
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
HAPPY READING
Aluna dan Candra saat ini berada di rumah sakit untuk memeriksakan kesuburan mereka. Karena sudah satu tahun menikah aluna belum hamil juga, sebenarnya candra tidak masalah jika aluna belum hamil. Tetapi aluna khawatir karena dia sempat meminum pil KB saat di awal pernikahannya. Dia takut jika rahimnya kering akibat pil KB yang dia konsumsi.
" Bapak dan ibu subur dan tidak ada masalah apa-apa. Kedua nya bagus, mungkin saja kurang usahanya." Ucap dokter Fira menggoda mereka, lalu memberikan kertas hasil pemeriksaan kepada candra.
" Usaha terus dok tapi memang belum rezekinya " Jawab candra sambil terkekeh, lalu membuka kertas hasil pemeriksaan yang tadi sudah dibacakan oleh dokter.
" Iya pak, buk.. Lagi pula menikah juga baru satu tahun. Nanti kalau Allah sudah berkehendak pasti akan diberi momongan juga. " Ucap dokter fira ramah.
" Aamiin . Berarti usahanya harus di kencengin lagi ya dok ? Bila perlu di lembur?" Ucap candra sambil melirik kearah aluna.
Wajah aluna memerah karena malu, selama ini dia tidak pernah membahas hal yang segamblang itu soal hubungan ranjang suami istri. Kali ini dia benar - benar malu, sampai dia hanya menunduk dan ingin segera menarik suaminya untuk pulang.
" Emm... Dokter kalau begitu kami permisi ya dok. Maafkan suami saya yang terlalu banyak bertanya " Ucap aluna memilih segera berpamitan.
" Iya buk tidak apa - apa " Jawab dokter fira sambil tersenyum ramah.
Aluna segera menarik tangan candra untuk segera keluar. Saat sudah sampai diluar ruangan dokter fira , aluna melepaskan tangan candra.
" Kak candra ini apa - apaan sih bertanya seperti itu ?. Aluna malu dan risih bahas hal begituan " Seru aluna dengan cemberut.
" Kalau cemberut makin cantik loh. Jadi ingin segera memakanmu. " Ucap candra senang menggoda aluna.
" Gak lucu deh. Ayok pulang, kalau lama - lama disini kak candra makin mesum " Seru aluna.
" Mesum sama istri sendiri tidak apa - apakan ? Wahh asik nih ngajak pulang, kamu tahu saja kalau aku ingin makan kamu." Seru candra sambil tertawa.
Aluna tidak menanggapi candaan dari suaminya lagi, dia memilih meninggalkan candra yang masih saja tertawa. Candrapun langsung mengejar aluna dan berjalan tepat di samping aluna sambil memeluk pinggang aluna. Mereka berjalan menyusuri rumah sakit , namun tiba - tiba aluna sekilas melihat mama meri dan seorang pria yang tidak asing bagi Aluna namun Aluna lupa - lupa ingat siapa pria yang bersama mamanya.
* Bukannya itu mama meri ? Sama siapa dia? Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana ? Dan ngapain mama dirumah sakit ?* Gumam aluna bertanya dalam hatinya.
Meri dan marko memang ada di rumah sakit untuk memeriksakan keadaan meri. Selesai pertempurannya tadi malam meri kelelahan dan diapun tertidur, sehingga dia tidak pulang semalaman. Bangun - bangun kepalanya sakit sehingga marko mengantarkannya kerumah sakit.
" Kak itu seperti mama meri ?" Ucap aluna sambil menunjuk kearah orang yang sedang berjalan dengan membelakangi mereka.
" Masak iya sih Lun? Mungkin mama jenguk temannya ? " Jawab candra berfikir positif.
Candra tadi memang sudah melihat meri dan marko saat mereka berbelok kelorong yang lain. Namun candra pura - pura tidak melihatnya agar aluna tidak mengetahui hubungan mamanya dengan marko. Karena dia tidak mau aluna bersedih, namun ternyata aluna melihatnya juga.
" Tapi siapa pria yang bersama mama ? Sepertinya tidak asing loh kak, tapi siapa ya aku lupa. " Ucap aluna terus penasaran.
__ADS_1
" Mungkin temannya , sudah yuk kita pulang sepertinya sudah waktunya makan siang juga. Yuk kita cari makan dulu." Seru candra mengalihkan pembicaraan.
Aluna mengangguk lalu mereka melangkah kembali menuju parkiran mobil. Namun aluna masih terus kefikiran pria yang bersama mamanya tadi.
************
Pak andi sangat marah karena dari semalam sampai sesiang ini istrinya belum juga pulang. Dia terus menghubungi meri, tersambung tetapi tidak di angkat juga.
" Mala kamu mau kemana ?" Tanya pak andi saat melihat mala sudah rapi.
" Mau pergi !" Jawab mala ketus.
" Pergi kemana ? Ini hari libur, kamu tidak ada jadwal kuliah kan ?" Tanya pak andi lagi.
" Sudahlah pa , jangan ikut campur dengan urusan mala. Mala mau pergi kemana itu urusan mala, yang penting mala tidak merepotkan papa. Sudahlah mala mau pergi, kalau mama pulang sampaikan kepada dia kalau aku pergi dan kemungkinan malam ini aku tidak pulang." Ucap mala lalu pergi keluar dari rumah.
" Mala ,,, mala !!" Teriak pak andi.
Mala tetap keluar dari rumah tanpa menghiraukan panggilan dari papanya. Pak andi duduk dengan memijat keningnya, karena mala semakin susah di atur. Dia bertindak semaunya sendiri.
" Assalamualaikum " Ucap aluna dan candra bersamaan.
" Waalaikumsalam " Jawab pak andi pelan.
Aluna dan candra datang dengan membawakan makan siang untuk papanya. Aluna tahu mama meri tidak ada dirumah dan pasti tidak memasak.
" Aluna, candra kalian datang kok tidak memberitahu papa dulu." Ucap pak andi menyambut kedatangan aluna dan candra.
" Oh itu... Emm, mama mu katanya kerumah sakit menjenguk temannya yang sakit. Dan mala baru saja pergi." Jawab pak andi tanpa memberitahu jika meri tidak pulang dari pagi.
" Oh.. Berarti yang aluna lihat dirumah sakit tadi beneran mama. Aluna tidak salah lihat berarti pa." Ucap aluna sambil menyiapkan makanan dibantu oleh candra.
" Kamu lihat mama dirumah sakit ? Memangnya siapa yang sakit kok kalian ada dirumah sakit ?" Tanya pak andi khawatir.
Aluna hanya tersenyum lalu mempersilahkan papanya dan sang suami untuk makan siang terlebih dahulu. Namun sepertinya pak andi sangat penasaran sehingga dia terus menerus bertanya perihal kepergian aluna dan candra kerumah sakit.
" Aluna dan candra tidak apa - apa pa, kami tidak ada yang sakit. Tadi kami kerumah sakit hanya cek kesuburan saja, dan alhamdulillah hasilnya tidak ada yang mengkhawatirkan. Kami berdua sehat dan tidak ada masalah " Jawab candra jujur.
" Alhamdulillah, semoga setelah ini kalian segera diberi momongan ya. " Ucap pak andi penuh harap.
" Aamiin" Jawab aluna dan candra serempak.
Saat mereka sedang asik makan tiba-tiba meri pulang dan masuk kerumah tanpa mengucapkan salam. Bahkan dia tidak menegur mereka yang sedang makan, meri langsung masuk kekamarnya.
"Biarkan mama mu, mungkin dia capek jadi mau segera istirahat. " Ucap pak andi.
" Iya pa " Jawab aluna singkat.
Padahal dalam hati pak andi dia ingin sekali langsung menemui istrinya dan menanyakan kenapa semalaman tidak pulang, padahal izinnya keluar malam untuk menjenguk temannya yang sakit .
" Pa sepertinya candra dan aluna langsung pulang saja ya pa. " Ucap candra memilih segera pulang karena dia tahu papa mertuanya saat ini sedang tidak bagus suasana hatinya.
__ADS_1
" Iya , terimakasih ya sudah mau datang dan membawakan makan siang untuk papa " Ucap pak andi tidak menahan aluna dan candra, karena memang dia ingin segera menemui meri.
Setelah aluna dan candra pulang pak andi langsung berjalan menuju kamar dan membuka pintu dengan kasar.
Brraakkk
Meri yang duduk di depan meja riasnya pun terlonjak kaget saat mendengar suara pintu terbuka dengan kasar.
" Darimana saja kamu?" Tanya pak andi dengan wajah memerah.
" Aku dari rumah sakit pa , semalam kepalaku pusing dan aku memutuskan untuk tiduran disana. Ehh tidak tahunya aku ketiduran sampai pagi. Dan pagi tadi kepala masih sakit, akhirnya aku periksa dan ternyata darah ku rendah. Kalau papa tidak percaya ini obatnya " Ucap meri sambil menunjukan obat yang ada di meja riasnya.
" Tidak sepantasnya kamu seorang istri menginap tanpa izin suami. Jika kamu sakit kepala seharusnya kamu bisa menghubungiku untuk meminta jemput. Tapi dari semalam aku hubungi tidak kamu angkat juga. Dan kamu baru pulang sesiang ini !! Ini terakhir kalinya kamu pergi dan setelah hari ini tidak adalagi kamu keluar rumah apalagi saat malam hari. Jika kamu masih saja membangkang aku tidak segan - segan untuk menceraikan mu !!" Seru pak andi dengan lantang.
" Ohh... Papa mau menceraikan ku ? Aku tidak takut pa, jika kamu mau menceraikan ku. Ceraikan saja aku dari sekarang, aku juga sudah bosan dengan mu. Lelaki tua, sudah tidak bisa memuaskan ku bahkan kamu juga pelit !" Tantang meri dengan berani.
Deg
Jantung pak andi seakan berhenti, dia tidak pernah menyangka kata - kata seperti itu akan keluar dari mulut meri.
" Kamu bilang aku tidak bisa memuaskan mu ?" Tanya pak andi.
" Iya ! Kamu itu sudah tua, loyo dan sudah tidak bisa memuaskan ku. Jadi kalau aku mencari kepuasan diluar sana jangan salahkan aku. " Seru meri menatap sinis pak andi.
* Apa selama ini meri sudah bermain api dibelakang ku ? Kalau dia memang sudah bermain api dan mengkhianati pernikahan ini, aku tidak akan memaafkannya. * Gumam pak andi dalam batinnya.
" Jangan kira aku takut jika kamu menceraikan ku. Aku juga sudah bosan dengan mu, bahkan aku bisa mencari pria yang lebih muda darimu dan lebih bisa memuaskanku. Jadi segera saja kamu talak aku, biar aku bisa bebas bermain dengan pria duluaran sana." Seru meri lagi dengan senyum sinis.
Brrakkkk
Pak andi memukul pintu kamar dengan kuat, sepertinya dia juga sudah terpancing emosi dengan perkataan meri. Pak andi menatap tajam kearah meri, tangan nya mengepal dengan erat.
" Kenapa ? Mau marah ? Aku tidak takut, dasar pria bodoh. " Ucap meri sinis.
" Atau jangan - jangan kamu sudah punya pria lain diluaran sana ?" Tanya pak andi.
" Iya betul, bahkan aku sering menghabiskan malam dengannya. " Jawab meri dengan tidak tahu malu.
Plaaakkk
Tamparan pak andi mendarat di pipi meri, pak andi sudah tidak bisa mengendalikan emosinya lagi.
" Dasar j@l@n9 !!! Hari ini juga kamu aku TALAK !" Seru pak andi dengan nafas tersengal-sengal karena mencoba menahan amarah agar tidak semakin menyakiti meri.
*********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YUK KAK 🙏❤️❤️
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK 🙏🙏❤️
TERIMAKASIH 🙏🙏
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️