
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
" Kata mama sebelum kamu masuk rumah sakit, kamu mengobrol dengan Julia dirumah mama meri ? Setelah itu kamu langsung kesakitan dan mereka membawamu kerumah sakit ? Sebenarnya apa yang dilakukan Julia sayang ?" Tanya candra ingin tahu apa yang sudah diperbuat oleh Julia.
Aluna tidak mau mengatakan yang sesungguhnya, dia tidak mau sang suami memarahi Julia dan memperpanjang masalah. Lagipula aluna tidak kenapa - kenapa jadi dia lebih memilih diam dan menyembunyikan apa yang sudah dikatakan oleh Julia.
" Tidak mas, julia tidak mengatakan apa - apa. Kami hanya membicarakan seputar kehamilan saja. Mbak Julia kan pernah hamil juga mas jadi ya tidak ada salahnya kami saling berbagi cerita " Ucap Aluna mencoba menutupi kebohongannya dengan senyum manisnya.
Meskipun aluna tidak menceritakan sebuah kebenaran, candra bisa tahu apa yang dikatakan Aluna adalah sebuah kebohongan. Candra heran terbuat dari apa hati Aluna sampai dia tidak mau berkata jujur tentang apa yang dilakukan oleh Julia.
Candra membereskan barang - barang Aluna karena Aluna siang ini sudah diperbolehkan pulang. Setelah mengurus administrasi aluna sudah diperbolehkan pulang. Untuk sementara aluna tidak diperbolehkan terlalu capek atau banyak fikiran.
" Hati - hati ya sayang " Ucap Candra saat aluna turun dari mobil.
" Iya mas, aku tidak apa - apa mas. " Jawab Aluna menyakinkan suaminya jika dia tidak apa - apa.
Rasa khawatir candra menurut Aluna sangat berlebihan. Bahkan saat kau kekamar mandipun candra mengikutinya. Bukan tidak mau atau tidak suka dengan perhatian candra, tetapi kekhawatiran dan perhatian candra sangat berlebihan dan membuat Aluna tidak nyaman untuk bergerak.
" Dimaklumi saja sikap suami kamu itu Sayang. Dia hanya takut kamu kenapa - kenapa sayang, apalagi saat kamu masuk rumah sakit kemarin dia tidak tahu. Dia seperti itu karena tidak mau kamu sakit lagi " Ucap sang mama mertua sedikit berbisik ditelinga aluna. Dan candra sendiri sedang menurunkan tas aluna dari mobil.
" Iya ma " Jawab aluna lembut sambil mengulas senyum manis dan ramahnya.
Setelah semua barang turun candra membawanya kekamar dan meminta aluna untuk segera istirahat. Tadi sebelum pulang dari rumah sakit sudah makan siang dan minum obat terlebih dahulu. Sehingga saat sampai rumah tinggal istirahat.
" Bagaimana masalah perusahaa mu Can? Apa ada yang sangat serius sampai saat itu kamu susah dihubungi selama berhari - hari. ?" Tanya pak akbar saat mereka sedang duduk berdua diruang keluarga.
__ADS_1
Pak andi sendiri setelah mengantar aluna pulang langsung pergi kerumah mala untuk melihat persiapan pernikahan mala.
" Alhamdulillah pa semua nya sudah selesai " Jawab candra sambil membuang nafas dengan berat.
" Seserius apa masalahnya ?" Tanya pak akbar.
Candrapun menceritakan semuanya kepada pak akbar apa saja yang terjadi selama di amsterdam tanpa ada yang dia tutupi sama sekali. Pak akbar menyimak semua cerita candra dengan serius , ada rasa bangga karena candra bisa membangun perusahaan dengan temannya. Dan ada rasa ingin marah juga karena candra tidak memberitahu masalahnya dari kemarin - kemarin.
" Sebenarnya papa ingin marah tapi ya sudah tidak jadi karena kamu sudah pulang dan masalah perusahaan sudah selesai. Sehingga kamu tidak menikah dengan wanita bule yang tergila - gila sama kamu. Beruntung mama siwanita itu mau membantu kamu , kalau tidak pasti kamu sudah menikahi wanita bule itu" Ucap pak akbar sambil memukul pundak candra dengan pelan.
" Tidak akan pernah terjadi pa. Sampai kapanpun Aluna tetap dihati. " Jawab candra yakin.
" Lebay banget sih anak papa ini, sepertinya bucin banget sama aluna. Bagus deh, dulu tidak pernah jatuh cinta sampai mama dan papa takut kalau kamu itu belok. Tapi sekarang mama dan papa sudah yakin jika anak papa ini normal. Hahahaaa.... " Ucap pak akbar lalu tertawa lebar.
Mendengar tawa renyah dari sang suami membuat sang istri penasaran dan diapun ikut bergabung dengan anak dan suaminya.
" Ada apa sih ?" Tanya sita duduk disebelah suaminya.
" Ini ma candra sekarang bucin banget, padahal dulu kita takut jika dia belok kan.?" Ucap pak andi lagi.
Candra teringat dengan salam dari tami untuk mamanya,diapun menceritakan pertemuannya dengan teman masa kecil sang mama. Mama sita menyimak cerita candra dan dia sangat terharu dengan kebaikan dan kepedulian tami kepada candra.
" Kamu ada nomor ponselnya can?" Tanya mama sita ingin segera menghubungi sang sahabat.
" Ada ma , ini candra kirim keponsel mama. " Ucap candra lalu mengirim nomor ponsel tami kepada mamanya.
Setelah mendapatkan nomor ponsel tami, mama candra kembali kekamarnya untuk melakukan panggilan telepon kepada sahabat masa kecilnya. Candra juga masuk kamar, badannya sangat lelah sekali. Sedari tadi dia belum istirahat sama sekali padahal baru dari perjalanan jauh.
********
Sedangkan dikediaman meri, saat ini pak andi sedang memantau para pekerja yang memasang tenda. Hanya ingin memastikan agar tidak ada kesalahan. Meri datang menghampiri pak andi dan mengajaknya duduk diteras.
__ADS_1
" Bagaimana keadaan aluna mas ? Maaf, aku tidak bisa menjenguk aluna. Aku sibuk banget dan tidak enak dengan yang bantu - bantu jika aku pergi dari rumah. Tapi nanti malam aku usahakan akan menjenguk Aluna. Mala juga sangat menghawatirkan Aluna ,mas" Ucap meri merasa tidak enak karena seolah mengabaikan Aluna.
" Sudah kamu fokus saja sama urusan mala. Aluna tidak apa - apa , dia juga sudah pulang dan ada candra yang menemaninya beserta kedua orang tuanya. " Ucap pak andi
" Oh candra sudah pulang ? Alhamdulillah kalau dia sudah pulang, setidaknya ada yang menjaga dan menemani Aluna. " Ucap meri senang.
Keadaan tiba - tiba menjadi hening dan canggung, karena mereka tidak tahu lagi apa yang ingin dibicarakan. Baik meri maupun pak andi hanya diam dan melempar pandangan kearah orang - orang yang secang sibuk memasang dan menghias tenda.
" Mama, papa kok diem - dieman ? Lagi marahan ya ?" Tanya mala yang tiba - tiba datang dan sudah suduk di sebelah mamanya.
" Ehh... Mala bikin kaget saja. Kami tidak marahan mala, kami lagi memperhatikan para pekerja itu " Ucap pak andi beralasan.
Namun mala tahu jika yang diucapkan papanya itu bohong. Pasti mereka canggung dan kehabisan topik pembicaraan jadi hanya bisa saling diam dan membuang pandangan. Mala menyakini jika mama dan papanya sebenarnya masih saling mencintai dan menyayangi tetapi gengsi untuk mengakuinya.
" Pa, kabar aluna bagaimana ? Apa candra sudah pulang?" Tanya mala mencairkan suasana. Padahal dia sudah tahu jika aluna sudah pulang kerumah begitupun dengan candra.
Sebelum keluar menemui mama dan papa nya , mala sudah menghubungi aluna tepat saat dia menghubungi candra yang mengangkat telepon Aluna karena Aluna sendiri sedang tidur.
" Aluna sudah sehat Mala, dan candra juga tadi pagi sudah pulang." Jawab pak andi.
" Alhamdulillah " Seru Mala.
Melihat mama dan papanya hanya saling diam dan terlihat malu - malu. Membuat mala yakin jika mereka masih saling mencintai dan tidak ada salahnya untuk rujuk. Aluna dan mala juga ingin melihat orang tuanya rujuk, dan hidup bahagia bersama - sama untuk menikmati masa tuanya.
* Mungkin nanti setelah aku menikah aku akan membicarakan masalah ini sama Aluna. Semoga saja mama dan papa masih berjodoh, sebenarnya mereka masih saling mencintai . Hanya saja mereka gengsi untuk mengatakannya * Gumam mala dalam batinnya.
Mala kembali masuk kekamarnya dan memberikan waktu berdua untuk mama dan papanya.
********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK. 🙏🙏😘😘😘
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA JANGAN LUPA HADIAHNYA.
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️❤️