Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Produksi jumlah besar


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Hhoooeekkkk hoooeeekkk


Bangun tidur surya langsung berlari menuju kamar mandi untuk memuntahkan semua isi dalam perutnya. Makanan yang semalam dia makan ikut keluar bersama mentahan yang lainnya. Mala sangat menghawatirkan keadaan Surya yang masih saja sering mual dan muntah. Padahal saat ini kehamilannya sudah masuk usia 2 bulan.


" Mas, ini minum dulu teh hangatnya. " Ucap mala memberikan segelas teh hangat untuk surya.


" Terima kasih sayang" Ucap surya pelan.


Surya menerima teh hangat dari mala lalu meminumnya. Setelah minum teh hangat dari mala, perut Surya terasa enakan dan rasa mualnya sudah berkurang. Surya berbaring sembari mengumpulkan tenaganya yang tadi terkuras habis karena dia memuntahkan semua isi dalam perutnya.


Surya lemas serta keringat bercucuran, inilah yang dialami surya setiap pagi. Namun surya menjalaninya dengan ikhlas. Dia lebih memilih jika dia yang mengalami mual daripada harus mala yang mengalaminya.


* Beruntung mual ini aku yang mengalaminya , aku tidak tahu bagaimana jika semua ini mala yang mengalaminya. Aku saja lemas begini, bagaimana dengan mala * Gumam surya dalam hatinya.


" Bagaimana mas apa sudah enakan ? Dan rasa mualnya apa masih ada ?" Tanya mala mengusap perut suaminya dengan minyak angin.


" Sudah sayang , sudah agak enakan terima kasih. " Jawab surya dengan lembut.


Mala menggangguk , lalu meninggalkan surya di kamar sendirian . Mala melanjutkan rutinitasnya di dapur untuk memasak menu sarapan pagi mereka. Hari ini malah sengaja memasak sup ayam untuk surya , agar perut surya makin enakan dan menghangat. Setelah 30 menit perkutat dengan alat-alat dapur dan bahan makanan, makanan yang dimasak mala sudah terhidang di atas meja makan.


Mala masuk ke kamarnya untuk menyiapkan semua peralatan surya yang akan dipakai untuk bekerja. Saat mala masuk kamar , Surya sudah tidak ada di atas kasur. Namun terdengar gemercik air dari dalam kamar mandi. Sehingga mala tahu jika suaminya saat ini sedang mandi.


Mala membuka lemari dan mengambil pakaian kerja yang akan dikenan oleh surya. Tidak lupa Mala menyemir sepatu Surya terlebih dahulu dan menyiapkannya di dekat pakaian Surya.


" Mas pakaiannya sudah aku siapkan di atas kasur ya. Aku mau ke depan sebentar, mau menyapu teras depan. Nanti kita sarapan bersama " Ucap mala dengan senyum menghangatnya.


" Iya istriku sayang terima kasih ya." Seru surya membalas senyuman hangat mala dengan kecupan lembut dikening sang istri.


Mala kembali meninggalkan surya di kamar agar sang suami bersiap , dia sendiri mengambil sapu dab membawanya ke teras depan untuk menyapu teras. Tepat saat mala selesai menyapu teras , Surya keluar dari kamar dan memanggilnya untuk sarapan bersama. Mala segera menghampiri sang suami dan duduk tepat di sampingnya. Dengan cekatan mala mengambilkan nasi beserta lauk-pauknya untuk suaminya.

__ADS_1


Seperti biasanya jika setiap sarapan Surya akan makan banyak. Karena isi dalam perutnya tadi sudah terkuras habis dan harus diisi lagi.


" Mau menambah Mas ? Mumpung sayur sopnya masih hangat jadi hangat juga diperut " Ucap mala dengan lembut.


" Bileh tapi nasinya jangan terlalu banyak ya sayang , banyakin sayur sopnya saja. " Pinta surya meminta sop lebih banyak.


Mala mengangguk dan segera mengambil piring surya dan mengisinya dengan sayur sop. Benar kata mala setelah memakan sayur sop perut Surya terasa lebih hangat dan lebih enakan.


Mala dan Surya fokus dengan makanannya masing-masing, tanpa menunggu lama nasi dua piring sudah berpindah di perut surya. Begitulah surya jika pagi makan banyak, karena perutnya benar - benar kosong.


Selesai sarapan Surya perpamitan kepada mala, tidak lupa dia mencium kening malah dengan mesra dan mala sendiri mencium tangan Surya dengan takzim.


" Hati -hati ya Mas " Seru mala.


" Iya sayang Assalamualaikum " Pamit surya dengan lembut.


" Waalaikumsalam Mas" Jawab mala dengan sopan dan penuh kasih sayang.


Setelah berpamitan, Surya masuk ke mobil dan mengendarai mobilnya menuju rumah sakit di mana tempatnya bekerja. Setelah suaminya berangkat bekerja mala melanjutkan tugasnya dirumah, membereskan meja makan dan mencuci peralatan makan yang kotor.


" Oh iya aku lupa belum menjenguk anaknya Tika. Hemm.. Nanti sore saja saat mas surya sudah pulang dari rumah sakit . Tidak enak sudah ada di rumah dari kemarin-kemarin aku belum menjenguknya. Kenapa aku bisa lupa begini ya?" Gumam mala dengan dirinya sendiri.


[ Halo Assalamualaikum Aluna . Kamu apa kabar?] Tanya mala saat alunan mengangkat sambungkan teleponnya.


[ Waalaikumsalam kak Mala. Alhamdulillah kabarku baik. Bagaimana Apa ada yang perlu aluna bantu Kak.?] Tanya Aluna dari seberang sana.


[ Tidak ada Lun, kakak hanya mau bertanya apakah kamu sudah ke rumah Tika untuk menjenguk anaknya ? Kakak lupa Lun, dan baru saja ingat. ]


[ Aluna sudah ke sana kemarin kak . Tidak apa-apa sih kak belum terlambat juga kok kak. Aluna kemarin juga lupa mau menghubungi Kakak . Tapi ya sudahlah namanya orang lupa mau gimana lagi ya kak . Oh iya bagaimana kabarnya kak mala ? kandungannya baik kan kak? apa mas surya masih sering mual dan muntah kalau pagi .?]


[ Masih Lun, tapi untuk mencium bau-bau yang tajam itu sudah sedikit berkurang ,tidak seberapa lagi dan tidak terlalu parah mabuknya. Keinginannya ingin makan ini itu pun sudah berkurang hanya mualnya saja yang masih belum hilang dan setiap pagi dia pasti mual dan muntah].


[ Oh kasihan juga ya mas surya kak ?tapi hanya pagi saja kan kak dia sampai mual dan muntah ? kayak siang malam atau sore gitu tidak muntah ataupun mual. Dan makan sesuatu tidak dimuntahkan ?]


[ Iya hanya saat pagi bangun tidur itu saja Lun, nanti setelah minum teh hangat atau dibawa berbaring sebentar, rasa mualnya sudah hilang dan makan pun seperti biasa. Mas Surya kalau pagi makan banyak banget, mungkin bawaan lapar karena perutnya kosong isinya habis dimuntahkan]


[ Bisa jadi seperti itu kak. Ehh kak maaf, ini aku mau berangkat kekampus. Maaf ya kak nanti di lanjut lagi, ini mau ngasi asi Rayyan sebentar baru berangkat kerumah sakit. ]

__ADS_1


[ Iya Aluna tidak apa - apa kalau begitu teleponnya kakak tutup ya, Assalamualaikum ]


[ Waalaikumsalam Kak ]


Klik


Mala menutup sambungan teleponnya , setelah itu dia meletakkan teleponnya di atas nakas samping kasurnya. Mala mbaringkan tubuhnya sejenak, pekerjaan rumahnya hanya tinggal mrnyetrika saja. Sehabis sholat subuh tadi mala sudah mencuci pakaian dan sudah dia jemur juga, maklum hanya pakaian orang dua jadi ya cepat selesainya.


Sementara itu candra di pabriknya sedang banyak pekerjaan. Yang mengharuskan candr tadi berangkt pagi - pagi tetapi candra tetap menyempatkan untuk sarapan bersama dengan Aluna, sang bidadari surganya. Bulan - bulanan ini pabrik memproduksi dalam jumlah besar - besaran karena pesanan dari para konsumen yang membludak.


" Alhamdulillah Insya Allah lelah ku menjadi berkah untuk anak dan istriku. Aamiin " Ucap satria sambil menutup surat - surat yang baru saja dia periksa.


Setelah selesai memeriksa surat-surat penting, Candra keluar dari ruangannya dan menuju ke pabrik. Dimana pusat produksi dikerjakan , candra ingin melihat dan memeriksa bahan-bahan serta kelayakan bahan yang dipakai. Meskipun mendapat orderan yang melimpah, candra tetap meminta bagian produksi mengutamakan kebersihan dan mengutamakan kualitas dan kuantitas tidak sembarangan memproduksi.


" Bagaimana bahan - bahan utama produksi apakah masih aman ?" Tanya Candra kepada kepala bagian produksi.


" Alhamdulillah masih aman dan terkendali Pak " Jawab kepala bagian produksi.


" Bagus tetap utamakan kebersihan , kualitas dan kuantitasnya. Jangan mentang-mentang kita memproduksi dalam jumlah besar kita bisa seenaknya saja. Aku tidak mau ada komplain di kemudian hari. Jangan sampai kita rugi besar, ini kesempatan kita untuk menunjukkan kepada konsumen jika pabrik kita ini benar-benar pabrik yang layak . " ucap Candra menegaskan.


" Pak Chandra tenang saja , kita dari dulu sudah menjaga kebersihan dan kualitas produksi kita. Jadi Insya Allah konsumen tidak akan pernah merasa tertipu dengan apa yang kita jual. " Ucap pak kepala bagian produksi.


Candra mengangguk lalu mengacungkan dua jempol tangannya kearah pak kepala bagian produksi. Yang menurutnya beliau memanglah sangat bertanggung jawab apalagi beliau sudah berkontribusi di pabrik itu selama 15 tahun lamanya.


Selesai mengecek bagian produksi , Candra kembali ke ruangannya lagi untuk mengerjakan tugas yang lainnya. Banyak pekerjaan yang masih harus candra kerjakan. Sedikitpun candra tidak mengeluh karena dia mengerjakan semuanya dengan ikhlas, apalagi saat teringat senyum dan kelucuan Rayyan membuat rasa lelah candra hilang begitu saja.


Triinggg


Notifikasi masuk di ponsel candra, candra langsung membukanya siapa tahu ada pesan yang penting.


" Papa " Gumam Candra.


[ Papa dengar pabrik kali ini sedang memproduksi dalam jumlah besar Can ? Papa hanya minta sama kamu untuk selalu mengingatkan bagian produksi agar tidak sembarangan saat memproduksi. Jaga kebersihan, kualitasnya serta kuantitas. Kepercayaan konsumen itu nomor 1 ] Pesan panjang lebar dari pak Akbar.


[ Iya Pa. Terimakasih atas perhatian dan peringatnnya pa, Alhamdulillah semua tetap seperti semula pa. Candra barusan dari bagian produksi. Mereka memprodusi sesusi prosedur yang ada ] Balas candra.


[ Papa percaya sama kamu ]

__ADS_1


[ Terimakasih pa ]


********


__ADS_2