
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Hari yang di tunggupun tiba, aluna candra dan kedua orang tua candra berangkat pulang kedesa. Mereka berangkat menaiki pesawat, agar aluna tidak kecapean diperjalanan sehingga tidak membahayakan kandungannya. Padahal jika dtempuh dengan perjalanan dari perlu waktu 4 jam.
" Ma, nanti mau tinggal di villa apa di rumah kakek atau dirumah kami ?" Tanya candra saat mereka sudah sampai bandra XX dan menunggu sopir candra menjemput mereka.
" Kami di villa saja can, tapi untuk malam ini kami menginap dirumah kalian. Soalnya papamu sudah buat janji main catur tuh sama sahabat masa kecilnya " Ucap mama meri.
" Papa andi ?" Tanya candra .
" Iya , siapa lagi kalau bukan mertua kamu " jawab mama meri sambil terkekeh.
" Aluna kamu capek sayang ?" Tanya mama sita yang melihat aluna diam saja sedari turun dari pesawat.
Aluna hanya menggeleng pelan sambil cemberut. Candra dan kedua orangtuanya hanya saling pandang pasalnya mereka tidak tahu apa yang terjadi dengan aluna.
" Kamu menapa sayang ? Apa ada yang sakit atau kamu mau apa ?" Tanya candra dengan lembut.
" Aku lapar. Ingin makan ikan nila bakar sama sambal matah. " Ucap aluna dengan wajah yang masih cemberut.
Haahhhh ?
Makan ? Padahal sebelum berangkat kebandara tadi sudah sarapan, dan saat menunggu pesawat dibandara aluna sudah menghabiskan roti basah 3 bungkus. Dan ini baru sekitar 1 jam sudah lapar lagi.
" Sudah lapar lagi sayang ?" Tanya candra heran. Dia heran lari kemana 2 piring nasi goreng dan 3 bungkus serta 2 apel yang dia makan sebelumnya.
" Iya. Aku juga mau mangga muda sama es kelapa muda yang warna hijau. " Ucap aluna lagi semakin membuat candra keheranan.
Mama sita dan pak akbar hanya tertawa melihat wajah frustasi candra. Mungkin dia belum tahu jika istrinya saat ini sedang mengidam. Sama persis seperti mama sita saat hamil candra, banyak yang dimau . Ingin makan ini dan itu.
__ADS_1
" Iya sayang nanti kita mampir cari apa yang kamu mau ya , tunggu pak sopir datang " Ucap mama sita lembut.
" Bener ya ma ?" Seru aluna dengan mata yang berbinar.
" Iya " Jawab mama sita singkat sambil tersenyum.
Pak akbar mendekati candra dan berbisik di telinga candra.
" Sudah turuti saja apa mau istrimu, kalau tidak kamu ikutin nanti anakmu ileran ataun ngences. Istri mu ini ada di fase ngidam, tahukan orang ngidam itu seperti apa." Seru pak akbar sambil memainkan alisnya.
" Oh... Ngidam . Haahh.... Ada - ada saja orang hamil." Seru candra dengan pasrah.
Mobil jemputanpun akhirnya datang, koper sudah masuk kebagian kursi paling belakang. Candra meminta pak sopir untuk mempir di rumah makan yang menyediakan ikan nila bakar dan sekalian dekat yang jual es kelapa muda. Pak sopir mengangguk, dia tahu dimana tempat yang disebutkan oleh candra.
Setelah menempuh perjalanan 25 menit pak sopir membelokkan mobilnya di salah satu saung yang menjual aneka olahan makanan. Disana juga menjual es kelapa muda yang berwarna hijau.
" Sekarang makanlah istriku. Anak kita pasti lapar, ini ikannya , ini sambal matahnhnya dan ini es kelapanya." Ucap candra mengambilkan ikan nila bakar 1 ekor besar untuk sang istri. Serta 1 gelas besar es kelapa muda yang berwarna hijau.
" Iya mas terimkasih. Satu lagi yang belum kamu carikan, mangga muda. " Seru aluna yang kini sudah tersenyum kembali.
Menghadapi wanita hamil memang butuh kesabaran ekstra, apalagi aluna ini masih hamil muda dan kehamilan yang pertama. Aluna dan semuanya makan dengan lahap nya, tidak lupa mereka juga mengajak pak sopir makan bersama dalam satu meja.
********
Ditempat lain julia marah - marah dengan kenzo karena gara - gara kenzo dia ketinggalan pesawat. Padahal dia berencana akan ikut di desa dan ingin bekerja di pabrik pengolahan teh milik candra, tentunya ingin di bagian kantornya agar mudah untuk mendekati candra.
" Semua ini gara - gara kenzo. Kalau kamu tidak sakit sudah pasti saat ini aku sudah sampai desa XX " Seru julia dengan kesal.
" Kenzo ini anak kamu julia ! Seharusnya kamu lebih perhatian sama anak kamu. Mama cuma minta tolong untuk mengantar berobat kerumah sakit saja kamu sudah seperti ini, kamu lihatkan kenzo demam nya tinggi ?" Ucap Susan dengan geram melihat prilaku julia yang sama sekali tidak perduli dengan kenzo.
" Mama tadi kan bisa naik taksi, tidak harus minta antar julia ma. Menyusahkan saja sih ini anak, padahal juliakan sudah bilang titipkan saja dipanti asuhan , begitukan beres ma. " Gerutu julia lagi dan lagi membahas soal kenzo dan panti asuhan.
Plakk
Susan menampar julia dengan keras, dia benar - benar sudah hilang kesabaran menghadapi sikap arogantnya julia. Jika bukan karena kenzo sudah malas susan bicara dengan julia meskipun julia anak kandungnya sendiri.
__ADS_1
" Yang ada di fikiran kamu ini hanya kesenanganmu saja. Apa pernah kamu mikirin anak kamu , tega kamu mau menitipkannya di panti asuhan ? Satu lagi, jangan kamu mengganggu rumah tangga candra, dia sudah bahagia dengan istrinya bahkan saat ini istrinya sedang hamil. Mama tidak pernah mengajarkan kamu berkelakuan bejat dan menjadi seorang pelakor. Jangan melempar kotoran lagi diwajah orang tuamu, cukup sekali kamu membuat kami malu. Bukannya berbenah diri tapi kamu semakin salah arah, ingat soal kamu yang memasukan obat penggugur kandungan dalam minuman istri candra itu ayah mu tidak tahu. Jika dia tahu pasti dia akan mengambil semua fasilitas yang papa berikan dan akam mengirimmu kerumah Om Sandi. !!" Ucap Susan panjang lebar memarahi Julia.
Brakkk...
Julia keluar dari kamar kenzo dan membanting pintu dengan keras sampai kenzo yang tertidurpun terbangun dan menangis. Susan hanya mengusap dadanya melihat prilaku julia yang sudah menyimpang jauh.
" Kenzo sayang cup ya jangan menangis lagi , mama tunggu kenzo disini. Bobok lagi, nanti kalau kenzo sudah sembuh kita pergi jalan - jalan ya." Ucap mama susan dengan lembut sambil membaringkan kenzo diatas kasur tidurnya.
" Iya ma , cama beli es klim ya ma " Seru kenzo dengan penuh semangat.
" Iya tapi harus sembuh dulu. Jadi sekarang kenzo tidak boleh makan es cream dulu ya sayang " Ucap susan lagi.
" Iya ma " Jawab kenzo.
Sementara itu dikamarnya julia juga sedang bersiap - siap, dia akan menyusul candra di desa XX. Kali ini julia memilih membawa mobilnya sendiri karena dia akan tinggal lama disana dan membutuhkan kendaraan untuk pergi - pergi.
" Aku harus kedesa XX untuk mengejar cintaku. Jika aku tidak bisa memiliki candra,tidak ada perempuan lain yang bisa memilikinya. Mama melarangpun aku tidak perduli, karena aku berhak menentukan kebahagiaan dan kehidupanku sendiri." Seru julia sambil menyiapkan barang - barang yang akan dia bawa.
Julia keluar kamar dan menarik kopernya menuju keluar rumah.
" Mau kemana kamu julia ?" Tanya Susan memandang tajam julia yang berdiri diambang pintu utama sambil memegangi kopernya.
" Bukan urusan mama. Mama urus saja anak pembawa sial itu. Aku bisa mengurus diriku sendiri " Ucap julia dengan ketus.
Julia melangkah menuju mobilnya yang terparkir di depan rumah . Julia masuk kedam mobil dan menghidupkan mesin mobilnya dan melaju meninggalkan kediaman orang tuanya. Dia tidak memperdulikan lagi teriakan dari mamanya.
" Akhirnya aku bisa keluar juga dari rumah itu. Pusing juga aku berada di rumah terus menerus. Pokoknya aku harus bisa mendekati dan mendapatkan candra,,wanita kampungan itu akan mudah aku singkirkan. Apalagi tante sita dulu pernah mau menjodohkan aku dengan candra, pasti sekarang tante sita juga masih berharap aku menjadi pendamping yang serasi untuk candra. " Julia bermonolog sendiri .
Mobil yang dikendarai julia semakin menjauh dan mulai masuk ke jalanan yang bebas hambatan. Juliaa tidak mempunyai alamat tempat tinggal candra di desa XX, julia hanya tahu nama desanya saja. Tapi dia cukup cerdik, dia mencari aplikasi alamat paprik teh XX dan akhirnya dia menemukannya juga.
*******
RATE BINTANG 5 NYA DULU YUK KAK.
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK AGAR AUTHOR SEMANGAT 💪💪💪
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️