
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Alhamdulillah akhirnya aku hamil mas, aku sangat senang karena doa ku dikabulkan sama Allah." Ucap Mina bahagia saat mereka baru saja pulang dari rumah sakit.
Marko juga ikut senang, akhirnya dia akan menjadi seorang ayah lagi. Bahkan marko senyum-senyum sendiri mengingat janin yang ada didalam rahim Mina masih sangat kecil. Saat ini Mina sedang mengandung dua bulan. Tidak ada tanda - tanda kehamilan yang dirasakan oleh Mina, hanya kemarin dia sangat ingin makan jeruk nipis.
Marko yang penasaran dengan kata - kata ibu Hanum akhirnya membawa Mina ke dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan dan hasilnya positif Mina hamil dua bulan.
" Iya Dek mas juga senang. Ternyata mas masih tokcer juga ya. Mas sudah khawatir jika mas tidak bisa lagi mempunyai anak mengingat usia mas yang sudah tidak muda lagi. Lucu ya dek, kita ini sudah menjadi kakek dan nenek tetapi akan punya anak bayi juga." Ucap Marko sambil terkekeh geli membayangkan anak mala memanggilnya kakek dan anaknya sendiri memanggilnya papa.
" Tidak apa - apa mas. Berarti memang Allah masih percaya sama kita berdua. Jadi usia anak kita nanti tidak jauh dari cucu kita. " Jawab Mina sambil tertawa kecil.
Marko dan Mina belum memberitahu kabar kehamilannya kepada Mala, sebab saat ini Mala dan Surya serta keluarga Candra sedang menghadiri pernikahan Ardan dan Yuki. Marko tidak bisa ikut karena dia ada pertemuan dengan seseorang siang ini.
" Dek, mas kebengkel ya. Ada orang yang mau mengajak mas kerja sama dan dia meminta bertemu di bengkel." Ucap Marko.
" Iya mas. Semoga kerja samanya berhasil ya mas " Ucap Mina penuh harap.
" Aamiin. Terimakasih ya dek. " Seru Marko lagi.
Marko meninggalkan Mina sendirian dirah, Mina memang jarang mau jika diajak kebengkel, terkecuali saat dia mengantar makan siang saja dia akan datang kebengkel. Mina lebih suka dirumah dan berkebun menanam beberapa sayuran, sebab Marko juga sudah melarang dia untuk bekerja di toko kue.
" Sehat - sehat ya sayang dalam perut Mama." Seru Mina sembari mengusap perutnya yang masih rata.
Mina mengambil sapu lalu dia menyapu lantai dapur, tadi pagi dia tidak sempat menyapu terlebih dahulu karena Marko sudah buru - buru mengajaknya kerumah sakit.
* Kenapa aku jadi ingin tahu mantan istri mas Marko ya ? Kalau tidak salah namanya Julia, hemm setelah ini aku kepoin akun sosial medianya ahh. * Gumam Mina dalam batinnya.
Selesai menyapu Mina langsung bersantai di ruang televisi sembari tiduran dan memainkan ponselnya. Dia membuka aplikasi berwarna biru, tetapi dia bingung wajahnya saja dia tidak tahu. Tapi dia mencoba membuka satu persatu akun dengan nama Julia, pada akhirnya dia melihat ada foto profil seorang perempuan bersama seorang pria yang menghadap kebelakang yang dia yakini itu Marko.
__ADS_1
" Julia cantik ? Hemm apa ini ya mantan istri mas Marko ? Ini juga foto profil nya dari belakang mirip banget mas Marko. Coba aku buku dulu, semoga saja akunnya tidak diprivasi." Ucap Mina bermonolog sendiri.
Mina mengklik akun atas nama Julia cantik, dan ternyata akunnya tidak dibuat privat. Mina menelusuri satu persatu postingan Julia, sama sekali tidak ada foto Marko yang di unggahnya. Hanya foto - foto Julia yang dia unggah dan itupun dengan pakaian yang kurang sopan.
[ Marko yang aku cintai kini sudah menikah lagi dengan perempuan lain ] Mina membaca status yang di unggah Julia tiga bulan yang lalu.
" Jadi ini benar Julia mantan istrinya mas Marko ? Cantik dan seksi banget, pasti mas Marko dulu betah saat dekat - dekat dengannya." Seru Mina bicara sendiri.
* Sepertinya aku harus dandan cantik juga agar mas Marko tidak bosan dan semakin mencintaiku. Aku tidak mau mas Marko berpaling dariku. Ternyata Julia memang cantik banget, pasti saat bermainpun dia Hot banget.* Gumam Mina dalam batinnya.
Kehamilannya membuat Mina mulai sensitif, tidak tahu kenapa Mina jadi merasa cemburu dengan mantan istri Marko, Julia. Padahal juga Marko dan Julia sudah bercerai dari setengah tahun yang lalu. Beruntung sekali di akun media sosial Julia tidak ada foto - foto mesra Julia dan Marko yang diposting. Hanya di foto profil itupun Marko membelakangi Julia.
Sementara itu di pesta pernikahan Ardan dan Yuki Candra dan rombongan sedang berfoto bersama pengantin. Kedua pengantin terlihat sangat senang dan bahagia.
" Sold out lagi deh satu jomblo. Setelah itu belah duren dong." Celetuk Leo dan berhasil membuat semua orang tertawa.
Kedua pengantin justru terlihat malu - malu kucing. Leo kalau bicara memang suka benar. Yuki tersipu malu saat Ardan memandang kearahnya.
" Kenapa sayang ? Temanku memang mulutnya tidak ada remnya, makanya dia jomblo sejati." Ucap Ardan sambil melirik Leo yang berdiri disampingnya karena memang mereka baru saja melakukan foto bersama.
" Biarpu aku jomblo tapi aku ini jomblo baik - baik loh. Dan nanti juga akan dapat Jodoh yang baik juga. Iya tidak , Surya ?" Seru Leo meminta persetujuan Surya.
Hahahahaaahaaaa
Semuanya ikut tertawa mendengar jawaban dari Surya. Niat Leo meminta dukungan eh malah dipatahkan begitu saja oleh Surya. Begitulah para lelaki jika sudah berkumpul, candaan receh bisa menjadi sumber kebahagiaan tersendiri bagi mereka.
" Suami kak Mala pinter juga ngelawak" Seru Aluna.
" Hahaaa... Mas Surya memang seperti itu Lun. Oh iya Lun, memangnya dua sahabat Candra itu mau pindah di Indonesia ya ?" Tanya Mala.
" Iya mbak mereka sudah resmi pindah di Indonesia, makanya ini pernikahan Yuki dan Ardan sedikit mundur karena mereka harus mengurus surat-surat kepindahan mereka dulu. " Ucap Aluna menjawab pertanyaan Mala.
" Oh begitu. Iya sih , lebih baik surat - surat semua beres baru deh nikah." Tambah Mala.
Tiba - tiba ada seorang wanita datang menghampiri Mala. Mala sendiri kaget kenapa temannya bisa ada di acara nikahan nya Yuki dan Ardan. Mala dan temannya itu saling berpelukan melepas rasa rindu mereka, sudah lama tidak bertemu semenjak sehabis wisuda.
__ADS_1
" Kok kamu ada disini sih Ndah ? Kamu kondangan juga disini ?" Tanya Mala antusius.
Ternyata wanita itu adalah indah teman kuliah Mala yang selama Mala kuliah sudah banyak membantu Mala. Apalagi saat Mala skripsi, Indah banyak sekali peran dalam skripsi Mala.
" Aku kerja di Hotel ini Mala. Jadi aku ikut bertanggung jawab dengan acara yang diadakan disini. Aku kira tadi aku salah lihat orang tidak tahunya beneran kamu. Ini anak kamu Mala ?"Tanya Indah sembari mengusap pipi Aisha.
" Oh kamu bekerja di sini, pantas saja kamu ada di sini. Ternyata kamu sudah merantau ke kota, iya ini anak aku. Namanya Aisha, kamu sih saat aku lahiran sudah merantau jadi tidak tahu kan kalau aku sudah melahirkan. Babby ku cantikan, seperti mamanya? " Ucap Mala dengan rasa percaya diri.
" Oh iya ini kenalkan, adiku Aluna. Dia ini seorang dosen di kampus tempat kita kuliah loh. Dia ini selain cantik, juga cerdas. Makanya dia sudah menjadi dosen mana sudah S2 juga loh. Dan ini Tika sahabat kami berdua." Ucap Mala membanggakah Aluna didepan Indah sang sahabat.
Indah memandang ke arah Aluna, dia sedari tadi memang merasa pernah mengenal Aluna ataupun melihat Aluna. Tetapi dia lupa melihat Aluna di mana, ternyata Aluna adalah salah satu dosen yang mengajar di kampus tempat dia berkuliah.
" Oh iya jadi ibu dosen muda ini adik kamu Mala ? Kok aku baru tahu ya, tapi kenapa adik kamu pandai dan smart tapi kamunya lemot. Hahaa, senang berkanalan dengan ibu Aluna dan mbak Tika." Ucap Indah mengulurkan tangannya dan disambut hangat oleh Aluna bergantian dengan Tika.
" Jelas beda dong, dia ini dari zaman SD sudah menjadi kutu buku. Sedangkan aku boro - boro mau jadi kutu buku, mengerjakan tugad saja untung - untungan. Makanya kuliah S1 saja hampir 7 tahun baru selesai, mungkin aku ini pemecah rekor tertinggi sebagai mahasiswi abadi" Seru Mala sambil terkekeh.
Para pria pun turun dari pelaminan dan bergabung dengan para wanita. Leo sesekali melirik ke arah indah, indah yang tahu ditatap oleh Leo hanya bisa tersenyum tipis lalu menundukan kepalanya malu - malu.
Eehheemm Ehheeemm
Candra dan Surya secara bersamaan berdehem, sehingga Leo langsung memandang kearah mereka berdua.
" Kenalan dong jangan beraninya cuma mandang doang." Seru Surya sambil terkekeh.
" Idih teman ku mau mas kenalkan sama buaya buntung Leo?" Tanya Mala ikut berakting untuk mengerjai Leo.
Leo hanya bisa senyum-senyum sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tidak tahu kenapa tadi saat memandang indah tiba-tiba hatinya berdesir. Apakah Leo jatuh cinta dengan indah ? Akhirnya Leo mendekati Indah dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Indah.
" Kenalkan aku Leo ,dan aku masih jomblo. Di antara para lelaki ini aku sendiri yang jomblo."Ucap Leo membuat semua temannya saling beradu pandang dan menahan tawa mereka.
* Ini orang kenalan tapi kok seperti ini, terlalu percaya diri sekali. Jangam samakan cewek Indonesia dengan cewek Luar negeri sana* Gumam Candra dalam batinnya.
" Indah " Jawab Indah lembut sembari menerima uluran tangan dari Leo.
" Cieee.... Sudah punya kenalan cewek nih " Seru Adit dan Surya bersamaan.
__ADS_1
Leo hanya melirik malas kearah Adit dan Surya yang tidak tahu jika dirinya lagi usaha mendekati Indah. Sepertinya Leo memang jatuh cinta pada pandangan pertama.
********