
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
" Apa ? Jadi kamu sekarang sudah tidak punya mobil ? Mobil nya sudah di tarik pabrik ? Jadi selama ini mobil yang kamu gunakan itu milik pabrik ?" Tanya mala dengan nafas tersengal - sengal karena menahan amarah.
Akhirnya adit berkata jujur kepada Mala, dia ingin tahu apakah mala mau menerima keadaan nya yang sudah tidak punya apa - apa lagi.
" Iya mobil sudah di ambil pabrik " Ucap adit.
" Tidak apa - apa, nanti kan bisa beli yang baru dan yang lebih bagus lagi. Lagi pula mobil mu itu juga sudah ketinggalan zaman. " Ucap mala yang memang tidak paham dengan kondisi suami nya.
" Tapi sekarang ini aku tidak punya uang mala. Dan papa juga masih krisis , dia tidak mungkin memberi ku uang dalam waktu dekat ini. " Ucap adit berusaha jujur.
" Kalau papa mu tidak punya uang, kan bisa minta sama mama kamu Dit. Aku lihat mama kamu juga banyak duit, perhiasan nya banyak dan tas nya juga mahal - mahal. Suruh saja mama kamu jual perhiasan. " Seru mala seenaknya.
* Kenapa mala masih saja menganggap keluarga ku banyak uang. Tapi terserah lah, yang penting aku sudah berusaha jujur. Dia tidak paham itu urusan dia, dasar otak mala saja yang bebal.* Gumam adit dalam hati nya.
" Dit, besok kita sudah mulai masuk kuliah lagi. Aku minta uang dong, kan selama kita menikah besok itu hari pertama aku masuk kuliah. Pasti teman - teman ku minta traktir sebagai bentuk syukuran karena aku menikah dengan mu. Tidak banyak kok 2 juta cukup, aku mau traktir mereka di cafe yang dekat dengan kampus. " Ucap mala dengan seenak nya.
Padahal baru saja adit bicara jika dia tidak punya uang lagi. Apa mala ini tidak bisa memahami yang sudah di katakan suami nya.
" Baru saja aku bilang tidak punya uang mala ! Lalu sekarang kamu minta uang 2 juta hanya untuk mentraktir teman - teman mu. Kamu kira aku ini gudang uang,setiap hari uang - uang dan uang ! " Ucap adit tersulut emosi.
" Loh kenapa kamu malah marah? Wajar dong seorang istri meminta uang kepada suami nya? Itu sudah kewajiban kamu untuk menafkahi ku , dosa kamu kalau tidak menafkahi ku dengan baik" Ucap mala membela diri.
" Kamu bilang apa tadi dosa ? Dosa karena tidak menafkahi mu ? Sekarang aku tanya sudah berapa uang yang sudah aku berikan kepada kamu semenjak kamu menjadi istriku? Hahhh.... !!" Sentak adit juga tidak mau kalah.
__ADS_1
" Heleh... Cuma uang segitu saja di ungkit - ungkit. Seminggu ini juga kamu tidak memberi ku uang " Ucap mala tidak mau kalah.
Prangg..
Adit membanting gelas yang ada di atas meja nakas, dia geram dengan mala. Baru seminggu tidak memberinya uang tapi sudah seperti setahun tidak diberi uang. Padahal sebelum nya adit selalu memberinya uang dengan nominal 5 juta dan tiga hari kemudian dia akan meminta lagi.
" Baru seminggu ini aku tidak memberi mu uang mala. Itu karena aku memang tidak punya uang,uang ku sudah habis kamu gunakan untuk foya - foya dengan mama mu. Apa ? Kamu tidak terima aku bilang foya - foya ? Seminggu 10 juta habis !! Apa itu bukan foya - foya ? Hahhh... !!" Teriak adit lantang.
Suara pertengkaran mereka terdengar sampai luar kamar. Pak andi dan istrinya langsung menghampiri kamar mala.
Tok Tok Tok
" Mala , Adit ! Keluar ! Papa ingin bicara dengan kalian " Ucap pak Andi meminta anak dan menantunya keluar dari kamar.
" Papa tunggu di ruang keluarga, sekarang !" Ucap pak andi tegas.
Pak andi langsung duduk di sofa ruang keluarga, di samping nya ada meri sang istri yang terlihat cemas. Dia mencaskan adit dan mala, dia tahu jika sang suami sudah marah segala kemungkinan buruk pasti akan terjadi.
Tanpa menunggu lama adit dan mala keluar kamar dan duduk di sofa yang ada di depan pak Andi. Mala dan Adit duduk berjauh-jauhan.
" Apa kalian tidak malu malam - malam begini ribut. Suara kalian terdengar sampai luar rumah, kalian bisa lihat kan ini sudah jam 10 malam, waktu nya orang untuk istirahat tapi kalian justru berantem dan teriak - teriak. Sebenarnya ada apa ?" Tanya pak andi ingin tahu permasalahan yang di hadapi mala dan adit.
Tidak bermaksut untuk ikut campur dengan rumah tangga anak nya, dia hanya ingin menjadi penengah dan mencari solusi terbaik untuk anak dan menantunya. Apalagi mereka tinggal satu rumah.
" Adit tidak mau menafkahi mala pa" Mala menjawab dengan cepat, dia beranggapan jika sang papa pasti akan membela nya dan memarahi adit.
" Benar begitu dit ?" Tanya pak andi beralih memandang adit.
" Tidak benar pa. Adit menafkahi mala dengan benar bahkan uang yang adit berikan lebih dari cukup. ," Jawab adit dengan tenang.
" Memang nya berapa uang yang kamu berikan kepada mala ?" Tanya pak Andi ingin tahu.
Mala hanya senyum - senyum dia yakin jika papa nya pasti akan memarahi adit setelah mendengar nafkah yang di berikan adit.
__ADS_1
" Sepuluh juta untuk seminggu. Dan itu berjalan selama satu bulan pa, dan sudah seminggu ini aku tidak memberinya uang karena aku tidak punya uang lagi pa" Jawab adit berusaha jujur.
" Sepuluh juta satu minggu ? " Tanya pak andi seakan tidak percaya.
Pak Andi kaget saat mengetahui nominal uang yang diberikan adit kepada mala. Bahkan jatah mingguan mala lebih besar di bandingkan dengan gaji pak andi sendiri.
" Mala, kamu bilang suami mu tidak menafkahi mu dengan layak ? Kamu kemanakan uang 10 juta setiap minggu yang di berikan Adit ? Jadi jika di total 40 juta dalam satu bulan.?" Tanya pak andi mengintimidasi .
" Sepuluh juta itu tidak langsung di berikan semua pa. Tapi seminggu dua kali 5 juta , terus 3 hari lagi 5 juta. Uang itu sudah habis mala belanjakan, makan di cafe dan ke salon. Mama tahu kok soal itu karena mama juga ikut terus bahkan mama juga kebagian uang itu. " Ucap mala melirik mama nya.
Meri langsung melotot dan memandang tidak suka kepada mala. Bisa - bisa nya mala bicara jujur kepada papa nya. Kalau begini mama meri juga akan kena marah.
" Mama ! Jadi mama juga ikut menikmati uang bulanan mala ?" Tanya pak andi.
" Sedikit pa, mama juga di ajak mala dan mala juga yang memberikan uang kepada mama " Jawab mama meri.
" Kalau mala tidak memberi mama uang, mama akan marah dan tidak menemani mala shopping. " Ucap mala melirik mama nya.
Pak andi tidak habis fikir ternyata istrinya ikut andil merasakab uang bulanan mala. Pak andi tidak akan menyalahkan adit dan tidak memarahi adit. Justru dia menasehati adit agar tidak memanjakan mala dengan materi.
" Adit sudah menafkahi mu dengan layak Mala. Empat puluh juta itu bukan nominal yang kecil, bahkan uang gaji papa saja tidak ada seperempat uang bulanan mu. Untuk Adit jangan terlalu memanjakan mala dengan materi, nafkahi mala sesuai kemampuan mu dan jangan memaksakan diri jika tidak mampu. " Ucap pak andi bijak.
" Iya pa " Jawab Adit singkat.
" Tidak bisa begitu dong pa, 40 juta saja mala masih kurang . Masak iya adit mau mengurangi nya,apa papa mau aku hidup menderita dengan nafkah yang pas - pasan ?" Tanya mala dengan suara meninggi.
" Mala ! Jaga sikap mu , bicaralah yang sopan. Kamu fikir uang 40 juta itu sedikit ? Kamu itu harus tahu kemampuan suami mu, sebatas mana suamimu bisa memberi mu uang. Sekali lagi kamu mempermasalahkan uang nafkah dari adit. Kamu akan papa usir dari sini,lebih baik kamu tinggal di rumah mertua mu atau kalian mengontrak saja. " Ucap pak andi tegas.
Setelah berbicara seperti itu pak andi bangkit dan berjalan menuju kamar nya tanpa mengajak istrinya. Dia masih kesal dengan sang istri, di tambah pak andi tahu jika istrinya juga ikut menikmati uang adit yang di berikan untuk mala.
********
KLIK RATE BINTANG 5 DULU YUK KAK 🙏❤️❤️
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA 🙏❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️