
💞💞💞💞💞💞💞💞💞
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
" Apa pa? Mobil Adit mau di tarik ? " Tanya Adit saat di datang ke rumah orang tua nya.
Adit datang karena ingin meminta uang, uang di ATM nya sudah berkurang banyak dan hanya tinggal beberapa juta saja. Namun mala selalu uang dan uang terus yang di minta.
" Iya Dit, mobil itu harus di kembalikan. Kamu tahu sendirikan mobil itu, mobil pabrik. Dan pihak pabrik meminta papa untuk mengembalikan nya. " Ucap pak tirta.
" Ya sudah ini kunci mobil nya, tapi mobil papa adit bawa sebagai ganti nya. Dan adit minta uang dong pa, pasti papa sudah ada uang kan ?" Ucap adit sambil meletakan kunci di atas meja.
" Tidak bisa ! Mobil itu akan papa jual, kamu ini tahu nya cuma meminta uang terus. Kamu tidak tahu jika papa mu ini sudah di pecat dan terancam di penjara jika dalam seminggu papa tidak bisa mengembalikan uang 2,5 milyar. Dan tentunya kamu akan terseret juga ke penjara karena kamu juga ikut terlibat. " Ucap pak tirta dengan marah.
Deg.
Akhirnya apa yang selama ini di takutkan oleh adit terjdi juga. Ternyata kecurangan papa nya di ketahui juga oleh pemilik pabrik, dan dirinya juga pasti akan terseret kasus itu.
" Pa... !! Jadi apa yang kita lakukan sudah di ketahui oleh pihak pabrik ?" Tanya adit seakan tidak percaya dengan kenyataan yang baru saja dia dengar.
" Papa serius dit. Dan papa tertangkap basah oleh anak pemilik paprik. Ternyata anak itu memang cerdik, dia datang ke pabrik sebagai karyawan biasa sengaja ingin memata-matai paprik. Dan bodoh nya papa justru papa menarik nya ikut kerja sama dengan papa. Papa sudah hancur Dit, papa akan menjual rumah ini dan mobil papa untuk mengganti uang yang sudah papa ambil. " Ucap pak tirta penuh penyesalan.
Istri pak tirta yang sedari tadi mendengarkan di balik dinding pun terkejut dengan pengakuan suami nya. Apalagi jika suami nya sampai di penjara, tentunya akan semakin memperburuk perekonomian nya.
" Pa... Mama tidak masalah jika papa mau menjual rumah ini, dan mobil papa. Apa kira - kira ini saja sudah cukup untuk mengembalikan uang 2,5 juta itu. Mama ada perhiasan mungkin hanya sekitar 70 sampai 100 juta jika di jual " Ucap ibu eka yang sudah ikut bergabung dengan anak dan suami nya.
" Ma, maafkan papa. Tapi jika semua perhiasan dan rumah ini di jual kita mau tinggal dimana dan kita mau usaha apa ? Lagi pula itu semua masih kurang banyak ma. Atau papa lebih baik di penjara saja ya ma ?. Biar masalah cepat selesai " Ucap pak tirta terlihat bingung dan frustasi.
__ADS_1
" Terus bagaimana nasib adit dan istri adit ? Sebenarnya adit sudah malas dengan mala yang matre itu, cuma karena dia hamil anak adit saja makanya adit mau menikahi dia dan bertahan sama dia. Mala itu wanita yang malas, tidak bisa ngapa - ngapain , mama nya juga matre. Pusing adit!!" Seru adit sambil mengacak - acak rambut nya.
Sebenarnya mama nya adit juga kurang suka dengan mala apalagi mala memang tidak bisa ngapa - ngapain. Tapi mau bagaimana lagi , mala juga sudah menjadi menantunya dan akan memberikan mereka seorang cucu. Biarpun tidak menyukai mala, mereka tetap menunggu kehadiran anak yang di kandung mala.
" Jangan tanya papa. Papa juga pusing Dit. " Ucap pak tirta.
" Pa, mama kan ada tanah warisan. Papa jual saja tanah itu, uang nya bisa papa gunakan untuk membayar hutang di paprik. Jika tanah itu di jual sepertinya akan cukup untuk membayar hutang papa. " Ucap ibu eka.
" Tapi menjual tanah tidak bisa cepat ma. Butuh waktu paling tidak 1 bulan dan mereka hanya memberikan waktu 1 minggu saja. Atau surat tanah itu papa bawa saja ya ma, nanti papa tawarkan kepada mereka ." Ucap pak tirta.
" Iya pa, semoga saja mereka mau membeli nya sehingga kita tidak perlu cari pembeli lagi. Walaupun mereka membeli nya tapi kita tidak menerima uang nya , mama tidak masalah pa. Yang penting papa tidak di penjara dan hutang itu lunas." Ucap ibu eka, biarpun dia matre dan gaya hidup nya mewah dia masih punya hati nurani untuk membat suami nya.
" Terimakasih ma " Ucap pak tirta memeluk istrinya.
Pak tirta pun langsung ke paprik dengan membawa sertifikat tanah dengan mengendarai mobil paprik yang akan dia pulangkan. Untuk rumah sendiri sudah ada calon pembelinya beserta mobil nya juga.
*******
Di rumah orang tua nya mala sedang uring - uringan karena suami nya tidak mau mengangkat telepon nya. Padahal hanya janji pergi sebentar tapi sudah dari pagi sampa jam 1 siang belum pulang juga.
" Kalau dia sudah pulang aku tidak duduk disini ma. Pasti nya aku sudah pergi shopping, padahal ini juga jadwal nya mala periksa kandungan tapi adit belum pulang juga" Ucap mala dengan ketus.
" Jangan ketus begitu dong kalau bicara sama mama. Mama antar yuk periksa kandungan nya , kita naik grab saja." Ucap mama meri.
" Tidak mau ah ma . Mala mau menunggu suami mala pulang saja. Lagi pula mala juga tidak punya uang, memang nya mama punya yang untuk periksa kandungan mala ? " Tanya mala.
Mama meri menggelengkan kepala nya, karena dia memang sudah tidak punya uang lagi. Uang terakhirnya sudah dia pakai bayar arisan kemarin. Dan suami nya sampai sekarang belum pulang atau mengirimi nya uang.
" Mama juga tidak punya uang lagi Mala. Papa mu juga sampai hari ini belum bisa di hubungi, ini hari terakhir papa mu dinas luar kota.Dia kan bilang nga 3 hari " Ucap mama meri lagi.
" Huufff... Kenapa juga sih aku pakai hamil duluan padahal aku kan belum siap hamil. Mana kuliah juga belum selesai, oh iya ma 3 hari lagi aku kan masuk kuliah dan aku harus bayaran lagi. Uang nya sudah ada atau belum ma,seharus nya kan sudah dari bulan kemarin aku bayar nya tapi karena bulan kemarin sibuk dan aku lama libur karena menikah jadi bulan ini harus bayar. " Ucap mala mengingatkan mama nya.
Deg..
__ADS_1
Mama meri terkejut saat mala bicara soal bayaran kuliah nya. Karena uang bayaran kuliah sudah mereka pakai untuk shopping bulan lalu sebelum mala menikah. Jika suami nya tahu uang itu sudah habis pasti dia akan marah besar.
" Tapi uang untuk bayaran kuliah kamu kan sudah kita pakai belanja " Ucap mama meri.
" Haaah... Iya juga ya ma. Tapi nanti kita bisa minta sama papa lagi ma, bilang saja uang nya habis pasti papa tidak akan marah. Mala kan anak kesayangan dan anak yang membanggakan. Tidak seperti si Aluna yang bodoh dan miskin itu, suami nya pun miskin. " Seru mala sambil terkekeh.
" Kamu benar juga Mala. Kamu memang anak kebanggaan mama dan papa, kamu calon sarjana sedangkan aluna hanya tamatan SMA saja. Suami kamu orang kaya, mau uang berapapun tinggal minta. Tidak seperti Aluna yang suami nya hanya buruh dengan gaji tidak seberapa. Jangankan untuk shopping untuk mereka makan saja susah, apalagi mereka mengontrak. Hahaaa kasihan sekali hidup Aluna. " Ucap mama meri dengan tawa lepasnya.
Mereka berdua menertawakan kehidupan Aluna sebenarnya tanpa mereka sadari hidup merekalah yang lebih pantas di tertawakan. Tinggal menunggu waktunya saja, mereka pasti akan menuai balasan dari perbuatan yang sudah mereka lakukan.
" Ma, mala ke kamar dulu ya. Capek mau istirahat saja,perut mala juga dari tadi rasa nya nyeri mungkin karena sedari tadi mala duduk saja disini. Jadi mau tiduran saja sambil menunggu adit pulang. " Ucap mala bangkit dari duduk nya sambil memegangi perut nya.
" Iya kamu istirahat saja, nanti mama buatkan teh hangat agar perut mu enakan. " Ucap mama meri.
Mala mengangguk lalu hendak berjalan menuju kamar nya, namun karena tidak berhati - hati dia tersandung kaki meja.
Brruukkkk.
" Aouuwww.... Sakit " Seru mala sambil memegangi perut nya.
" Mala ... " Teriak mama meri kaget melihat mama terjatuh.
" Ma.. Sakit ma, perut ku sakit sekali." Seru mala sambil menangis.
" Aduh mala kenapa bisa sampai jatuh sih, kalau terjadi sesuatu dengan kandungan kamu bagaimana. ?" Seru mama meri khawatir.
" Ma, ini sakit banget. Sakit ma, perut ku sakit banget . Mala tidak tahan lagi ma,bawa mala ke rumah sakit ma. " Seru mala sambil terisak.
Mama meri kebingungan dia harus bagaimana karena di rumah tidak ada siapa-siapa selain mereka berdua. Mama meri pun mengambil ponsel nya dan memesan taksi online untuk membawa mala ke rumah sakit.
********
TOLONG RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤️
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK. 🙏❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️