Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Hubungan ayah dan anak


__ADS_3

💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


HAPPY READING


" Bagaimana sayang , apa kamu sudah selesai makannya ?" Tanya marko kepada mala.


Mala tersenyum manis saat marko memanggilnya sayang, sepertinya dia benar - benar menyukai marko. Karena saat bersama marko mala terlihat malu - malu dan tidak sifat liar nya sama sekali. Mala mengangguk pelan.


" Iya mas aku sudah selesai " Jawab mala dengan lembut.


" Baiklah sekarang waktunya aku memakan mu " Ucap marko dengan senyum jahil.


" Iya mas , kita mau main dimana ?" Tanya mala dengan lembut.


" Ayok ikut aku. " Seru marko menggandeng tangan mala dengan mesra.


Keduanya keluar dari cafe dan menuju mobil marko yang terparkir. Mobil marko memang tidak semewah mobil om nya yang terdahulu, namun bagi mala yang terpenting dompet tebalnya marko. Mala masuk kemobil dan duduk tepat di samping marko.


" Mau jalan - jalan dulu apa langsung ke hotel ?" Tanya marko.


" Terserah mas marko saja" Jawab mala terlihat malu - malu.


" Kita belanja saja dulu ya, setelah itu baru kamu layani aku dengan baik. Oh iya apakah kamu masih sekolah atau kuliah ? Dan jika orang tua mu tahu kamu menjadi teman kencan om - om begini apa mereka tidak akan marah ? " Tanya marko ingin tahu.


" Aku sudah tidak sekolah dan kuliah, mereka jangan sampai tahu dong mas. Lagi pula orang tua ku tidak tinggal disini kom mas, jadi tenang saja. Kalau pun tahu mereka tidak bisa melarang ku karena mereka juga tidak bisa menafkahiku dengan baik. " Jawab mala berbohong.


* Berarti dia memang mala yang lain, kalau mala anak meri kan dia masih kuliah dan tidak mungkin andi tidak menafkahinya dengan baik * Gumam marko dalam batinnya.


Mobil yang dikendarai marko tiba di salah satu mall terbesar di kota. Mall letaknya cukup jauh dari tempat tinggal mala, karena letaknya di tengah kota. Butuh waktu 2 jam perjalanan di tempuh dari tempat tinggal mala.


" Kamu belanja saja apa yang kamu mau , nanti mas marko yang bayarin " Ucap marko berjalan sambil memeluk mala dengan mesra.


" Terimakasih mas marko " Jawab mala lalu mencium pipi marko singkat.


Benar saja mala belanja apa saja yang dia mau, baku, mek up , sandal dan tas semua dia ambil. Marko tersenyum senang melihat wanitanya yang sedang berbelanja.


* Kenapa aku merasa cocok dengan wanita ini ya. Biarpu dia wanita tidak benar tapi aku tidak mempermasalahkannya.Aku juga bukan pria baik - baik. Siapa tahu setelah aku menikah denga wanita itu dia bisa menjadi istri yang baik dan penurut. Sepertinya aky jatuh cinta pada pandangan pertama * Gumam marko dalam hatinya.


" Sudah mas" Ucap mala sambil membawa barang - barang belanjaannya.

__ADS_1


" Oh sudah sayang. Yuk kita bayar dulu " Ajak marko kekasir.


Marko membayar barang belanjaan mala, selesai membayarnya marko dan mala meninggalkan mall dan menuju hotel yang tidak jauh dari mall tadi. Hanya butuh waktu 10 menit mobil marko sudah sampai di depan gedung hotel.


" Belanjaan kamu biarkan saja di mobil ya. Kamu bawa 1 saja untuk baju ganti mu nanti setelah kita bermain. Masak iya kamu selesai mandi mau pakai baju ini lagi " Ucap marko tetap menunjukan perhatiannya kepada mala.


" Iya mas" Jawab mala mengikuti saran marko.


Marko menggandeng tangan aluna memasuki gedung hotel untuk menuju kamar yang sudah marko pesan lewat aplikasi online.


" Kamarnya besar banget mas, aku betah di kamar yang sebesar ini. Selama ini aku dan si om- om itu kalau main di hotel kelas melati terus. Ternyata mas marko ini orang kaya ya " Seru mala dengan kagum.


" Ssstt... Jangan membicarakan soal om - om kamu. Sekarang kamu ada bersama ku dan selamanya kamu akan menjadi milikku. Apa kita bisa memulainya sekarang sayang ?" Tanya marko sambil memeluk pinggang mala.


Mala menggalungkan kedua tangannya di leher marko. Dengan mengulas senyum yang manis mala mulai mencium bibir marko dengan lembut. Marko pun membalasnya dengan cukup buas. Karena marko benar - benar sudah tidak menahan dirinya lagi.


Marko merebahkan tubuh mala di atas kasur, dia membalas ciuman mala hingga mereka sama - sama menuntut lebih dari sekedar ciuman. Tidak tahu siapa yang memulai , kini mereka berdua sudah sama- sama polos. Dan akhirnya terjadilah apa yang tidak sepantasnya dilakukan oleh bapak dan anak .


" Terimakasih mala sayang " Ucap marko mencium kening mala dengan lembut.


Perlakuan marko yang lembut membuat mala semakin nyaman bersama marko.


" Sama - sama mas. Kita istirahat dulu ya. " Ucap mala tersenyum menggoda.


" Jangan menggodaku. Kita baru saja bermain dua jam, apa kamu mau lagi sayang ?" Tanya marko mulai naik lagi.


" Tapi mas yang pegang kendali ya ? Aku capek. " Ucap mala dengan manja.


Akhirnya mereka mengulang lagi perbuatan yang tidak sewajarnya mereka lakukan. Marko melakukan sampai dia benar - benar kelelahan, marko pun berbaring di samping mala yang tertidur dengan lelap.


* Aku merasa kita cocok mala sayang, kamu jangan takut aku akan menjadikan kamu istriku. Aku akan memintamu langsung kepada orang tuamu * Gumam marko.


*********


Sore ini aluna pulang dari kampus , karena hari ini ada kuliah sampai sore. Aluna pulang dengan mengendarai motornya sendirian. Seperti biasa Aluna melewati jalan yang agak sepi untuk menuju kerumah kontrakannya. Saat aluna hendak berbelok tiba - tiba dari belakang ada motor yang sengaja ingin menabraknya.


Brraaakkkk


Tabrakan benar - benar terjadi, Aluna terpental agak jauh. Motor aluna terpental ke tengah - tengah jalan dan aluna ada di pinggir jalan.


Setelah memastikan tabrakannya tepat sasaran, motor yang menabrak Aluna langsung kabur meninggalkan aluna yang terkapar di pinggir jalan. Aluna tidak sadarkan diri.


" Siapa itu ? Apa dia habis jatuh dari motor ? Tapi sepertinya dia korban tabrak lari, karena itu motor nya tepental jauh." Gumam adit saat melewati jalanan tempat aluna tertabrak.


Adit turun dari mobil dan langsung menghampiri aluna yang pingsan di pinggir jalan.


" Haahh... Aluna ?" Seru adit kaget saat mengenali jika aluna yang menjadi korban tabrak lari.

__ADS_1


Beruntung ada orang yang melintas sehingga adit meminta tolong untuk menganggkatnya kemobil. Adit membawa aluna kerumah sakit terdekat, baru dia akan me menghubungi candra dan pak andi.


" Bertahan aluna aku akan membawa mu kerumah sakit " Seru adit.


Setelah tiga puluh menit mobil adit sampai di salah satu rumah sakit. Adit langsung memanggil suster untuk membantu membawa Aluna. Saat aluna di tangani oleh dokter, adit memutuskan untuk menghubungi candra.


[ Hallo candra, kamu dimana ? Bisa kamu sekarang kerumah sakit mitra sehat ] Seru adit dengan cepat.


[ Aku lagi di pabrik, ini baru mau pulang. Ada apa dit ? Siapa yang sakit ?] Tanya candra .


[ Aluna menjadi korban tabrak lari, sekarang dia ada dirumah sakit]


[ Apa ? Aluna dirumah sakit ? Korban tabrak lari ? ]


[ Iya cepat kamu kesini ]


[ Baiklah aku segera kesana. Tolong temani mala sampai aku datang kesana. Terimakasih dit ]


[ Iya ]


Klik


Adit mematikan sambungan teleponnya dan kembali melihat aluna. Namun adit hanya bisa menunggu di luar karena aluna masih ditangani dokter dan tidak ada yang boleh masuk selain dokter dan perawat. Tidak menunggu lama candra sudah sampai dirumah sakit dan langsung menuju UGD.


" Bagaimana keadaan aluna Dit ?" Tanya candra khawatir.


" Masih ditangani dokter Ndra " Jawab adit singkat.


" Kenapa aluna bisa tertabrak?" Tanya candra lagi dengan khawatir.


" Aku tidak tahu Ndra, saat aku melintas jalan yang menuju kontrakan mu. Aku melihat ada motor agak ringsek di tengah jalan dan aku juga melihat ada orang di pinggir jalan dengan luka - luka di tubuhnya, saat aku melihatnya ternyata aluna" Ucap adit menjelaskan.


Candra terlihat sangat mengkhawatirkan Aluna, apalagi sudah hampir 1 jam aluna di UGD belum ada dokter yang keluar untuk memberitahu keadaan aluna.


" Aku takut aluna kenapa - kenapa dit " Seru candra tidak bisa tenang.


" Jangan panik, tetap doakan Aluna. Apa kamu tidak mengabari papa andi?" Tanya adit.


" Aku lupa mengabari papa, tapi aku takut papa syok dan dia pasti khawatir. Terlalu beresiko untuk papa menyetir sendiri. " Seru candra.


" Biar aku yang jemput papa andi. Kamu tunggu aluna disini. " Seru adit menawarkan diri untuk menjemput mantan papa mertuanya.


Candra mengangguk dan menyetujui saran dari adit. Akhirnya adit keluar dari rumah sakit untuk menjemput pak andi.


********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏❤️❤️

__ADS_1


LIKE, VOTE, FAVORITE, KOMENTAR, SERTA BERIKAN HADIAHNYA 🙏❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️


__ADS_2