Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Belanja buah


__ADS_3

.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


Pov. Aluna


Aku tidak pernah menyangka hidup ku akan sebahagia ini, dulu aku yang di sia - siakan oleh orang tua ku. Tepatnya oleh mama ku sendiri , papa masih ada sedikit perhatian meskipun harus sembunyi - sembunyi dari mama. Papa takut jika mama akan menyakiti ku. Di setiap sujudku aku selalu meminta agar dibukankan pintu hati mama dan kelak aku diberikan kebahagiaan.


Sampai suatu saat aku harus rela menggantikan perjodohan antara kakak ku dengan seorang pria yang sederhana. Dari awal aku menjadi jodoh pengganti inilah hidup ku mulai berubah.


Kini aku sudah hidup bahagia dengan suamiku bahkan kini aku sudah mengandung buah cinta kami. Ada papa yang juga tinggal dengan kami, karena papa dan mama sudah bercerai dan aku tidak tahu mama tinggal dimana. Kakak ku mala juga sekarang semakin salah arah, dia mencintai bahkan sampai mengandung anak dari ayah kandungnya sendiri.


Hari ini aku dan papa jalan berdua , kami pergi ke pusat perbelanjaan. Hal seperti inilah yang dari dulu aku dambakan saat aku kecil, bisa jalan - jalan dengan papa. Papa adalah lelaki pertamaku, dia cinta pertamaku.


" Papa mau beli sesuatu?" Tanya ku saat kami sudah afa di dalam mall.


Papa hanya tersenyum sambil menggeleng, sepertinya papa memang tidak menginginkan sesuatu . Jujur aku sebenarnya juga tidak ingin beli sesuatu, hanya ingin jalan berdua saja dengan papa.


" Kamu saja yang beli lun , papa tidak ingin beli apa - apa " Ucap papa sambil terus menggandeng tangan ku seolah aku ini anak kecil yang takut berlarian sana - sini.


Banyak pasang mata yang memandang kearah kami, mungkin saja mereka mengira jika papa adalah sugar daddy ku. Ah masa bodo sama pandangan orang, lagi pula apa yang mereka fikirkan itu tidak benar. Aku kan jalan sama papa kandungku sendiri.


" Pa, banyak cewek - cewek yang bening loh pa. Apa papa tidak mau tebar pesona , papa ku ini masih gagah dan tampan loh " Ucap ku sambil tertawa.

__ADS_1


Papa bukannya menjawab tapi justru mencubit hidungku sampai memerah. Sehingga tatapan mata orang semakin aneh kearah kami. Hahaha... Aku hanya tertawa dalam hati saja. Bahkan banyak remaja yang senyum - senyum kearah kami. Aku tahu jika mereka itu senyum dengan papa ku.


" Ternyata pesona papa tidak luntur ya, lihat tuh pa banyak remaja yang senyum - senyum ke papa. Penampilan papa kali ini memang top banget pa, celan jeans navy di padukan kaos kerah hitam duh ini beneran papa ku " Ucap ku menggoda papa.


" Bukannya kamu yang memilihkan pakaian papa ini. Papa ini sudah tua seharusnya pakai sarung saja " Ucap papa membuat aku semakin terkekeh.


" Biar kelihatan muda dong pa, biar tua tapi jiwa muda " Ucap ku sambil terkekeh.


Akhirnya kami masuk ke supermarketnya yang menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga. Papa mengambil troly dan mendorongnya sedangkan aku yang memilih belanjaan nya. Ternyata begini ya jalan sama papa, hati senang dan damai.


" Pa, bukannya itu kak mala ? Sama siapa ya dia pa ?" Tanya ku kepada papa saat aku melihat kak mala juga ada di supermarket sedang memilih buah - buahan.


Aku tidak melihat marko dan mama, apa kak mala belanja sendirian ? Kenapa tidak mengajak mama apa mereka sudah tidak tinggal bareng. Banyak macam pertanyaan yang ada dalam kepalaku. Aku mengajak papa untuk menyapa kak mala,awalnya papa menolak namun setelah aku paksa papa pun mau.


" Kak mala !" Sapa ku saat aku sudah ada disamping kak mala.


"Aluna ! Kamu disini juga lun ?" Tanya kak mala tersenyum tipis kearah ku dan papa. Kak mala hanya ingin berusaha ramah kepada kami.


" Iya kak, aku sama papa dan kak mala sendiri sama siapa? Mama mana ?" Tanya ku beruntun sambil celingukan kesana kemari mencari keberadaan mama dan marko, siapa tahu mereka sembunyi karena takut sama papa. Hahhaa negatif tingking saja pemikiran ku ini.


" Aku sendiri dan aku tidak tahu mama dimana karena aku sudah tidak tinggal dengan mama. Emm...kalau begitu aku duluan ya,sepertinya aku sudah selesai berbelanja. " Ucap kak mala ingin berlalu namun terhenti karena sapaan dari papa.


Papa terlihat menatap kak mala secara seksama,aku bisa melihat pancaran kasih sayang tulus dari mata papa. Aku sama sekali tidak marah ataupun iri , aku justru senang setidaknya papa masih punya rasa peduli dan kasih sayang untuk kak mala


" Kamu apa kabar nak ?" Tanya papa membuka suara menangakan kabar kak mala.


" Kabar ku baik pa, maaf aku harus segera pulang." Jawab mala tetap ingin segera menjauh dari kami.

__ADS_1


Mungkin dia hanya ingin segera pulang, atau memang ada keperluan lain. Papa terlihat hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan. Dia tidak mau mencegah mala, karena sekarang mala sudah punya kehidupan sendiri.


" Hati - hati kak, kakak sedang hamil jadi jalan jangan buru - buru seperti itu " Seru ku sedikit berteriak. Kak Mala terus berjalan menuju kasir untuk membayar barang belanjaannya. Sepertinya dia malu bertemu dengan kami, syukur sih jika dia masih punya rasa malu. Tapi kenapa saat tidur dengan papanya sendiri dia tidak malu.


Aku dan papa hanya bisa memperhatikan kak mala saat dia membayar barang belanjaannya.Aku kembali mengajak papa untuk meneruskan belanja kami. Sebenarnya ada yang aneh , kenapa mama sudah tidak tinggal dengan kak mala ? Belum juga aku tanyakan kak mala tadi sudah berusaha menghindar.


" Papa mau buah apa ? Papa kan paling suka sama pisang , selera papa sama seperti mas candra. Sama - sama pencinta pisang " Ucap ku sambil tertawa , aku sengaja tertawa agar suasana hati papa kembali ceria.


" Iya papa beliin pisang saja. Jangan yang matang semua, yang masi mentah atau setengah matang juga bisa biar tidak gampang busuk. " Ucapan papa memang selalu benar. Hampir saja aku memasukan 4 sisir pisang yang sudah matang kedalam troly.


Beruntung papa mengingatkan, setelah mengambil pisang aku mengambil buah - buahan yang lain..Ada mangga, apel dan jeruk tidak pernah ketinggalan karena aku memang pecinta jeruk. Mau dimakan gitu saja atau dibikin jus aku pun tetap suka.


" Setelah ini kita makan dulu ya pa " Ucapku mengajak papa makan terlebih dahulu sebelum pulang.


" Iya anak ku yang manja " Jawab pak andi sembari memelukku dari samping.


Akupun ke kasir untuk membayar barang belanjaan ku. Setelah membayar aku dan papa menuju restoran cepat saji yang ada di situ. Namun saat sudah ada di dalam restoran tiba - tiba selera makan ku hilang karena aku menginginkan nasi padang dengan lauk ayam bakar.


" Pa, kok aluna tiba - tiba tidak selera makan disini. Aluna pengen makan nasi padang pakai ayam bakar pa." Ucapku dengan suara manja, tidak apa - apakan manja sama papanya sendiri.


Mungkin efek karena saat kecil tidak pernah dimanja jadi sudah sebesar ini masih saja ingin dimanja juga. Papa akhirnya mengiyakan ucapanku, kami pergi dari restoran dan keluar menuju lobby mall. Akhirnya kami sudah keluar dari pekarangan mall dengan menaiki taksi online, kami menuju rumah makan padang yang sudah menjadi langgananku.


********


RATE BINTANG 5 NYA KAK. TETAP DUKUNG SEMUA KARYA AUTHOR YA KAK 🙏❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2