Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Pria yang aneh


__ADS_3

.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


Di tempat lain , mala dan salah satu pengurus pondok di berikan tugas untuk berbelanja kepasar. Mala memang tinggal di pondok namun bukan hanya sebagai orang yang hanya belajar tapi dia juga membantu urusan dapur. Hal seperti inilah yang membuat mala betah tinggal di pondok, karena disini selain belajar dia juga bisa mendapatkan pengalaman baru. Dan disini orang - orang menghargainya tanpa memandang latar belakangnya.


" Mbak mala kita nunggu angkot disini saja ya mbak. Kalau harus nunggu di depan sana aku tidak sanggup jalannya. Ini belanjaan kita banyak banget mbak " Ucap Dewi salah satu teman mala di pondok.


" Iya Dew, kalaupun bawa motor tadi juga kita tidak bisa bawa sebanyak ini. Oh iya Dew, jangan panggil mbak dong Dew kesannya kok aku ini sudah dewasa banget. Mana anak - anak yang lainnya manggil aku juga mbak semua ada juga yang kak. Padahal panggil nama saja juga tidak apa - apa loh Dew " Ucap mala mencoba protes.


" Mbak mala ini aneh - aneh saja. Ya mana bisa begitu, usia mbak mala kan memang lebih dewasa dari mereka. Rata - rata mereka usia belasan, kalau saya dan mbak mala mungkin hanya selisih 2 tahun. Tapi tetap saja harus menghormati yang lebih tua " Jawab dewi.


Mala dan dewi menunggu angkutan umum sambil duduk di bawah pohon besar yang ada di dekat pasar. Biasanya mereka belanja pagi hari bawa motor, namun karena hari ini mereks belanjanya banyak dan mereka berangkat juga sudah siang jadi lebih memilih naik angkutan umum saja.


" Emmm... Dew kamu sudah berapa lama tinggal di pondok itu ?" Tanya mala ingin tahu.


" Sudah hampir 3 tahun mbak. Aku dulu bukan orang baik mbak, dan sekarang juga belum tentu aku menjadi orang baik. " Ucap dewi tersenyum kecut mengingat masalalunya yang sangat kelam.


" Aku dulu putus sekolah, kedua orang tua ku bercerai dan memilih kehidupannya sendiri - sendiri tanpa memperdulikan ku. Mereka menikah lagi dan mempunyai keluarga baru sehingga mereka melupakan keberadaan ku. Sampai akhirnya aku berhenti sekolah di bangku 1 SMA , aku juga mencari kesenanganku dan kebahagiaanku sendiri sampai akhirnya aku terjerumus kedalam pergaulan bebas. Aku menjadi pecandu alkohol bahkan aku rela menjual tubuh ku kepada para pria hidung belang demi menafkahi diriku sendiri karena orang tua ku tidak menafkahiku lagi " Ucap dewi menceritakan sepenggal masalalunya. Kuatnya dewi , dia bercerita tanpa meneteskan airmata sedikitpun.


Mala tertegun mendengar cerita dewi, cerita masalalu dewi mempunyai kemiripan dengan kisahnya. Mala baru tahu jika dewi juga mempunyai masalalu yang buruk seperti dirinya.


" Kisah kita hampir sama Dew, nanti jika ada waktu senggang kita saling berbagi kisah meskipun itu kisah yang sangat buruk" Ucap mala tersenyum ramah.


" Iya mbak.. Emm.. Ini kok angkot nya belum lewat juga ya mbak Sudah mau jam 3 sore ini." Ucap dewi gelisah karena angkot belum juga ada yang lewat.


Tin Tin Tin


Tiba - tiba ada sebuah mobil berhenti tepat didepan mala dan dewi. Mereka berdua penasaran siapa orang yang ada di dalam mobil, apakah mereka mengenalnya ?


" Siapa mbak ?" Tanya dewi penasaran.


" Aku juga tidak tahu Dew " Jawab mala jujur dan terus memperhatikan mobil yang berhenti tepat dihadapan mereka.


Orang yang ada didalam mobilpun turun dan menghampiri mereka. Seorang pria itu turun dan melempar senyum ramah kepada dua orang wanita yang ada di hadapannya, dia menghampiri dua wanita itu.

__ADS_1


" Mbak sedang ngapain disini ? " Tanya seorang pria dengan sok ramah.


" Lagi nunggu angkot " Jawab mala dan dewi serempak.


" Wah serempak ya. Jangan - jangan kalian ini kembar tapi beda rahim " Ucap pria yang sok kenal itu.


Mala dan dewi saling beradu pandang, mereka heran dengan pria itu yang sok kenal sok dekat. Kenal juga kagak tapi sudah seperti orang sudah kenal lama. Mala terlihat mengacuhkan pria itu.


" Saya disini orang baru loh mbak - mbak, kenalan dong " Ucap pria sok kenal itu.


" Jangan mau dew, siapa tahu dia itu orang jahat yang mau menculik kita. Kita harus waspada sama orang asing, lihat saja kenal saja tidak tapi sok kenal banget. Dia pasti punya niat buruk sama kita " Ucap mala antisipasi.


" Benar mbak. Sudah yuk kita pindah saja, tapi barang kita banyak mbak bagaimana ini ? Apa ita teriak saja ya mbak biar dia dipukuli sama warga " Ucap dewi sedikit berbisik tepi masih bisa didengar oleh pria itu.


Huuffff


Pria itu membuang nafas sambil menggelengkan kepalanya. Heran saja pria tampan dan rapi seperti dia kok dibilang penculik. Penculik hati mungkin ya..


" Kenapa senyum - senyum ?" Tanya mala ketus.


" Tidak apa - apa, cuma kalian ini aneh. Masak pria setampan aku dibilang penculik habis juga pesona tampan ku karena kalian bilang penculik. " Ucap pria itu merengut sambil mencebikkan bibirnya.


Hooeeekkk... Hoeeekkkk


" Mbak kamu kenapa ? Sakit ?" Tanya dewi khawatir.


* Ishh... Dewi ini masak tidak paham sih . Aku begini bukan karena sakit, tapi mual karena pria yang sok tampan ini * Gumam mala dalam batinnya.


" Tidak " Jawab mala singkat.


Pria itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil nyengir kuda. Sebab dia tahu maksud mala , dia hanya pura - pura mual saja.


" Kalian mau pulang kan ? Saya antar yuk, hari sudah semakin sore bentar lagi asar. Mungkin tidak ada lagi angkot yang lewat sini, lihat tuh barang bawaan kalian banyak banget " Ucap sang pria dengan ramah.


Mala dan dewi memang belanja banyak, tapi hanya stok bahan makanan yang kering - kering saja. Ada 3 karung beras, 1 dus minyak makan, gula, kopi dan yang lainnya.


" Bagaimana ini mbak ?" Tanya dewi meminta persetujuan mala.


" Ya sudah kita terima saja tawaran dia. Tapi awas ya kalau kamu macam - macam ! Kamu tadi bilang bukan orang sini berarti kamu disini tidak ada teman, jadi kalau kamu macam - macam bakal dihajar sampai babak belur sama masa , apalagi papaku mantan preman habis kamu dibuatnya" Ucap mala mengancam pria yang ada dihadapannya.

__ADS_1


Pria itu hanya menelan salivanya sendiri, dia juga bergerdik ngeri mendengar ancaman dari mala. Apalagi mendengar kata preman, dia paling anti berurusan dengan preman.


" Iya tenang saja, saya orang baik kok. Saya ingin mencari teman jadi tidak mungkin dong saya jahat sama kalian, mungkin dikit saja sih. Heheee " Jawabnya sambil terkekeh.


" Awas saja kalau berani macam - macam. Aku bogem kamu sampai babak belur !! " Ucap mala sambil mengepalkan tangannya di hadapan sang pria.


Pria itu membantu mala dan dewi memasukan barang belanjaannya kemobil. Mala dan dewi memilih duduk dikursi belakang, dan seolah menganggap pria itu sebagai sopir mereka. Anggap saja naik taksi olnline ya mala ?


" Kok tidak ada yang duduk didepan sih, aku bukan sopir taksi online loh mbak - mbak cantik ?" Tanya sang pria tetap dengan kata manisnya.


" Sudah jalankan saja mobilnya bawel banget sih jadi laki." Ucap mala ketus.


" Jangan galak - galak dong mbak, nanti jatuh cinta loh " Jawab sang pria sambil tertawa .


Hahaaaa haaaa


Dewipun ikut tertawa, pria dihadapannya itu memang percaya dirinya tinggi sekali.


" Mana mau mbak mala yang cantik ini sama kamu " Ucapnya membela mala.


" Sorry ya kalau saya jatuh cinta sama kamu. Yang ada kamu tuh jatuh cinta sama aku. " Jawab mala dengan ketus.


Pria itupun diam dan lebih memilih fokus menyetir mobil sambil mendengarkan arah jalan dari dewi. Memang jika berdebat dengan wanita ini tidak ada habisnya, wanita memang selalu ingin menang. Tanpa terasa mobil yang membawa mala dan dewi sudah sampai di alamat tujuan. Pria itu terperangah saat mengetahui alamat yang dia tuju adalah sebuah pondok pesantren. Meskipun tidak terlalu besar, dia bisa tahu jika itu pondok pesantren.


* Gila ternyata mereka tinggal di pesantren ? Pantas saja mereka mengenakan hijab * Ucap pria itu dalam hatinya.


Mala dan dewi turun dari mobil dan menurunkan barang - barang belanjaannya dan di tolong oleh pria yang mengantarkannya itu. Setelah barang belanjaan semua turun dewi masuk lebih dulu sambil membawa 1 kardus minyak makan, sedangkan mala mengucapkan terimakasih terlebih dahulu kepada pria yang sudah mengantarkannya.


" Terimakasih " Ucap mala.


" Iya sama - sama. Semoga lain kali kita bisa bertemu lagi, kalau begitu aku permisi dulu ya. Assalamualaikum " Ucap pria itu agak kaku .


" Waalaikumsalam " Jawab mala singkat.


Mobil yang mengantarkan mala dan dewi kini sudah menjauh, mala dibantu yang lainnya membawa barang belanjaannya ke dapur.


*********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK

__ADS_1


LIKE KOMENTAR VOTE FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️


__ADS_2