Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Saling memaafkan


__ADS_3

.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


HAPPY READING


Pagi yang cerah aluna duduk besanti di halaman rumah sambil menikmati secangkir teh dan biskuit. Candra sang suami sudah pergi ke pabrik, pak andi sendiri sibuk dengan hobby barunya, apalagi kalau bukan berkebun. Saat menikmati teh hangatnya, aluna dikejutkan dengan mobil yang masuk ke halaman rumahnya.


* Mobil siapa itu ?* Gumam aluna dalam hatinya.


Aluna terus menperhatikan mobil yang berhenti di depan rumahnya. Dia pun tertegun saat melihat meri dan mala turun dari mobil. Bibir aluna menyunggingkan senyum dan bangkit menghampiri meri dan mala.


" Mama !! Mama selama ini kemana saja ? Mama apa kabar ?" Tanya aluna menghampiri dua tamunya.


Aluna menyalami meri dan memeluknya, lalu dia juga beralih memeluk sang kakak mala. Mata meri berkaca - kaca melihat kebaikan dan ketulusan Aluna. Anak yang sudah dia sia - siakan kini ada dihadapannya dan tetap menyayangi dan menghormatinya.


" Mama sehat Lun. Kamu bagaimana ?" Tanya meri dengan suara serak.


" Aluna juga sehat ma, kak. Yuk kita masuk dan mengobrol di dalam saja. " Seru Aluna dengan senyum mengembangnya.


" Iya lun " Jawab mala dan meri serempak.


Aluna membimbing mala dan meri masuk ke rumah dan mengajaknya duduk di ruang keluarga agar lebih santai saat berbincang. Aluna meminta ART untuk membuatkan minuman, aluna sengaja tidak memanggil ayahnya terlebih dahulu karena dia merasa kedatangan mamanya ingin bicara sesuatu kepadanya.


" Minum dulu tehnya kak, ma.. " Seru aluna mempersilahkan mala dan meri meminum teh yang sudah terhidangkan.


Mala dan meri mengangguk , mereka pun mengambil cangkir tehnya dan meminumnya sedikit demi sedikit karena masih panas.


" Papa mana Lun , kok sepi banget rumah kamu?" Tanya mala dengan wajah yang semakin terlihat berbinar dan cerah daripada saat terakhir bertemu di rumah sakit seminggu yang lalu

__ADS_1


" Ada di halaman belakang kak, apa perlu aluna panggil papa agar bisa mengobrol berempat disini. Kalau suami aluna sudah pergi kepabrik " Jawab aluna ramah.


" Oh tidak perlu. Biar aku susul papa saja ke belakang sekalian mau lihat kebunnya papa " Jawab mala tersenyum.


Mala bangkit dan berjalan menuju taman belakang, dia beralasan untuk menemui sang papa. Padahal tujuan utamanya adalah ingin memberikan kesempatan mamanya untuk bicara berdua dengan aluna. Setelah mala pergi keadaan sunyi, benar - benar hening karena meri dan aluna hanya saling diam. Aluna bingung harus bicara atau membahas apa.


" Sudah berapa bulan Lun ?" Tanya meri mulai membuka pembicaraannya.


" Sudah masuk 10 minggu atau dua bulan setengah ma. Doakan lancar dan sehat terus ya ma.." Ucap aluna dengan sopan


" Alhamdulillah... Insya allah mama akan selalu mendoakan kamu dan anak serta keluarga kecilmu. Lun, maafkan mama ya Lun , karena selama ini mama sudah memperlakukanmu dengan tidak baik. Bahkan sedikitpun mama tidak memperhatikanmu, jangankan memperhatikanmu ? Mengakui sebagai anak saja selama ini mama merasa enggan , kesalahan mama sangat besar Lun. Apa mama pantas mendapatkan maaf mu ?" Tanya meri dengan wajah sudah berlinang air mata.


Meri juga menceritakan dimana sekarang dia tinggal dan usaha apa yang saat ini dia kerjakan. Aluna tidak pernah menyangka jika mamanya bisa hidup serba sederhana begitu, karena selama ini hidupnya ingin selalu enak dan bisa beli ini dan itu. Meri yang sekarang sudah banyak perubahan , sudah tidak adalagi meri yang suka marah - marah.


Aluna duduk mendekat dan memeluk mamanya sambil mengusap punggung sang mama dengan lembut. Aluna sangat senang karena bisa sedekat ini dengan meri, bahkan bisa memeluk mamanya dengan haru dan penuh kasih sayang. Ingin rasanya dunia sesaat berhenti berputar. Aluna ingin terus dipeluk oleh mamanya, saat ini Allah sudah mendengar doa - doanya.


" Tidak perlu ada yang dimaafkan ma. Aluna anaknya mama, dan mama adalah orang yang sudah melahirkan aluna sehingga aluna bisa merasakan suasana didunia nyata ini. Ma , aluna juga meminta maaf karena aluna mungki pernah menyakiti dan menyinggung mama." Ucap aluna melepaskan pelukannya dan berganti menggengam tangan meri.


" Terimakasih aluna, mama sebenarnya malu sama kamu Lun. Karena dulu mama sudah melarang mu kuliah , tapi ternyata kamu diam - diam berkulia bahkan kini sudah seleai S2 dan menjadi seorang dosen muda. Sedangkan anak yang sudah aku banggakan dia sudah tidak punya masa depan yang cerah, mama menyesal aluna " Seru meri penuh penyesalan.


" Aluna sudah memaafkan mama " Seru aluna.


Meri semakin terisak dan membawa aluna kedalam pelukannya. Diusapnya pucuk kepala aluna dengan pelan dan lembut. Baru kali ini dia mengusap kepala aluna dengan lembut dan pelan, ada rasa damai tersendiri saat memeluk aluna.


* Alhamdulillah ya Allah, ternyata begini rasanya dipeluk sama mama. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk hubungan mama dengan ku. Terimakasih ya Allah, doa - doaku hari ini telah terkabulkan * Gumam aluna dalam batinnya.


Meri melepaskan pelukannya dan mengusap lembut perut aluna yang masih terlihat rata. Mungkin karena tubuh aluna yang tinggi dan langsing sehingga perutnya masih terasa rata.


********


" Kamu sengaja meninggalkan mama mu dengan aluna?" Tanya pak andi sambil membereskan tanamannya.


Mala kini sudah ada di halaman belakang ikut pak andi berkebun. Ada berbagai bunga dan sayuran yang di tanam oleh pak andi.

__ADS_1


" Iya pa, biar mama dan aluna semakin leluasa saat berbincang. Setelah ini aku berharap hubungan kita semua membaik meskipun mama dan papa sudah tidak bersatu lagi. Papa tetap papa mala sampai kapanpun papa akan menjadi papa nya mala, jadi sekarang mala punya dua papa. Papa andi dan papa marko, papa tenang saja aku sudah bisa berdamai dengan hati dan perasaan pa. Marko tetap papa kandungku dan aku sadar kami tetap ayah dan anak yang sedarah." Ucap mala penuh keyakinan.


Pak andi tersenyum dan mengangguk, dia bangga dan bahagia karena aluna dan mala serta meri kini sudah bisa hidup rukun dan menerima satu sama lain.


" Pa, aku dua hari lagi mau berangkat kepesantren. Doakan semuanya lancar dan aku akan belajar untukebih baik lagi." Ucap mala penuh keyakinan.


" Iya mala, papa akan mendoakan yang terbaik untuk mu " Seru pak andi.


Mala dan pak andi menuju ruangan keluarga dan ikut bergabung dengan aluna dan meri. Kecanggungan kembali terjadi saat meri dan pak andi saling diam tanpa mau bertegur sapa. Jangankan bertegur sapa, memandang wajahnya saja enggan.


" Pa, Ma. Emm... Bagaimana kalau kita makan siang dulu. Ini sudah tiba waktu makan siang, tidak apa-apakan kalau kita makan bersama ? Mama jangan menolak ya " Seru aluna terlihat jiwa manjanya, manja dengan keadaan hamil memang sangat luar biasa.


" Iya lun " Jawab meri sambil menganggukkan kepalanya. Tidak ada lagi aluna yang bersedih dan menangis karena perlakuan mamanya, sekarang dia bisa tersenyum dengan bahagia.


Tanpa menunggu lama aluna dan yang lainnya menuju ruang makan,disana sudah ada bibik yang memasak untuk mereka.


" Terimakasih ya bik " Jawab aluna sambil tersenyum ramah.


Bibik hanya mengangguk sambil tersenyum lalu pergi kebelakang mengerjakan tugas yang lain.Padahal aluna maupun pak andi sudah sering mengajak sarapan atau makan bersama , bibik tetap menolaknya dengan alasan nanti saja karena masih ada pekerjaan lain.


" Jadi kak mala serius ingin mondok ?" Tanya aluna.


" Iya Lun " Jawab aluna singkat sambil mengunyah


" Kalau ada apa - apa hubungi kami ya kak " Ucap aluna lagi.


" Pasti " Jawab mala sambil mengacungkan dua jempolnya.


Merekapun fokus dengan makanannya dan tanpa terasa mala dan meri sudah lama di rumah aluna. Mereka berdua akhirnya pulang dengan perasaan dan hati yang tenang.


********


SELAMAT MEMBACA KAK.

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️❤️


__ADS_2