Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Anak laki - laki


__ADS_3

.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


HAPPY READING


Udara pagi di tempat tinggal sang mertua masih terasa sejuk, meskipun dikota rumah mertuanya tidak di pusat kota. Rumah masih banyak pepohonan dan bunga - bunga indah. Pagi ini pertama kalinya aluna ada di rumah suaminya, bahkan semalam bermalam tanpa suaminya. Ada rasa sedikit aneh dan canggung, karena baru pertama kali menginap tapi tanpa sang suami.


Aluna turun kelantai satu dengan pelan - pelan menuruni anak tangga. Aluna sudah mandi dan siap membantu bik tartik di dapur.


" Loh mbak aluna mau ngapain ke dapur?" Tanya bik tartik terkejut.


" Mau bantuin bibik masak. " Jawab aluna singkat.


" Sudah mbak aluna duduk saja, bibik buatkan teh ya. Diminum sambil nonton Tv atau baca koran, urusan masak itu biar bibik. " Seru bi tartik.


" Aku sudah terbiasa dengan urusan dapur bik, apalagi soal masak memasak. Aku mau masakin untuk suamiku dan mertuaku bik, karena setelah ini aku mau kerumah sakit mengantar makanan untuk suamiku. Emm... Ada ayam kan bik ? Aku mau masak ayam rica - rica sama capcay " Ucap aluna dengan senyum ramahnya.


Bik tartik tidak bisa menahan dan melarang keinginan aluna memasak. Apalagi aluna memang ingin masak untuk suami dan mertuanya. Bik tartik mengeluarkan bahan - bahan yang di butuhkan aluna dari dalam kulkas.


" Ada semua kok mbak bahannya. Ini sudah saya siapkan , bibik bantu potongin ayamnya ya mbak. Soalnya ayam belum bibik potong - potong, beli waktu itu masih utuh. " Ucap bik tartik sambil terkekrh.


" Iya bik. Yukk kita mulai masak." Ucap aluna penuh semangat.


Aluna dan bik tartik mulai mengeksekusi bahan - bahan yang sudah di sediakan oleh bik tartik. Tidak perlu waktu lama, sekitar 40 menit masakan aluna sudah siap semua. Aluna meminta tolong bik tartik untuk menyiapkan di wadah makanan untuk dia bawa kerumah sakit.


" Papa aluna mau kerumah sakit , papa mau ikut atau mau dirumah saja ?" Tanya aluna saat papa nya sedang sarapan.


" Papa ikut lun, tidak enak kalau papa cuma dirumah saja. Karena tujuan papa kan memang untuk menjenguk mertua kamu. Kemungkinan papa besok pulang duluan ya, kamu disini saja sama suami kamu tunggu sampai papa akbar sembuh. Kasihan tanaman yang dirumah kalau di tinggal terlalu lama." Ucap pak andi .


" Oh begitu, baiklah pa aluna disini sama mas candra. Papa beneran tidak apa - apa ya pulang dan dirumah sendirian. ?" Tanya aluna lagi memastikan.


" Iya tidak apa - apa lun. Ya sudah ayok kita kerumah sakit, kasihan suami dan mama mertua kamu pasti memunggu makanan nya. " Seru pak andi mengajak aluna untuk segera berangkat ke rumah sakit.


Jam sudah menunjukan pukul setengah delapan pagi , setelah berpamitan dengan bik tartik aluna dan pak andi berangkat kerumah sakit dengan menaiki taksi online. Sopir standby di rumah sakit,meskipun dirumah ada mobil pak andi tidak mau membawanya sendiri. Karena dia tidak terbiasa membawa mobil di jalanan kota.


Setelah 35 menit mobil taksi yang membawa aluna dan pak andi sudah sampai di parkiran rumah sakit. Aluna dan pak andi turun dan langsung masuk gedung rumah sakit dan mencari kamar rawat inap pak akbar.


" Assalamualaikum " Seru aluna dan pak andi bersamaan.


" Waakaikumsalam , eh sayang kamu sudah datang " Seru candra menyambut kedatangan sang istri dengan senyum bahagia.

__ADS_1


Aluna tidak mendapati mama sita ada di ruangan itu, namun suara gemercik air dikamar mandi menandakan ada seseorang didalam. Pak andi langsung menuju ke ranjang menghampiri sahabatnya, dan mulai mengajaknya berbincang.


" Mama ada dikamar mandi sayang " Seru candra yang tahu jika aluna mencari keberadaan mama mertuanya.


" Iya mas, mas belum sarapan kan ? Ini tadi aluna masakin ayam rica - rica sama capcay, mas makan dulu ya . " Seru aluna meletakkan rantang di atas meja.


Aluna berjalan menghampiri papa mertuanya lalu mencium tangan nya.


" Papa sudah enakan ? aluna bawa makanan , papa mau makan ?" Tanya aluna dengan lembut.


" Papa sudah enakan Lun, insya allah besok sudah boleh pulang. Papa baru saja makan, kamu saja yang makan sama candra dan mama.Terimakasih ya lun kamu sudah perhatian sama papa. Kamu sedang hamil harus banyak istirahat jangan kecapean. " Ucap pak akbar dengan ramah.


" Iya pa " Jawab aluna sopan dengan senyum menghangat.


Aluna kembali menghampiri suaminya dan menyiapkan makan untuk suaminya. Mama sita yang baru keluar dari kamar mandi ikut bergabung dengan aluna dan candra. Mereka sarapan dengan makanan yang dibawa aluna.


" Mama setelah ini pulang saja ya, istirahat dirumah. Nanti biar aluna sama mas candra saja yang menjaga mama. Ingat mama juga butuh istirahat,sudah dua malamkan mama menginap dirumah sakit ? Jangan sampai mama juga ikut sakit. " Ucap aluna dengan kata yang lembut dan sopan.


" Iya sayang mama sebentar lagi pulang. Terimakasih ya sayang sudah perduli sama mama, kamu memang menantu yang terbaik. " Seru mama sita memeluk aluna.


" Sama - sama ma, mama habiskan dulu makanannya " Ucap aluna ramah.


Selesai makan mama sita bersiap - siap untuk pulang. Mama sita pulang dengan sopir yang memang stanby di rumah sakit.


" Aku juga tidak sabar ingin main bola dengan cucu jagoan kita " Ucap pak andi menambahi.


Aluna dan candra hanya tersenyum sambil menyimak obrolan para calon kakek itu. Padahal belum tahu bayi dalam kandungan pria atau wanita tapi kedua calon kakek itu sudah bersemangat membicarakan soal jagoannya.


" Memangnya papa sudah tahu jenis kelamin calon cucunya ? Kami saja belum tahu , karena memang belum USG. " Seru candra heran.


" Laki - laki " Jawab pak akbar dan pak andi bersamaan.


Mereka berdua sangat yakin jika calon cucunya adalah seorang lelaki. Namun baik laki dan perempuan tetap rezeki yang tidak terhingga, semua sudah menjadi rahasia sang pencipta. Namun mereka berdua begitu yakin jika calon cucunya laki - laki


" Kami yakin calon cucu itu laki - laki. " Ucap pak andi lagi dengan yakin.


" Tapi kalau perempuan bagaimana ?" Tanya aluna dengan wajah sedih , takut jika jenis kelamin bayinya perempuan dan akan membuat kedua papanya kecewa.


" Ya tidak masalah. Yang namanya rezeki itu tidak ada yang tahu,mau perempuan atau laki - laki itu tetap cucu kami. Cucu kebanggaan kami, kami akan tetap menyayanginya dengan penuh kasih sayang. Nanti kalian kan bisa buat lagi cucu laki - laki untuk kami. " Ucap pak akbar membuat wajah aluna merona merah , dia malu mendengar perkataan papa mertuanya.


" Tuh denger sayang, betarti nanti kita harus semangat lagi untuk mencetak. Mas pengen punya anak 6, kamu kuatkan sayang hamil sampai 6 kali ?" Tanya candra sambil nyegir kuda.


Aluna hanya melongo sambil matanya melotot kearah candra. Didepan para papa bisa-bisanya ucapan candra tidak disaring terlebih dahulu.


" Mas kalau bicara jangan lupa disaring dulu dong , malu tahu " Gerutu aluna sedikit berbisik.

__ADS_1


" Sama papa sendiri sayang , sama-sama pria juga sayang jadi tidak perlu malu - malu dong. Emm... Sayang apakah adek bayinya minta jenguk papanya lagi." Ucap candra sambil memainkan alisnya.


" Aaoouuwww.... "


Aluna mencubit kecil perut candra sampai candra mengaduh kesakitan. Aluna dibuat geram dengan tingkah laku sang suami yang tidak ada malunya sama sekali dengan para papa nya.


" Permisi apa aku mengganggu ?" Tanya julia yang tiba - tiba sudah membuka pintu dan berdiri tepat didepan pintu.


" Oh mbak julia, tidak menganggu kok mbak. Mau jenguk papa andi ya, silahkan masuk mbak. Tapi mama sedang pulang. " Ucap aluna mencoba ramah dengan julia. Selagi julia masih wajar dia juga harus bersikap wajar.


Julia tersenyum manis sambil mengangguk , kini julia sudah duduk di samping candra. Pakaian julia terbilang cukup berani. Julia mengenakan dress yang panjangnya hanya di atas lutut. Sehingga saat dia duduk paha mulusnya terekspose dengan jelas. Namun dia sama sekali tidak risih , jusytru terlihat seperti disengaja.


" Emm... Sayang aku gabung sama papa disana ya " Seru candra yang memang tidak nyaman dengan kedatangan julia.


" Iya mas " Jawab aluna lembut.


Candra mengambil kursi dan membawanya didekat ranjang papanya. Kini mereka bertiga terlibat obrolan yang membuat mereka tertawa. Aluna dan julia hanya saling diam , karena memang tidak ada bahan obrolan yang menarik apalagi aluna memang tidak suka berbasa- basi.


" Sudah hamil berapa bulan ?" Tanya julia pura - pura bertanya dengan ramah.


" Sudah masuk bulan ke 3 " Jawab aluna.


* Padahal aku datang kesini tadi ingin berduaan dengan candra, karena aku tante bilang dia dirumah. Aku kira candra sendiri, ternyata dia sama istrinya juga. Benar- benar sial. Padahal aku sudah dandan cetar begini, jadi sia - sia dong aku dandan * Gumam julia dalam batin.


Setelah cukup lama mengobrol dan hari sudah beranjak siang, pak andi memutuskan untuk pulang. Dia ingin istirahat , namun aluna masih tetap tinggal dirumah sakit menemani sang suami. Apalagi saat ini dirumah sakit ada julia, aluna tidak mau memberi kesempatan julia untuk berduaan dengan candra.


" Sayang tidak mau pulang saja sama papa ? Ingat masih hamil harus banyak istirahat." Ucap candra.


" Nanti saja pulang sama mas candra, aku masih ingin disini menemani mas candra dan papa akbar. " Seru aluna menolak dengan halus.


Candra mengangguk dan tidak banyak bertanya lagi, dia kini duduk disamping aluna sambil membawa aluna kedalam pelukannya. Sedangkan pak akbar sudah tertidur, sehabis makan dan minum obat dia langsung tidur.


" Ingat ada orang disini jadi jangan seperti itu " Ucap julia tidak suka mihat candra memeluk aluna.


" Terserah saya dong. Lagian ngapain juga kamu disini ? Bukannya pulang sana,kehadiranmu disini juga tidak ada gunanya. Papa memang sudah kami yang menunggu, kalau kamu ada perlu sama mama ya datang saja kerumah. Disini kamu itu cuma menjadi pengganggu saja " Ucapan candra terdengar ketus.


Kedua tangan julia mengepal, dia tidak suka dengan sikap candra. Menurutnya candra sudah menghina nya dan menginjak harga dirinya. Julia akhirnya memilih pergi dengan mata yang berkaca - kaca. Dia masih sangat mengharapkan candra menjadi miliknya namun aluna dia anggap menghalanginya.


*********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YUK KAK.


LIKE , KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA ❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2