
.
.
.
💞 HAPPY READING 💞
Tok
Tok
Tok
Pintu kamar aluna diketuk dari luar, aluna sudah bisa menebak siapa yang ada diluar. Pasti sang suami yang ingin masuk kamar karena pintu kamar sengaja Aluna kunci dari dalam. Dia kesal karena kejadian di kampusnya tadi.
* Bilang saja kalau mau tebar pesona, huuhh... sudah dibilang jangan ikut masuk masih saja ngeyel. * Gumam aluna masih saja kesal.
Mungkin bawaan hormon hamil tua sehingga aluna sekarang suka tiba - tiba ingin marah dan tidak suka dengan sikap pemaksaan Candra. Saat di kampus tadi dia masih terlihat biasa, tapi saat dirumah tiba - tiba dia marah dan benci dengan candra.
" Sayang buka pintunya dong. Mas, mau masuk. Mas mau istirahat loh, tolong buka ya sayang " Ucap candra memohon dengan suara lembut.
Menghadapi ibu hamil memang susah - susah gampang. Apalagi kalau sedang marah seperti ini, bisa runyam masalahnya. Candra terus merayu aluna agar aluna mau membukakan pintu untuknya.
" Sayang kita makan bakso yang didekat paprik itu yuk " Seru candra mencoba menawari sang istri makab bakso di tempat langganan mereka.
Hahhhh....
Bakso ? Tiba - tiba aluna menelan salivanya sendiri membayangkan semangkuk bakso panas dengan kuah yang kaldunya yang gurih dan enak ditambah saos kecap dan sambal , huhh...aluna semakin ingin segera makan bakso.
Dengan segera dia turun dari ranjang lalu mengambil tasnya yang ada diatas nakas. Dan langsung membuka pintu, tanpa basa - basi langsung mengajak candra berangkat makan bakso.
" Ayok berangkat sekarang !" Seru aluna yang keluar kamar sudah rapi dan tinggal berangkat
" Sekarang sayang ? Emm... nanti malam saja sih mas mengantuk mau istirahat dulu " Ucap candra sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Sekarang atau tidur diluar seminggu " Ucap aluna lalu berjalan meninggalkan Candra.
Candra yang tidak mau membuat aluna semakin marahpun langsung berlari secepet kilat menghampiri sang istri. Candra segera membukakan pintu mobil dan mempersilahkan aluna untuk masuk, Aluna masuk dan duduk di kursi depan samping kemudi.
Saat candra hendak masuk mobil tiba - tiba pak andi memanggil candra dan menanyakan mereka hendak pergi kemana.
" Mau kemana kalian ?" Tanya pak andi dari arah teras rumah.
" Mau cari bakso pa, ini aluna mau makan bakso. Papa mau ikut juga ?" Tanya candra mengajak papa mertuanya.
" Boleh , kebetulan nih papa juga lagi pengen makan bakso. Tunggu sebentar ya papa ganti celana panjang dulu " Ucap pak andi lalu berlari masuk kerumah.
Candra memberitahu jika pak andi akan ikut dan masih berganti celana. Aluna hanya mengangguk saja sambil memainkan ponselnya mengetikkan pesan kenomor mala.
__ADS_1
[ Kak mala lagi dimana ? Makan bakso yok di dekat papbrim itu loh. Aku , candra sama papa mau jalan kesana . ] Tulis aluna dan mengirimnya ke mala.
Pesan langsung dibacaa mala dan terlihat mala sedang mengetik balasannya.
Tring....
[ Maaf ya Lun, aku masih belanja sama teman nih. Nanti deh kapan - kapan kita makan bareng . Bagaimana kalau malam minggu besok kita makan malam bareng ]
[ Oh iya kak tidak apa - apa. Ok, nanti malam minggu makan malam dirumahku saja ya kak ]
[ Baiklah adikku sayang ]
Aluna tidak membalas pesan mala lagi karena pak andi dan candra sudah masuk mobil. Candra segera menjalankan mobilnya menuju arah papbrik dimana tukang bakso langganannya berjualan.
" Tumben papa mau ikut , biasanya setiap kami pergi papa selalu tidak mau ikut. Makanya tadi kami tidak menawari papa , maaf ya pa tadi juga tidak sempat pamit. Aluna asal aja langsung ke mobil. Habis tadi aluna itu kesal sama mas candra " Seru aluna dengan wajah cemberutnya.
" Kenapa lagi ? Sudah mau jadi orang tua kok masih saja ngambekan , memang apa yang buat kamu kesal?" Tanya pak andi ingin tahu alasan aluna marah dengan candra.
Alunapun menceritakan kekesalannya saat dikampus tadi siang. Pak andi hanya menanggapinya dengan senyum - senyum, ternyata hanya masalah kecil yang membuat aluna sampai marah.
* Dasar ibu hamil, padahal yang salah bukan candra. Hemm.. Yang sabar saja kamu can menghadapi ibu hamil yang satu ini * Gumam pak andi dalam hatinya.
Mobil yang dikendarai candra sudah sampai ditempat tujuan. Candra lebih dulu turun lalu berlari kearah pintu samping untuk membukakan pintu sang ratunya agar tidak marah lagi.
" Terimakasih suami ku sayang " Ucap aluna yang sudah kembali romantis.
" Sama - sama istriku sayang " Jawab candra.
* Dasar pasangan yang aneh, semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian berdua * Gumam pak andi .
*********
Mobil mala dari pemberian marko saat ini dipakai oleh meri, karena mala sudah menikah dan surya juga ada mobil. Mala sendiri memang sudah pindah kerumah surya , meri tinggal seorang diri. Daripada mobil tidak terpakai sementara mala meninggalkannya dirumah mamanya. Mamanya juga pasti butuh kendaraan untuk belanja stok warung, menggunakan motor susah saat barang belanjaannya banyak.
Saat ini mobil itu harus diperbaiki karena sudah beberapa kali mogok saat dibawa belanja. Meri membawa mobil itu kebengkel marko, didaerah itu bengkel mobil hanya ada punya marko saja.
" Mau apa kamu datang kesini ? Mau ganggu samiku ? Dasar janda gatal !" Sentak julia saat melihat keberadaan meri ada di bengkel sang suami.
" Heh...ini itu tempat umum, lagipula aku datang kesini bukan untuk bertemu dengan suami kamu. Aku kesini karena mau memperbaiki mobil , itu lihat mobil nya masih diperbaiki. Makanya punya mata itu dibuka lebar - lebar jangan datang - datang langsung marah !" Jawab meri dengan sewot.
Siapa yang tidak marah jika dituduh yang tidak - tidak , padahal niatnya datang memang untuk memperbaiki mobil. Bahkan sudah tiga puluh menit dia duduk dibengkel sama sekali tidak melihat batang hidungnya marko.
Julia menatap sinis kearah meri, meripun tidak kalah sinis memandang Julia.
" Jangan lupa wanita tua ini nanti suruh bayar tagihannya, jangan maunya gratisan. Enak saja dia mau yang gratisan , mobil saja sudah gratis masak iya servise juga mau graris. Modal dong, jangan bisanya cuma pengeretan doang " Ucap Julia membuat meri tersinggung.
Plak.. Plakk
Dua tamparan mendarat sempurna dipipi Julia. Pipi julia sudah seperti tempat pemberhentian tamparan, siapapun sudah pernah menampar Julia. Pipi itu seakan sudah berasa tebal.
__ADS_1
Julia memegangi pipinya yang memerah akibat tamparan yang diberikan oleh meri.
" Dasar wanita tua. Beraninya asal tampar saja, kamu kira aku tidak berani melawan mu ! Kamu itu sudah tua dan tenagamu tidak sebanding dengan ku, bila perlu ayom kita keluar dari bengkel dan kita duel diluar" Tantang Julia sambil berkacak pinggang.
Meri melihat kearah sekitarnya, para karyawan bengkel menghentikan pekerjaanya dan melihat kearah keributan. Begitupun dengan pengunjung yang sedang menunggu mobilnya diperbaiki , mereka semua memandang kearah meri dan julia.
" Buat apa duel ? Mau mempermalukan dirimu sendiri ? Kamu itu bodoh apa tolol sih? Mobil itukan memang diberikan kepada mala dan mala itu anak marko, jadi sudah sewajarnya marko menafkahi anaknya. Memangnya kamu punya anak tidak mau mengurus dan mengakuinya. Ibu macam apa kamu. ?" Tanya meri dengan santainya.
" Tidak perlu mengomentari urusan ku. Kamu takutkan duel dengam ku ?" Ucap Julia sambil terkekeh.
" Dasar wanita gila. Aibnya dibuka kok tertawa" Jawab meri sambil tersenyum sinis.
Mendengar ada keributan diluar membuat marko keluar dari ruangannya dan melihat ada ribut apa dibengkelnya. Saat marko sudah ada diluar dia terkejut ternyata meri dan julia yang sedang ribut dan menjadi tontonan para karyawannya dan pelanggan bengkelnya. Marko mendekat dan melerai keributan mereka berdua , marko tahu pasti julia yang jadi biang utamanya. Dimana tempatnya pasti julia yang memulai mencari masalah.
" Kenapa kalian ini kalau bertemu selalu ribut dan ribut terus ? Julia,ini pasti kamu biang keladinya ? Iya kan ?" Tanya marko serius.
" Sayang kok kamu menyalahkan aku? Seharusnya kamu itu membelaku, disini itu aku yang istri kamu. Atau jangan - jangan kamu memang sengaja memgundang dia datang kesini dan ketemuan disini agar tidak ketahuan dengan ku. Dasar licik kalian " Seru Julia dengan kesal.
" Jangan buat aku marah Julia , apa kamu mau aku tampar dihadapan orang - orang. Belum cukup selama ini aku menghajarmu, aku paling tidak suka dicurigai dan dibantah. " Seru marko dengan kesal.
Julia sendiri langsung diam namun tatapan matanya tetap tajam kearah meri. Dia sangat - sangat membenci wanita yang bernama meri. Mungkin saja jika dia tahu masalalu antara mala dan marko dia juga akan membenci anak tirinya itu. Beruntungnya julia memang tidak pernah tahu hubungan masalalu mala dan marko.
" Meri , maaf ya atas ketidak nyamanannya. Oh iya kamu datang untuk servise mobilnya mala ya ?" Seru marko dengan ramah.
" Iya, tapi istri labilmu ini justru menuduhku yang bukan - bukan. Dia menuduhku jika aku datang untuk menggodamu dan dia mengatakan jika aku ini janda gatal. Dasar istrimu ini, kok mau kamu menikahi wanita labil seperti ini. Sepertinya dia ini sudah gila,awas kamu harus hati - hati " Ucap meri sengaja membuat julia kembali terancing emosi.
" Hehhh...wanita tua ! Jangan asal bicara mu, kamu itu yang labil. Maklumlah janda tua lama tidak dibelai jadi kalau bicara tidak punya aturan. Makanya menikah dong jadi ada yang membelainya " Ucap julia.
" Julia !!" Bentak marko dengan lantang.
Suara marko menggelegar diseluruh ruangan bengkel , dia tidak perduli lagi dengan tatapan heran pelanggan bengkelnya. Saat ini yang ada dia tidak suka dengan cara bicara julia.
" Pulang !" Bentak marko lagi.
" Tapi sayang ...."
" Kataku pulang ya pulang !" Bentak marko lagi tidak memberikan julia kesempatan untuk membela diri.
Dengan takut julia mengangguk lalu berbalik arah dan berjalan meninggalkan bengkel. Meri sama sekali tidak menyangka jika julia seberani itu dengan marko. Bahkan sempat ingin membantah perkataan marko, meri akui nyali julia memang luar biasa.
" Marko jangan terlalu keras dengan istrimu . Kasihan dia, dia itu masih seumuran dengan mala. Kamu harus lebih sabar menghadapi dia. " Ucap meri mencoba bicara agar marko tidak bersikap kasar terhadap julia.
" Aku bosan dengan sikap manja dan arogantnya itu Mer . Dia itu sudah keterlaluan Mer, dia kalau marah tidak tahu tempat. Benar kata kamu jika dia itu labil tapi aku juga bosan kalau harus mengalah dan selalu sabar begini. " Ucap marko akhirnya curhat juga dengan meri.
" Kamu nasehati dia baik- baik. Siapa tahu saat kamu bicara pelan dan lembut dia bisa mengerti dan memahaminya " Ucap meri lagi.
Akhirnya mobil meri sudah selesai diperbaiki, saat meri ingin membayar tagihannya ternyata marko menggeratiskannya karena itu adalah mobil pemberiannya untuk mala, jadi kapanpun datang untuk memperbaiki mobil tidak dipungut biaya sedikitpun.
*********
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️