Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Menjenguk mala


__ADS_3

πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


Sampai sore candra dan pak hadi masih berada di ruangan nya, di ruangan itu juga ada pak tirta yang datang untuk menyelesaikan masalah uang 2,5 milyar yang sudah dia korupsi. Belum ada kesepakatan antara candra dan pak tirta soal pembayaran dengan menggunakan sertifikat tanah yang dimiliki pak tirta.


" Saya hanya punya tanah ini, setelah di cek tanah ini laku sekitar 800 juta. Tanah ini sangat luas pak candra, saya mohon terimalah tanah ini sebagai pengganti uang itu. Bukan hanya tanah ini tapi nanti saya akan menjual rumah dan mobil baru yang saya punya, dan ada sedikit tabungan istri saya juga " Ucap pak tirta memohon karena dia tidak mau di penjara.


" Anda kira menjual rumah itu gampang dan mudah !! Saya hanya memberi anda waktu 1 minggu dan sudah berjalan 2 hari. Tinggal 5 hari lagi.. Hemm...begini saja bagaimana kalau rumah mu itu sekalian kamu serahkan kepada ku. Aku akan membelinya dengan harga yang sesuai. Tapi aku harus tahu dulu model rumah dan ukuran nya. " Ucap candra dengan senyum sinis.


Pak tirta mengangguk setuju, lagi pula orang yang akan membeli rumah nya juga belum deal. Baru melakukan tawar menawar saja. Rumah pak tirta yang sekarang memang terlihat mewah, karena habis renovasi menghabiskan dana sekitar 200 juta. Dan di taksir sekitar 1 milyar lebih bisa laku.


" Baiklah pak candra, jika anda mau sekalian sama mobil saya saja Tuan. " Ucap pak tirta.


" Mobil mu kamu jual sendiri saja,lagi pula itu kan mobil baru. Baru kamu beli dengan menggunakan uang pabrik. Kamu balikan saja ke showroom mobil nya. Makanya jangan suka main judi, kalau judi pakai uang mu sendiri tidak masalah. " Seru candra kesal.


" Kamu setuju membeli rumah dan tanah itu Can ?" Tanya pak hadi.


" Apa boleh buat pak daripada uang itu tidak kembali. Tapi sepertinya tanah dan rumah itu pun belum cukup untuk membayar kerugian yang dia ambil. " Ucap candra.


Pak hadi memang belum sepenuh nya meninggalkan pabrik, dia akan pensiun jika urusan dengan pak tirta sudah selesai. Menurut nya pak tirta masih tanggung jawab nya, karena dia korupsi saat pabrik dipimpin nya.


" Nanti saya akan jual mobil, dan jika tidak juga ada sedikit tabungan istri saya " Ucap pak tirta serius.


" Baik saya tunggu janjimu. Tapi ingat kamu hanya punya waktu 5 hari. Jangan lupa sertifikat rumah mu juga segera bawa kehadapan ku !" Ucap candra penuh penekanan.


" Baik pak candra, saya akan segera memberikan surat rumah kepada anda. Besok saya akan datang lagi kesini membawa surat rumah saya, ini surat tanah saya tinggal dulu. Oh iya pak , apa saya bisa bekerja lagi di pabrik ini ?" Tanya pak tirta penuh harap.


" Pabrik ini tidak butuh orang yang suka korupsi seperti anda !! Cepat tinggalkan ruangan saya, karena saya juga akan segera pulang. Istri dan mertua saya sudah menunggu di rumah. " Ucap candra mengusir pak tirta.


Tanpa banyak bertanya lagi , pak tirta pun pergi dari ruangan candra. Dengan langkah lunglai pak tirta meninggalkan paprik dengan berjalan kaki karena mobil nya sudah di kembalikan ke pabrik.


*********

__ADS_1


Malam hari Aluna dan Candra menjenguk mala ke rumah sakit, mereka sedikit was - was takut jika ada pak tirta di rumah sakit. Jika pak tirta ada di rumah sakit bisa ketahuan oleh semua nya jika candra adalah pemilik pabrik pengolahan teh tempat mereka mencari rezki.


Namun sepertinya keberuntungan masih bersama Alun dan Candra, di ruang perawatan mala hanya ada mama meri dan Adit saja.


Ceklek...


Pintu ruangan mala terbuka dan masuklah candra dan aluna bersamaan.


" Kalian mau apa kesini ?" Tanya mama meri dengan ketus.


" Kami mau menjenguk kak mala ma. Bagaimana keadaan kak mala ma ? " Tanya aluna dengan sopan.


" Jangan sok perduli kamu. Kamu suka kan melihat aku masuk rumah sakit. Lagi pula kedatangan mu disini tidak aku butuhkan. Sudahlah lebih baik kalian pergi saja sana, jangan sok - sok baik atau perduli. " Seru mala kesal.


Mala dan Meri tidak suka dengan kedatangan Aluna dan suami nya. Apalagi saat ini mala sedang terbaring di rumah sakit karena keguguran, mereka menyangka jika Aluna datang untuk menertawakan keadaan mala.


" Ma,kak.. Aku datang kesini itu untuk menjenguk kakak. Ini aku bawakan makanan dan buah - buahan untuk kak mala. Mama dan adit juga bisa makan, ini banyak kok. Pasti kalian belum makan malam kan ?" Tanya Aluna.


" Bawa sini " Seru mama meri langsung merebut dua kantong plastik yang di bawa Aluna.


Satu plastik berisi buah - buahan segar, apel, jeruk dan anggur. Dan satu plastik lagi berisi 3 bungkus makanan yang di beli oleh Aluna. Nasi , ayam bakar lengkap dengan sambal dan lalapan nya.


" Kami kan bekerja ma " Jawab aluna singkat.


" Bekerja cuma sebagai buruh pabrik saja bangga " Ucap mama meri tetap menghina aluna dan candra.


Candra mengepalkan kedua tangan nya , dia benar - benar sudah hilang kesabaran menghadapi mama mertuanya yang sok kaya dan matre itu.


" Biarpun kami hanya buruh pabrik rendahan tapi kami punya uang dari hasil keringat sendiri dan tidak seperti kalian jika mau apa - apa mengandalkan orang lain. Kami tidak pernah minta makan kalian,terutama Aluna dari dulu dia memenuhi kebutuhan nya dengan uang nya sendiri. " Ucap candra dengan geram.


" Heleh.. Uang sedikit saja sombong. Menantu ku Adit tuh anak orang kaya dan banyak uang nya tapi tidak sombong. Iya kan dit ?" Seru mama meri meminta persetujuan adit.


Huuuffff...


Terdengar helaan nafas berat dari adit, sepertinya dia benar - benar frustasi dengan keadaan nya. Di tambah mulut mama mertua nya yang tidak bisa di atur.


" Iya Ma " Jawab adit singkat hanya mengiyakan ucapan mama mertua nya agar segera diam itu mulut mertua nya.


" Kalian di bandingkan dengan adit tidak ada apa - apa nya. Ibarat nya adit langit kalian bumi nya, sangat jauh kan perbedaan nya" Ucap mala ikut menambahi.

__ADS_1


Adit hanya diam saja menyimak perdebatan yang terjadi di hadapan nya. Dia akan bicara jika di suruh bicara, dia tidak mau menambah masalah dan beban fikiran nya.


" Suatu saat nanti kalian pasti akan menyesal setelah mengetahui siapa diriku. Ingat jangan pernah meminta pertolongan kepada ku maupun kepada Aluna !" Seru candra dengan geram.


" Hello... !! Memang nya kamu siapa ? Anak presiden atau orang kaya raya tujuh turunan ? sampai kapan pun kami tidak akan meminta pertolongan kepadamu. Dasar miskin, sudah miskin sombong. Memang kami butuh orang muskin seperyi mu ?. Kalau sudah miskin ya miskin saja tidak perlu belagu " Ucap meri lagi.


" Mama , Mala sudah ! Jangan di ribut di sini lagi, ini itu rumah sakit. Kalau mama dan mala ribut bisa -bisa kita di usir darisini. Kamu juga Candra, Aluna . Lebih baik kalian pulang saja, kedatangan kalian justru bikin ribut saja " Ucap adit akhirnya ikut buka suara.


Aluna dan Candra hanya saling pandang, sepertinya memang mereka salah menjenguk mala. Sudah di jenguk bukan nya berterimakasih tapi justru ngajak ribΓΉt terus . Apalagi adit juga sudah menyuruh mereka untuk pergi walau memakai bahasa yang tidak sopan.


" Aluna kita pergi dari sini " Ucap candra .


" Iya kak. " Jawab aluna singkat.


" Pergi sana. Kedatangan kalian tidak kami harapkan. " Sentak mama meri.


Tanpa menunggu lama aluna dan candra pun langsung keluar dari ruang inap mala tanpa berpamitan terlebih dahulu.


" Dasar anak tidak tahu diri. Sudah miskin tapi belagu , sombong nya minta ampun" Gerutu meri kesal sambil membuka makanan ayam bakar yang di bawa oleh Aluna.


" Ma aku mau dong makanan itu, tadi makan makanan dari rumah sakit belum kenyang ma. Mana makanan nya tidak enak. " Seru mala.


" Iya ini ada 3 ,buat adit juga nih. Dit kamu makan dulu, dari tadi mama tidak melihat mu makan. Kalau kamu sakit juga kan malah repot. " Seru mama meri .


" Iya ma "? Jawab adit singkat.


Adit pun mengambil satu kotak makanan yang di berikan mama mertua nya dan segera memakan nya karena memang dia sudah lapar.


Ting... Notifikasi pesan masuk dari ponsel mama meri. Dengan cepat meri mengambil ponselnya, berharap itu laporan mbanking tranaferan dari suami nya. Tapi ternyata foto bukti pembayaran rumah sakit yang sudah di bayarkan oleh suami nya .


[ Ini foto bukti pembayaran biaya rumah sakit mala sampai besok siang. Jadi besok siang mala sudah boleh pulang, ketemu saja di rumah. Aku tidak bisa ke rumah sakit karena aku pulang sore ]. Pesan yang dikirimkan pak andi kepada istrinya.


* Papa sudah membuat aku kesal. Kenapa langsur bayarin begini tidak di transfer uang nya,papa kamu sudah buat mama marah * Gumam mama meri.


********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK πŸ™πŸ™


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK. JIKA ADA IKLAN JANGAN DI SKIP YA KAK πŸ™β€οΈβ€οΈ

__ADS_1


TERIMAKASIH πŸ™β€οΈβ€οΈ


__ADS_2