Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Bobi menyesal


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Apa ? Kamu mau menikahi mbak julia sebagai syarat dia mau rujuk dengan pak marko ? Apa pak marko mau rujuk dengan mbak julia ?" Tanya pak Rt kepada anaknya saat anaknya menyampaikan keinginannya untuk menikah dengan Julia.


Bobi menyampaikan sesuai apa yang disampaikan oleh Julia. Dia hanya ingin menikahi julia sebagai syarat agar julia bisa kembali rujuk dengan marko. Namun sepertinya keinginannya itu akan ditentang oleh istrinya juga. Sebab sang istri mengizinkan bobi menikah saat dia sudah melahirkan.


" Iya pak. Kalau masalah pak marko mau rujuk atau tidak aku tidak tahu pak. Aku hanya mengikuti apa yang diminta julia. Ini juga sebagai bentuk rasa tanggung jawabku terhadap julia yang gara - gara aku harus diceraikan oleh pak marko. " Jawab bobi penuh keyakinan.


" Kamu mau menjadikan mbak julia istri keduamu untuk selamanya juga bapak tidak melarang bobi. Tapi kalau kamu menikahi mbak julia hanya agar dia bisa rujuk dengan pak marko kok terasa aneh ya ? Aku yakin pak marko saja tidak akan mau rujuk dengan mbak julia. Sudahlah bobi jangan membuat bapak semakin pusing, sekarang lebih baik kamu temui pak marko dan bahas masalah ini. Jika benar mereka mau rujuk tidak masalah kamu menikahi mbak julia terlebih dahulu, tapi jika pak marko menolak kamu tetap akan menikah dengan mbak julia tapi menunggu masa iddahnya selesai dan menunggu istrimu melahirkan " Ucap pak rt dengan tegas.


" Mas, terserah jika kamu mau menikah dengan mbak julia. Tidak perlu menunggu aku selesai melahirkan tetapi tunggu sampai masa iddah mbak julia selesai. " Ucap istri bobi.


Bobi semakin pusing dibuatnya, masalah datang karena dirinya sendiri yang menciptakan . Bobipun mengikuti saran bapaknya untuk menemui marko, dia keluar rumaj dengan mengendarai motor maticnya menuju bengkel mobil milik marko. Dengan hati yang takut - takut jantung yang dag dig dug, bobi memberanikan diri menemui marko dibengkelnya.


Bayang beberapa hari lalu saat marko menghajarnya masih teringat jelas dalam ingatannya. Ada rasa takut jika marko akan menghajar dan memukulnya lagi. Rasa ngilu dihidungnya masih terasa sampai sekarang.


Motor yang dikendarai bobi sudah sampai didepan bengkel milik marko. Beberapa karyawan terlihat sedang membereskan bengkel dan pelanggan bengkelpun sudah tidak ada. Sepertinya bengkel tutup lebih cepat, padahal baru jam 3 sore.


" Cari siapa mas ?" Tanya karyawan bengkel.


" Eh... Emmm, apa pak markonya ada ? " Tanya bobi dengan terbata - bata.

__ADS_1


" Ada, mas masuk saja dan temui beliau diruangannya. Jangan lupa ketuk pintu dulu sebelum masuk ruangannya " Ucap karyawan bengkel.


" Baik , terimakasih mas " Jawab bobi lagi.


Bobi melangkah masuk kebengkel dan menuju ruangan yang tadi ditunjuk oleh karyawan bengkel. Bobi mendekati ruangan itu dan dengan takut - takut mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu. Akhirnya bobi memberanikan diri untuk mengetuk pintu ruangan marko.


Tok Tok Tok


" Masuk " Seru marko dari dalam.


Dengan jantung yang semakin tidak aman dan dag dig dug, bobi membuka pintu lalu masuk menemui marko. Melihat kedatangan bobi yang tanpa sebab membuat marko memicingkan mata kearah bobi. Dia heran ada urusan apalagi bobi datang menemuinya.


" Maaf pak marko saya datang mengganggu bapak. Ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengan bapak . Apa pak marko ada waktu ?" Tanya bobi takut - takut.


" Duduklah dan segera bicaralah , waktuku tidak banyak. Aku lelah dan ingin segera beristirahat " Ucap marko terdengar sangat tegas membuat bobi semakin takut untuk membuka pembicaraan.


Bobi masih duduk dengan diam sambil memilin ujung kemejanya. Jantung nya benar - benar tidak aman, berdetak lebih kencang seperti genderang perang. Melihat bobi yang terus saja diam membuat marko kembali meminta bobi untuk bicara.


" Emm... Pak, apa pak marko ingin rujuk dengan julia ? Maaf saya harus menanyakan hal ini sama bapak karena mbak julia memintaku untuk segera menikahinya sebagai syarat untuk bisa rujuk dengan pak marko , sesuai dengan ketentuan agama " Ucap bobi akhirnya berani menyampaikan maksud kedatangannya.


" Aku tidak akan pernah rujuk dengan julia. Kalau kamu mau menikahi dia tidak ada masalah, sah - sah saja tapi tunggu sampai masa iddahnya habis dulu. " Seru marko dengan tenang.


" Tapi apa pak marko tidak bisa kembali dan rujuk dengan julia ? Agar aku tidak menikahinya, bagaimanapun aku sudah mempunyai istri yang sangat aku cintai dan sayangi, sekarang juga sedang hamil. Tolonglah pak marko rujuklah dengan julia " Ucap bobi memohon penuh harap agar marko bisa rujuk dengan julia.


Bbrraaakkkk


Marko marah dan memukul meja cukup keras. Bagaimana bobi mau bersikap seenaknya saja, dengan mudahnya dia meminta agar marko mau rujuk dengan julia. Dia sudah meniduri istri marko berarti dia juga harus siap dengan konsekuensinya.

__ADS_1


Tatapan marko tajam kearah Bobi, seperti singa lapar yang siap kapanpun ingin menerkam mangsanya dengan sangat ganas. Bobi menunduk takut melihat tatapan marko, bahkan saat ini badannyapun gemetaran.


" Dasar kurangajar kamu ! Apa kamu mau aku pukul seperti waktu itu?. Seenaknya kamu menyuruhku untuk rujuk agar kamu bebas tidak menikahi julia. Jangan mau enaknya kamu ! Lebih baik sekarang kamu pergi dari sini sebelum aku mematahkan kaki dan menghajar wajahmu lagi " Ucap marko dengan marah.


Dia memang sedang banyak masalah, lelah dan capek tapi justru bobi datang membuat masalah baru yang membuat dia semakin marah dan ingin menendangnya keluar dari ruangannya.


Mendengar marko berteriak membuat wito berlari dan masuk ruangan marko tanpa permisi. Dia takut marko menghajar habis bobi , sebab wito tahu jika bobi adapah orang yang menjadi selingkuhan julia.


" Ada apa ini pak ? Apa perlu saya seret anak itu keluar ruangan bapak" Seru wito.


" Kamu bawa anak ingusan tidak tahu malu ini keluar dari ruangan ku. Jika dia tidak mau paksa dia untuk keluar dan seret dia " Ucap marko dengan tegas.


" Ok pak siap " Jawab wito santai.


Wito menarik tangan bobi dan membawanya keluar namun bobi mencoba berontak karena dia masih ingin bicara dengan marko.


" Pak tolong saya sekali ini saja pak. Saya mau menikah dengan julia sebagai syarat dia bisa rujuk dengan bapak. Demi anak dan istri serta keutuhan rumah tangga saya pak. " Seru bobi dengan keras.


" Tidak akan pernah aku rujuk dengan wanita murahan itu " Ucap marko dengan tegas.


Akhirnya wito berhasil menarik bobi keluaar dari ruangan marko dan dihempaskan dihalaman depan oleh wito. Sangat beruntung bobi tidak menabrak motornya, bobi mengusap sikunya yang sakit dan lecet karena wito menghempaskannya terlalu kuat.


" Kamu lebih baik pergi saja, jangan sampai pak marko menghabisimu. Kamu belum tahu bagaimana pak marko kalau marah. Bisa habis kamu sama dia " Ucap wito menasehati bobi.


" Baik aku akan pergi. Sampaikan salam maaf ku untuk pak marko " Seru bobi akhirnya pergi meninggalkan bengkel mobil marko yang saat ini merangkap tempat tinggal marko.


Bobi mengendarai motornya dengan pelan, sebab siku kanan nya terasa linu dan perih. Bobi menyesali kedekatannya dengan julia, nafsu sesaat sudah menghancurkannya. Masih beruntung dia anak dari pak Rt, sehingga warga masih ada rasa sungkan. Kalau tidak mau tidak mau pasti saat itu juga mereka akan diarak kampung.

__ADS_1


* Aku sangat menyesal . Seandainya saat itu aku mendengarkan kata - kata kardin mungkin semuanya tidak akan menjadi seperti ini * Gumam bobi dalam hatinya.


********


__ADS_2