Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Candra marah


__ADS_3

💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


" Sayang tolong kamu buatkan minum untuk kedua tamu kita " Ucap candra sengaja memanggil aluna sayang di depan mala dan mama meri.


Wajah mala langsung berubah masam, dia tidak suka melihat kemesraan yang ditunjukan oleh candra dan Aluna di depannya. Mala tidak akan membiarkan aluna merasakan kebahagiaan diatas penderitaanya. Penderitaan juga kamu sendiri yang membuatnya, ulah kamu sendiri.


" Iya kak " Jawab aluna mengangguk sambil tersenyum.


Dia tidak memusinggkan soal panggilan sayang tadi, yang penting yang dipanggil cansdrq sayang ya dirinya bukan wanita lain yang saat ini ada dikontrakannya.


" Kenapa papa tidak mau pulang ? Mama minta maaf karena kemarin - kemarin mama tidak enak badan dan mala sibuk dengan kuliahnya jadi tidak bisa menemui papq dirumah sakit. Tapi selama dirawat dirumah sakit pernah loh sekali mama menjenguk papa " Seru meri mencoba membela diri dengan kebohongan.


Pak andi dan candra hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan mama meri. Bisa - bisa nya dia beralasan sakit dan mala sibuk kuliah. Aluna saja yang dibilang sibuk masih bisa merawat dan menemani pak andi selama dirumah sakit.


" Silahkan diminum ma,kak mala " Ucap aluna sambil meketakkan dua cangkir teh dihadapan dua tamunya.


" Hemmm.... " Jawab mama meri hanya berdehem saja.


" Kamu sibuk kuliah mala ? Memanh sudah sampai mana kuliah kamu? Papa tidak yakin kamu bakal lulus kuliah dengan baik. Padahal kamu sama aluna itu lebih jauh sibuk aluna, dia harus bekerja dipabrik, jadi asdos dan dia juga harus kuliah S2 nya tapi dia masih bisa merawat dan menemani papa dirumah sakit. Seharusnya kamu contohlah adik mu ini Mala" Ucap pak andi menasehati mala agar mau berubah.

__ADS_1


" Jangan menyamakan aku dengan mala dong Pa , jelas kami berbeda dan tidak selevel. " Jawab mala tidak mau di bandingkan dengan aluna.


" Kalian jelas beda dan tidak selevel dong" Ucap candra dengan senyum seperti orang mengejek.


Mala tersenyum senang karena dia mengira jika candra membelanya dan mau dengannya. Meripun punya fikiran yang sama seperti anaknya itu.


* Apakah candra sudah sadar jika aku yang lebih baik dari Aluna ?* Gumam mala dalam batinnya dengan senyum - senyum sendiri.


Sedangkan aluna merasa heran dengan sikap perubahan Candra, kenapa candra bisa sependapat dengan mala. Padahal baru tadi malam dia menyatakan perasaannya dan tidak akan memandang siapa aluna. Hati aluna terasa sakit, namun dia mencoba untuk tetap kuat dan akan menerima segala kemungkinan yang akan terjadi.


" Nah nak candra saja setuju kan dengan kami." Seru mama meri.


" Siapa bilang saya setuju ? Saya cuma bilang jika nala dan aluna benar berbeda dan tidak selevel. Aluna wanita baik - baik, wanita pekerja keras dan wanita yang mandiri bahkan pendidikannya pun bagus. Beda sama mala, dia hanya wanita manja, serakah dan tidak tahu malu, bahkan tidak malu menggoda suami adiknya sendiri.!! Maaf pa aku tidak bermaksud menjelekan anak papa, tapi memang itu kenyataannya tentang mala" Ucap candra lalu memandang papa mertuanya. Bagaimanapun mala anak dari mertuanya, jika mala tidak mencari masalah duluan candra tidak akan sampai bicara seperti itu didepan pak andi.


" Papa tidak apa - apa nak candra. " Jawab pak andi.


Haahh..


" Maksud kamu apa bicara seperti itu sama anak saya ?" Tanya mama meri tidak suka.


" Mala kemarin mendatangi kantorku. Dia mengaku kepada staff kantor jika dia calon istriku dan dengan tidak tahu malunya dia menggodaku. Wanita seperti apa itu yang dengan tidak tahu malunya menggoda suami adiknya sendiri dasar rendahan." Seru candra dengan ketus.


Mama meri tidak tahu jika candra akan berbicara seperti itu didepqn suaminya.Tentunya sang suami akan murka dan memarahi mala.


Plak


Tiba - tiba tamparan pak andi mendarat di pipi mala. Selama ini pak andi salah sudah mengikuti semua kemauan mala , sampai mala menjadi anak yang tidak tahu malu.

__ADS_1


" Papa !!" Teriak meri lantang saat mala ditampar.


" Apa ? Kamu mau juga aku tampar ? Lihat anak dari hasil didikan mu , dia tumbuh menjadi anak pembangkang dan anak tidak tahu malu. Papa malu melihat kelakuan mu mala ! Kamu sadar tidak ? Candra itu suami adik kandungmu sendiri, kamu tega merayunya. Kenapa dulu kamu menolak candra ? Sekarang justru kamu mengejar candra? Haahhh.....!!" Bentak pak andi lantang.


Aluna mendekati pak andi dan mengusap lengannya dengan lembut agar pak andi tidak terpancing amarahnya. Aluna takut papanya akan kambuh lagi darah tingginya.


" Pa, sabar jangan marah - marah begini. Ingat darah tinggi papa. " Seru aluna menginggatkan dengan lembut.


" Papa tidak habis fikir dengan jalan fikiran mereka berdua Lun. Ya Allah salah apa papa lun sampai mempunyai anak dan istri seperti mereka. Papa malu sama candra dan kedua orang tua candra" Ucap pak andi dengan mata yang berkaca - kaca.


" Dari awalkan memang mala yang ingin papa jodohkan sama candra. Dan aluna hanya sebagai pengganti perjodohannya saja dan sekarang mala sudah mau menikah dengan candra jadi apa salahnya aluna bercerai dari candra lalu candra menikah dengan mala. " Ucap meri tanpa ada rasa malu sama sekali.


Sebagai orang tua seharusnya memberi contoh dan wejangan yang baik untuk anak - anaknya tetapi beda dengan meri. Justru dia menginginkan perceraian di rumah tangga anaknya.


Brrraaaakk


Dengan sangat kuat candra memukul meja, susah bisa dipastikan candra juga terpancing emosi setelah mendengar ucapan mama meri, seolah menganggap candra barang mainan seenaknya melempar candra sana sini.


" Anda kira saya ini barang yang mudah kalian lempar sana - sini !! Aku punya harga diri dan aku punya hati, aku juga bukan barang mainan. Sampai kapanpun aku tidak akan bercerai dari aluna karena aku dan aluna saling mencintai. Siapa juga yang mau dengan wanita seperti kamu ? Heeehh... !!" Seru candra dengan suara lantang.


" Kamu dulu menolakku dan mengatakan aku pria miskin dan kere. Kamu memandang aku rendah karena aku hanya seorang buruh pabrik. Tapi setelah kamu tahu aku ini orang kaya dan aku pemilik pabrik itu dengan mudahnya kamu mau mengambilku kembali. Aku tidak sudi !! Sekarang lebih baik kalian pulang dari rumah ku sebelum aku menyeret kalian keluar dari sini. Maaf tante meri, meskipun anda mertua saya tetap perbuatan anda tidak bisa dibenarkan. " Ucap candra.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun mala dan mamanya pergi meninggalkan rumah candra. Pak andi terduduk lemas diatas kursi sambil memijat - mijat kepalanya. Mala dan meri memang sudah keterlaluan, pak andi benar - benar malu dengan kelakuan mereka.


*********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏🙏❤️❤️

__ADS_1


LIKE, KOMENTAR, VOTE DAN FAVORITE SERTA HADIAHNYA 🙏❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️


__ADS_2