Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Marko curiga


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Sudah seminggu ini hubungan gelap antara julia dan bobi terjalin, dalam seminggu ini sudah 3 kali julia melakukannya bersama bobi. Bahkan bobi sekarang sudah mulai pintar dan paham apa saja yang di ajarkan oleh Julia. Julia seolah seperti guru yang sangat berpengalaman bagi bobi.


Seperti halnya hari ini, bobi tadi datang jam 10 pagi dan memang dia setiap datang selalu jam 10 pagi disaat marko sudah berangkat bekerja. Dan bobi akan pulang saat sianh hari. Hari ini marko tidak kebengkel karema dia ingin beristirahat di rumahnya.


" Mas kok tidak siap-siap kebengkel sih ?." Tanya Julia menghampiri marko yang sedang memainkan ponselnya.


" Hari ini aku tidak kebengkel, capek mau istirahat dirumah. Oh iya , tumben dalam seminggu ini kamu tidak pernah kebengkel ? Kenapa ?" Tanya marko masih dengan mata fokus keponselnya.


Deg....


Julia langsung terdiam, dia takut salah bicara sehingga marko akan mencurigai hubungan gilanya dengan bobbi anak pak RT itu. Apalagi marko hari ini tidak kebengkel dan bobi janji akan datang sekitar 15 menit lagi.


Julia mencari cara dan penjelasan agar marko tidak mencurigainya. Akhirnya julia memberikan alasan sebuah kebohongan.


" Emm.. Anu mas, itu.. Itu karena aku lagi males saja keluar rumah. Aku sekarang lagi senang olah raga senam aerobik seperti yang mas lihat beberapa hari yang lalu" Jawab julia dengan berbohong.


" Yakin kamu lagi hobby senam aerobik itu bukan senam yang lainnya ?" Tanya marko penuh selidik.


Julia semakin terlihat salah tingkah, dan marko bisa menangkap bahasa tubuh dari Julia. Dimata marko saat ini julia terlihat gugup dan wajahnya terlihat sedang mencemaskan sesuatu, sehingga membuat marko semakin menaruh rasa curiga.


" Kok mas bertanya seperti itu sih ? Kalau mas tidak percaya bisa kok cek video yang aku douwloud dari Aplikasi youtube. Disana banyak loh video yang aku douwloud, jadi jangan curigaan mulu dong mas " Ucap julia kini mala dia pura - pura marah dan cemberut.


" Aku tidak curiga hanya saja aku merasa aneh saja sama kamu. Katanya sekarang suka senam aerobik, tapi kenapa saat aku dirumah seperti sekarang ini kamu tidak melakukan senam yang kamu maksud. Atau jangan - jangan kalau aku sedang dibengkel kamu memasukan laki-laki lain dan kalian melakukan itu dirumah ku ini ?" Tanya marko dengan mata tatapan tajamnya.

__ADS_1


Haaahhhh....


Julia semakin ketar - ketir dengan pertanyaan marko. Dia benar - benar takut jika marko akan mengetahui semua kebohongannya selama seminggu ini. Saat ini jantungnya benar - benar tidak aman. Apalagi dia belun menghubungi bobi untuk mengabarkan marko masih ada dirumah.


Julia masih saja diam tidak menjawab ataupun menyangkal tuduhan marko. Namun bukan jawaban atau alasan yang dia berikan , sekarang julia menarik dan merebahkan marko diatas sofa ruang tamu.


" Jangan pernah bicara seperti itu dong sayang, aky tidak akan pernah melakukan seperti yang kamu ucapkan tadi. Aku mana berani mengkhianatimu sayang. Kamu sendiri saja bisa membuat aku puas, jadi untuk apa aku mencari selingan diluar sana " Ucap julia sambil mengedipkan matanya manja.


Marko sudah paham dengan maksud julia, kebetulan saat ini marko sedang tidak ingin pergi kemana - mana jadi marko tidak menunggu lama lagi langsung menyergap julia. Mereka kembali melancarkan aksinya diatas sifa ruang tamu, julia sudah melupakan janji mainnya dengan bobi karena saat ini marko sudah menguasainya.


Suara - suara aneh sudah menggema memenuhi ruang tamu, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menonton aksi mereka. Siapa lagi kalau bukan bobi, beruntung tadi bobi tidak langsung masuk kerumah seperti biasanya. Marko ternyata masih ada dirumah dan saat ini sedang memaju kuda betinanya diruang tamu.


" Wah pak marko juga luar biasa, bolehlah aku melihatnya siapa tahu nanti bisa aku praktekkan dengan bebeb julia. Kalau sama istriku sih tidak mungkin karena dia itu monoton seperti batang pisang " Ucap bobi pelan agar tidak terdengar marko dan Julia.


Pagi ini bobi datang tidak untuk menjadi pemainnta tetapi kali ini cukup menjadi penonton saja sembari dia belajar. Setelah dirasa cukup lama , bobi pulang karena tidak mau menimbulkan pertanyaan bagi para tetangga yang lewat. Rumah marko memang jauh dari rumah warga namun jalanan cukup ramai orang berlalu lalang.


***********


" Candra kok datang tidak kasih kabar ?" Tanya adit kaget melihat candra yang tiba - tiba sudah ada diruangannya.


" Mampir saja ini Dit, semenjak peresmian aku belum pernah kesini lagi ? Lagi sibuk tah kamu dit ?" Tanya candra balik.


" Ya seperti yang kamu lihat, masih input data calon penumpang agar jika terjadi sesuatu nanti kita bisa cek datanya. Tapi yang diminta sih aman dan tidak terjadi apapun " Seru adit.


" Aamiin " Ucap candra mengaminkan perkataan adit.


Untuk bus antar provinsi tidak beroperasi setiap hari , tetapi 2 hari sekali. Sementara baru ada dua bus dan beroperasi secara bergantian. Dengan usaha yang dimiliki candra dan surya ini, adit benar-benar terbantu. Sebab gaji yang diberikan candra lebih dari cukup .


" Candra terimakasih atas kepercayaanya , maaf kalau dulu aku dan papaku pernah memakan uang pabrik. Sekarang kami tahu dan bisa menghargai sebuah kepercayaan yang kita emban. Insya allah aku akan selalu transparan dengan keluar masuknya uang yang ada " Ucap adit dengan keseriusan.


" Alhamdulillah , semoga masalalu itu bisa menjadi tolak ukur kamu dan jadikan sebagai sebuah pelajaran. Insya Allah aku percaya sama kamu dit, bukan hanya aku saja tetapi surya juga percaya sama kamu. Dia tidak memandang kamu dulu itu siapa meskipun kamu mantan suami mala. " Ucap candra bicara dengan serius.

__ADS_1


" Iya dit aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Terimakasih atas kepercayaannya" Ucap Adit lagi.


Candra menepuk pundak adit dengan pelan, tidak ada hal yang membuat candra ragu untuk mempercayai adit. Dia tahu adit yang sekarang sudah berubah lebih baik, bahkan candra juga menyarankan untuk adit melanjutkan kuliahnya apalagi kuliahnya juga tinggal 1 tahun lagi.


" Apa kamu tidak mau melanjutkan kuliah kamu Dit ? Lebih baik kamu lanjutkan dit, apalagi saat itu kuliah kamu tinggal sebentar lagi kan ?" Tanya candra serius.


" Apa masih bisa can, aku sudah lama loh dit tidak berkuliah bahkan aku keluar begitu saja tanpa ada keterangan apapun. Hampir dua tahun aku vakum kuliah Can?" Seru adit ragu untuk meneruskan kuliahnya.


" Insya Allah bisa. Semua pasti ada jalan keluarnya jika dalam dirikita ada kemauan " Ucap candra lagi.


" Iya can. Insya allah aku akan mengurus semuanya agar aku bisa lanjut kuliah. Semoga semuanya dipermudah ya Can , sudah dari lama sebenarnya aku ingin melanjutkan kuliah ku. Bahkan istri dan orang tuaku juga sudah menyarankan aku lanjut kuliah. " Ucap adit dengan senang.


Senyum tulus dari candra memberi keyakinan untuk adit. Perbincangan candra dan adit harus terhenti karena ada panggilan masuk di ponsel candra. Candrapun pamit pulang sekalian mau mengangkat telepon dari orang tua Julia.


* Kenapa ya tante susan menghubungiku ? Apa ada yang penting ? Lebih baik nanti saat dirumah aku menghubunginya balik * Gumam candra dalam batinnya.


Saat candra hendak menghidupkan mesin mobilnya, ponselnya kembali berdering dan masih dari panggilan yang sama dari kontak yang bernama susan.


[ Hallo assalamualaikum tante susan , tumben menghubungi candra ? Ada apa ya tante ? ] Seru candra menanyakan tujuan susan menghubunginya.


[ Waalaikumsalam candra. Maaf tante mengganggu kamu. Apa sekarang mama kamu sudah tidak tinggal dikota lagi ya? Tante tadi main kerumah mama kamu tapi penghuninya sudah beda ]


[ Iya tante mama ada di desa dan sekarang menetap didesa. Rumah yang disana di tempati oleh saudara mama, mau dijual sayang tante. Karena suatu saat nanti kalau mau kekota masih ada tempat yang dituju.].


[ Oh begitu. Jadi mama kamu sudah resmi pindah, tante hubungi tidak diangkat ]


[ Mungkin masih sibuk sama cucu tante. Nanti candra sampaikan sama mama kalau tante menghubunginya. Biar mama telpon balik. ]


[ Iya candra terimakasih. Ya sudah tante tutup ya telponnya. Assalamualaukum ]


[ Iya tante sama - sama. Waalaikumsalam tante. ]

__ADS_1


********


__ADS_2