
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
HAPPY READING
" Apa kamu tidak malu bermesraan bahkan memacari anak kandungmu sendiri marko ?" Seru pak andi yang sudah berdiri didekat marko dan mala duduk.
Marko dan mala langsung mencari sumber suara dan mereka berdua pun terkejut saat melihat pak andi sudah berdiri di depan mereka. Marko langsung melepaskan pegangan tangannya nya dan sedikit menjauh dari mala. Marko malu hubungannya dengan mala diketahui oleh andi.
" Andi... Emm..ini bukan seperti yang kamu fikirkan. Aku dan mala memang ayah dan anak, kami berhubungan sebagai ayah dan anak saja tidak lebih. " Ucap marko berbohong.
Pak andi bukan anak kecil yang bisa dibohongi, sudah jelas marko dan mala sangat mesra. Apalagi mala pernah bilang jika dia berpacaran dan akan menikah dengan pria yang lebih dewasa.
" Papa ! Kebetulan ada papa disini. Emm... Pa ini marko pria yang pernah aku ceritakan sama papa. Papa bisa menikahkan aku dan marko ? Karena mama tidak menyetujui hubungan ku dengan marko, mungkin mama cemburu sehingga tidak menyetujuinya " Ucap mala benar - benar tidak tahu malu.
Perkataan mala membuat marko mengusap wajahnya dengan kasar. Susah payah marko berbohong untuk menutupi hubungan terlarang mereka , justru mala mengacaukannya.
" Jangan gila kamu mala ! Aku ini bukan papa kandung mu jadi aku tidak bisa menikahkan kalian. Dan kamu juga tahu kan kalau marko ini ayah kandung mu, sampai kiamat pun kalian tidak bisa menikah. Lebih baik kalian bertaubat dan sudahi hubungan kalian. Kalian itu berzina!!" Sentak pak andi dengan menekan kata Zina. Beruntung tempat yang mereka pilih tidak terlalu ramai sehingga tidak menjadi tontonan pengunjung yang lainnya.
Pak akbar dan yang lainnya itu mendekat, dan dia baru menyadari jika pria yang disebut - sebut marko itu benar teman kecilnya dulu. Aluna pun tidak percaya jika kakaknya akan senekat ini.
" Marko ? Kamu marko teman kita dulu kan, dia benar teman SD kita dulu ?" Tanya pak akbar.
" Iya Bar, dia marko teman SD kita. Kamu lihat dia berpacaran dengan anak nya sendiri. Aku sebagai pria yang mengurus dan menafkahi serta menyayangi mala dari kecil hanya bisa menasehati kalian, segera bertaubat dan sudahi hubungan kalian. " Ucap pak andi kembali mengulangi perkataannya.
" Tidak bisa begitu dong pa ! Aku dan marko ini saling mencintai, lagi pula saat ini aku sedang hamil. Hamil anaknya marko !" Ucap mala mengakui kehamilannya.
Semua yang ada disana hanya bisa beristighfar , kelakuan mala dan marko sudah seperti binatang yang tidak punya etika lagi. Halal, haram sudah mereka hantam. Bahkan sudah tahu jika mereka anak dan ayah tetap saja berhubungan.
__ADS_1
Aluna mendekati mala lalu bicara secara perlahan kepada kakaknya yang sangat dia sayangi itu, sampai detik ini aluna masih menghormati mala sebagai kakaknya tapi mala sama sekali tidak menganggap aluna sebagai adiknya.
" Kak apa kakak tidak takut dosa ? Laknat dan murka Allah itu sangat mengerikan kak , segera sudahi hubungan kalian. Berhubunganlah selayaknya anak dan ayah, jangan tambah lagi dosa kak mala" Ucap aluna menasehati mala.
" Jangan ikut campur urusan ku ! Kamu pasti irikan karena aku sudah bisa hamil lagi sedangkan kamu tidak hamil juga. Atau jangan - jangan kamu ini wanita mandul ? Duh kasihan sekali sih hidup kamu , awas suami kamu meninggalkan kamu gara - gara kamu mandul " Ucap mala dengan sinis.
Plaakk
Tamparan keras mendarat di pipi mulus Mala, dengan segera marko merengkuh mala dalam pelukannya dan mengusap pipi mala yang tida ditampar oleh aluna.
" Berani kamu menampar ku?" Tanya mala dengan tatapan menyeringai.
" Jangankan menamparmu membunuhmu pun aku berani. Sekarang kamu bisa berbangga diri dengan kehamilan mu, tapi apa kamu mikir ? Haahhh.... Kamu itu hamil dari hubungan zina dan lebih parahnya lagi kamu hamil dengan ayah kandungmu sendiri !! Bangga kamu ? Bangga ? Sekali lagi kamu mengatakan aku mandul aku akan mencakar wajah mu !" Ucap aluna penuh dengan amarah.
" Candra a
Candra mendekati aluna dan mengusap punggungnya dengan lembut. Pelan - pelan candra mengajak aluna menjauh dari mala, dia tidak mau aluna semakin terbawa dengan emosinya.
" Mala lebih baik kita pergi dari sini. " Ucap marko mengajak mala pergi.
***********
Pak andi maupun aluna tidak mau ikut campur dengan urusan mala dan marko. Mereka sudah cukup menasehati mau di dengar atau tidak yang penting mereka sudah pernah menasehati mala. Aluna sendiri sudah disibukkan dengan pekerjaan barunya, yaitu sebagai dosen di kampus tempat dia menuntut ilmu.
" Kak candra nanti tidak usah jemput aluna biar aluna pulang naim taksi online saja." Ucap aluna saat candra mengantarnya kekampus.
" Memang kamu pulang jam berapa sayang ?" Tanya Candra.
" Jam 2 kak. " Jawab aluna singkat.
" Hemm... Ya sudah nanti kamu naik taksi tidak apa - apa. Aku berencana mau membeli mobil untuk kamu sayang, agar kamu tidak naik taksi terus. Bagaimana kamu mau kan ?" Tanya candra serius.
" Aku tidak mau kak. Lagi pula aku juga jarang pergi- pergi, pergi cuma di kampus saja. Itupun pagi sama kak candra , atau kak candra memang tidak mau lagi mengantarkan aku ke kampus? Kak candra bosa mengantarkan ku ?" Seru aluna dengan wajah cemberut.
__ADS_1
Aluna langsung buang muka, dia menghadap ke arah jendela mobil memperhatikan kendaraan yang lalu lalang.
Huuuuhhhhh
Candra membuang nafas dengan kasar, dia merasa aluna akhir - akhir ini sensitif. Gampang marah dan gampang ngambek.
" Bukan begitu istriku yang cantik, ya sudah beli mobilnya tidak jadi. Kemanapun kamu pergi suami mu ini akan siap mengantarkan mu. Jangan ngambek lagi ya sayang " Seru candra merayu aluna.
" Bilang saja sih kalau memang sudah bosan " Ucap aluna makin cemberut.
" Tidak sayang, aku tidak mungkin bosan sama istriku tercinta. Kamu itu bidadari ku, kamu itu cintaku sayang ku. Jangan ngambek ya, jangan cemberut kita sudah sampai di depan kampus loh " Seru candra dengan lembut.
Aluna tersentak dan dia mengedarkan pandangannya benar saja mobil candra sudah berhenti di depan kampus. Aluna mencubit pinggang candra dengan kesal karena candra tidak memberitahunya jika sudah sampai di kampus.
" Aaaoouuwww... Sakit sayang " Seru candra pura - pura kesakitan.
" Kenapa gak bilang sih kalau sudah sampai kampus. Sengaja ya mau ngerjain aku, kak candra makin hari makin ngeselein ya. " Gerutu Aluna kesal.
* Hahh... Salah lagi ! Mood nya aluna kenapa bisa kadang - kadang gini sih. * Gumam candra dalam batinnya.
" Maaf ya sayang bercanda loh. heheee... Sudah jangan ngambek ya. Bagaimana kalau nanti malam kita jalan - jalan, kamu mau kemana dan makan apa saja akan aku turutin. " Ucap candra mencoba merayu aluna.
Aluna terdiam dan langsung mengiyakan ajakan suaminya. Sudah lama mereka tidak keluar malam, jadi tidak ada salahnya menerima tawaran dari sang suami.
" Aku mau makan pecel lele yang dekat pasar sana, aku kangen ayam bakar sama lele gorengnya . Hemmm... Pasti enak banget kak. " Seru aluna sambil menelan salivanya sendiri.
" Ok istriku " Seru candra sambil mengacungkan jempol tangan kanannya.
Setelah sepakat nanti malam akan keluar makan malam , aluna pun keluar dari mobil karena 20 menit lagi jam kelas nya akan dimulai. Dia harus menyiapkan materi mengajar terlebih dahulu.
************
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK .
__ADS_1
KLIK LIKE KOMENTAR VOTE FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA ❤️❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️