Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Aluna membaik


__ADS_3

💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


HAPPY READING


Dua hari berlalu, selama dua hari ini candra selalu menemani aluna di rumah sakit, sampai hari ini juga aluna belum juga sadarkan diri. Pak andi setiap pulang kerja selalu mampir ke rumah sakit sampai di lupa jika mala jarang ada dirumah. Mala selalu pergi dan pulang malam.


Kedua orang tua candra juga sering datang ke rumah sakit untuk menggantikan candra. Tika teman aluna juga selama dua hari ini setiap pulang pabrik selalu datang kerumah sakit.


" Minum " Seru Aluna lirih sambil mengerjabkan matanya.


Candra yang tertidur di sofa pun langsung bangkit dan menghampiri Aluna. Candra senang melihat aluna yang sudah sadarkan diri.


" Aluna sayang, kamu sudah siuman.?" Tanya candra bahagia.


" Minum " Seru aluna meminta minum.


" Minum ,, ini minum sayang" Seru candra memberi aluna minum air putih yang ada di atas meja.


" Alhamdulillah akhirnya kamu sudah siuman sayang. Aku sangat menghawatirkan mu, begitupun dengan papa. Beliau pasti senang mendengar kabar kamu sudah siuman. Dua hari sayang kamu tidak sadarkan diri, sebentar aku panggil dokter dulu untuk memeriksamu. " Ucap candra sambil mengusap kepala aluna dengan lembut.


Aluna hanya tersenyum sambil mengedipkan matanya. Badannya masih terlalu lemas dan belum bisa banyak bergerak. Tidak menunggu lama candra pun sudah kembali dengan seorang dokter. Dokter memeriksa aluna dengan intens, dia tersenyum karena keadaan aluna tidak ada yang dikhawatirkan.


" Mbak aluna sudah membaik, tidak seperti yang kita takutkan pak " Ucap sang dokter dengan ramah.


" Memangnya kak candra takut apa ?" Tanya aluna dengan penasaran.


" Suami mbak aluna takut jika mbak akan hilang ingatan dan melupakannya. Kasihan loh mbak selama mbak tak sadarkan diri, suami mbak ini sedih dan seperti tidak ada semangat hidup lagi. " Ucap dokter sedikit mendramatisir keadaan candra.


" Dokter bisa saja " Jawab dokter malu - malu.


Aluna bahagia ternyata candra sangat mengkhawatirkannya. Dia semakin yakin jika candra benar - benar tulus mencintainya.

__ADS_1


" Apa kepala masih terasa pusing dan sakit ?" Tanya dokter.


" Iya dok, dan badan saya juga lemas sekali " Jawab aluna jujur.


" Kalau lemas itu wajar karena mbak selama dua hari tidak sadarkan diri. Lebih baik sekarang mbak aluna istirahat lagi, jangan banyak dulu. Buat pak candra, mbak alunanya jangan di ajak bicara terlalu lama ya. Biarkan dia istirahat dulu agar kondisinya semakin membaik. " Ucap pak dokter.


" Baik dokter " Jawab candra sambil menganggukkan kepalanya.


Setelah selesai memeriksa aluna, dokter itu pu keluar kamar rawat aluna. Tinggallah aluna dan candra berdua yang ada di kamar rawat.


" Kamu istirahat lagi ya. Nanti sore saat pulang kerja papa andi akan datang kesini, teman mu si tika itu juga selama dua hari ini dia selalu datang menjengukmu. " Ucap candra sambil mengusap kepala aluna dengan lembut.


" Iya kak " Jawab aluna lalu dia memejamkan matanya.


Candra mengeluarkan ponsel dalam saku celananya untuk menghubungi papa mertuanya dan kedua orang tuanya. Selama dua hari aluna dirumah sakit meri dan mala sama sekali tidak menjenguk aluna. Bahkan candra mencurigai jika kecelakaan yang menimpa aluna adalah ulah dari meri.


[ Assalamualaikum candra, ada apa ? Aluna baik - baik saja kan?] Tanya pak andi yang terdengar dari nada bicaranya seperti khawatir.


[ Waalaikumsalam pa.. Alhamdulillah aluna baik pa, aluna sudah siuman dan sekarang dia sedang beristirahat] Jawab candra.


[ Alhamdulillah, terimakasih Allah. Kamu jaga aluna baik - baik nanti sepulang dari kantor papa akan kesana ]


[ Iya papa percaya sama kamu ]


[ Kalau begitu candra tutup teleponnya pa. Assalamualaikum ]


[ Waalaikumsalam ]


************


" Ma, memang nya si aluna itu sakit apa sih ?" Tanya mala sambil memasang cat di kuku - kukunya.


Mala belum keluar dia masih mempercantik dirinya untuk bertemu sang pujaan hatinya, Marko. Tanpa mereka sadari dosa besar sudah menjerat mereka. Meri sendiri sampai detik ini belum tahu jika anaknya sudah tidak berkuliah, bahkan sang anak menjadi simpanan om - om pun meri tidak tahu.


" Mana mama tahu, kalau kata papa sih dia kecelakaan saat dia pulang dari kampus " Ucap meri pura - pura tidak tahu.


" Duh kasihan banget sih, itu karma karena sudah sombong. " Seru mala sambil terus mengecat kuku nya.


" Iya itu karma karena jadi anak pembangkang. Oh iya mala, bagaimana kuliah kamu ? Mama perhatikan sekarang kamu sibuk banget sampai keluar pagi pulang malam. " Tanya meri.

__ADS_1


" Kuliah ku baik. Oh iya ma, aku sudah punya pacar baru loh. Dia royal banget ma, orang kaya bahkan aku selalu di belanjain barang - barang branded. Mama lihatkan barang - barang yang aku pakai sekarang barang branded. " Ucap mala mengalihkan pembicaraan soal kuliah.


" Awas kalau kaya bohongan. Memang nya siapa dan orang mana dia ?" Tanya meri ingin tahu.


" Yang ini kaya beneran ma, dia kaya beneran. Bahkan jika mala setuju dia mau melar mala dan langsung menikahi mala. Tapi mala belum mau, karena mala masih ingin menikmati masa - masa pacaran. Namanya arko, dia lebih dewasa dari mala tapi dia sayang banget sama mala ma. " Ucap mala membanggakan sang pacar.


Mala sekarang memanggil marko dengan panggilan kesayangannya yaitu ayang arko. Marko sendiri heran kenapa mala memanggil nya arko, mala hanya beralasan biat beda dengan yang lainnya


" Asal dia kaya biarpun dewasa tidak masalah. Yang penting bisa menjamin hidup mu. " Seru meri dengan tenang tanpa takut anaknya terjerumus kepergaulan yang bebas. Tanpa meri takutkan mala memang sudah terjerumus kepergaulan yang bebas, bahkan dengan ayah kandung nya sendiri.


Bagi meri tidak masalah umur sudah dewasa yang penting dompetnya tebal dan bisa menghidupi mala dengan baik. Siapa tahu dia juga bisa untuk bebeng hidup mewah sama mala. Meri sudah jenuh hidup dengan pak andi, karena pak andi sekarang susah untuk dibohobgi bahkan uang gaji pak andi sudah tidak diserahkan kepada meri. Meri hanya diberi setengahnya saja itupun untuk biaya kebutuhan rumah juga.


" Ma aku mau siap - siap karena aku ada janji sama pacar ku. Ma , sepertinya malam ini mala tidak pulang ya karena ada pesta dirumah pacar mala. Pesta anak muda ma , jangan bilang - bilang papa kalau aku tidak dirumah. Bilang saja aku sudah tidur, pasti papa pulang malam lagi karena mampir di rumah sakit. Ada hikmahnya juga si anak sialan itu sakit" Ucap mala sambil membereskan cat kukunya.


" Jangan keseringan menginap mala, awas saja kalau kamu sampai terjerumus kepergaulan yang bebas " Ucap meri mengingatkan mala.


" Tenang saja ma, mala tidak seperti itu. Cukup sekali dulu sama si adit kere itu saja, lagi pula disana itu banyak teman - teman mala kok. Kami ramai - ramai ma, sudah mama tenang saja dan jangan khawatir. " Ucap mala.


Mala masuk kamarnya untuk bersiap - siap, mala mengenakan baju yang sangat mini. Dress hijau yang panjangnya diatas lutut dan belahan atas yang sangat seksi. Setelah selesai mala keluar kamar dan menghampiri mamanya.


" Ini uang untuk mama " Seru mala sambil nenyerahkan uang 1 juta kepada mamanya.


" Wah terimakasih sayang. Sering - sering kamu kasih mama uang, mama juga kan yang bantuin kamu bohong sama papamu." Seru meri menerima uang dengan senyum bahagia.


" Yang penting mama tetap bantu atasi papa, uang pasti mengalir terus. Karena ayang arko setiap kali jalan selalu memberi mala uang dan belanjain mala ma " Ucap mala.


* Bagaimana tidak kasih mala uang, karena mala selalu memuaskannya diranjang bahkan sampai nambah - nambah. Makanya mala sering pulang malam bahkan tidak pulang, karena pria itu selalu membuat mala kelelahan. Tapi mala suka , mala puas dan mala juga dapat uang banyak * Ucap mala dalam batinnya.


" Iya sayang terus minta uang yang banyak sama pacar mu itu. Dan jangan lupa mama juga dibagi dong. " Ucap meri sambil menghitung uang pemberian mala.


Mala hanya mengangguk saja lalu dia keluar rumah dan mensiki taksi online yang sudah dia pesan dari tadi. Tujuan nya kali ini bukan ke hotel atau me cafe tetapi langsung kerumah marko. Disana marko sudah menunggu sang pujaan hatinya dengan tidak sabar.


*********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏❤️


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPNYA 🙏🙏


TERIMAKASIH 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2