
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Sore harinya pak andi benar - benar pulang dengan di antar oleh candra dan aluna. Dan saat pak andi pulang rumah dalam keadaan kosong, beruntung aluna masih menyimpan kunci rumah yang masih tersimpan rapi didalam tasnya. Saat rumah dibuka rumah terlihay kotor dan berantakan seperti seminggu tidak dibersihkan. Bekas makanan instan dan cemilan bertaburan di lantai.
Mala dan meri benar - benar pemalas sama sekali tidak mau membereskan rumah. Apalagi sampah - sampah itu bekas makanan mereka berdua. Hampir satu jam aluna membersihkan rumah sehingga rumah lebih terlihat nyaman.
" Terimakasih ya nak. Papa minta maaf kamu harus calek - capek membereskan sampah - sampaj tadi. Papa tidak habis fikir sama mama mu dan kakakmu itu. Sampah bekas mereka makan saja tidak mau membereskan. Dan sekarang mereka entah ada dimana ?" Ucap pak andi sambil memijit kepalanya yang sudah mulai pusing.
" Sudah papa istirahat saja,tidak perlu difikirkan seperti ini. Ingat kondisi papa, kami akan disini menemani papa sampai mama atau kak mala pulang." Ucap aluna sambil mengusap lengan papanya.
" Kalian pulang saja tidak apa - apa. Mungkin sebentar lagi mereka juga pulang, apalagi ini juga sudah mau magrib." Ucap pak andi yang sebenarnya merasa tidak enak dengan candra karena sudah banyak merepotkan candra.
" Kami akan tetap menemani papa sampai mama dan kak mala pulang. Sepertinya sudah mau magrib, kita siap - siap sholat magrib berjamaah saja" Seru aluna.
Pak andi dan candra mengangguk, mereka semuapun bangkit dan menuju tempat wudhu. Benar saja selesai mereka berwudhu, adzan magrib berkumandang. Mereka menjalankan sholat magrib berjamaah. Selesai sholat mereka duduk diruang keluarga.
" Pa, Lun aku keluar dulu cari makan malam untuk kita. " Ucap candra meminta izin.
" Iya kak, jangan jauh - jauh di dekat minimarket itu ada nasi padang kok kak beli disana saja. " Ucap aluna.
" Iya , papa mau makan pakai lauk apa ? Terus kamu lun mau pakai apa ?" Tanya candra .
" Semua samakan saja sama kak candra." Aluna menjawab dengan cepat.
Candra mengangguk lalu mengambil kunci mobil yang ada di atas meja. Dia segera keluar untuk membeli nasi padang yang tadi sudah dikasih tahu oleh aluna.
" Loh bukannya itu mama meri ? Siapa pria yang sedang bersamanya itu ?" Tanya candra saat sudah sampai di depan rumah makan pandang.
__ADS_1
Candra mengurungkan niatnya untuk turun dari mobil karena dia melihat mama meri baru saja keluar dari rumah makan itu juga. Tapi meri dengan seorang pria yang sama sekali tidak candra kenal, meri dan temannya itu meninggalkan parkiran dengan mengendarai motor.
" Siapa pria tadi ya ? Mama meri terlihat begitu akrab bahkan mereka berboncengan dengan mesra. Beruntung aku sempat memfotonya, siapa tahu suatu saat nanti akan berguna " Ucap candra memasukan ponselnya kedalam kantong celana lalu turun dari mobil untuk membeli nasi padang.
Candra membeli 3 nasi padang dengan memakai lauk ayam bakar. Selesai membeli nasi padang candra langsung pulang karena sudah dittunggu aluna dan pak andi untuk makan malam.
Sesampainya dirumah candra masuk dan melihat mama meri sudah ada didalam rumah dan duduk bergabung dengan aluna dan pak andi.
" Nak candra darimana ?" Tanya mama meri dengan lembut.
" Ini dari beli nasi padang dekat mini market tante " Jawab candra dengan senyum jahilnya.
Wajah mama meri langsung terlihat gugup bahkan senyum palsunya yang tadi dia ukir dibibirnya kini telah sirna. Pasti dia kaget dengan ucapan candra tadi apalagi dia dan marko barusaja dari rumah makan yang sama.
* Gawat apa candra tadi melihat aku dan marko ya . ?* Gumam meri dalam batinnya.
" Mama kenapa ? Kok kelihatannya gugup begitu ?" Tanya pak andi heran.
" Oh tidak apa - apa pa. Ya sudah kalian makan malam saja, mama mau kekamar sekalian mau menghubungi mala. " Ucap meri berlalu menuju kamarnya.
*********
Akhirnya aluna dan candra memutuskan untuk menginap karena hari juga sudah malam. Mala juga sudah pulang dari satu jam yang lalu dan saat ini sedang ikut berkumpul bersama pak andi, aluna dan candra. Meri ada didapur sedang membuatkan teh, tumben sekalikan meri mau membuatkan teh .
* Beruntung tadi marko sudah mendapatkan obat ini, aku tahu harga nya lumayan mahal. Makanya aku minta sama marko agar aku bisa mendapatkan secara gratis. Malam ini akan menjadi malam yang spesial antara candra dan mala. Hemm... Setelah ini candra tidak bisa menolak mala * Gumam mama meri sambil mengaduk tehnya.
Setelah selesai membuatkan teh,meri membawa teh itu kedepan dimana para anggota keluarganya sedang berkumpul.
" Silahkan diminum tehnya " Ucap mama meri dengan senyum penuh kepalsuan.
" Terimakasih ma. " Jawab aluna merasa sungkan karena baru pertama kali ini dia dibuatkan teh oleh ibu kandungnya sendiri.
Ada rasa bahagia tersendiri saat melihat sikap mama meri yang sudah mulai berubah. Pak andi pu terlihat senang melihat perubahan sang istri.
* Ayuk minum Candra ! Aluna ! Aluna akan tertidur pulas dan candra akan penuh gairah dan disaat aluna tertidur mala akan masuk menggantikan peran aluna untuk melayani candra * Gumam mama meri tersenyum tipis dan tidak ada yang menyadarinya.
__ADS_1
Aluna dan candra mulai meminum tehnya,begitupun dengan pak andi. Teh pak andi dan mala aman, meri tidak mencampurkan obat apa - apa.
" Kalau papa mengantuk atau capek papa istirahat saja dikamar. Yuk kekamar mama antaer " Ucap mama meri pura- pura perduli.
" Iya papa istirahat saja. Teh ini habis aluna dan kak candra juga akan masuk kamar kok pa. " Seru aluna.
" Ya sudah papa minum teh lanjut di kamar saja ya. " Ucap pak andi lalu bangkit dan berjalan menuju kamarnya. Mama meri berjalan sambil mengedipkan mata kearah mala.
Kini diruangan itu hanya tinggal aluna, candra dan mala. Mala sudah tahu tentang apa yang sudah dilakukan mamanya.
" Kenapa tiba-tiba jadi panas seperti ini ? Atau memang mau hujan jadi panas nya tidak enak begini. " Ucap candra sambil mengibas - ngibaskan tangannya didepan wajahnya.
Namun rasa panas itu tiba - tiba membangkitkan jiwa kelakuannya. Aluna yang melihat candra kepanasan pu heran. Padahal cuaca cukup dingin, tetapi kenapa suaminya kepanasan.
Sedangkan mala mulai terasa mengantuk tapi dia masih bisa tersadar dan melihat candra yang mulai kepanaaan. Tanpa mala sadari dia tertidur di sofa ruang keluarga. Gejolak candra sudah tidak bisa dibendung lagi, candra langsung menarik aluna untuk masuk kamar.
" Kak candra kenapa ? " Tanya aluna khawatir.
" Tolong aku lun, tolong. Dan hanya kamu yang bisa menolong ku. Rasa panas ini semakin susah aku kendalikan." Ucap candra terengah - engah.
Aluna dan candra sudah berada didalam kamar , candra langsung merebahkan aluna dikasur dan langsung m3n9kun9kun9 nya.
" Kak candra " Seru aluna.
" Sepertinya mama mu sengaja memberi obat laknat itu didalam minumanku. Sehingga aku menjadi seperti ini " Ucap candra dengan suara yang sudah berat.
Aluna tidak percaya jika mama meri sepicik itu, dan beruntungnya aluna sudah selesai haid sore tadi sehingga magrib tadi sudah bisa sholat magrib. Malam ini akhirnya candra melakukannya kembali, malam ini candra melakukannya sedikit kasar karena efek obat yang diberikan oleh mama meri.
Gagal total rencana mu mama meri, noh simala malah molor di sofa .
*****
Rate bintang 5 nya dulu ya kak. 🙏❤️❤️
Like, komentar, vote, favorite serta berikan hadiahnya yang banyak. 🙏❤️
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️