
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Pov. Marko
Sejak aku pulang untuk mengambil dompetku yang tertinggal waktu itu aku mulai mencium kebohongan dan gelagat aneh dari julia. Aku takut julia itu menghianatiku, bukan takut untuk dikecewakan tapi aku hanya takut julia makin blangsak dan menyeret namaku yang memang statusnya masih suami sah julia.
Pagi ini sebelum aku datang ke bengkel terlebih dulu aku pergi ketoko elektronik untuk membeli beberapa kamera CCTV. Aku membeli 3 kamera CCTV yang aku pasang di ruang tamu, ruang Tv dan dimobil . Sengaja aku tidak pasang dikamaku, menurutku itu area pribadiku.
Aku pulang dengan perasaan senang 3 Cctv sudah aku bawa pulang dan akan secepatnya aku pasang. Tapi aku bingung bagaimana menyuruh julia untuk pergi. Untuk yang dimobil sudah marko letakkan di dalam mobil ditempat yang tersembunyi , julia tidak akan mengetahui jika mobil ini sudah aku pasang Cctv.
" Loh mas kok pulang ?" Tanya julia kepadaku saat melihat aku membuka pintu rumah.
Terlihat sekali keterkejutan dari wajah julia, aku yang tadinya hendak memasang CCTV dirumah aku urungkan saja. Sepertinya tanpa aku memasang Cctv dirumah aku bisa mencari bukti - bukti yang selama ini aku inginkan
" Ada yang mau aku ambil, kamu kenapa seperti kaget begitu. Apa kamu mau pergi ?" Tanyaku kepda julia.
" Oh tidak mas aku dirumah saja, seperti biasa mau olah raga senam aerobik saja. Mobil jugakan mas bawa " Jawab julia dengan suara yang sedikt gugup.
Mobil julia memang sengaja aku bawa dan aku meninggalkan mobilku di bengkel dengan alasan mobil masih diperbaiki. Padahal itu alasanku saja agar julia tidak bisa keluar rumah dan aku bisa menangkap basah julia dirumahku.
Aku tahu julia itu ada main dengan pria lain, itu karena aku sudah tiga malam ini melihat julia telponan ditengah malam. Dari yang aku dengar dari obrolan julia ditelpon pria itu bernama bobi, iya karena aku mendengar sendiri julia memanggilnya bobi.
" Oh mau olah raga, tumben kamu mek up cantik begitu. Ya sudahlah aku mau ambil barang dulu dikamar. " Ucap ku lalu meninggalkan julia yang masih saja berdiri diruang tamu.
__ADS_1
Aku mengintip julia sedang menghubungi seseorang sepertinya dia memang sudah membuat janji bertemu dengan selingkuhannya. Baiklah julia, hari ini aku akan menangkap basah kalian dan untuk CCTV yang sudah kubeli akan aku pasang di bengkel saja kebetulan bengkel memang belum ada CCTV.
Aku pura - pura jalan kebelakang rumah, tujuannku hanya ingin membuka kunci pintu belakang agar nanti aku bisa menggerebek mereka lewat pintu belakang karena pintu depan sudah pasti akan julia kunci. Setelah pintu belakang kunci terbuka , aku berjalan kedepan dan pura - pura balik lagi kebengkel.
" Sudah mau kebengkel lagi mas ? Aku nanti siang tidak kebengkel ya, panaa banget. Mobil juga mas bawa " Ucap julia dan aku hanya mengiyakan saja tanpa banyak bertanya lagi agar aku bisa segera melihat kelakuan Julia.
Akupun segera keluar rumah dan seolah aku ini pergi kebengkel, padahal aku hanya keluar rumah dan memantau rumahku dari kejauhan. Saat mobil yang aku kendarai keluar dari halaman rumah aku melihat seorang pria berdiri dibawah pohon yang ada kebun samping rumah ku sedang memainkan ponselnya.
Sepertinya aku mengenali pria itu dan aku merasa tidak asing dengan wajahnya. Sembari mengendarai mobil aku terus mengingat - ingat pria yang tadi aku lihat. Dan aku baru ingat jika pria itu anak pak RT tetapi aku tidak tahu siapa namanya. Setelah mobilku melaju cukup jauh, aku putar balik dan kembali menuju rumahku.
" Kemana anak itu tadi, bukannya beberapa menit yang lalu dia ada disini. Mungkin saja dia tadi sedang menunggu ojek online " Aku berucap sembari tengok kanan kiri.
Saat dirasa aman dan cukup, aku memberhentikan mobil dipinggir jalan dan memilih jalan kaki menuju rumah ku. Dirumah terlihat sepi dan tidak terdengar suara julia yang sedang berolah raga. Aku terus melangkahkan kaki menuju pintu belakang , alhamdulillah julia tidak menyadari jika pintu belakang tadi kuncinya sudah aku buka.
Aku sudah menyiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Jika memang apa yang aku fikirkan brnar, saat ini juga aku akan menjatuhkan talak untuk julia . Aku tidak mau mempunyai istri yang susah diatur , aku memang sudah tidak ada rasa cinta lagi untuk julia. Namun semenjak aku menemui kedua orang tua julia, aku berniat mempertahankan julia dan ingin dia menjadi istri yang lebih baik.
Cekleekk... Aku membuka pintu dengan pelan, baru membuka pintu saja aku sudah mendengar julia tertawa dengan seorang pria. Aku mengambil ponsel dalam kantong celanaku dan akan memvideokan kegiatan bejat istriku sebagai bukti jika julia memang tidak pantas dipertahankan.
" Bebeb julia yang diatas ya, nanti kita bergantian. Pemanasannya udahan, aku sudah tidak sabar dan tidak tahan nih " Suara pria itu tedengar sangat menjijikan ditelingaku.
Sebagai seorang pria dan suami tentu saja aku marah saat mengetahui istri ku bermain dengan pria lain. Seakan harga diriku sebagai suami tidak ada sama sekali.
Aku mendekati sumber suara dan betapa terkejutnya aku saat melihat adegan itu yang ternyata ada diruang tamu , mereka bermain di atas sofa ruang tamu. Benar - benar menjijikan ! Mereka sudah mengotori rumahku, meskipun ini hanya rumah kontrakan aku tetap jijik rumah yang aku tempati dikotori oleh manusia - manusia tidak tahu malu itu.
" Beb, suamimu tadi pulang ngapain ? Padahal aku tadi sudah ada dijalan loh." Tanya pria yang bernams bobi itu.
Tapi sampai sekarang aku belum tahu jika bobi itu adalah anak pak Rt, pria yang tadi berdiri dibawah pohon dekat rumahku karena posisinya pria itu ada dibawah. Lihat saja betapa memalukannya kelakuan istriku, dia dengan lincahnya terus menggempur dan berkuda. Dulu aku sangat menyukai hal itu, tetapi sekarang aku sangat muak dan jijik karena dia masih sah istriku bermain gila dengan pria lain.
" Sudah tidak apa - apa yang penting sekarang kita sudah berdua lagi. Biarkan saja suami ku yang saat ini bekerja, dia bekerja cari uang dan kita juga bekerja sama untuk mencampai kenikmatan kita " Ucap istriku tanpa tahu malu.
__ADS_1
" Apa kamu tidak mau mengajakku bermain dikamar beb. Setiap melakukannya selalu disini, sudah 5 atau 6 kali kita melakukannya disini " Ucap pria itu dengan suara manjanya.
Apa ? Mereka sudah sering melakukannya disini ? Dasar kurangajar, ini benar - benar gila dan tidak bisa dibiarkan. Ponsel dalam posisi merekam aku arahkan kearah mereka, aku duduk dengan santai di mursi makan. Mereka yang sudah mabuk kepayang tidak menyadari keberadaanku.
Namun aku tersentak kaget saat pria yang bernama bobi itu pindah posisi , ternyata pria itu adalah anak pak Rt. Pria yang tadi aku lihat di bawah pohon sana . Jadi julia berselingkuh dengan anak pak Rt, tapi bukannya anak pak Rt itu sudah menikah ? Mereka sama - sama gila, baguslah kalau begitu biar nanti video ini aku tunjukan ke pak Rt juga.
Kini ponselku sudah ku matikan, sepertinya sudah cukup aku merekam aksi bejat mereka berdua. Kini saatnya aku memberi pelajaran dua manusia tidak tahu diri itu. Aku bangkit dan aku melangkah mendekati mereka berdua, sebelumnya aku tadi sudah menghubungi pak Rt untuk datang kerumahku membawa beberapa warga.
Kedua manusia tidak tahu malu itu tidak tahu jika aku sudah ada didekat mereka. Saat aku lihat mereka berdua seperti sedang mencampai puncaknya aku langsung mengagetkan mereka.
" Apa belum selesai ?" Tanyaku mengagetkan aksi mereka berdua.
Senang sekali aku melihat wajah terkejut mereka berdua, apalagi mereka tadi baru mencampai puncak permainan. Yang seharusnya sampai puncak dinikmati dengan penuh semangat tetapi justru aku kagetkan.
" Mas, kok kamu sudah pulang ? Emm.. Mas ini tidak seperti yang kamu kira " Ucap wanita yang bergelar istriku itu.
Wanita itu segera turun dan menghampiriku dalam keadaan polos dan menjijikan. Saat dia hendak meraih tanganku aku dorong dia sampai dia terjatuh dilantai, pria yang bernama bobi itu hanya diam menunduk. Pasti dia malu, takut menjadi satu.
Bugghh... Bughhh...
Aku menghampiri bobi dan langsung mendaratkan dua pukulan diwajahnya. Sampai dia benar - benar mengaduh kesakitan. Aku menarik dia hendak aku bawa keluar rumah, tepat saat aku membuka pintu pak RT dan 6 warga sampai depan rumah ku.
" Pak marko ada apa ini ? Hahh... Bobbi ?" Seru pak Rt dengan kaget saat tahu pria yang aku seret keluar adalah bobi anaknya.
Bobi menunduk malu sambil memegangi pipinya yang sakit akibat aku hantam dengan kepalan tanganku. Bobi masih daldm keadaan polos, sedangkan julia terlihat mengenakan pakaiannya dengan asal.
" Pak marko lebih baik kita bicarakan didalam rumah saja. Dan biarkan bobi memakai bujunya terlebih dahulu. Bukan saya membela anak saya, tetapi dengan keadaan bobi polos begini saya selaku pria malu pak. " Ucap pak Rt bicara dengan sangat bijak. Akupun menganggukan kepala dan menyetujui saran pak Rt.
Aku menarik bobi masuk dan membiarkan dia memakai baju terlebih dahulu. Aku lihat julia duduk menunduk, masih punya rasa malu juga wanita sialan itu.
__ADS_1
**********