku tidak tahu dan jangan sampai dia tahu. Jika dia tahu bisa habis kita sama dia, dia kalau marah bisa hancur semuanya. Makanya kalau kamu masih mau aku bergoyang jangan pernah kamu buka mulu. Paham !!]
[ Istriku lagi kerja dipabrik teh mbak. Mbak tenang saja aku jamin rahasia kita aman . Dan aku masih ingin terus bermain dengan mbak julia, sekalian mbak julia jadi istrikupun aku tidak masalah . Heheheee ]
[ Ogah... Kamu memang bisa menghidupi gaya ku yang hedon ? Lagi pula milikmu sama punya suamiku sangat jauh beda, hanya karena kamu lebih muda jadi aku mau main sama kamu. Jadi jangan menghayal yang tidak mungkin deh bob. ]
__ADS_1
[ Iya mbak..aku paham. Sudah dulu ya mbak aku mau mandi dulu, karena badanku lengket semua nih. Mbak juga mandi sana pasti tubuh mbak juga lengket. Video call saja yuk sambil mandi ]
[ Ok siapa takut ] Jawab julia dengan cepat.
Panggian langsung julia alihkan kepanggilan video call. Julia dan bobi sama - sama mandi dengan sambungan video call yang masih saja tetap tersambung. Bobi dan mala seperti orang gila yang memang sudah tidak punya rasa malu lagi.
******
Dua hari berlalu
Ardan dan Leo hari ini akhirnya harus pulang ke negaranya , Amsterdam. Mereka berdua terlihat sangat sedih karena harus meninggalkan desa yang selama sebulan ini sudah membuat mereka nyaman dan betah. Apalagi penduduknya semua baik dan ramah - ramah. Lingkungan dan udaranya sangat nyaman dan membuat mereka ingin berlama - lama lagi.
Namun apalah daya, mereka susah cukup lama berada di indonesia dan harus pulang kenegaranya sebab perusahaan juga tidak mungkin ditinggal terlalu lama. Apalagi keadaan perusahaan baru masa pemulihan.
" Aku sedih harus meninggalkan kalian semua" Ucap Leo yang memang lebih suka bicara apa adanya.
" Jangan sedih, nanti kalau ada waktu senggang kalian sempatkan main kesini lagi. Rumah kami ini selalu terbuka untuk kalian jadi kapanpun kalian mau kesini lagi kami menerimanya dengan senang hati " Ucap pak akbar sembari menepuk punggung Leo dengan pelan.
" Sudah bro jangan bersedih. Nanti kalau candra junior sudah bisa diajak pergi jauh - jauh aku janji bakalan kesana menemui kalian. " Ucap candra.
" Nanti aku juga ikutan tapi menunggu istriku lahiran dulu " Ucap surya sambil terkekeh.
Surya dan mala pagi ini memang sedang libur , jadi surya akan menemani candra mengantar andra dan leo kebandara. Barang - barang ardan dan leo semua sudah masuk dan tersusun rapi di mobil. Tinggal orangnya saja yang naik kemobil.
Namun baik Ardan maupun Leo terlihat berat untuk meninggalkan keluarga barunya yang sudah dia anggap keluarga sendiri. Apalagi pak akbar dan mama sita sudah mereka anggap orang tuanya sendiri. Pak akbar dan meri tidak bisa mengantar mereka, karena ada kesibukan lain. Namun ardan dan leo kemarin sudah menyempatkan berpamitan kepada mereka, dan mama meri juga banyak membuatkan oleh - oleh untuk ardan dan leo.
" Insya Allah ya Lun. Hai babby R ,uncel leo dan uncel ardan pulang dulu ya sayang. Nanti kamu kalau sudah bisa naik pesawat perjalanan jauh main ke Amsterdam ya " Ucap Leo sambil mengusap pipi gembul babby R.
Setelah berpamitan ardan dan leo masuk mobil, surya dan candra juga ikut masuk kemobil. Surya sebagai supir pun mulai menghidupkan mesin mobil dan berjalan meninggalkan halaman rumah candra menuju bandra.
Pesawat ardan dan leo sekitar jam 2 siang, tetapi jam 9 pagi mereka sudah berangkat sebab perjalan menuju bandara sekitar 2 jam perjalanan dan juga bisa lebih tergantung keadaan dan kendala yang ada diperjalanan. Mereka sengaja berangkat lebih awal agar tidak tertinggal pesawat.
Setelah mobil menjauh aluna dan keluarganya masuk kerumah. Mereka lebih memilih untuk berbincang dihalaman belakan saja,disana lebih sejuk dan cuaca juga belum panas. Pak akbar lebih memilih meneruskan hobi ikannya yang dia dapatkan dari pak andi, sang besan.
" Tante sita kapan datang ? Apa semalam menginap disini ?" Tanya mala .
" Tante kemaren sore datang kesini, iya semalam menginap. Malas mau bolak - balik, lumayanloh 15 menit perjalanan dari sini. Oh iya mala, kata aluna kamu sekarang hamil ya ? Selamat ya mala semoga kamu dan bayi kamu selalu sehat " Ucap mama sita.
" Terimakasih tante " Jawab mala tersenyum ramah.
Aluna yang baru menidurkan babby R pun kini sudah ikut bergabung dengan mertua dan kakaknya. Aluna banyak menceritakan soal kehamilannya kepada mala, mala senang dan antusius mendrngarkan pengalaman aluna saat hamil muda sampai melahirkan.
" Kalau aku sama sekali tidak merasakan mual Lun , untuk saat ini yang mengalami mas surya. Bahkan yang mengidam juga mas surya " Ucap mala sambil terkekeh.
" Wah... Mas surya yang mengalami mual dan muntahnya kak ?" Tanya aluna dengan antusius .
__ADS_1
" Iya serius. " Jawab mala lebih menyakinkan.
" Tidak apa - apa mala. Biar surya tahu bagaimana nikmatnya menjadi wanita hamil. Dia juga kan ikut membuat jadi dia juga tidak masalah ikut merasakan mual serta ngidamnya. Tapi kebanyakan pria kalau mengalami kehamilan simpatik itu dia berubah menjadi pria yang manja " Ucap mama sita memberitahu.
Mala mengangguk , apa yang dikatakan mama sita memang benar. Suryapun beberapa hari ini setiap pagi pasti manja, bahkan kadang kalau mau sesuatu tidak kenal waktu dan harus ada saat itu juga. Tadi malam jam 1 malam surya minta makan mie goreng, demi sang suami dalam keadaan mengantuk mala tetap bangun dan memasak mie goreng untuk surya.
" Mama dulu begitukah saat hamil ?" Tanya aluna ingin tahu.
" Iya sampai usia kehamilan mama 3 bulan papa masih saja kalau pagi suka maul bahkan selama 3 bulan mama kalau memasak tanpa bawang merah dan bawang putih. Selama 3 bulan papa sama sekali tidak menyukai dua bawang itu. Jadi mama kalau mau masak yang enak ya tunggu papa pas kerja baru mama masak untuk mama sendiri sama bibik yang kerja dirumah " Ucap mama sita tersenyum sambil mengenang masa - masa kehamilannya yang laku.
Sekarang anak yang dia kandung sudah mempunyai anak , tidak terasa mama sita sudah memiliki cucu yang wajahnya foto copy candra kecil. Mala justru takut mendengar cerita mama sita, cuma takut kalau surya akan separah itu apalagi sampai 3 bulan atau trisemester pertama.
" Eh,,, Lun kamu dapat undangan 7 bulanan dari tika kan ? Pasti dapat dong, diakan teman solid kamu " Ucap mala tersenyum.
" Iya mbak acaranya besok pas hari minggu , kita databg sama- sama saja yuk mbak. Tapi mas surya liburkan ? Hari minggu loh ?" Tanya aluna .
" Iya mas surya besok libur kok. Hari ini dia juga libur, baiklah nanti kita datang bareng saja. " Ucap mala setuju dengan usul aluna.
Mama sita meninggalkan mala dan Aluna , dia membiarkan aluna dan mala berbincang berdua. Mama sita menghampiri pak akbar yang sibuk dengan ikan hiasnya.
" Lun, terkadang aku ini malu dan merasa bersalah sama adit. Dulu kamu tahu sendiri bagaimana perlakuanku kepada adit. Disaat dia tidak punya apa - apa aku justru meminta cerai. Jika ingat masa itu aku malu Lun " Ucap mala sambil menunduk.
" Itu masalalu kak. Allah sudah mentakdirkan jalan kalian seperti itu, jangan disesali kak. Sekarang kaliankan sama- sama sudah berkeluarga dan menanti kelahiran anak kalian masing - masing. Aku yakin adit juga pasti sudah melupakan semuanya. Sudah jangan sedih dan jangan pernah menyesali apa yang sudah terjadi. Sekarang kak mala maupun adit sudah bahagia dengan pasangan kalian masing - masing " Ucap aluna menasehati mala dengan penuh kasih sayang.
Mala mengangguk pelan lalu memeluk aluna dengan erat. Pelukan antara kakak dan adik yang seharusnya dari dulu mereka saling memnerikan, namun masalalu biarlah berlalu. Kini mereka sudah bisa hidup rukun , akur dan tentram tidak ada lagi mala yang suka meghina dan menindas aluna. Jika ingat dimana dia suka menindas aluna membuat mala sering meneteskan air mata.
* Sedikitpun aluna tidak ada rasa dendam kepadaku. Aku hanya berdoa semoga aku dan aluna selamanya bisa hidup dengan rukun begini. Tidak akan pernah adalagi masalah anatara kami. Aamiin * Gumam mala dalam hatinya.
Aluna dan mala masuk kerumah karena cuaca sudah mulai panas. Dilihatnya mama sita juga sudah masuk, mereka mengikuti mama sita yang ternyata menuju dapur untuk membantu bibik memasak hidangan makan siang. Mala dan Aluna meminta mama sita untuk beristirahat saja sambil menunggu babby R yang masih nyenyak tidur. Mama sita mengikuti perintah kakak dan adik yang saat ini sudah kompak itu.
" Loh kalau mbak - mbak ini memasak saya mau ngapaun dong ?" Tanya bibik sambil menggaruk kepalanya yang gatal.
" Bibik menyetrika saja. Biar masak urusan aluna sama kak mala. " Jawab aluna serius.
" Baiklah " Jawab bibik yang akhirnya juga berhasil aluna dan mala usir dari dapur.
Mala dan aluna tetawa kecil melihat wajah pasrah bibik , kini mereka sudah berkutat dengan alat - alat dapur dan berbagai macam bumbu dan bahan makanan yang lainnya yang akan mereka sulap menjadi makanan yang enak dan lezat untuk hidangan makan siang mereka.
Siang ini mereka akan memasak sayur asam, tumis pokcay, sambal terasi, ikan goreng dan tempe goreng tidak lupa ikan asin goreng. Pas dan cocok untuk makan bareng sayur asam. Hanya perlu waktu satu jam masakan alun dan mala sudah terhidang diatas meja makan dan tersusun dengan rapi.
" Wah baunya sedap banget nih " Ucap pak akbar yang baru saja masuk lewat pintu belakang.
" Iya nih pa. Makan siang sekarang yuk pa kebetulan sudah jam 12 siang nih kurang 10 menit lagi. Aluna panggil mama dulu ya " Ucap aluna bergegas kekamar memanggil mama sita untuk makan siang.
Aluna juga memanggil pak sopir dan bibik yang sedang menyetrika. Kebetulan babby R masih nyenyak tidur sehingga tidak makan siang aluna bisa bareng yang lainnya.
__ADS_1
*********