
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Hari ini adit dan tika menikah , mereka terlihat bahagia . Aluna dan Candra juga datang menghadiri pernikahan sahabatnya itu. Pesta peenikahan tidaklah mewah hanya acara sederhana saja namun sudah membuat sepasang pengantin itu bahagia. Kebahagiaan terpancar di wajah keduanya.
" Mau juga duduk bersanding seperti itu?" Tanya candra dengan berbisik di telinga aluna.
" Tidak kak " Jawab aluna malu - malu.
" Maaf ya pernikahan kita dulu tidak ada pesta seperti ini. Tapi jika kamu mau aku bisa membuatkan pesta yang lebih meriah dari ini. Biar semua orang tahu jika kamu ini istriku dan satu-satunya wanita ku. " Ucapan candra membuat hati aluna menghangat.
Seandainya tidak di tempat umum pasti aluna sudah memeluk mesra sang suami. Suami yang dulu dia nikahi tanpa adanya cinta, dimana dia menggantikan kakaknya untuk menggantikan perjodohan. Dan ternyata sang suami yang dia nikahi bukanlah orang sembarangan. Rasa cinta, sayang tubuh pada diri keduanya, sehingga mereka benar - benar saling mengikat dan mencurahkan rasa.
" Kita pamit sama pengantin yuk. Kasihan papa dirumah sendirian, hari ini juga katanya orang yang mau membeli rumah mau datang" Ucap candra sambil mengusap lembut tangan aluna.
" Oh iya kak.. Hampir saja lupa. Ya sudah kita pamit sama tika dan adit dulu. " Ucap aluna.
Candra dan aluna bangkit dari duduknya, mereka berdua berjalan kepelaminam untuk memberi pengantin selamat dan sekalian berpamitan.
" Tika sayang selamat menempuh hidup baru sahabat terbaikku. Semoga Sakinah, mawaddah, warrohmah dan segera diberi momongan yang lucu-lucu" Ucap aluna memeluk sahabat nya.
" Aamiin " Jawab tika dan adit bersamaan.
" Selamat ya bro, jangan lupa minum jamu kuat dulu. Biar strong saat malam pertama " Ucap candra sedikit berbisik di telinga adit.
Reflek adit langsung meninju lengan candra, sedangkan aluna dan tika hanya tertawa melihat tingkah adit dan candra seperti anak kecil. Selesai berpamitan candra dan aluna langsung pulang. Aluna dan candra masih tinggal dirumah pak andi sampai rumah itu terjual, dan hari ini sudah ada orang yang ingin membeli rumah itu kemungkinan jika harganya cocok hari ini juga akan langsung trsnsaksi.
" Kok kalian sudah pulang? Papa kira mau sampai sore ?" Tanya pak andi saat aluna dan candra sampai rumah.
" Iya pa, disana juga bosan kelamaan duduk. Nanti kan mau ada calon pembeli rumah datang untuk melihat - lihat rumah pa. Makanya tadi aluna dan kak candra cepat pulang, papa sudah makan dan minum obat belum ?" Tanya aluna beruntun.
" Oh iya papa kok lupa. Papa sudah makan dan minum obat Lun. Ya sudah sana kalian sekarang istirahat saja dulu nanti kalau orangnya datang papa panggil kalian. " Ucap pak andi.
" Kami kekamar dulu ya pa. " Ucap aluna dan candra bersamaan.
Pak andi mengangguk lalu kembali fokus dengan televisinya yang masih menyiarkan acara berita lokal.
*********
Cafe family
Mala dan marko sudah ada di cafe family tempat dia membuat janji dengan mamanya. Sudah sepuluh menit mala dan marko sampai lebih dulu di tempat yang sudah dijanjikan.
" Sayang kok aku deg degan ya ? Tidak tahu kenapa dari tadi jantung ini terus berdetak lebih cepat, seakan ingin bertemu dengan seseorang yang sangat aku rindukan. Seperti orang yang sedang jatuh cinta, tapi ini agak aneh. Aku sendiri tidak tahu kenapa seperti ini " Ucap marko yang memang merasakan debar jantung yang tidak seperti biasa.
__ADS_1
" Mungkin karena grogi ingin ketemu sama mama Sayang. Slow saja, mama itu baik dan dia pasti akan menyetujui rencana pernikahan kita. Apalagi kamu bawa hadiah untuk mama, sudah pasti mama menyukainya. Jangan takut sebelumnya aku memang sudah bilang sama mama jika kamu itu lebih dewasa , tapi mama tidak masalah yang penting kamu bisa membahagiakan aku " Ucap mala sambil menggenggam tangan marko.
Marko memang terlihat tegang bahkan tangannya terasa dingin. Dia benar - benar grogi dan seperti takut terjadi sesuatu.
* Kenapa hatiku tidak tanang begini, seperti akan terjadi sesuatu yang * Gumam marko dalam batinnya
Marko dan mala kembali sibuk dengan ponselnya masing - masing. Mala mencoba menghubungi mamanya sudah tiga kali panggilan tetapi tidak diangkat juga. Mala terus menghubungi dan kali ini telepon mala di angkat oleh mamanya.
[ Hallo sayang ] Seru meri dari seberang sana.
[ Mama sudah sampai mana ? Kok lama banget sih ?] Tanya mala.
[ Mama sebentar lagi sampai sayang sekitar 5 menit atau 10 menit lagi sampai. Maaf tadi mama kesalon dulu sayang, kan mau ketemu calon mantu masak mama kusut. Nanti kamu malu dong sayang ]
[ Iya juga sih ma, ya sudah mama hati - hariya ]
[ Baiklah sayang kamu tunggu saja disana ]
[ Ok ]
Klik
Mala mematikan sambungan teleponnya dan meletakkan ponsel di atas meja . Marko juga menyibukkan dirinya dengan berkirim pesan dengan meri, entah mengapa saat ini yang ada di fikiran marko justru meri.
[ Aku cantik kan ?] Tulis meri mengirim foto dia berselfie di dalam mobil.
[ Iya kamu dari dulu memang cantik makanya dulu aku tergila - gila padamu..] Balas marko.
[ Iya , iya aku masih ingat dengan janjiku. Sudah dulu ya, aku masih bersama calon istriku aku tidak mau dia tahu jika aku punya wanita lain selain dia. ]
[ Ok sayang, nanti malam datang ke kontrakan ku ya atau aku yang datang kekontrakan mu ?]
[ Nanti aku yang datang ke kontrakanmu saja ]
[ Ok ]
" Chatting sama siapa sih sayang ? Aku dicuekin " Seru mala sambil mengerucutkan bibirnya
" Sama karyawan sayang. Katanya bengkel hari ini ramai sekali dan banyak pelanggan yang menanyakan keberadaan ku karena sudah lama tidak datang ke bengkel " Ucap marko berbohong padahal dia asik chatting dengan meri.
Marko memang mempunyai usaha bengkel mobil yang besar, ada sekitar 10 mekanik dan 4 dibagian kasir dan suku cadangnya. Sehari bengkel bisa menghasilkan 8 - 10 juta, bersih masuk ke kantong marko. Dengan penghasilan sebesar itu membuat hidup marko tidak kesusahan uang.
" Oh... Karyawan. Mama masih di jalan 5 menit lagi pasti dia sampai. Kamu sudah tidak deg degan lagi kan ?" Tanya mala dengan senyum manisnya.
" Masih tapi sedikit" Jawab marko datang.
" Rileks dong sayang, jangan takut mama ku itu tidak akan makan orang tapi dia akan makan uang kamu . Hahahaa " Ucap mala tertawa lepas dan diikuti oleh marko.
Drett..Drett.. Drett
__ADS_1
Tiba - tiba ponsel marko bergetar ada panggilan masuk dari salah satu karyawannya. Marko mengangkat teleponnya namun tetap duduk di kursinya dengan posisi menyamping.
" Aku angkat telepon dulu ya sayang ?" Tanya marko.
" Iya " Jawab mala singkat.
Mala sendiri fokus di pintu masuk menunggu sang mama yang pasti sebentar lagi akan sampai. Bibir mala tersenyum saat bola matanya melihat mamanya memasuki pintu cafe dan menuju kearah mala, mala memang sudah memberitahu nomor meja tempat dia dan marko menunggu mamanya.
* Duhh mama kelihatan lebih muda, dasar mama tidak mau kalah sama yang muda. * Gumam mala dalam batinnya.
Mala melambaikan tangannya agar mama nya tidak sulit menemukannya. Sedangkan marko masih serius berbicara dengan karyawan nya lewat ponselnya.
" Mama cantik banget , mala sampai pangkling tahu ma " Ucap mala menyambut mamanya. Mereka saling berpelukan.
" Biar sudah umur begini mama juga harus tampil cantik dong biar anak mama yang cantik ini tidak malu " Ucap meri sambil mencubit hidung mala.
" Itu calon suami kamu ?" Tanya meri.
" Iya ma, dia masih terima telepon dari karyawan nya. Mama duduk saja dulu " Seru mala menawarkan mamanya untuk duduk.
Selesai menerima telepon marko memasukan ponselnya kedalam kantong celananya. Dia belum menyadari jika mama mala sudah suduk di tempat yang sama.
" Sayang ini mama sudah datang " Ucap mala.
" Oh iya sayang maaf tadi ada sedikit masalah di bengkel" Jawab marko.
Meri terdiam dia merasa mengenali suara yang baru saja berbicara, meri memperhatikan pria yang ada di samping anaknya dengan seksama betapa kagetnya dia saat pria yang ada di samping mala adalah marko, ayah kandung mala sendiri.
Deg...
Marko dan meri saling pandang. Marko sangat terkejut kenapa ada meri.
" Meri"
" Marko "
" Sayang , kamu sudah kenal sama mama ku dan mama juga sudah kenal sama marko. Baguslah kalau begitu ma, mama marko ini calon suami mala dan sebentar lagi kami akan menikah." Ucap mala dengan gamblang dan serius.
Jdddeerrrr......
Wajah Meri dan marko sama - sama terasa panas, seakan disiram air panas yang baru saja mendidih.
* Ini tidak mungkin, pasti ini mimpi* Gumam marko.
********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏❤️❤️
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA 🙏❤️❤️
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️