
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Sehari berlalu
Bobi warga yang kemarin datang kerumah marko untuk meminta bantuan akhirnya dia datang lagi , dia datang sendirian dan dirumah hanya ada julia saja. Marko sendiri sudah berangkat kebengkel dan akan pulang disore hari. Bobi seperti sengaja datang disaat marko tidak ada.
" Ada apa ?" Tanya julia saat membukakan pintu bobi. Mata bobi melotot melihat pakaian yang dikenakan Julia. Julia hanya mengenakan kaos over size dan celana hot pants yang super pendek bahkan seperti orang yang tidak memakai celana.
Apalagi dua aset kembar julia juga terlihat menggelantung tanpa adanya alat penyangga. Bobi menelan salivanya sendiri, dia teringat bagaimana enerjiknya julia saat diatas tubuh marko.
" Emm..maaf mbak, apa pak marko nya ada ?" Tanya bobi tergagap.
" Oh suamiku jam segini ya ada ditempat usahanya ? Ada apa ? Apa ada yang perlu saya bantu ?" Tanya julia dengan suara seakan menggoda bobi.
" Tidak kok mbak , cuma mau minta sumbangan saja. Kemarin siang saat saya datang kemari saya pangil - panggil tidak ada jawaban ternyata mbak julia dan pak marko sedang anu.. " Bobi menghentikan ucapannya karena dia malu mau menyebutkan.
Bobi nyengir kuda sambil garuk - garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Julia mengernyitkan keningnya sambil menunggu bobi melanjutkan ucapannya yang terjeda.
* Apa mungkin dia tahu kalau kemarin siang aku dan mas marko bermain diruang tamu? Tidak masalah, lagipula kami bermain juga didalam rumah kami sendiri* Gumam julia dalam hatinya.
" Ya sudah masuk saja dulu nanti bicara didalam saja, capek aku berdiri terus disini " Ucap julia dengan malas karena kakinya capek berdiri.
" Iya mbak. " Jawab bobi sambil mengangguk.
Julia masuk lebih dulu dan duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya , terlihat jelas paha putih mulus julia. Bobi melihatnya tanpa berkedip sedikitpun, julia tahu jika bobi memperhatikannya namum sedikitpun julia tidaklah risih.
" Memangnya kemarin siang kamu melihat apa ?" Tanya julia ingin tahu jawaban langsung dari bobi.
" Emm...Anu mbak, maaf sebelumnya. Bukannya tidak sopan,tapi tidak kami lihatpun terlihat. Kami melihat mbak dan pak marko sedang bermain disofa ruang tamu. Tepatnya disofa yang saat ini saya duduki " Jawab jujur bobi sambil meringis.
" Kami ? Maksud kamu, kamu sama siapa saja ? Tapi apa aku salah bermain dengan suamiku sendiri? Lagipula inikan rumahku jadi bebas saja kalau saya mau bermain dimanapun juga. Kamu kenapa ? iri atau ingin juga bisa bermain seperti itu? Aku energikkan, itu sudah pasti." Pertanyaan beruntun dari julia terlontar begitu saja.
" Saya sama teman saya mbak. Iya mbak sangat lincah, maaf kalau kemarin sempat saya rekam video. Sebab saya sangat kagum dengan permainan mbak julia, istri saya mana bisa bermain seperti itu " Jawan jujur bobi dari hatinya yang paling dalam.
Julia menyeringai penuh makna, dia bisa menebak isi pikiran bobi saat ini. Julia berpindah tempat duduk dan duduk disamping bobi, bobi sendiri terlihat gugup dan canggung serta takut. Dia takut jika julia akan marah karena kejujurannya tadi , ditambah dia memvideo tanpa izin.
" Coba aku lihat videonya ,kita bisa nonton sama- sama kan ?" Tanya julia dengan suara dibuat semerdu mungkin.
Bobi gelagapan dan gugu, keringat dingin sudah mulai mengucur ditubuhnya. Apalagi saat tangan julia mengusap pahanya, meskipun dia memakai celana jeans usapan tangan julia sudah berhasil membuatnya panas dingin. Bobi mencoba menetralkan tubuhnya agar tidak tergoda oleh julia, namun sepertinya usahanya sia - sia karena miliknya ternyata tidak bisa diajak kompromi.
* Kenapa harus bangun sih ?* Gumam bobi dalam batinnya.
" Mbak mau lihat video yang kemarin ?" Tanya bobi dengan berani.
" Boleh ,tapi sebentar aku tutup pintunya dulu. Takut ada orang yang datang tanpa permisi main masuk saja,kalau masuknya sambil main sih tidak masalah " Ucap mala dengan santainya.
Mala bangkit dan menutup pintu serta menguncinya, bobi semakin takut jika dia tidak bisa mengendalikan dirinya. Apalagi kini mereka hanya berdua didalam rumah dengan keadaan pintu terkunci. Julia kembali duduk disamping bobi dengan tangan melingkar dilengan bobi.
" Sekarang kita bisa menonton video yang kamu rekam kemarin. Oh iya nama kamu siapa ?" Tanya julia manja.
" Bobi mbak , baiklah kita nonton sama - sama ya. " Ucap bobi mulai berani.
Bobi mengambil ponsel dalam tas kecil yang dia bawa dan mulai membuka aplikasi dan mencari video yang kemarin sempat dia rekam dengan durasi 12 menit saja karena bobi buru - buru pulang takut diketahui oleh marko dan julia.
__ADS_1
" Emm... Mbak, bagaimana ya rasanya jadi pak marko? Pasti dia sangat senang karena mbak bermain sangat pintar. " Ucap bobi sambil matanya fokus divideo yang mereka tonton.
" Kamu mau seperti itu?" Tanya julia sambil mengedipkan matanya.
" Memang bisa ?" Tanya bobi balik.
" Bisa dong " Jawab julia dengan singkat dengan senyum mengembang karena dia bisa bermain dengan pria yang kebih muda darinya.
Bobi tidak menyangka jika julia akan segampang itu mengiyakan ucapan bobi. Bobipun tidak membuang kesempatan lagi, dia mulai mengikuti alur cerita yang dibuat oleh Julia.
" Baiklah mbak julia, aku ikut apa saja yang kamu lakukan yang pasti aku bisa merasakan apa yang aku inginkan. Lakukanlah apa saja mbak" Ucap bobi dengan pasrah.
Julia tersenyum senang akhirnya dia bisa bermain dengan pria yang usianya lebih muda, bobi baru berusia 23 tahun selisih 5 tahun dari julia.
* Berodong memang mengasikkan* Gumam julia dalam hatinya.
Julia mulai memberikan yang terbaik untuk bobi, dan bobi cukup menikmati apa saja yang diberikan oleh Julia karena memang itu yang dia inginkan dari tadi.
" Kenapa enak seperti ini ya mbak , aku baru kali ini merasakan enaknya jika diperlakukan seperti ini. Kemana saja aku selama ini . " Ucap bobi semakin tidak karuan.
" Nikmati saja bobi, selagi kamu tidak bongkar kegiatan kita kepada orang lain . Aku akan selalu memberikan servise terbaik untukmu " Ucap julia.
Bobi tidak bisa berkata- kata lagi, dia hanya menganggukkan kepalanya begitu saja. Kepala atas mengangguk dan kepala bawah banjir, itulah yang saat ini dialami oleh bobi.
" Maaf mbak,aku tidak tahan lagi. " Ucap bobi karena dia keluar lebih dulu.
" Tidak masalah " Jawab Julia tersenyum senang.
Sekarang julia meminta bobi untuk bergantian, awalnya bobi ragu karena dia benar - benar tidak tahu apa - apa. Terapi saat julia menjelaskan , bobipun mulai mencoba dan melakukan sesui dengan apa yang diajarkan oleh julia. Ternyata apa yang diajarkan julia bisa diserap dengan baik oleh bobi.
* Brondong ini ternyata oke juga,dia bisa menjadi pelampiasan ku disaat mas marko tidak dirumah * Gumam julia.
Cukup lama mereka pemanasan akhirnya kini terjadilah permainan yang sesungguhnya. Julia melakukan sesuai dengan yang diminta oleh bobi. Mereka bermain selama 1 jam 5 menit, rekor pertama bagi bobi bisa bermain selama itu.
" Baru juga 1 jam bob, aku dan suamiku biasanya sampai 2 jam lebih.memangnya kamu kalau main biasanya berapa lama?" Tanya julia ingin tahu.
Tanpa membersihkan diri julia langsung mengenakan pakaiannya lagi. Julia sama sekali tidak risih dengan tubuhnya yang lengket.
" Mungkin hanya 15 menit saja mbak. Soalnya istriku itu tidak menggairahkan " Jawab bobi.
" Baiklah. Nanti kita tukar nomor ponsel, nanti saat sepi dan suamiku tidak ada kita bisa bermain sampai puas. " Ucap julia sambil mengacungkan jempol tangannya.
Bobi mengangguk, diapun bangkit dan memunguti pakaiannya lalu kembali mengenakannya. Setelah bertukar nomor telepon bobipun pulang dengan senyum lega dan mengembang sempurna. Dia sampai lupa dengan tujuan awalnya datang kerumah marko, tadinya mau meminta sumbangan justru dia mendapatkan hal yang tidak bisa diukur dengan uang.
" Mantap juga mbak julia itu, seandainya dia mau jadi istriku. Duhh... betapa bahagianya aku. Pasti aku akan puas setiap bermain " Ucap bobi sambil jalan pulang menuju rumahnya.
********
[ Alhamdulillah, aku ikut senang kak mendengar kabar kehamilan kakak. Dijaga ya kak, jangan terlalu capek dan jangan kerja yang berat - berat ] Ucap aluna saat melakukan panggilan telepon dengan mala.
Aluna menerima kabar dari mala, jika mala saat ini sedang hamil. Sebagai seorang adik tentunya aluna ikut senang apalagi aluna tahu jika mala sempat divonis lama untuk bisa hamil lagi, ucapan syukur tak henti - hentinya aluna ucapkan.
[ Terimakasih ya Lun. Kakak tidak menyangka akan secepat ini bisa hamil lagi. Ternyata Allah itu maha tahu apa yang kita inginkan Lun. ]
[ Iya kak. Apa kak mala sudah memberitahu mama dan papa ?]
[ Sudah kemarin sepulang dari rumah sakit kakak langsung kerumah mama. Saat itu juga kakak memberitahu mama ]
[ Berarti aku dikasih tahunya telat nih ? ] Tanya aluna pura - pura ngambek.
__ADS_1
[ Heheee.... Maaf ya adikku sayang. Ini juga kakak baru mengabari mama papa mertua. Mereka sangat senang karena sebentar lagi punya cucu. ]
Ooeekk... Oeeekkk
Tiba - tiba saja babby R bangun dari tidurnya dan langsung menangis sehingga aluna dan mala langsung mengakhiri panggilan teleponnya. Aluna segera menghampiri anaknya dan menggendongnya.
" Duh anak mama sudah bangun , sini mama gendong dan jangan menangis ya " Ucap aluna sambil menimang - nimang babby R.
Aluna memberi anaknya asi, dan benar babby R langsung diam dan meminumnya dengan sangat kuat sampai aluna nyengir kesakitan.
" Pelan - pelan sayang, tidak akan ada yang meminta kok. Papakan juga tidak ada dirumah, papa masih bekerja. " Ucap aluna sambil mengusap lembut kepala anaknya.
Dret... Drett... Drett
Baru juga dibicarakan candra sudah menghubungi aluna. Aluna mengambil ponsel yang ada disampingnya dan mengangkat telepon dari sang suami.
[ Assalamualaikum , mas . Ada apa ? Kok telepon segala ] Sapa aluna dengan lembut.
[ Waalaikumsalam. Sayang lagi apa ? Apakah babby R rewel ?] Tanya candra.
[ Tidak rewel kok pa, aku baru saja bangun tidur dan sekarang lagi minum susu] Ucap aluna menirukan suara anak - anak.
[ Oh begitu. Anak papa memang pintar. Oh iya sayang, nanti mas pulangnya agak sorean ya atau bisa malam. Mas mau mengantar leo dan ardan cari oleh - oleh ke kota, mereka 2 hari lagikan pulang ]
[ Iya mas tidak apa - apa. ]
[ Ya sudah, mas berangkat siang ini sayang . Assalamualaikum ]
[ Iya mas hati - hati. Waalaikumsalam ]
Sambungan teleponpun terputus, aluna meletakkan ponselnya diatas nakas. Anak bayi yang belum genap 2 bulan itu kini sudah kembali tertidur, dengkuran halus membuat aluna semakin gemas. Pipi dan badan babby R semakin gembul dan menggemaskan.
" Anak mama sudah tidur lagi. Bobok dibok bayi ya sayang, mama mau makan siang dulu. Jangan bangun ya sebelum mama selesai makan " Ucap aluna sambil mengusap pipi Rayyan dengan lembut.
* Tidak terasa kamu sudah mau dua bulan sayang. Dan mama juga sebentar lagi kembali mengajar dikampus, biarpun mama kembali sibuk dikampus, mama tidak akan meninggalkan mu terlalu lama. Selesai mengajar nanti mama akan langsung pulang, tumbuh jadi anak yang sehat dan membanggakan ya sayang " Ucap aluna lalu mencium Rayyan.
Alunapun meninggalkan rayyan yang sedang tertidur, sampai saat ini aluna tidak mau menggunakan jasa pengasuh untuk anaknya. Dia lebih memilih mengasuh anaknya sendiri sehingga bisa melihat tumbuh kembang anak dalam asuhannya.
Kini aluna sedang duduk di kursi meja makan sendirian, rumah aluna memang sepi. Pak andi semenjak menikah sudah tinggal bersama meri, kedua mertuanya pun sudah kembali kerumahnya.
" Sepi banget bik rumah ini ?" Tanya aluna sambil terkekeh.
" Iya mbak. Biasanya ramai para nenek kakek nya nak Rayyan. Tapi biasanya dua bule tampan itu kesini, tumben siang ini dia tidak kesini ?" Tanya bibik dengan heran.
" Mereka pergi kekota bik, sama mas candra juga. Biasa mau belanja oleh - oleh bik. Besok lusa kan leo sama ardan mau pulang kenegara nya bik. Tambah sepi rumaj mereka tidak ada. " Ucap aluna sambil mengisi makanan kedalam piringnya.
" Oh begitu " Jawab bibik singkat.
Aluna mengajak bibik untuk makan bersama tetapi bibik tidak mau , sebab dia sudah makan sepuluh menit yang lalu bareng sama pak sopir. Aluna akhirnya menikmati makan siangnya sendiri . Bibik kembali kebelakang untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang belum selesai.
Tidak perlu berlama - lama alunapun menyudahi makannya. Dia membereskan meja makan sendiri dan mencuci peralatan makan yang baru saja dia pakai sendiri. Begitulah aluna,meskipun dirumah sudah memperkerjakan orang tetap saja dia ikut turun tangan dalam pekerjaan rumah. Bukan karena tidak percaya dengan bibik,tetapi lebih ke sebuah tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan ibu.
" Ada pekerjaan lain yang perlu aluna bantu bik ?" Tanya aluna menghampiri bibik yang sedang mrnyetrika dibelakang.
" Ehh...mbak aluna. Sudah tidak ada mbak. Mbak aluna lebih baik istirahat saja, mumpung anak lagi tidur. Disini pekerjaan sudah sama bibik semua" Ucap bibik malah menyuruh aluna untuk istirahat.
" Ihh bibik orang ditanya pekerjaan kok malah menyuruh aluna tidur. Badan aluna capek dan pegal - pegal kalau tidak dibawa kerja bik. Rayyan juga tidur, seharian ini aku juga sudah tiduran sama rayyan bik. " Ucap aluna sambil nyegir kuda
" Tapi memang tidak ada pekerjaan loh mbak. Cuma menyetrika ini saja, itupun sudah sama bibik. Sudah sana istirahat saja " Ucap bibik.
__ADS_1
Alunapun akhirnya mengalah, dia kembali kekamarnya dan beristirahat sembari memainkan ponselnya dan berkirim pesan kepada tika. Sudah lama mereka tidak bertemu, apalagi sekarang tika sering ikut adit mengurus usaha transportasi yang dipercayakan kepada adit. Sejauh ini usaha itu ada kemajuan, adit selalu menyampaikan penghasilan harian dari usaha itu.
**********