Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Jalan - jalan pagi


__ADS_3

.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


Udara pagi berhembus terasa sangat sejuk , selesai sholat subuh aluna dan mala sudah duduk berdua sembari meminum teh hangatnya. Sedangkan meri sehabis sholat kembali tertidur, maklum udara dingin memang enak untuk kembali bergelung dibawah selimut tebal.


Aluna dan mala berencana ingin jalan - jalan pagi. Semalam candra mengizinkan aluna untuk menginap dirumah mama meri, dengan catatan hanya menginap semalam saja tidak boleh lebih.


Diluar rumah sudah terlihat lebih terang, aluna dan mala keluar rumah untuk jalan sehat dipagi hari.


" Kamu kalau dirumah sering jalan - jalan pagi begini lun ?" Tanya mala ingin tahu .


" Iya kak, tapi tidak setiap hari. Seminggu mungkin 2 atau 3 kali saja. Kadang kalau malas sudah menyerang ya tidak sama sekali, cuma jalan di halaman rumah saja. " Jawan aluna lalu tertawa.


Mereka berjalan cukup jauh sampai mereka bertemu dengan pasar dadakan yang menjual beranekaragam kue dan makanan lainnya. Aluna dan mala antusius memilih makanan yang akan dia beli. Mereka memesan 3 bungkus nasi uduk dan kue yang lainnya.


" Ternyata kalau pagi disini ramai ya kak, banyak juga yang berjualan. Jadi kalau mau sarapan tidak perlu repot masak tinggal datang kesini dan beli saja sudah banyak. " Ucap aluna senang sambil terus melihat - lihat makanan apalagi yang ingin dia beli.


" Iya lun. Kamu apalagi yang ingin dibeli ? Mumpung kita masih disini nih. Nanti kalau sudah pulang tidak mau aku kalau harus balik lagi. " Ucap mala sambil terkekeh.


" Emmm... Sepertinya cukup kak. Ini sudah banyak banget ada lauk juga nih. Ada ayam goreng, ada nasi uduk ada kue dan gorengan tidak tahu ini bakalan habis apa tidak dimakan kita bertiga " Ucap aluna sambil mengangkat makanan yang sudah dia beli. Sedangkan di tangan mala juga ada makanan yang dia beli.


" Kalau tidak habis bagi saja sama saya " Ucap seseorang yang tiba - tiba mengagetkan mala dan aluna.


Mala dan aluna langsung mengalihkan pandangan mereka, ternyata dibelakang mereka ada surya yang sedang tersenyum kearah mereka berdua. Surya memang sedari tadi mendengar percakapan aluna dan mala .


" Loh mas surya kok ada disini ? Ini lumayan jauh loh dari tempat mas surya ." Tanya aluna heran.


" Tidak jauh juga Lun, hanya sepuluh menit sudah sampai. Kamu sendiri kok sudah sampai sini ? Menginap dirumah tante meri ? Ini juga sudah lumayan jauh dari rumah nya tante meri, hamir 2 kilo meter loh lun ?" Tanya candra sambil melirik mala yang hanya diam saja.


Aluna mengangguk tanda mengiyakan pertanyaan dari surya. Dia tahu jika surya curi - curi pandang kearah mala, sedangkan yang dipandang hanya diam saja tidak mau menanggapinya.


" Oh iya mas surya cari sarapan juga ya ?" Tanya aluna.


" Iya Lun, jomblo ya begini. Apa - apa serba sendiri.." Jawab surya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Makanya cepat cari pasangan dan nikahin tuh pasangannya " Celetuk mala tanpa memandang kearah surya.

__ADS_1


Aluna dan surya saling pandang, dengan kode matanya aluna meminta surya untuk menjawab ucapan mala tadi. Surya mengangguk paham dengan kode dari aluna.


" Kamunya mau tidak aku nikahin ?" Tanya surya membuat mala tiba - tiba batuk padahal sedang tidak makan dan minum sesuatu.


Uhuukkk Uhhuukkk


Mala batuk - batuk karena kaget dengan pertanyaan surya. Tidak ada hujan tidak ada angin tahu - tahu dia menanyakan soal pernikahan. Ya, kali menikah tanpa pendekatan dulu ?


" Emm... Kenapa batuk ? Kaget ya ?" Tanya surya lagi.


" Brisik !! Aluna yuk pulang ini sudah siang, nanti mama pasti nyariin kita. " Ajak mala lalu menggandeng tangan aluna.


" Aku capek kak " Jawab aluna pura - pura. Padahal memang dia sengaja agar bisa di antar pulang surya dengan mobil. Jadilah pendekatan pertama bagi surya, jiwa makcomblang aluna memang patut di acungi jempol.


Huuuffffff...


Mala menghembuskan nafas panjang, kalau sudah seperti ini mau bagaimana lagi? Tidak mungkin juga mala mau memaksa aluna untuk jalan atau menggendong Aluna sampai rumah. Mau tidak mau dia meminta surya untuk mengantar mereka.


" Kamu bawa mobil kan ? Mustahil pria aneh seperti kamu mau jalan kaki sampai sini. Antar kami pulang, kasihan aluna dia lagi hamil. Kalau kelelahan nanti aku diomelin sama candra " Ucap mala meminta tolong tapi mencibir lebih dulu.


" Minta tolong tapi kayak orang malak " Gerutu surya.


" Heleh... Sudah sebelah mana mobil kamu ?" Tanya mala lagi dengan ketus.


" Ya kami berdualah, enak saja aku disuruh jalan kaki. Kalau tidak kamu saja yang jalan kaki,aku juga bisa mengendarai mobil. " Seru mala semakin tak terhindarkan lagi perdebatan antara mala dan surya.


Aluna menyimak dan menjadi penonton setia saja, setiap bertemu sudah seperti Tom and Jerry bagaimana bisa akur. Mereka tidak sadar jika saat ini perdebatan mereka menjadi pusat perhatian orang disekitar, tak jarang mereka ikut tertawa melihat tingkah surya dan mala.


" Sudah , malu dilihatin orang. Mas, mobil nya yang itu kan. Aku kesana duluan ya, kalian lanjut saja kalau mau lanjut. Siapa tahu nanti beneran berjodoh loh " Ucap aluna lalu berjalan menuju mobil surya yang terparkir didekat pohon mangga pinggir jalan.


Mala tidak menghiraukan surya, dia juga ikut menyusul aluna. Saat sudah sampai mobil mereka sama - sama duduk di kursi bagian belakang dan membiarkan surya duduk sendiri didepan sebagai sopir.


*********


Di tempat lain, pagi ini perut tika seperti sedang di aduk -aduk. Mual yang tidak terkira dan lemas serta pusing berkumpul menjadi satu. Adit yang sedikit tahu ciri - ciri orang hamilpun langsung berpendapat jika tika saat ini sedang hamil.


Hooeeekkk Hoooeekkkk


Tika terus memuntahkan isi dalam perutnya, wajah tika terlihat pucat.


" Tika, kita kedokter yuk. Pagi ini jangan masuk kerja dulu ya? Sepertinya saat ini kamu sedang hamil deh tik " Ucap adit .

__ADS_1


Hamil ?


Tikapun langsung mengecek kalender kecil yang ada di atas meja kamarnya, benar saja dia sudah telat haid 10 hari. Tika mengusap lembut perutnya , berharap didalam perutnya benar sudah ada kehidupan.


" Apa benar aku hamil ya mas ? Ini aku sudah telat 10 hari? Ya sudah aku mau kedokter untuk memastikannya mas " Ucap tika juga penasaran .


" Iya , kamu siap - siap ya. Setelah ini kita langsung ke dokter, mas juga sudah tidak sabar mengetahui apa didalam sini sudah ada adit junior. Kalau sudah ada berarti aku harus hati - hati saat menjenguknya " Seru adit bahagia sambil mengusap perut tika yang masih belum diketahui hamil tidaknya.


" Tapi kalau aku belum hamil bagaimana mas ?" Tanya tika dengan wajah terlihat sedih.


" Kita tetap berusaha dan lembur terus dong " Ucapan adit berhasil membuat tika tertawa.


Tika dan adit bersiap untuk pergi kedokter. Setelah siap merekapun langsung kedokter, tidak sampai 10 menit adit dan tika sampai di klinik 24 jam. Mereka langsung mendaftar dan tidak lama menunggu giliran tika dipanggil untuk diperiksa.


" Selamat ya pak, buk. Kalian akan menjadi orang tua, saat ini ibu tika sedang hamil 4 minggu. " Ucap dokter memberikan selamat.


" Alhamdulillah " Seru tika dan adit bersamaan.


" Karena ini kehamilan pertama dan masih hamil muda, saya sarankan ibu tika jangan terlalu capek dan banyak fikiran. Ini saya resepkan obat dan vitamin, tolong dihabiskan ya " Ucap dokter dengan ramah.


" Terimakasih bu dokter " Jawab tika dan adit bersamaan.


Setelah urusan dengan dokter selesai, adit dan tika pulang kerumah kontrakannya. Mereka sangat bahagia akhirnya penantian mereka selama berbulan - bulan terkabulkan juga. Sebelum sampai rumah adit membelokkan mobilnya ke minimarket.


" Loh mas mau beli apa ?" Tanya tika.


" Beli susu hamil untuk mu sayang " Jawab adit lalu membuka pintu mobilnya.


Tika mengikuti suaminya masuk ke minimarket dan mengambil 2 kotak susu hamil dan berbagai cemilan untuk teman tika, dari yang dia baca biasanya ibu hamil banyak ngemil dan ingin makan yang aneh - aneh jadi adit berinisiatif membelikan banyak cemilan.


" Mas cemilan sebanyak ini untuk apa ?" Tanya tika saat sudah berada didalam mobil.


" Untuk kamu sayang. Buat persediaan dirumah, siapa tahu kamu mau makan sesuatu kan tinggal pilih saja mau makan yang mana." Ucap adit menjelaskan.


Tika hanya menganggukkan kepalanya saja, sepertinya pemahaman sang suami ada yang salah. Tidak semua ibu hamil mau makan atau ngemil, mau makanpun kadang maunya yang aneh - aneh atau bisa dibilang ngidam. Tapi tika sudah sangat bersyukur karena suaminya sudah sangat perhatian sampai memikirkan cemilan untuk istrinya.


***********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK


JANGAN LUPA DUKUNG KARYA- KARYA AUTHOR YA KAK.

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️❤️


__ADS_2