
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
[ Aku akan memilih mengakhiri hidup ku jika kamu tidak datang kerumah ]
Mala mengirim pesan berupa foto dirinya memegang obat serangga kepada marko. Tangan marko gemetar saat membuka pesan yang dikirimkan mala.
[ Mala kamu jangan gila, ingat kamu saat ini sedang hamil ] Balas marko.
Marko menunggu balasan dari mala namun sampai 20 menit mala tidak membalas pesan nya. Tetapi marko masih berfikir positif, jika ada apa - apa dengan mala , meri pasti akan menghubunginya.
" Kenapa mala tidak membalas pesan ku, telepon ku pun tidak di balasnya. Nomor ponsel meri juga tidak bisa dihubungi. Apa aku harus kerumah itu untuk memastikan keadaan mala? Tapi jika aku tidak sanggup bertemu dengan mala karena dia pasti akan menggoda ku * Gumam marko masih dengan ponsel ditangannya.
Ting.. Ting
Dua pesan masuk ke ponsel marko, dengan cepat marko membuka pesan itu. Ternyata benar pesan balasan dari mala.
[ Dalam 20 menit kamu tidak datang cairan ini akan aku minum. Dan kamu akan kehilangan dua orang sekakigus ]
[ Aku tidak main - main !]
Tidak perlu membalas pesan itu lagi, marko langsung mengambil kunci motornya dan langsung dia lajukan menuju rumah yang di tempati mala. Marko melajukan motornya dengan kecepatan penuh, tidak sampai 20 menit marko sudah sampai dirumah mala.
" Mala... Mala... Mala kamu dimana ? Aku datang menemui mu mala, tolong jangan nekat. " Teriak marko sambil berlari menuju kamar yang di tempati mala.
Namun dikamar itupun mala tidak ada marko terus mencari keberadaan mala. Bahkan meri juga tidak menampakkan batang hidungnya. Semua ruangan sudah marko periksa namun mala tidak ada juga, marko semakim mengkhawatirkan keberadaan mala.
" Mala sebenarnya kamu ada dimana !" Teriak marko agar mala bisa mendengar suaranya.
Marko ingat jika dia belum memeriksa bagian belakang rumah. Marko berlari menuju bagian belakang rumahnya, di belakang rumahnya memang ada gazebo. Benar saja mala ada disana sedang duduk termenung dengan botol obat serangga ada disampingnya.
" Hemmm... Ternyata insting mu bagus juga sayang. " Seru mala berkata sambil tersenyum manja.
Marko terbelalak saat mendapati mala dengan pakaian yang dia kenakan sangat - sangat tidak pantas. Mala hanya memakai lingerie tipis tanpa memakai dalaman lagi. Sehingga aset - asetnya mala terlihat dengan jelas. Marko menelan salivanya sendiri, dia mencoba mengendalikan dirinya agar tidak tergoda dengan tubuh mala.
" Ternyata kamu disini mala ?" Tanya marko mati - matian menahan birahinya.
" Iya sayang aku disini menunggu mu. Beruntung kamu cepat datang sehingga cairan ini belum aku minum, tapi aku bisa kapan saja meminumnya tanpa kamu ketahui. Oh iya sayang duduk sini, pasti kamu capek berdiri terus disitu " Ucap mala menepuk tempat kosong yang ada disampingnya.
__ADS_1
Marko hanya mengangguk dan menuruti perkataan mala. Kini marko sudah duduk di samping mala,dan pandangan lurus kedepan tanpa mau menatap mala.Dia tidak mau terjadi sesuatu lagi dengan mereka.
" Meri kemana ?" Tanya marko tanpa melihat kearah mala.
" Oh..wanita tua itu tadi aku suruh pergi. Aku memintanya membelikan sesuatu yang cukup sulit untuk dicarinya, jadi dia akan pulang sore hari sayang. Sayang , emm... Aku kangen. Apa kamu tidak kangen denganku ?" Tanya mala dengan manja.
Kini mala sudah memeluk lengan marko dan menyandarkan kepalanya pada bahu marko. Marko tetap tidak mau menatap mala, pertahanannya sepertinya sudah akan mulai goyah. Karena sesuatu dibawah sana sudah berontak ingin keluar.
" Emm.. Mala jangan seperti ini, kita ini ayah dan anak. Tolong jangan begini ya, kamu ganti baju saja ya nanti kita jalan - jalan" Ucap marko merayu mala agar bisa memakai baju yang wajar, setidaknya dengan membawa mala jalan - jalan dapat menghindari dari perbuatan terlarang itu.
" Aku tidak mau jalan - jalan. Aku hanya ingin bersamamu sayang, aku kangen. Apa kamu tidak mau menjenguk dedek bayi kita ? Dia kangen juga sama papa nya. " Seru mala mulai menciumi pipi dan leher marko.
" Mala jangan seperti ini. Malu nanti ada yang melihat, nanti mama kamu tahu aku bisa diamuknya lagi. Mala tolong hentikan " Seru marko mendorong mala.
Dorongan marko lumayan kuat sehingga mala terdorong dan terbentur dinding gazebo yang terbuat dari bambu. Mala kesal dengan penolakan marko, dia pun mengambil cairan serangga dan hendak meminumnya.
" Kamu menolakku sayang ? Baiklah aku akan meminum cairan ini" Seru mala mengancam.
" Mala, bukannya aku tidak mau. Tapi aku ini ayah mu dan kamu anak ku. Jika kita tidak ada hubungan darah aku pasti mau bahkan aku sudah menikahimu dari kemarin - kemarin. Jadi kamu buang cairan itu ya sebagai gantinya aku akan tetap menemanimu disini atau kita jalan - jalan me mall. Bagaimana mau ?" Tanya marko lembut agar mala mau membuang cairan serangga itu.
Mala terdiam,nampak dia sedang memikirkan sesuatu. Lalu dia pun mengangguk dan tersenyum penuh tanda tanya. Marko bisa melihat senyum aneh yang ditunjukan mala.
" Baiklah, cairan ini aku buang tapi kamu tetap disini menemaniku. " Ucap mala sambil melemparkan cairan serangga itu jauh - jauh.
Ibarat kucing dirumah sudah makan daging dan diluar dikasih ikan asin tetap saja tidak bisa menolak. Itu juga yang saat ini dirasakan marko, apalagi mala hanya mengenakan pakaian yang tak layak pakai.
" Aku mau disini saja sayang, disini lebih sejuk dan lebih nyaman. Sayang... emmm aku menginginkan dirimu sekarang juga. Ini kemuan adik bayinya , kalau tidak diikuti nanti bisa ileran loh sayang. " Seru mala dengan suara mendayu - dayu di telinga marko.
Mala memeluk marko dan menciumi pipi,leher serta telinga marko. Marko tetap mencoba menolak, namun pertahanannya gagak juga saat tangan mala sudah menulusup kedalam celananya.
" Ahh... Mala jangan seperti ini, kamu sama saja menyiksa ku mala. Tolong sudahi mala " Seru marko dengan suara parau.
Suara marko sudah tidak terdengar lagi karena mala sudah membungkam bibirnya. Kini hanya terdengar suara kecapan dari mulut mereka yang saling berbagi saliva. Dengan tangan mala yang tetap memainkan benda yang sudah membuatnya ketagihan.
Tangan mala membuka ikat pinggang marko dan menarik celana marko dengan paksa. Kini marko sudah setengah telanjang,dengan sangat mudah mala bermain. Dia menunduk dan menyesap lolipopnya dengan lembut, tangan marko berpegangan pada dinding gazebo.
" Sudah mala seperti ini saja, sudah cukup seperti ini jangan sampai lebih " Seru marko dengan mata terpejam.
Mala tidak menghiraukan racauan marko, dia tetap bermain dengan mainannya. Marko benar - benar sudah tidak tahan lagi, ada sesuatu yang sudah di ujung puncak yang akhirnya pecah juga. Marko menekan kepala mala dalam-dalam.
" Mala...... " Seru marko sambil memejamkan matanya.
Mala sangat senang bisa membuat marko melayang - layang. Dengan begini pertanda pertempuran yang sebenarnya akan dimulai. Mala dan marko sudah sama - sama tak berpakaian , kini mala sudah naik di posisi yang berbeda, dia terus menggempur marko tanpa henti. Suara - suara permainan mereka sampai kedalam rumah.
__ADS_1
Meri yang baru saja pulang mencarikan makanan yang diinginkan mala dengan dalih ngidam, dia mendengar seperti suara pertempuran namun suaranya sayup - sayup. Meri mengira mala menonton film dewasa. Namun ruang Tv kosong,kamar mala juga kosong.
" Suara itu dimana ? Dan mala juga kemana ? " Seru meri pada dirinya sendiri.
Meri mencari sumber suara, saat dia kebelakang suara itu terdengar lebih jelas. Dan akhirnya meri melihat sepasang pria dan wanita ada di gazebo dengan si wanita ada di atas. Denga pelan - pelan meri mendekati gazebo itu dan betapa terkejutnya jika itu adalah mala dan marko.
" Ahhh.... Mala, kenapa kamu semakin pintar begini. Kalau servise mu begini tetus bagaimana aku bisa menjauhi mu, yang ada aku semakin merindukan saat - saat seperti ini " Seru marko menikmati permainan mala.
" Iya dong sayang,aku lebih pintar goyang kan ?" Tanya mala dengan nafas tersengal - sengal.
" Tadi kamu yang sudah menggodaku mala, jadi jangan salahkan aku jika mama mu tahu. Aku tadi sudah menolakmu, tapi pesonamu memang tidak bisa ditolak. Ashh...mala lebih cepat lagi." Seru marko.
Mereka berdua tidak tahu jika perbuatannya sudah menjadi tontonan gratis meri. Dengan menutup mulutnya menggunakan tangan , dan air mata yang sudah berderai meri menyaksikan perbuatan dosa ayah dan anak.
" Binatang !!" Teriak meri dengan lantang.
Mala langsung menghentikan aktifitasnya dan marko mendorong mala sampai dia terjatuh. Marko dengan cepat mengambil pakaiannya dan mengenakannya. Berbeda dengan mala, dia justru tersenyum sinis kearah ibunya.
" Meri,aku dirayu sama mala. Tadi aku sudah menolaknya tapi dia tetap merayu dan memaksaku. Maaf kan aku meri, aku benar - benar bodoh. Aku sudah masuk perangkap mala " Seru marko.
" Mala pakai bajumu " Bentak marko sambil melemparkan baju mala.
" Kenapa ma ? Mama mau juga ? Oh tidak bisa, marko hanya akan menjadi milikku. Tidak masalah dengan hubungan ayah dan anak, yang penting kami sama- sama mau. Hahaaaaa.... " Mala berbicara lalu tertawa dengan lantang.
Sikap mala sudah seperti orang yang tidak waras, bahkan meri sudah sering melihat mala bicara sendiri dan memaki sendiri.
" Marko, mala !! Mulai hari ini aku sudah tidak akan perduli lagi dengan kalian, aku serahkan semua nya sama sang pencipta. Hanya dialah yang berhak menghukum kalian, aku memang bukan wanita baik - baik tapi aku tahu batasan ku. Mulai hari ini aku akan pergi dari rumah ini,permisi " Ucap meri memilih pergi dari rumah marko.
Marko hanya diam mematung, dia memang mengaku salah sudah terbujuk dengan rayuan setan. Sedangkan mala hanya senyum - senyum sendiri.
* Aku memang salah. Aku harus bisa menjauh dari mala, tapi bagaimana jika dia nekat?* Gumam marko.
Haahaaaa Haahaaaa Haaahhaaaaa
Tiba - tiba mala tertawa dengan lantang.
* Apa mala sudah stress * Gumam marko.
**********
RATE BINTANG 5 NYA KAK.
LIKE,KOMENTAR,VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA.
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️❤️