Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Keadaan mala


__ADS_3

.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


" Kita tidak bisa terus seperti ini mala , sepertinya aku harus membawamu berobat" Ucap marko mulai tidak nyaman dengan hubungannya bersama mala.


Hubungan mereka dari awal memang sudah sakah, bahkan mereka menentang nasehat dari orang lain. Kini marko sudah merasakan dampak dari perbuatan mereka. Usaha marko yang mulai mengalami penurunan, bahkan kesehatan marko yang juga sekarang sering sakit - sakitan.


Mala selalu mengancam bunuh diri jika marko tidak mau nengikuti kenginannya salah satunya adalah hubungan ranjang. Marko sudah sering menolak namun dia kembali luluh dengan rayuan dan ancaman mala. Malam ini marko menolak ajakan hubungan ranjang dari mala, namun mala tidak lagi mengancam . Dia mengamuk dan membuang barang sembarang arah.


" Kamu itu milikku dan selamanya akan menjadi milikku. Pokoknya kamu tidak boleh meninggalkan ku. Aku mencintaimu marko !!" Teriak mala dengan lantang.


" Sadar mala.. Sadar !! Kita tidak bisa terus - terusan begini karena kita ini ayah dan anak. Aku ingin hidup normal mala, meskipun aku dan kamu tidak bisa menikah setidaknya aku masih bertanggung jawab menanggung hidupmu dan anak dalam kandungan mu itu. Tolong mengertilah Mala " Ucap marko dengan mata yang berkaca - kaca.


Mala meradang dia memukul - mukul tubuh dan perutnya sendiri sambil menangis sesunggukan. Marko kasihan melihat keadaan mala, namun dia harus tega karena mala sudah menyimpang terlalu jauh.


" Maaf mala aku harus keluar dari rumah ini, besok aku akan mengirim orang untuk menemanimu tinggal disini. " Ucap marko .


Marko mengemasi pakaiannya dan memasukan kedalam koper. Mala meraung - raung meminta marko agar tidak pergi dari rumah. Marko tidak mengindahkan permintaan mala, dia tetap ingin pergi dari rumah itu. Selesai mengemas pakaiannya marko menyeret kopernya keluar rumah dan diikuti mala dari belakang. Mala menarik tangan marko, namun tanpa sengaja marko menarik tangannya dan akhirnya mala jatuh.


" Aaoouww.... Sakit ,, sakit " Seru mala sambil memegang perutnya.


" Mala, mala kamu kenapa ? Maafkan aku mala, kita kerumah sakit sekarang " Ucap marko dengan panik.


Marko langsung mengngkat mala dan membawa mala masuk kemobil. Dengan cepat marko melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, dia menghawatirkan keadaan mala dan janin yang ada dalam kandungannya.


Setelah menempuh perjalanan 30 menit mobil marko sudah sampai di halaman rumah sakit. Marko turun dari mobil dan langsung memanggil perawat untuk membantunya membawa mala masuk.


" Bertahan mala " Seru marko kamu dan anak kamu pasti akan baik - baik saja. Namun mata marko terbelalak saat mendapati darah segar mengalir dari area sensitif mala.


" Cepat suster, anak saya ini sedang hamil. Ini ada darah segar yang mengalir, cepat suster !" Bentak marko dengan tidak sabarnya dia membentak suster yang membantunya.

__ADS_1


" Iya pak " Jawab suster.


Mala langsung dibawa masuk ke ruangan UGD dan ditangani oleh dokter. Keadaan mala yang memang sudah tidak sadarkan diri membuat marko semakin khawatir. Marko mencoba menghubungi meri namun percuma nomor meri sudah tidak bisa dihubungi.


" Kenapa meri tidak bisa dihubungi ? Apa dia sudah mengganti nomor ponselnya ?" Tanya marko pada dirinya sendiri.


Marko terlihat fruastasi, dia mengusap wajahnya dengan kasar lalu menjambak rambutnya sendiri. Dia menyesal , gara - gara dia semua ini terjadi.


* Jika terjadi sesuatu dengan mala dan anaknya aku tidak akan memaafkan diriku sendiri * Gumam marko dalam hatinya.


**********


Di rumah kontrakan barunya meri merasa jantungnya berdetak lebih lama dan fikirannya pun tertuju kepada mala. Sepertinya ikatan batin antara ibu dan anak begitu kuat sehingga meri bisa merasakan apa yang saat ini terjadi dengan anaknya.


" Kenapa aku teringat dengan mala ? Ada apa dengan dirinya? Tidak mungkin ini hanya perasaan kangen saja bukan. Aku tidak mau menghubungi anak durhaka itu, aku harus bisa menjauh dari mala. Tapi.... " Ucap meri sambil mengusap layar ponsel nya yang menampilkan foto mala.


Meri merebahkan tubuhnya dan menatap langit - langit kamarnya. Dia terus menerawang jauh dimana anak - anaknya berada. Dia memilih menjauh dari keluarga dan dua anaknya. Adzan isya berkumandang, membuat meri terdiam dan matanyapun berkaca - kaca. Sudah lama dia tidak menjalankan sholat bahkan lupa kapan terakhir kali dia menjalankan sholat.


" Ya Allah, selama ini aku sudah jauh dari ajaranNya " Ucap meri.


" Apa sholat ku masih bisa diterima oleh Allah ? Dosaku terlalu banyak, selama ini aku sudah berzina dan menelantarkan anak ku, Aluna. " Ucap meri lagi.


Meri menuju kamar mandi dan mengambil wudhu, dengan mata berkaca - kaca dia mulai mengambil wudhu. Akhirnya meri menjalankan sholat isya pertama kalinya di rumah kontrakan barunya.


*******


" Maaf pak, kami sudah melakukan yang terbaik tapi allah berkehendak lain. Kani tidak bisa menyelamatkan janin pasien " Ucap dokter seketika membuat marko lemas.


Padahal marko sangat mengharapkan anak yang ada dalam kandungan mala. Dia benar - benar terpukul dan merasa bersalah, apalagi mala keguguran karena ulahnya.


" Terimakasih dok. Tolong berikan perawatan yang terbaik untuk anak saya. " Ucap marko pelan.


" Tentu pak, kami akan merawat pasien dengam baik. Kalau begitu saya permisi dulu, ada pasien lain yang harus saya tangani. Sebentar lagi anak bapak akan di pindahkan ke ruang perawatan, tolong biarkan dia istirahat dulu. " Ucap dokter.


Marko mengangguk patuh , dia duduk kembali sembari menunggu mala di pindahkan keruang perawatan. Marko mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi meri namun tetap sama , tidak ada jawaban. Ingin menghubungi candra untuk mengabarkan mala masuk rumah sakit, namun rasanya tidak pantas karena mereka bukan siapa - siapa lagi bagi mala.

__ADS_1


" Apa jika aku mengabari candra, mereka akan datang kesini ? Tapi aku tidak mau andi semakin membenciku , bagaimanapun dia yang sudah membesarkan mala. " Ucap marko.


Aaarrrggghhhhhh.... Marko menjambak rambutnya sendiri. Saat ini dia benar - benar bingung harus bagaimana. Mau meninggalkan mala di rumah sakit dia tidak tega, namun jika dia terus berada di dekat mala , mala akan semakin mengikatnya. Marko benar - benar ingin mengakhiri hubungannya dengan mala, dia mau mala menjalani hidupnya dengan normal.


" Maaf pak pasien atas nama mala sudah siuman, dan dia terus memanggil nama marko ? Kalau boleh tahu marko itu siapa ya pak ?" Tanya suster yang baru saja memeriksa selang infus mala.


Marko tidak menjawab namun dia langsung masuk ke kamar rawat mala. Disana mala terbaring lemah dengab wajah yang masih pucat namun memaksakan diri untuk tersenyum kearah marko.


" Sayang kamu ternyata ada disini ? Aku tahu kamu pasti tidak sanggup hidup tanpa diriku. Sayang anak kita sudah tidak ada , tapi nanti kita bisa buat lagi. " Ucap mala sambil terkekeh. Sama sekali tidak menunjukan perasaan sedih karena habis kehilangan anak nya.


" Jangan gila mala !! Justru setelah ini aku akan melepaskan mu, hiduplah secara normal dan lebih baik lagi mala. Kita sudahi semua hubungan dosa kita. " Ucap marko tegas.


Hahaa Haaaa haaaa


Bukannya bersedih mala justru tertawa dengan lantang membuat marko merinding mendengar tawa mala yang menakutkan. Marko melihat ada yang tidak beres dengan mala.


" Duh sayang kamu jangan bicara begitu dong. Aku ini pacarmu loh. Hiks hiks... " Tiba - tiba mala menangis.


" Kamu kenapa mala ? Sudahlah lebih kamu sekarang istirahat saja. Aku akan menunggumu disini " Ucap marko mencoba mengalah agar mala lebih tenang.


" Hahaaa.... sudah dua kali anak ku hilang . Anak ku hilang, hilangnya kemana ya ? Tidak kamu curi kan ? Tapi kamu kan pacar ku , calon suamiku. Tapi kamu juga ayah ku , tapi aku mencintaimu. Hikss... Hikss " Ucapan mala berhasil membuat marko bingung.


Kadang tertawa dan kadang juga menangis , sepertinya kejiwaan mala sudah terguncang. Dia tidak bisa menerima jika marko itu adalah ayahnya.


Hhhuuuffftt


Terdengar helaan nafas marko dengan berat, apa yang ditakutkan marko sepertinya benar akan terjadi. Semenjak mala sering mengancam bunuh diri dan akan menyakiti dirinya sendiri, dari situ marko mulai takut jika mala akan terguncang kejiwaannya.


* Maafkan papa mala, semua ini karena papa. Papa sudah menciptakan penderitaan untuk kamu * Gumam marko dengan mata berkaca - kaca.


********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK


JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE, KOMENTAR, VOTE SERTA BERIKAN HADIAH YANG BANYAK.

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️


__ADS_2