
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Pov. Mala
Sepulangnya aku dari rumah candra dan aluna selepas acara syukuran anaknya. Aku memang sedikit lebih murung, aku masih terus memikirkan keadaan tubuhku ini. Apakah jika surya tahu saat aku susah untuk hamil dia akan pergi meninggalkanku ? Entahlah aku tidak tahu dengan semua itu, jika memang surya ingin meninggalkanku aku ikhlas.
Mungkin ini hukum karma atas perbuatanku selama ini. Allah murka sehingga dia terus saja memberikan aku cobaan dalam rumah tanggaku. Disini justru aku kasihan dengan mas surya yang sangat mengharapkan seorang anak. Diusia pernikahan yang baru menginjak dua bulan memang soal keturunsn belum menjadi masalah, tetapi dengan keadaanku yang seperti ini sudah pasti akan menjadi masalah.
" Sayang kamu sakit ya ? Soalnya sedari tadi kamu ini diam saja loh sayang ?" Tanya mas surya dengan lembut.
Tidak dapat dipungkiri jika saat ini aku memang iri dengan adikku, Aluna. Dia sangat beruntung dalam segi kehidupan , dari pendidikan, percintaan dan rumah tangga. Adikku itu wanita yang sabar, baik, kuat dan mandiri sehingga pantas dia mendapatkan kebahagiaan itu. Dulu aku menabur benih kedengkian dan kejahatan dan sekarang juga aku yang memetik hasilnya. Jika bukan kecerobohannku pasti anak - anakku sudah bisa lucu - lucu.
" Tidak mas, aku tidak sakit. Aku hanya kefikiran soal keturunan, kenapa sampai sekarang aku belum hamil juga. Aku takut kamu marah dan tidak sabar ingin memiliki anak mas " Jawabku sedikit menyampaikan rasa ketakutanku.
" Sayang kamu jangan bicara seperti itu. Kita ini menikah baru masuk bulan ke dua , dan soal keturunan kita serahkan sama Allah . Jodoh, rezeki, maut semua itu rahasia Allah. " Ucap mas surya lalu mencium keningku dengan lembut.
Mas surya memang memperlakukanku dengan sangat baik dan lembut. Dari sekian banyak pria yang pernah bersamaku, hanya mas satria yang terlihat sangat tulus dan ikhlas menerima keadaanku.
" Iya mas , tapi jika aku lama tidak bisa memberimu anak apa kamu akan marah dan meninggalkan ku ?" Tanya ku sama mas surya.
" Jangan beranggapan saya akan meninggalkan kamu sayang. Sampai kita menuai kita akan sama - sama. Mas tidak mau kamu beranggapan seperti itu sayan. Sudah jangan mikir yang tidak - tidak, sekarang kita mandi karena sebentar lagi magrib " Mas surya mengajakku mandi, tapi kali ini hanya mandi saja karena aku sedang dapat tamu bulanan.
Aku memberitahu mas surya jika aku saat ini sedang kedatangan tamu bulanan. Wajah mas surya terlihat kecewa karena hayalannya untuk mandi bareng denganku tidak kesampaian.
" Mas, lebih baik kita mandi sendiri - sendiri saja ya. Soalnya aku tidak nyaman jika kita harus mandi bersama. Soalnuya aku kan masih dapat tamu bulanan , mas duluan saja ya yang mandi karena sebentar lagi juga mau magrib. " Ucapku kepada mas surya.
" Baiklah sayang " Jawab mas surya menyetujui pendapatku.
Selesai mas surya mandi dan selesai sholat magrib aku mengakaknya untuk makan malam. Kali ini aku mengajak mas surya untuk makan malam diluar saja, aku ingin makan bakso yang berkuah panas dan pedas. Mas suryapun mengiyakan ajakanku, kami pergi dengan mengendarai motor yang sengaja dibeli mas surya untuk dipakai jalan - jalan seperti malam ini.
" Sayang kita seperti sedang pacaran ya ?" Tanya mas surya sambil mengendarai motor dengan pelan.
__ADS_1
" Kita ini memang sedang pacaran kan mas ? Karena dulu saat dekat kita tidak bisa pacaran,kita kenal langsung lamaran dan menikahkan mas " Jawabku sambil tersenyum.
" Kita seperti ta'aruf ya sayang ?" Tanya surya lagi.
" Ya begitulah mas " Jawab ku sambil mengeratkan pelukan karena suasana sangat dingin.
Motor mas surya sudah berhenti di depan pedagang bakso tempat biasa kami makan bakso. Malam ini terlihat ramai seperti biasa, aku dan mas surya duduk di kursi yang masih kosong lalu pelayan datang menghampiri kami menanyakan pesanan kami.
Setelah menunggu 7 menit dua mangkok bakso yang masih panas dan asap masih mengepul sudah tersaji di depan kami. Dua gelas teh manis juga sudah terhidang, aku mulai meracik bakso ku. Saus, kecap sambal sudah baradu padu menjadi satu didalam kuah baksoku.
*******
Pov. Author
" Ma, pa. Emm... Aluna ingin tanya seauatu kepada kalian. Tapi tolong jangan marah sama Aluna, aluna hanya sekedar bertanya saja " Ucap aluna sambil melirik kearah pak andi dan mamanya, meri.
Saat ini Aluna, meri, candra dan pak andi sedang duduk bersama diruang keluarga. Kedua orang tua candra memang menginap juga tetapi setelah makan malam mereka sudah masuk kamar untuk beristirahat.
" Mau tanya apa lun ?" Tanya pak andi dan meri secara bersamaan.
" Bicara saja sayang. Biar mama dan papa tidak penasaran lagi " Ucap candra sambil menepuk tangan aluna dengan pelan.
Aluna terlihat menghela nafas panjang, sepertinya kedua orang tuanya sudah penasaran dengan apa yang ingin disampaikan oleh aluna. Dengan pelan aluna mulai membuka pembicaraan.
" Apa mama dan papa tidak ada keinginan untuk hidup bersama. Aluna dan kak mala ikut senang jika papa dan mama mau rujuk , tetapi apapun yang kalian putuskan kami tetap mendukung. Kalian lebih tahu yang terbaik untuk diri kaliansendiri. " Ucap aluna dengan serius.
Meri dan pak andi saling beradu pandang, mereka sama sekali tidak menyangka jika kedua anaknya masih mengharapkan untuk mereka bersatu kembali. Meri maupun pak andi sebenarnya juga masih sama - sama saling menyayangi , tapi mereka sama - sama malu untuk mengakui perasaannya.
Dalam hati pak andi dia ada keinginan untuk rujuk kembali dan soal masalu meri dengan marko dia sudah bisa memaafkan, setiap manusia pasti punya masalalu. Meri yang sekarang sudah menjadi wanita yang jauh lebih baik, kini tutur katanya sudah lembut. Bahkan sekarang juga sholatnya rajin, bisa menyayangi aluna dengan tulus.
" Soal itu nanti papa fikirkan dulu " Jawab pak andi tidak mau terburu - buru mengambil keputusan.
" Iya Aluna, mama juga ingin memikirkan dulu. Kami sudah pernah gagal, jadi jika memang suatu saat nanti bersatu kembali itu murni dari hati kami tanpa ada paksaan dari orang lain. " Ucap meri dengan bijak.
Aluna dan candra saling beradu pandang, merekapun mengulas senyum ramah sambil menganggukkan kepalanya tanpa mengerti apa yang disampaikan oleh kedua orang tuanya.
Ooeeekkk.... Oeeekkkkk
__ADS_1
Tiba - tiba terdengar tangisan babby R dari arah kamar Aluna. Babby R yang tadi tidur dengan nyenyak kini sudah terbangun, pasti karena haus. Aluna dan candra segera bangkit dan melihat babby R.
" Duh anak mama, pasti haus nya. Sini yuk minum susu dulu " Ucap aluna mengambil Rayyan dari bok bayi.
" Dia haus sayang ?" Tanya candra.
" Iya mas. Aku kasih dia asi dulu ya " Ucap aluna menggendong babby R dan duduk dipinggiran ranjang sembari memberikan Asi.
Rendra yang melihat sumber Asi anaknya hanya bisa menelan salivanya sendiri. Gunung kembar itu sekarang semakin terlihat padat berisi, sudah seminggu ini candra tidak menikmatinya karena harus berbagi dengan anaknya.
" Anak papa yang ganteng nya seperti papa, jangan dihabisi ya sayang. Enak ya jadi kamu sayang bisa kapanpun dan dimanapun minum susu langsung pada sumbernya. Papa juga mau minum susu loh , kamu cepat tidur ya sayang agar papa bisa bergantian minum susunya. " Ucap candra sambil mengusap pucuk kepala anaknya.
Bugghhh...
Aluna memukul lengan candra, dia tidak habis fikir kenapa suaminya bisa mesum seperti itu. Apalagi dihadapan anaknya yang masih bayi. Bisa - bisanya candra iri sama anaknya sendiri.
" Mas, kamu ini apa - apaan sih. Sama anak sendiri kok ya iri, malu tahu kalau ada yang denger. Mas ini mesum banget sih, masak anak kecil diajak bicara seperti itu dasar papanya memang mesum " Ucap aluna dengan wajah cemberut.
" Sayang mas juga mau minum susu " Ucap candra dengan manja.
" Nanti tunggu R tidur dulu, setelah itu nanti aku buatkan. Mau yang vanilla apa yang cokelat ?" Tanya aluna membuat candra mendengus.
Hhhuuuuhhh....
Candra padahal mau susu langsung pada sumbernya, tetapi malah mau dikasih susu KW.
" Iya - iya nanti dapat jatah minum susu langsung dari sumbernya. Tapi hanya bisa minum susu saja ya, yang lainnya tidak boleh dulu " Ucap aluna yang sebenarnya tahu apa maksud sang suami.
Candra langsung bersorak gembira dengan reflek dia langsung memeluk aluna yang masih memangku anaknya. Beruntung babby R tidak terhimpit, candra langsung menyadari jika aluna masih memangku babby R diapun langsung melepaskan pelukannya.
" Maafkan papa ya sayang " Ucap candra lalu mencium babby R.
" Papanya terlalu senang dan bersemangat ya sayang " Ucap aluna melirik candra sambil senyum - senyum sendiri.
" Maaf sayang, tadi mas memang terlalu bahagia. " Jawab candra sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Babby R sudah tidur kembali, aluna kembali meletakkan babby R di bok bayinya . Kini giliran aluna mengurus bayi tuanya yang ribut ingin minum susu terus menerus.
__ADS_1
**********