
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Rumah tangga Marko dan Mina selama 3 bulan ini berjalan dengan baik. Mina bisa menjadi istri yang baik bagi Marko. Meskipun usia Mina dan Marko terpaut jauh. Namun Mina maupun Marko bisa saling mengisi kekurangan dan kelebihan mereka berdua.
" Mas, kok aku ingin makan jeruk nipis ya ?" Seru Mina saat datang ke bengkel untuk mengantarkan makan siang untuk Marko.
" Jeruk nipis ? Yang benar dulu dek?" Tanya Marko dengan heran, sebab apa yang diinginkan oleh Mina sama sekali tidak masuk akal. Jeruk nipis yang asam ingin dia makan.
Marko juga memanggil Mina dengan sebutan dek, dia sengaja tidak memanggil Mina dengan panggilan sayang karena dia ingin memperlakukan Mina berbeda dengan istrinya yang terdahulu. Marko tidak mau pernikahannya kandas seperti saat bersama Julia. Sehingga semua kebiasaan yang pernah dia terapkan saat bersama Julia dulu, sudah Marko buang jauh-jauh.
" Iya mas tidak tahu kenapa dari pagi tadi aku sangat ingin makan jeruk nipis. Bahkan tadi saat di tukang sayur pun aku menanyakan jeruk nipis tetapi Si Abang sayurnya bilang jika hari ini dia tidak bawa." Ucap Mina dengan wajah terlihat tidak bersemangat.
" Itu jeruk nipis mau kamu makan atau mau kamu bikin buat minuman dek?." Tanya Marko ingin tahu.
" Buat dimakan mas , tadi kan aku sudah bilang mau aku makan bukan untuk aku bikin minuman. Mau aku makan begitu saja, sepertinya enak banget. Dimana ya mas yang kira-kira punya pohon jeruk nipis, sepertinya memetik langsung lebih enak dan lebih fresh Mas." Seru Mina sembari membayangkan memakan jeruk nipis yang dari tadi dia inginkan.
Marko semakin melongo mendengar pernyataan dari Mina. Marko pun mengingat-ingat dimana ada pohon jeruk nipis, dan akhirnya Marko pun ingat jika di rumah lamanya ada jeruk nipis rumah yang sudah dia berikan kepada Mala.
" Aku tahu dimana yang ada pohon jeruk nipis, tapi tidak tahu berbuah apa tidak." Ucap Marko ragu.
" Dimana mas ?" Tanya Mina antusius.
" Dirumah mala, tapi rumah yang mala kontrakan. Nanti setelah makan siang kita kesana ya, kita coba lihat dulu ada buahnya atau tidak pohonnya." Ucap Marko lagi.
Mina mengangguk penuh semangat , diapun segera membuka rantang makanannya yang tadi dia bawa. Dan menyusunya diatas meja, dengan sabar dan telaten Mina mengambilkan lebih dulu untuk Marko baru dia mengambil untuk dirinya sendiri.
Jika makan siang diruangan kerjanya begini Marko sering teringat dengan Julia. Dulu Julia juga sering datang ke bengkel membawakan makan siang untuknya, namun makanan itu Julia dapat dari beli tidak memasaknya sendiri. Bahkan dulu sebelum mereka makan siang pasti mereka akan melakukan olahraga siang terlebih dahulu.
__ADS_1
Tapi tidak dengan sekarang, semua kebiasaan itu sudah Marko buang jauh-jauh. Marko hanya mau mengajak Mina bermain saat di rumah saja, karena tempat kerja saat ini benar-benar Marko gunakan untuk bekerja mencari nafkah. Apalagi memang di ruangannya tempat untuk melakukan pun tidak memadai. Mina sangat beda jauh dengan Julia, saat dulu Julia memang senang bermain di manapun tempatnya, berbeda jauh dengan Mina.
" Mas Kok diam saja sih. Memang masakan aku tidak enak ya?." Tnya Mina saat melihat Marko hanya diam saja.
" Oh maaf, maaf tidak begitu Dek. Aku hanya memandang wajahmu saja karena sekarang kamu makin hari makin cantik dan menggemaskan." Jawab Marko sedikit berbohong, tidak mungkin dia bicara jujur jika saat ini dia sedang teringat dengan Julia.
" Sudah jangan menggombal lagi, sekarang cepat makan siang. Setelah itu kita pergi mencari jeruk nipisnya, aku sudah sangat ingin makan buah itu mas." Ucap Mina sedikit mengerucutkan bibirnya.
Membuat Marko semakin gemas dengan tingkah aneh dari sang istrinya. Dengan segera Marko mengambil piring yang sudah terisi makanan dan segera memakannya begitupun dengan Mina. Dengan cepat Dia menghabiskan makan siangnya, Karena dia sudah tidak sabar lagi ingin datang ke rumah yang mala kontrakan untuk mengambil jeruk nipis.
" Pelan-pelan saja Dek makanya, jangan seperti itu. Nanti tersedak loh." Seru Marko mengingatkan Mina karena dia melihat Mina makan dengan cepat.
" Iya Mas maaf soalnya aku pengen cepet selesai dan pengen cepet datang ke rumah yang mala kontrakan itu untuk mengambil jeruk nipisnya."Jawab Mina dengan mulut penuh dengan makanan.
" Iya Mas tahu, tapi juga jangan seperti itu makanya." Seru Marko lagi.
* Kenapa Mina jadi ingin makan jeruk nipis ya? Bagaimana jika di rumah itu jeruk nipisnya tidak berbuah? Apakah Mina akan marah atau Mina akan kecewa. Nanti coba aku tanya mala di mana lagi yang ada pohon jeruk nipis selain di rumah itu.* Gumam Marko dalam batinnya.
Makan siangpun akhirnya selesai, setelah Mina memberskan peralatan makan, Mina segera mengajak Marko untuk kerumah Mala. Akhirnya Marko dan Mina berangkat menuju rumah yang Mala kontrakan itu. Sepanjang perjalanan Mina terlihat senang dan antusius sekali.
" Yang pasti asam mas,tapi tidak tahu kenapa kok dari pagi aku ingin makan itu. Padahal aku ini sebenarnya tidak suka mencium bau jeruk nipis , anehkan ?" Jawab Mina sambil terkekeh.
" Iya sih aneh dek. Itu rumahnya dek , kita sudah sampai." Ucap Marko sembari menunjuk rumah yang besar.
Marko menghentikan mobilnya dipinggir jalan, setelah mesin mobil mati Marko dan Mina langsung turun dari mobil dan berjalan menuju pagar rumah yang tertutup rapat. Namun ternyata ada pemilik rumahnya yang sedang bermain di teras bersama anaknya.
Melihat ada tamu, pemilik rumah itupun langsung nenggendong anaknya dan menghampiri Marko dan Mina.
" Loh pak Marko,tumben main kesini pak? Maru masuk pak." Seru ibu yang saat ini mengontrak rumah Mala sembari membukakan pintu pagar besi.
" Iya bu, maaf mengganggu waktunya. " Jawab Marko lembut.
Marko dan Mina pun berjalan beriringan menuju rumah, sang pemilik rumah mempersilahkan Mina dan Marko untuk masuk tetapi Marko menolaknya.
__ADS_1
" Emm.. Kedatangan kami kesini mau meminta jeruk nipis yang ada dihalaman belakang Bu. Apakah pohonnya berbuah.?" Tanya Marko dengan ramah.
" Iya bu, jika berbuah saya mau minta. Sebab sedari tadi saya ingin makan jeruk nipis." Ucap Mina ikut berbicara.
Ibu itupun hanya tersenyum, dia beranggapan jika Mina sedang hamil muda. Sehingga dia menginginkan makan yang asam - asam.
" Oh.. Ada kok. Buahnya lumayan lebat , karena memang saya pupuk. Saya sering meminum air perasan jeruk nipis juga kok Mbak. Baiklah kalau begitu mari ikut saya kebelakang, nanti mbak bisa ambil yang banyak untuk stok" Ucap ibu yang bernama Hanum itu.
Marko dan Mina mengangguk, keduanya memilih lewat samping rumah saja. Mereka menghargai sang pemilik rumah , sehingga tidak mau lewat dari pintu rumah. Setelah sampai belakang Mina langsung berlari kearah pohon jeruk nipis itu dan memetiknya.
Ibu Hanum memberikan pisau kecil untuk memudahkan Mina mengupas kulit jeruknya. Dengan lahap mina memakan jeruk nipis itu seperti tidak ada rasa asamnya sama sekali.
" Istri saya kenapa ya bu kok tiba - tiba dia mau makan jeruk asam itu. Padahal itu asam banget ya bu, saya khawatir dia sakit perut." Seru Marko.
" Tidak akan sakit pak, istri pak Marko pasti tahu batasannya. Tidak mungkin dia makan satu pohonnya langsung, nanti kalau keinginannya terasa sudah puas pasti istri pak Marko berhenti sendiri. Kalau wanita yang sedang hamil muda itu wajar pak meminta dan menginginkan makan yang aneh - aneh." Ucap ibu Hanum sembari memangku anaknya yang masih berusia 4 tahun.
Hahhh...
Hamil ? Marko langsung memandang kearah ibu Hanum. Dia tidak percaya dengan apa yang barusan dikatakan oleh ibu Hanum. Ibu Hanum sendiri hanya mengernyitkan keningnya.
* Apa Mina sedang hamil ? Kalau memang Mina saat ini sedang hamil berarti sekarang itu dia lagi ngidam? Ngidam makan jeruk nipis?* Gumam Marko dalam batinnya.
" Pak Marko kenapa?" Tanya ibu Hanum.
" Emm... Apa benar istri saya sedang hamil ya bu?" Tanya Marko.
" Loh... Memangnya mbak Mina tidak hamil? Ohh mungkin saja memang belum tahu jika dia hamil pak, kalau dilihat - lihat si sepertinya mbak Mina itu sedang hamil." Ucap ibu Hanum.
Mina yang sudah selesai mengambil jeruk nipispun menghampiri Marko dan ibu Hanum. Tidak banyak jeruk yang Mina ambil karena dia sudah puas makan dibawah pohon nya langsung.
" Sedikit banget mbak?" Tanya ibu Hanum ramah.
" Iya bu, tadi juga sudah makan 7 jadi ini sedikit saja. Ini buat mas Marko siapa tahu dia juga mau makan." Ucap Mina.
__ADS_1
Marko hanya bisa menelan salivanya sendiri, bagaimana dia bisa memakan jeruk yang asam itu. Membayangkan saja sudah keluar air ludahnya, namun Marko hanya mengiyakan saja ucapan sang istri. Setelah urusan jeruk nipis selesai, Marko dan Mina pamit dan tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada ibu Hanum.
********