
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Marko menatap tajam kearah Julia, dua tamparan tadi berhasil membuat Julia terdiam. Kesombongannya yang dia tunjukan kepada meri tadi seketika hilang seperti ditelan bumi. Dia menunduk memegangi pipinya yang sakit sambil menitikan air mata. Kelakuan julia makin hari makin tidak bisa dimaafkan. Baru semalam marko memarahinya, dan pagi ini dia nekat datang kerumah meri dan membuat keributan.
Sebagai wanita tentu saja meri kasihan melihat marko menampar julia sampai dua kali. Tamparan marko pasti sangat sakit , terlihat pipi julia langsung memerah.
" Aku tidak pernah menyuruhmu untuk meminta apa yang sudah aku berikan kepada anakku Julia ! Semalam kamu tahukan aku sudah melarang mu untuk membahas soal rumah. Kenapa sekarang kamu justru mendatangi rumah meri ? Kamu jangan gila Julia, jika kamu bersikap seperti ini terus aku bisa menceraikan mu !" Bentak marko dengan lantang.
" Dia juga sudah menyebut anak ku dengan sebutan anak haram " Adu meri kepada marko.
" Mulut mu memang tidak bisa bicara dengan baik lagi julia ? Apa kamu lupa jika kamu juga punya anak dan tidak tahu siapa ayahnya ? Mala itu anak ku bersama meri , aku tidak mau lagi mendengar kamu menyebut anakku dengan panggilan anak haram. " Ucap marko lagi.
Marko terlihat sekali mencoba menahan amarahnya agar Julia tidak sakit karena dirinya. Meri tidak mau ikut campur dengan urusan marko dan julia, biarlah mereka menyelesaikan masalahnya dirumahnya sendiri. Yang terpenting meri sudah memberi julia pelajaran yang setimpal dengan mulut busuknya.
" Lebih baik sekarang kalian pulang dan selesaikan masalah kalian dirumah kalian. Jangan bikin ribut dirumahku, dan jangan sampai mala tahu masalah ini. Dia akan segera menikah jadi aku tidak mau fikiran dia terganggu oleh masalah ini. Marko! Kamu ajari dulu isttimu sopan santun saat dirumah orang " Ucap meri.
" Maaf meri. Aku akan membawa pulang mala, dan soal rumah itu sampai kapanpun aku tidak akan mengambilnya lagi. Kamu jangan hiraukan mulut wanita gila ini. " Ucap marko menunjuk kearah julia.
" Mas ! Kamu bilang aku gila ? Kamu sudah berubah mas, apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi. Atau jangan - jangan kamu sudah terkena pelet wanita tua ini ?" Ucap julia menatap kearah meri dengan tajam.
" Tolong bawa istrimu pulang. Jangan sampai aku melakukan kekerasan fisik terhadap istri mu. Sudah cukup sedari tadi dia menghinaku dan anakku. Kalau kalian tidak pergi juga, aku akan mengumpulkan warga untuk menyeret kalian " Ucap tegas meri.
" Kamu tidak perlu melakukan itu. Aku permisi, assalamualaikum " Ucap marko lalu menarik tangan julia dengan kasar.
" Wa'alaikumsalam." Jawab meri.
Setelah julia dan marko pergi, meri menutup pintu dan menguncinya. Hari ini kebetulan dia memang menutup warung, tadinya berniat akan berbelanja stok dagangan. Akan tetapi sekarang moodnya tidak enak, lebih baik dia merebahkan tubuhnya dikasur. Kedatangan julia sudah membuat mood baiknya hilang seketika.
" Mala memang anak yang terlahir dari sebuah kesalahan ku dan marko, tapi dia bukan anak haram. Kamilah yang salah, jadi tidak ada yang boleh menghujat dan mengatai mala anak haram. Lihat saja jika wanita itu berani menghina anak ku lagi , aku pastikan akan menghajarnya bila perlu aku robek mulutnya " Gumam meri pada dirinya sendiri.
Ting...
[ Assalamualaikum ma. Mama apa kabar ? ] Pesan singkat masuk diponsel meri. Pesan itu ternyata dari Aluna.
Meri tersenyum senang mendapati aluna mengiriminya pesan dan menanyakan soal kabarnya. Sejak pulang dari villa aluna dan meri memang belum bertemu lagi. Aluna sudah sibuk dengan urusan kampuanya, meri bangga dengan aluna. Anak yang dulu dia sia - siakan kini sudah menjelma menjadi seorang dosen yang cantik dan berhati lembut. Bahkan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.
__ADS_1
[ Alhamdulillah mama baik sayang . Kamu sendiri bagaimana ? Cucu mama sehatkan ? ] Balas meri.
[ Alhamdulillah aluna dan cucu mama sehat. Dia semakin aktif menendang ma, kadang sakit kadang juga tidak ]
[ Wahh... Calon cucu mama memang pintar. Pasti dia akan tumbuh cerdas seperti mamanya. Aluna, kabar papamu bagaimana ?]
Tiba - tiba meri ingin tahu kabar mantan suaminya. Tanpa malu dia menanyakan kepada aluna, mungkin karena berkirim pesan jadi dia berani menanyakannya. Jika Video call pasti dia tidak berani menanyakannya, yang ada malu dan wajahnya akan memerah menahan rasa malu.
[ Papa juga sehat ma. Mama kapan main kerumah aluna, kalau ada waktu main dong ma kesini. Jadi nanti juga bisa sekalian bertemu sama papa. ]
[ Insya allah nanti kalau senggang. Mama masak dulu ya Lun ]
[ Iya ma ]
" Kenapa juga tadi aku bertanya soal mas andi. Jadi malu kan " Gerutu meri pada dirinya sendiri sambil senyum - senyum.
*********
Ciiiitttttttt.......
Suara decitan ban mobil karena mengerem terlalu mendadak. Hampir saja terjadi tabrakan antara mobil dan mobil.
" Mas , kamu ini apa - apaan sih ? Mas mau mati ?" Seru julia dengan kesal.
Julia langsung diam dan membiarkan marko turun untuk menyelesaikan masalahnya dengan pengendara mobil yang hampir ditabrak. Marko memang salah dia mengendarai mobil dengan kecepatan diatas rata - rata sampai dia keluar dari jalur. Dan hampir saja bertabrakab dengan mobil yang berlawanan arah.
Pengendara mobil itupun turun dan ingin menyelesaikan masalahnya.
" Maaf mas saya tadi mengendarai mobil dengan emosi sampai saya keluar dari jalur begitu. " Ucap marko bicara dengan sopan karena dia memang merasa bersalah.
" Lain kali hati - hati pak , beruntung tadi saya langsung mengerem . Kalau tidak pasti tejadi tabrakan dan saat ini kita terkapar di jalanan " Ucap pria itu sedikit kesal.
Penumpang yang lainnyapun ikut turun dan menghampiri mereka.
" Surya , apa ada yang serius ?" Tanya ayah surya.
Pria itu ternyata surya, yang baru saja menjemput orang tuanya dari bandara dan akan pulang menuju rumah kontrakannya. Baik surya maupun marko sama - sama tidak mengenal.
" Tidak apa - apa pa. Ini juga sudah selesai kok, bapak ini juga sudah meminta maaf dan mengaku salah. " Ucap surya.
" Surya !" Panggil julia yang tiba - tiba turun dari mobil dan menghampiri surya dan marko.
__ADS_1
Marko menatap curiga kearah julia, bagaimana istrinya bisa mengenal surya. Pikiran buruk sudah hinggap dalam kepala marko.
" Kamu mengenal pria ini , Julia ?" Tanya marko penuh selidik.
" Hemmm.... Aku mengenalnya bahkan aku sangat mengenalnya mas. Dia ini surya, teman ku masa SMA bersama candra juga. Dan dia ini calon menantu kita mas, dia calon suami mala" Ucap julia penuh bahagia.
Hahhhh ?. Menantu....
Surya bengong mendengar penuturan julia. Berarti pria yang ada didepannya itu ayah kandung mala.
" Jadi ini calon mertua ku dan ternyata kamu istrinya calon papa mertua ku ? Aku tidak pernah menyangka semua ini akan terjadi. Mimpi apa aku mempunyai mama mertua tiri seperti kamu " Ucap surya asal nyeplos.
" Kamu ini surya calon suaminya mala ?. Ternyata tampan dan gagah ya, mala tidak salah pilih nih. " Ucap marko lalu memeluk surya dan surya hanya tersenyum canggung.
" Iya pa, aku surya calon suami mala dan ini kedua orang tua surya. Mereka baru saja datang, ini baru mau pulang ke kontrakan dulu. " Ucap surya mengenalkan kedua orang tuanya.
Kedua orang tua marko berjabat tangan dengan calon besannya dan saling mengenal satu sama lain. Kedua orang tua marko memang tidak seberapa paham dengan julia, karena dulu hanya sempat bertemu dua kali saja karena julia memang tidak pernah kerumah surya.
* Jadi wanita muda yang dinikahi papanya mala itu si Julia. Wanita ular yang licik dan pandai berakting, huhhh... Malas aku menghormati dia sebagai ibu mertua. Ibu mertua ku hanya mama meri, bukan di julia songong ini. Beruntung dulu aku tidak jadi tidur dengannya * Gumam surya dalam hatinya.
" Lain kali kalau lagi ribut jangan sambil menyetir pa. Bahaya , karena bisa mengakibatkan kecelakaan. Jika ribut sama istri dan dia susah di atur, turunin saja ditengah jalan biar dia pulang jalan kaki. " Ucap surya sengaja berkata seperti itu agar julia kesal.
" Surya jangan bicara seperti itu. Itu namanya tidak sopan. " Tegur mama surya.
" Bercanda ma " Jawab surya dengan tertawa.
* Awas kamu surya , sebentar lagi kamu akan menjadi menantuku. Aku akan mengganggu rumah tanggamu, lihat saja nanti. Karena dulu kamu sudah menolak tidur dengan ku. * Gumam julia memandang sinis kearah surya .
Setelah berbincang sebentar merekapun kembali melanjutkan perjalanannya masing - masing. Julia nampak senyum - senyum sendiri, karena dia sudah memikirkan cara untuk mengganggu rumah tangga surya dan mala.
* Hemmm... Dulu kamu menolak tidur dengan ku dan saat menjadi menantuku nanti kamu tidak bisa menolaknya surya. Hanya karena aku menyukai candra kamu menolak tidur dengan ku. Hanya kamu dan candra pria yang membuat aku penasaran sampai detik ini. * Gumam Julia dalam hatinya.
Marko melirik julia yang senyum - senyum sendiri malah merasa geli. Takut sang istri beneran sudah stress karena tidak bisa mengambil alih rumah mala.
*********
MAAF BARU BISA UP 🙏🙏🙏
SELAMAT NATAL BAGI YANG MERAYAKANNYA 🥰🥰
RATE BINTANG 5 NYA DULU KAK. LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️