Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Tika melahirkan


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Oeeekkk Oeeekkkkk Ooeeeekkkk


Tangisan bayi sudah menggema dari ruang bersalin disalah satu rumah sakit. Rumah sakit tempat surya bekerja, karena memang hanya rumah sakit itu yang terdekat dengan desa tempat mereka semua tinggal. Tangisan bayi itu milik anak yang baru saja dilahirkan oleh tika.


" Akhirnya kamu resmi menjadi seorang Ayah bro, selamat ya " Ucap surya memberikan selamat.


Tidak sengaja surya tadi melihat adit ada dirumah sakit , suryapun menghampiri adit. Ternyata adit mengantarkan istrinya yang ingin melahirkan.


" Terimakasih surya " Ucap adit dengan ramah.


Terlihat rona bahagia terpancar diwajah adit, anak yang selama 9 bulan mereka tunggu akhirnya hari ini sudah lahir dengan selamat tanpa kurang suatu apapun. Adit hanya sendirian menunggunggu sang istrinya, karena tadi dia buru - buru dan lupa membawa ponsel.


" Ngomong - ngomong kok orang tuamu tidak ada disini Dit ? Kamu tidak mengabari mereka kalau istri kamu melahirkan ?" Tanya surya heran.


" Aku tadi buru - buru jadi lupa bawa ponsel. Mau pinjam kamu , aku juga tidak ingat nomor ponsel mereka. Nanti saja kalau tika sudah dipindahkan dikamar rawat inap saja aku tinggal pulang bentar untuk mengambil keperluannya dan ambil ponsel sekalian. " Ucap adit .


" Oh...begitu. Baiklah kalau begitu aku tinggal balik ke ruangan kerjaku ya. Sekali lagi selamat sudah menjadi seorang ayah." Ucap surya sambil menepuk pundak adit dengan pelan.


Adit tersenyum ramah sambil mengangguk, dia juga masuk keruang bersalin untuk melihat keadaan tika. Selesai melahirkan tadi tika kelelahan sehingga dia tertidur dan surya meninggalkan nya keluar.


Tidak menunggu lama tika bangun dan suster langsung memindahkannya keruangan rawat inap. Surya dengan pelan menggendong anaknya yang sudah wangi , bersih karena sudah dimandikan. Suryapun mengadzani putri kecilnya, selesai di adzanin putri kecilnya dia letakkan disamping tika.


" Anak kita cantik sayang, mirip sama mamanya " Ucap adit sambil mencium kedua pipi anaknya.


" Iya mas. Tapi masak sikecil saja yang dicium, ibunya juga mauloh dicium " Ucap tika tetap bersikap gesrek seperti biasanya.


" Huuhhhh... Dasar. Sama anak sendiri kok iri. Baiklah istriku tersayang mas akan mencium kamu. Tapi hanya cium pipi sama kening saja ya . Tidak boleh dibibir, nanti gawat kalau ada yang bangun " Ucap adit ikut bercanda.


Tika hanya mengerucutkan bibirnya manyun, dia malu karena suaminya sudah mesum duluan. Adit mencium kedua pipi tika dan kening tika sembari mengucapkan ribuan rasa terimakasih kepada tika karena sudah berjuang melahirkan anak mereka.


Tok Tok Tok


Pintu ruangan tika diketuk dan masuklah dokter yang tadi membantu proses persalinan tika. Dokter memeriksa keadaan tika, dan suster memberikan obat yang harus tika minum setelah makan siang nanti.


" Ini obatnya nanti diminum setelah makan siang ya bu. Sebentar lagi makan siang akan diantarkan. " Ucap suster dengan ramah.

__ADS_1


" Iya suster terimakasih " Jawab tika tak kalah ramah. Meskipun bar - bar, gesrek tika wanita yang sopan dan ramah. Namun tetkadang sifat bar - barnya itu yang menyebalkan.


Dokter dan suster kembali keluar dari ruangan tika. Baru juga adit mendudukkan tubuhnya dikursi samping ranjang tika. Petugas rumah sakit kembali masuk untuk mengantarkan makan siang untuk tika.


" Selamat makan siang ya bu " Ucap petugas rumah sakit dengan ramah dan sopan.


" Iya mbak terimakasih " Jawab tika pelan.


Ooeeekkk oooeeekkkk


Belum sempat makan siang putri kecil tika menangis, dengan sigap adit mengambilnya dari bok bayi dan menyerahkannya kepada tika.


" Memang asinya sudah keluar sayang ?" Tanya adit heran karena tika langsung memberikan asinya.


" Belum tahu mas, tapi harus dicoba dan dibiasakan agar asinya banyak. " Jawab tika.


Tika mencoba memberi putri kecilnya asi, dan alhamdulillah walaupun belum banyak sikecil sudah bisa meminumnya. Sikecil kembali tertidur dan adit meletakkan kembali di bok bayi yang sudah disediakan pihak rumah sakit.


" Sayang aku pulang dulu ya. Untuk mengambil pakaian kamu dan ponsel yang tertinggal dirumah. Aku juga belum menghubungi orang tua kita , makanya sampai sekarang mereka belum ada yang datang " Ucap adit menjelaskan.


" Iya mas tidak apa-apa. Untuk pakaian sudah aku siapkan di dalam tas mas. ada di samping lemari , karena tadi pagi sudah kesakitan dan buru - buru aku lupa mau membawanya. " Ucap tika jujur.


" Oh ya sudah. Baiklah mas pulang dulu ya, kalau ada apa-apa atau butuh sesuatu panggil suster saja dulu ya sayang. Mas tidak lama kok, insya Allah dalam waktu satu jam mas sudah sampai sini lagi " Ucap adit berpamitan.


***********


" Ini surat cerai kita sudah keluar. Ingat Julia , sekarang kamu sudah bukan lagi istriku dan kamu jangan lagi mengganggu kehidupanku. Kamu bebas menjalin hubungan dengan siapapun " Ucap Marko sambil meletakkan surat cerai diatas meja ruang tamu.


Julia mengambil surat itu dan membacanya, sudah tidak ada harapan lagi baginya untuk bisa rujuk dengan marko. Surat dan akta cerai sudah ada ditanganya, pupus sudah harapan untuk bisa hidup bersama marko lagi.


" Apa tidak ada kesempatan kedua untukku sayang ?" Tanya Julia masih memanggil marko dengan kata sayang.


" Ceeekkk... Jangan panggil aku sayang, jijik aku dengar kamu memanggilku sayang. Tidak ada kesempatan kedua untuk wanita murahan sepertimu. Baiklah karena sudah tidak ada lagi yang kita bahas , aku permisi. Assalamualaikum " Ucap marko bangkit dan melangkah menuju pintu keluar.


Juliapun langsung menghentikan langkah kaki marko dengan menarik tangan marko lalu memeluk marko dari belakang. Marko berontak dan menghempaskan tubuh julia sampai julia tersungkur dilantai.


" Jangan lancang kamu julia ! Aku bisa bersikap lebih kasar dari ini Julia. !" Bentak marko lantang.


" Mas aku hanya ingin memelukmu untuk yang terakhir kali saja mas. Apa aku salah jika aku masih mencintai kamu mas. ?" Tanya julia sambil menangis.


" Tidak salah ! Itu hak kamu, tapi aku tidak bisa membalasnya. " Ucap marko.


Setelah bicara seperti itu marko pergi tanpa mrnghiraukan julia yang terus memanggilnya. Baru juga marko pergi bahkan pintu rumah kontrakan julia saja belum tertutup, bobi datang dengan berjalan kaki. Langsung masuk dan menutup pintu, dari kejauhan marko tahu bobi ada di kontrakan julia. Namun marko tidak mau ikut campur lagi urusan julia dan bobi.

__ADS_1


" Bobi kenapa marko tidak mau rujuk dengan ku, apa aku ini tidak menarik dan tidak cantik lagi.?" Tanya julia dengan sedihnya.


" Kamu masih cantik, menarik dan enerjik. Apa pak marko dan kamu sudah resmi bercerai ? Terus apa kamu mau aku jadikan istri kedua, karena para warga mendesak untuk aku tetap menikahi kamu. " Ucap bobi dengan lesu.


Bobi tidak ada niat sedikitpun untuk menikahi Julia, dia hanya mau dengan tubuhnya saja. Namun bagaimana jika warga tetap mendesak mereka untuk menikah ? Akankah bobi dan julia menikah ? Serahkan saja jalan ceritanya sama author.


" Aku tidak mau menjadi istri kedua, jika kamu mau menikahiku aku mau kamu menceraikan istrimu itu. " Ucap julia akhirnya dia mau menjadi istri bobi tapi dengan syarat bobi harus menceraikan istrinya terkebih dulu.


" Aku tidak mungkin menceraikan istriku Julia, aku sangat mencintainya dan dia juga sedang hamil. Aku juga tidak bisa menjauhi kamu karena hanya kamu wanita yang bisa memberikan servis terbaik untukku. Bagaimana kalau kita menikah siri saja daripada kamu diusir dari kanpung ini ?apa kamu mau ?" Bobi menberikan solusi .


" Terserah kamu saja, aku pusing dan aku mau istirahat " Ucap julia berjalan masuk kamar.


Melihat julia masuk kamar membuat bobi tersenyum senang. Bobi juga ikut masuk kekamar julia, rasa penyesalannya tempo hari tidak berguna sama sekali. Dia benar - benar sudah dimabuk atas permainan julia, selama penggerebekan waktu itu sampai sekarang mereka belum pernah melakukannya lagi. Dan selama itu juga bobi menahannya, dan terus terbayang akan tubuh julia.


" Mau apa kamu ikut masuk kamar ku ?" Tanya julia ketus sambil berbaring dikasurnya .


" Mau istirahatlah, aku bolehkan tidur disamping kamu. Ini pertama kali loh aku masuk kamar kamu beb. Tahu begitu dulu kita kalau main dikamar saja , tapi sayang sekarang kamu sudah tidak mau lagi berkuda dengan ku " Ucap bobi mencoba memancing julia.


Julia nampak diam saja dan pura - pura tidak mendengar apa yang dikatakan oleh bobi. Dia memejamkan matanya, membuat bobi frustasi dan mengusap wajahnya dengan kasar. Tanpa menunggu lama bobi melepas apa yang dia kenakan sampai keadaan polos lalu naik diatas kasur.


" Sayang aku sudah siap nih " Ucap bobi berbisik ditelinga julia.


Julia membuka matanya dan dia terkejut melihat bobi yang memang sudah siap dan On. Melihat sesuatu yang sudah On membuat julia tidak tahan juga, dia dengan cepat meraihnya dan menjadikannya lolipop. Tanpa malu julia terus melakukannya dan bobi hanya menikmatinya sambil sesekali memejamkan matanya.


Julia dan bobi kini melakukan kembali apa yang memang sudah pernah mereka lakukan. Cukup lama mereka bermain , sampai tidak tahu jam berapa mereka menyelesaikan permainan. Mereka kelelahan dan akhirnya tertidur dalam keadaan yang masih saja polos.


" Jam berapa ini ? " Ucap julia melirik jam yang tergantung didinding.


" Hahh sudah jam 5 sore. Hai bobi bangun ini sudah sore cepat bangun dan sana segera pulang. " Ucap julia membangunkan bobi dengan sangat kasar.


Hhhooooaaaammmm


Bobi menguap lalu duduk sambil mengucek matanya yang masih lengket. Badannya juga lengket akibat pertempuran yang belum dia bersihkan.


" Sana cepat pulang " Ucap julia lagi.


" Beb, lebih baik kamu pindah kontrakan saja atau pindah ke kampung sebelah. Dengan begitu kita akan bebas tanpa takut diamuk warga" Ucap bobi seperti sedang bermimpi.


" Bodoh dipelihara , kalaupun dikampung lain dan posisi kita bukan suami istri akan tetap di gerebek dan diamul warga. Disini saja karena bapak mu Rt jadi orang - orang merasa segan. Kalau bicara itu di pikir dulu" Ucap julia dengan ketus.


Bobi hanya meringis sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Apa yang dikatakan julia memang benar, dimanapun julia tinggal jika tidak ada ikatan pernikahan pasti akan dihakimi oleh warga.


*********

__ADS_1


__ADS_2