Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Alun melahirkan


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Pagi - pagi perut Aluna terasa mules dan sakit, dia berasa seperti ingin buang air besar tetapi rasanya teramat sakit. Candra yang sedang mandi tidak mendengar saat Aluna teriak memanggil - manggil namanya. Suars gemercik air dari shower membuat candra tidak mendengar suara dari luar.


Berulang kali aluna memanggil tetapi tetap candra tidak mendengarnya. Aluna turun dari ranjang dan menggedor - gedor pintu kamar mandi baru candra mendengarnya dan membuka pintu kamar mandi, kebetulan jugaa candra sudah selesai mandi.


" Sabar dong sayang,tadi malam kan sudah " Seru candra sambil membuka pintu kamar mandi.


Dia belum menyadari jika sang istri saat ini sedang kesakitan, tetapi justru dia malah menggoda istrinya. Namun saat pintu terbuka lebar, candra kaget saat melihat aluna sudah kesakitan dan tubuhnya basah oleh keringat.


" Sayang kamu kenapa ?" Tanya candra takut.


" Mas sepertinya aku mau melahirkan " Ucap aluna sambil menahan rasa sakitnya.


" Sayang mas harus bagaimana ? Bukannya jadwal lahiran masih minggu depan ?" Tanya candra dengan panik.


Candra memapah aluna kerah ranjang dan menidurkannya. Dia berlari mau keluar kamar memanggil bantuan namun tiba - tiba tangannya ditarik oleh Aluna.


" Apa sayang ? Mas panggil bantuan dulu ya , kamu tunggu disini. " Ucap candra dengan lembut.


" Bukan begitu mas, ini mas mau keluar kamar hanya dengan lilitan handuk ?" Tanya aluna sambil mengusap perutnya yang sakit.


Candra melihat kearah dirinya sendiri dan ternyata benar jika saat ini dia sedang mengenakan handuk saja. Sontak dia langsung berlari kearah lemari dan mengambil baju dan celana secara sembarang, yang penting dapat. Selesai memakai baju , candra tidak lagi keluar sendiri tapi langsung membawa Aluna keluar kamar juga.


" Pa... Papa. Pa.. " Penggil candra dengan tergesa - gesa memanggil papa mertuanya.


Dari arah teras depan pak andi datang sambil membawa alat penyiram tanaman. Pak andi tadi sedang menyiram bunga di halaman depan, begitu mendengar candra memanggil dia langsung berlari masuk rumah sampai lupa meletakkan terlebih dahulu alat penyiram.


" Candra ada apa ? Loh ini kenapa aluna ? Kamu mau melahirkan sayang ? Cepat bawa aluna kerumah sakit Can, papa ambil kunci mobilnya dulu dan kamu kedepan dulu " Ucap pak andi langsung berlari menuju lemari yang didekat TV untuk mengambil kunci mobil.


Dengan segera pak andi mengendarai mobil , candra dan aluna duduk dibelakang. Candra menenangkan aluna yang terus meronta kesakitan sampai dia menggenggam tangan candra dengan erat, sampai candra merasakan sakit akibat kuku - kuku Aluna yang tajam.


Mobil yang dikendarai pak andi sudah sampai di pelataran rumah sakit. Dengan segera pak andi lari kedalam rumah sakit untuk memanggil suster dan mengambil kursi roda.


" Cepat duduk dikursi roda saja Sayang. Dan candra kamu dorong pelan - pelan jangan sampai jatuh, sepeetinya para suster baru bergantian sift karena ini juga masih terlalu pagi.

__ADS_1


Namun saat mereka sedang panik ada dua suster yang menghampiri merela , lalu segera membantu membawa aluna kedalam menuju ruang bersalin. Tidak sampai 3 menit aluna sudah sampai diruang bersalin, candra masuk menemani aluna. Pak andi sendiri mencoba menghubungi besannya dan meri untuk mengabarkan jika aluna akan melahirkan.


" Mas ini sakit " Ucap aluna terus merasakan sakit yang teramat sakit. Seakan tulang - tulangnya ikut patah.


" Iya sayang, seandainya rasa sakit itu bisa digantikan oleh mas. Pasti mas yang saat ini akan merasakan sakit, kamu pasti bisa sayang. Kamu wanita kuat, kamu wanita hebat. Sayang cepat keluar ya, mama dan papa sudah menunggumu " Ucap candra menguatkan aluna lalu mengajar anaknya bicara.


Dokter yang menangani alunapun memberi aba - aba untuk proses melahirkan. Aluna mengikuti semua yang di ucapkan oleh dokter. Melihat aluna melahirkan membuat candra meneteskan air mata, betapa sakitnya wanita yang sedang melahirkan. Perjuangannya dengan taruhan nyawa demi melahirkan sang buah hati.


Aluna mencengkram lengan camdra sangat kuat, dengan kuku - kuku panjangnya yang menyisakan luka di lengan candra. Candra membiarkannya dan menjadikan lengannya seolah alat balas dendam untuk Aluna. Sakit yang diarasakan tidak ada seujung kukunya dengan sakit yang dirasakan Aluna.


" Sedikit lagi bu , ini kepala bayinya sudah kelihatan. " Ucap dokter dengan sabar dan lembut.


Aaahhhhhhh


Ooeeekkk oeeekkkkk oeeekkk akhirnya tangisan bayi memenuhi ruangan bersalin. Anak aluna dan candra berhasil lahir dengan selamat.


" Alhamdulillah sayang anak kita sudah lahir. Terimakasih sayang, terimakasih kamu sudah berjuang untuk melahirkan anak kita. " Ucap candra mencium kening Aluna dengan sangat mesra.


" Sama - sama mas " Ucap aluna tersenyum lembut.


" Pak , buk anaknya kami mandikan dulu ya nanti setelah mandi kami bawa keruangan ibu. Baru nanti di adzankan, atau mau di adzankan sekarang ?" Tanya suster dengan ramah.


" Dimandikan saja dulu Sus " Ucap candra.


" Cucu kakek ganteng banget sih " Ucap pak andi.


" Persis papanya dong kek " Jawab candra percaya diri sekali.


" Mas apa kamu sudah menyiapkan nama ?apa masih tetap nama yang kamu pilih dulu ?" Tanya aluna sambil mengusap lembut pipi bayinya.


Namun saat candra hendak menjawab tiba - tiba segerombolan orang datang. Siapa lagi kalau bukan kedua orangtuanya , ibu mertu , mala dan surya. Candra sampai lupa memberitahu surya padahal surya bekerja di rumah sakit tempat aluna melahirkan.


" Selamat ya sayang " Ucap sita mama mertua yang paling baik sedunia. Bail untuk versinya aluna ya, yakin deh diluaran sana masih banyak lagi mertua - mertua yang baik.


" Terimakasih semuanya " Jawab Aluna dengan senang karena sudah dikilingi orang - orang baik.


Mala lalu menanyakan masalah nama untuk sang bayi dan ini juga yang sedari tadi di tunggu . Sebab candra tadi belum sempat memberitahu nama anaknya. Semua orang memandang kearah candra, ingin tahu nama yang akan diberikan kepada anaknya dan aluna.


" Muhammad Rayyan . Artinya anak laki - laki yang baik dan mempunyai paras yang rupawan." Ucap candra menyebutkan nama untuk anaknya.


" Nama yang bagus. Papa suka ada nama muhammad nya " Ucap pak akbar.

__ADS_1


" Jadi nanti kiya panggil Rayyan saja ya " Ucap mala.


Semua orang mengangguk setuju, kini para keluarga sedang bersuka cita dengan kedatangan keluarga baru ditengah - tengah mereka , yaitu Rayyan sang cucu pertama dan pemegang tahta tertinggi dalam keluarganya.


" Selamat ya bro, akhirnya jadi bapak juga. Sekarang giliran aku semoga saja mala segera hamil. Oh iya , tadi kenapa kamu tidak menghubungi aku kalau aluna melahirkan dirumah sakit ini. Aku tahu saja dari mala , dia telepon saat sudah ada diparkiran rumah sakit menanyakan kamarnya aluna. Mala mengira jika aku sudah tahu kalau aluna melahirkan " Ucap surya.


" Maaf Sur, tadi itu aku cemas banget sampai aku saja tidak bawa ponsel loh. Apalagi mau menghubungi kamu, tapi terimakasih ya kalian semua sudah perduli dan sayang sama kami " Ucap candra sambil menepuk punggung surya.


Surya hanya mengangguk sambil mengulas senyum ramahnya. Surya sendiri harus kembali bekerja, waktu 15 menit sudah habis, dia tadi hanya izin 15 menit saja untuk menjenguk Aluna. Semuanya masih berada diruangan Aluna, dan kesempatan itu candra pergunakan untuk pulang sebentar mengambil keperluan aluna dan keperluan sang bayi.


" Bik, sudah menyiapkan apa saja yang tadi diminta mama ?" Tanya candra dia sudah sampai dirumah.


" Sudah mas, tapi pakaian mbak aluna yang belum. Bibik tidak berani masuk kamarnya mas candra dan mbak aluna apalagi sampai harus buka lemari untuk ambil baju. " Ucap bibik dengan jujur.


" Oh.. Ya sudah nanti biar candra yang siapkan punya nya aluna bik. " Ucap candra dengan ramah.


Candra masuk kamarnya dan mulai menyiapkan keperluan Aluna. Tidak banyak pakaian yang dia bawa, tidak lupa candra mengambil ponsel miliknya dan ponsel Aluna yang juga sama - sama tertinggal dikamar. Selesai menyiapkan barang aluna , candra keluar kamar dan segera mengambil tas tenteng yang berisi perlengkapan bayi.


Setelah semuanya berez candra kembali lagi kerumah sakit , dia mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Namun saat dipertigaan tiba - tiba dia mengerem mendadak.


Cciiiiiiitttt... Suara decitan ban mobil milik candra terdengar cukup kerar. Beruntung jalanan sepi sehingga tidak menimbulkan kecelakaan..Jika tadi posisi ramai sudah paati saat ini akan terjadi kecelakaa beruntun. Candra turun dari mobil untuk mencaritahu siapa orang dibalik mobil itu karena mengemudikan mobil dengan tidak ada aturan dan membahayakan pengendara lain.


" Julia !" Seru candra saat tahu orang itu adalah Julia , sang wanita licik yang sangat dia benci.


Julia turun dari mobil dengan kacamata hitamnya yang bertengger di atas kepala. Dengan wajah kusut bahkan mata seperti orang yang kurang tidur, Julia mencoba tetap tersenyum kepada candra.


" Iya candra, ini aku. Kamu darimana dan mau kemana ?" Tanya julia ingin tahu.


" Mau kerumah sakit karena hari ini aluna melahirkan. Kamu sendiri kenapa mengendarai mobil seperti itu. Itu sangat membahayakan Julia,betuntung sepi. " Tegur candra kesal.


" Maaf, aku hanya kesal dan jengkel sama mas marko. Karena dari semalam dia pergi sampai siang begini juga belum pulang bahkan ponselnya saja tidak bisa dihubungi. Candra tolong bantuin aku mencari mas marko " Ucap julia dengan manja.


Tidak mungkin candra mau membantu julia untuk mencari marko. Urusannya sendiri saja banyak , jadi untuk apa repot - repot membantu Julia yang belum tentu kebenarannya. Apalagi kalau marko itu memang menghilang pasti dia akan pulang, dia sudah dewasa ini.


" Aku harus kerumah sakit. Kamu cari saja suami tercinta kamu itu, awas nanti dia di ambil sama wanita lain " Ucap candra meledek Julia.


" Jadi kamu mendoakan rumah tanggaku berantakan? Dasar kejam kamu !" Bentak julia dengan kesal.


Byee Julia.....


Candra kembali masuk mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit , candra melambaikan tanggannya kearah Julia.

__ADS_1


* Dasar candra sialan ! Lihat saja aku akan buat perhitungan sama kamu Candra * Gumam Julia dari dalam batinnya.


*********


__ADS_2