
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
HAPPY READING
Surat cerai pak andi dan meri sudah ada di tangan masing - masing kedua belah pihak. Meri sangat menyesal telah bercerai dari pak andi. Dia tidak pernah menyangka jika pak andi akan menceraikannya, mala dan marko saling mencintai dan hubungannya dengan marko juga tidak jelas.
Sudah dua hari meri tidak menemui mala dan tidak menghubungi mala. Dia masih mara dengan mala dan marko.
" Aku sudah bercerai dengan Andi lantas sekarang siapa yang akan menanggung biaya hidup ku ? Uang hasil menjual perhiasan juga sudah menipis, bahkan aku tidak punya apapun untuk aku jual. Tabungan pun aku tidak punya " Gumam meri pada dirinya sendiri.
" Apa aku minta marko menanggung biaya hidupku ? Karena bagaimanapun semua ini juga salah dia. Coba kalau mala tidak sampai hamil aku dan marko masih bisa menikah " Ucap meri terus bicara pada dirinya sendiri.
Meri mengambil ponselnya dan menghubungi marko. Hanya satu kali panggilan marko langsung mengangkat teleponnya.
[ Ada apa ?] Tanya marko tegas dengan suara baritonnya.
[ Jangan ketus begitu, aku hanya ingin meminta uang sama kamu. Karena aku dan andi sudah resmi bercerai jadi tidak ada lagi yang membiayai hidup ku. Aku bercerai juga karena kamu, karena aku ingin hidup dengan mu tapi kenyataannya kamu justru main gila dengan anak mu sendiri. ] Seru meri .
[ Jangan menyalahkan ku, kamu juga salah. Berarti selama ini mala sudah terjerumus kepergaulan yang bebas. Bahkan sebelum aku mengebalnya dia sudah sering keluar masuk hotel dengan pria hidung belang. Kamu juga tidak pernah memperbolehkan aku melihat mala , jadi jangan salahkan aku jika aku tidak mengenali mala ]
[ Terserah kamu marko ! Sekarang aku minta uang 3 juta, aku butuh uang untuk biaya hidup ku. Atau aku tinggak satu atap saja dengan mu ? Lagi pula mungkin lebih baik kita menikah dan kita bisa membesarkan anak mala, cucu kita bersama - sama ]
[ Itu anak ku ! Bukan cucuku ! Jangan gila kamu meri, apa kamu tidak memikirkan perasaan mala. Jika kita menikah sudah pasti dia akan bersedih dan terpukul ]
[ Dia harus mau menerima semuanya karena bagaimanapun dia tidak bisa menikah dengan mu dan hanya aku yang bisa menikah dengan mu. Apa kamu tidak taku rumah mu di grebrk warga jika kalian terus serumah dan hanya tinggal berdua. Jika kita menikaj dan tinggal serumah warga tidak akan curiga, meskipun mala juga seatap dengan kita. ]
[ Nanti kita bicarakan lagi. Aku lagi sibuk, kirim saja nomor rekening kamu nanti aku transfer uang nya]
[ Ok marko sayang ]
__ADS_1
Tut.. tut...tut..
Sambungan telepon dimatikan marko secara sepihak.
Ting..
Notifikasi masuk diponsel meri.
" Hemm.. Enak juga minta duit sama marko. Kenapa aku baru tahu kalau marko banyak uang, kalau aku tahu kan sudah dari dulu aku minta cerai dan menikah dengan marko dan masalah gila ini tidak akan pernah terjadi. " Meri bermonolog pada dirinya sendiri.
[ Terimakasih sayang ku , uang nya sudah aku masuk. Salam untuk anak kita, ingat jangan pernah kamu menidurinya lagi ]
Meri mengirim pesan ucapan terimakasih dan peringatan untuk marko. Setelah terjadi keributan beberapa hari yang lalu mala dan marko memang tidur di kamar terpisah. Mala sedikit sungkan jika berpapasan dengan marko, begitupun dengan marko.
**********
Untuk menghilangkan kepenatan dan rasa bosannya terus mengurung diri dirumah. Akhirnya mala memutuskan untuk keluat rumah hanya untuk sekedar jalan - jalan.
" Mau kemana ?" Tanya marko yang melihat mala sudah rapi.
" Mau jalan - jalan, aku bosan dirumah terus. " Jawab mala agak canggung saat menatap wajah marko.
" Tidak pa, aku ingin jalan sendiri. Aku ingin melupakan semua masalah ku, aku tidak sanggup jika terus seperti ini pa. Lebih baik aku pergi saja dari rumah ini. Hikss..Hikkss " Seru mala mulai menangis.
Pa ? Mala memanggil marko dengan panggilan pa. Ada rasa hangat dalam hatinya saat mala memanggilnya papa. Namun ada rasa sesal dalam hati saat mengingat status mala , apalagi jika mengingat kehamilan mala.
" Kamu memanggil ku papa ?" Seru marko mendekati mala.
Mala terisak dalam tangisnya, tanpa ragu lagi mala memeluk marko dengan erat. Sampai sekarang dia belum bisa menerima kenyataan jika marko adalah ayah kandungnya, cintanya begitu besar.
" Aku mencintaimu aku sangat mencintai mu pa. Tapi kamu itu papa ku, kamu tetap orang tua ku. Aku tidak sanggup begini terus" Seru mala makin meraung - raung.
" Dengarkan aku sayang lihat mata ku. Kamu dan aku tidak akan terpisahkan, meskipun kita tidak bisa menikah tapi kita bisa selalu hidup bersama dan tinggal bersama. Ingat ada anak kita yang membutuhkan orangtua yang lengkap, aku tidak mau kamu dan anak kita hidup menderita. Aku akan tetap ada untuk mu, meskipun dengan status orang tuamu " Ucap marko sambil menangkup kedua pipi mala.
Mala terus terisak, hatinya sangat sakit saat marko mengatakan hanya status sebagai orang tuanya. Mala semakin memeluk marko dengan erat. Marko membalas pelukan mala.
__ADS_1
Mala seperti kehilangan akal sehatnya, dia menciumi marko dengan membabi buta. Dan marko pun hanya mendiamkannya. Dia terlihat pasrah dengan yang dilakukan mala, selagi hanya sebatas berciuman marko tidak menolak. Baginya wajar seorang anak mencium ayahnya sendiri.
Namun makin kesini mala semakin hilang kendali dia mencium bibir marko dengan sangat rakus. Marko sudah menolaknya namun mala tetap memaksa, sampai mereka terjatuh di atas sofa. Makin lama cium@n itu semakin panas dan marko pun berani membalas cium@n yang diberikan mala.
" Mala ingat aku ini ayah mu, mungkin hanya sekedar ciuman aku bisa memberikannya tapi tidak untuk berhubungan yang lebih dalam " Ucap marko saat sudah melepaskan pagutannya.
" Aku tidak mau ! Aku mau yang lebih dari ini, tolong jangan menolak ku. Jika kamu menolakku aku lebih memilib mati. " Ucap mala mengancam.
Marko tidak bisa berbuat apa - apa jika mala sudah mengancam seperti itu. Dia takut mala benar - benar menjalankan ancamannya.
" Sadar mala, apa yang kita lakukan ini dosa besar. Aku ini ayah kandung mu, dan kamu anak kandung ku. Tolong mala mengertilah jangan sampai kita melalukan dosa itu lagi. " Ucap marko mencoba menolak mala.
" Buat apa takut dosa, toh selama ini kita sudah melakukan dosa besar. Jadi sekarang untuk apa kita takut dengan dosa ? Kita melakukan atau tidak tetap kita sudah dosa, jadi lebih baik kita melakukan saja." Seru mala kembali mencium marko.
Marko hanya menerima apa yang dilakukan oleh mala. Apa yang dikatakan mala menurutnya memang benar, melakukan tidak melakukan sekarang mereka tetap berdosa.
" Ahhh... Mala jangan !! Ssuu.. Sudah mala " Seru marko terbata - bata.
Mala saat ini sudah memainkan benda pusaka yang sudah keras dan siap untuk bertempur. Dengan tanpa malunya mala memainkam milik ayahnya sendiri. Akal sehat marko juga sudah hilang di telan kabut gairah yang semakin memanas. Dia hanya menikmati apa yang dilakukan oleh mala, entah siapa yang memulai kini mereka sudah sama - sama polos.
Mereka bermain dia atas sofa ruang Tv, dengan mala yang ada di atas. Mala sangat menikmati permainannya , dengan sangat lihainya dia terus bergerak diatas tubuh marko. Memang ini yang dia inginkan, selama 3 hari ini dia tidak merasakan belaian anaconda marko.
" Sssttt....mala kamu semakin pintar " Racau marko saat mala terus bergerak.
" Nikmati saja sayang,dosa kita yang tanggung yang penting kita puas dan hasrat kita terpenuhi. " Seru mala dengan nafas makin memburu.
Setelah 35 menit l3n9uh@n panjang memenuhi ruangan yang menjadi saksi pergelutan antara ayah dan anak itu. Marko dan mala sama - sama kelelahan, marko membalikkan posisi dengan mala yang ada dibawahnya. Kini marko mengambil kendali permainan mereka, nafsu setan sudah merasuk kedalam tubuh mereka berdua.
" Terus .... Sayang lakukan seperti biasanya jangan ragu karena ini sangat nikmat " Ucap mala dengan senyum bahagianya.
Suara d3s@h@n mala membuat marko semakin semangat untuk berpacu di atas landasan kudanya. Setelah jampur satu jam pacuan kuda itupun sama - sama lelah dan menghentikan aktifitasnya.
**********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK .
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE , FABORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏🙏