Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Mala dan meri protes


__ADS_3

💞💞💞💞💞💞💞💞


.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


" Apa yang kamu lakukan mala !!" Bentak salah satu mahasiswa laki - laki yang bernama Heru.


Mala tiba - tiba mendorong aluna samapai aluna terjeremah menabrak meja yang ada di depan mala. Aluna tidak bisa menghindar karena pergerakan mala sangat tiba - tiba.


" Ahh maaf tadi aku kaget karena kamu tiba-tiba ada di hadapan ku. " Ucap mala beralasan.


" Bagaimana kamu tidak tahu kalau ibu Aluna ada di depan mu ? Jangan alasan deh kamu mala " Seru heru tidak suka dengan mala.


Melihat ada perdebatan antara mala dan heru membuat aluna membuka suara. Dia tidak mau di hari pertamanya mengajar ada keributan yang akan membuat kelas tidak nyaman dan akan memberi dampak buruk pada dirinya. Padahal setelah menjadi asisten dosen ini dia beeharap setelah S2 nya selesai bisa menjadi dosen di kampus ini.


" Sudah tidak apa - apa. Sekarang kita lanjutkan pelajaran nya. " Ucap aluna berjalan kembali kedepan.


Mala tetap menatap tidak suka kearah aluna, dan dia sangat berharap jam kelas aluna segera berakhir agar dia tidak melihat Aluna lagi.


" Kamu tidak suka dengan asdos itu ?" Tanya Rita teman yang duduk di samping Aluna.


" Iya fit, aku tidak suka. Sepertinya dia sok kecantikan dan sombong.." Serua mala beralasan jika aluna sombong dan sok kecantikan.


" Sepertinya begitu sih. Tadi sih sempat kagum, tapi saat dia mendekatimu tadi sepertinya dia sombong dan juga sok pintar. " Seru Rita lagi.


" Ssstt... Jangan ribut nanti kita ngobrol di kantin saja. Sepertinya Asdos ini biarpun masih muda tapi menakutkan " Seru Jesi menghentikan mala dan rita untuk terus mengobrol agar tidak mengganggu temannya yang lain.


Aluna kembali melanjutkan materinya, tanpa terasa kelas aluna pun sudah habis. Aluna mengakhiri materinya dan segera keluar dari kelas. Hari ini aluna hanya masuk kelas Mala saja, begitupun besok dia masuk kelas aluna lagi.


* Aku akan mengdukan semua ini kepada mama, ini tidak bisa dibiarkan. Papa sudah membohongi aku dan mama , diam - diam papa menguliahkan aluna * Gumam mala sambil mengepepalkan tangannya.


" Heii.. Lo ngapa sih dari tadi kita perhatiin kayaknya emosi begitu." Tanya Jesi.


" Iya nih jadi gak asik tau" Gerutu rita menambahi.


" Gue lagi males tuh sama asdos yang sok cantik, baru kali ini ada orang yang bikin aku kesal. Apalagi dia cuma asdos, pak hanum saja tidak pernah memarahi ku. Tapi Asdos sialan itu berani memarahi ku " Ucap mala mencari pembelaan dari kedua temannya.


" Kok bisa sih asdos masih semuda itu, padahal usia nya juga tidak jauh dari kita. Apa kalian yakin dia itu sudah lulus S1 dan saat ini sedang mengejar S2 nya , apa mungkin dia nembak ya." Seru rita berprasangka buruk.


Mala menyeringai licik, sepertinya yang dibicarakan rita benar juga. Mala berprasangka buruk terhadap aluna, mana mungkin aluna sudah selesai S1 dan saat ini sedang menempuh S2.


* Hemmm... Aku harus menyelidikinya dan aku juga harus menanyakan semua ini sama papa. Kenapa papa menyembunyikan semua ini kepada mala dan mamanya * Gumam mala.

__ADS_1


*******


" Mama....Ma.... Mama dimana ?" Teriak mala pulang dari kampus langsung berteriak memanggil mamanya.


Meri yang ada dikamar lantas langsung keluar karena tidak tahan dengan teriakan mala. Dengan kesal dia langsung menghampiri mala dan menanyakan ada masalah apa sampai mala berteriak tidak jelas seperti itu.


" Ada apa sih mala ? Ini itu di dalam rumah tapi kamu teriak - teriak seperti di sawah. Apa tidak bisa pulang itu saat masuk mengucapkan salam " Seru mama meri kesal.


" Ihh mama apaan sih ? Tumben mama ceramah ?" Tanya mala heran karena tumben sang mama bicara dengan benar.


" Biarpun begini mama tahu kalau cuma soal mengucapkan salam. Memangnya ada apa sih sampai kamu teriak begitu ? Menang undian atau dapat hadiah lagi dari jeng sita ?" Tanya mama meri.


Mala yang tadinya lupa tujuan dia memanggil mama nya karena ada hal yang ingin dia sampaikan. Mala pun mengajak mama nya duduk di sofa dan mulai menceritakan kejadian dikampus.


" Mama tahu tidak kalau Aluna itu sekarang jadi asisten dosen di kampus mala dan dia yang mengajar kelas mala menggantikan pak hanum. " Seru mala dengan serius.


" Hahhh... Kok bisa anak bodoh itu menjadi asdos ? " Tanya mama meri tidak percaya.


" Aku juga tidak tahu ma. Pasti diam - diam papa menguliahkan aluna bahkan saat ini dia sedang menempuh S2 ma. Kalau begini bisa gagal rencana kita untuk memisahkan aluna dengan candra, karena tante sita pasti memilih Aluna yang sudah jelas - jelas S2. Aku kan S1 saja belum selesai. " Ucap mala dengan wajah cemberut.


" Papa mu memang tidak bisa dibiarkan. Bisa-bisanya dia membohongi kita. Lagi pula kenapa anak itu sudah menempuh S2 padahal dia lulus sekolah juga bareng sama kamu, seharusnya dia masih kuliah S1 bareng kamu juga. " Uca mama meri dengan bodohnya tidak menyadari jika anak kesayangannya adalah mahasiswa abadi.


" Bisa jadi aluna bermain curang ma, masak iya secepat itu dia sudah menempuh S2 nya. Hemm... Ini patut di curigai , siapa tahu sebelumnya dia ada main dengan salah satu dosen atau dekan nya. Dasar Aluna, muka sok polos tapi kelakuan menjijikan. " Seru mala menyeringai sinis.


Mama meri mengangguk setuju dengan yang dikatakan Mala sang anak tersayangnya. Mama meri pun menyuruh mala beristirahat dan akan membicarakan masalah ini dengan papanya setelah makan malam .


" Pa, setelah makan mama mau bicara " Ucap meri agar suaminya setelah makan tidak masuk keruang kerjanya.


" Soal ART lagi ? Kalau soal itu papa sudah tegaskan tidak ada ART dirumah ini. Ada mala yang bisa membantu mengurus rumah. Lagi pula mala itu sudah dewasa, pakaian dia sudah sewajarnya dia urus sendiri. Tidak bisa masak tapi dia bisa bantu bersih - bersih. " Ucap pak andi lalu menyudahi makannya.


" Bukan soal ART pa " Jawab meri sambil melotot kearah mala yang hendak menyela perkataannya.


Mala tadi ingin menyela karena dia tidak setuju dengan papanya yang memintanya untuk membantu pekerjaan rumah tapi sudah terlanjur dipelototi oleh sang mama.


" Baiklah papa tunggu di ruang keluarga " Seru pak andi bangkit meninggalkan meja makan.


" Kamu bantuin mama membereskan ini semua, biar cepat. Setelah itu kita temui papa mu, jangan membantah" Ucap meri yang melihat gelagat mala yang tidak setuju dengan perintahnya.


Dengan terpaksa mala mengikuti perintah mamanya , namun dia hanya membereskan meja makan saja dan membiarkan mamanya mencuci perabot sendirian.


" Apa yang ingin mama bicarakan , langsung saja karena papa ada pekerjaan yang harus papa selesaikan " Ucap pak andi tidak mau berlama - lama.


Huufff...


Mama meri menghembuskan nafas dengan panjang. Tidak tahu kenapa dia merasa gugup untuk bicara dengan suaminya sendiri, karena pak andi sekarang jika marah sangat menakutkan .


" Apa papa membohongi mama dan mala ?" Tanya mama meri.

__ADS_1


" Bohong soal apa ?" Tanya pak andi heran.


" Diam - diam papa menguliahkan Aluna, padahal mama kan sudah bilang jangan menguliahkan Aluna karena Aluna itu anak yang bodoh dan akan buang - buang uang saja. Lebih baik papa fokus menguliahkan Mala agar dia cepat menjadi sarjana dan dapat pekerjaan yang bagus. " Ucap mama meri dengan tidak tahu malu nya memprotes pak Andi.


Pak Andi mengernyitkan keningnya, dia heran kenapa istrinya dan mala bisa tahu jika Aluna berkuliah. Bahkan menuduh pak andi yang membiayai nya.


" Kenapa kalian bisa tahu jika Aluna kuliah ?" Tanya pak andi ingin segera tahu.


" Karena tadi aluna jadi Asdos dan dia mengajar kelas mala pa. Mala malu pa, masak mala diajar adik mala sendiri. Beruntung tidak ada yang tahu jika mala dan aluna itu adik kakak. " Seru mala menggerutu.


Haaahaaahaaa Haaaaa


Bukannya kasihan , pak andi justru tertawa lebar. Dia menertawakan kebodohan mala yang tidak berkurang justru semakin bertambah.


" Kenapa papa malah tertawa?" Tanya mama meri.


" Bagaimana papa tidak tertawa, mama dan mala tadi mengatakan jika aluna itu anak yang bodoh. Tapi nyatanya anak yang bodoh itu sekarang jadi Asdos bahkan dia menyelesaikan S1 nya hanya dalam waktu 3 tahun dan saat ini sedang menempuh S2 nya yang setahun lagi juga akan selesai. Papa bangga memiliki anak seperti Aluna. Dan asal mama tahu, sepeserpun papa tidak membiayai kuliah Aluna, biaya kuliah Aluna dari beasiswa dan dia juga punya uang dari gaji nya bekerja di pabrik. " Ucap pak andi penuh penekanan.


Mala dan mamanya tidak percaya dengan ucapan papanya, biarpun beasiswa tetap masih ada kebutuhan lain yang harus aluna bayar. Seperti uang buku dan ada biaya praktek yang tidak masuk beasiswa.


" Papa jangan bohong ! Biarpun beasiswa masih ada uang yang tidak di tanggung beasiswa dan itu tidak sedikit. Darimana Aluna punya uang sebanyak itu kalau bukan dari papa ? Sedangkan pekerjaan Aluna hanya buruh pa, buruh pabrik. " Ucap mama meri tetap tidak percaya.


Brakkk....


Pak Andi memukul meja denga keras, dia sangat geram dengan istrinya yang tetap membenci Aluna. Beruntung Aluna segera menikah dan keluar dari rumahnya.


" Asal mama tahu, Aluna itu bukan buruh pabrik seperti mama kira. Dia benar bekerja di pabrik tetapi dia bekerja di bagian kantornya bahkan gaji dia setara dengan gaji papa. Itu baru anak yang bisa aku banggakan , bukan anak manjamu ini yang bisa nya hanya menghambur - hamburkan uang dan bikin malu keluarga.." Ucap pak andi menatap tajam mala.


Mala menunduk ketakutan, baru kali ini dia melihat papanya marah seperti itu. Ternyata benar , marahnya orang diam itu sangat menakutkan.


" Jangan kira papa tidak tahu apa yang sudah mama dan mala lakukan beberapa hari ini. Sekali lagi papa lihat kalian menghasut Aluna di hadapan mertuanya, papa akan mengusir kalian keluar dari rumah ini. " Ucap pak andi penuh ancaman.


" Aluna itu tidk coocok dengan candra ! Malah lebih cocok, dia cantik dan lebih modis. Dan mala tidak kampungan seperti Aluna.." Seru mama meri semakin berani.


" Dulu siapa yang menolak Candra ? Hahhh.... !! Bukannya mala yang menolak candra karena candra miskin dan kere. Sampai sekarang candra memang miskin, karena yang kaya itu orang tuanya bukan candra. " Ucap pak andi dengan sinis menatap istrinya yang di kepalanya hanya ada membenci Aluna.


Mala dan mamanya menatap kepergian pak andi, tubuh pak andi menghilang masuk ke ruang kerjanya. Semenjak kejadian beberapa minggu yang lalu pak andi lebih banyak menghabiskan waktu di ruang kerjanya dan terkadang juga tidur di ruang kerjanya


********


RATE BINTANG 5 NYA DULU KAK 🙏❤️❤️


MAAF YA KAK BARU BISA UP BAB BARU 🙏🙏


LIKE, KOMENTAR, VOTE,FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2