Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Kedatangan sahabat


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Siang ini Candra bersma mengendarai mobil menuju bandara untuk menjemput dua sahabatnya, Leo dan Ardan. Sahabatnya itu memenuhi janjinya untuk datang ke Indonesia saat anak Candra sudah datang. Perjalanan dari Amsterdam ke Indonesia cukup memakan waktu , Leo dan Ardan terlihat senang saat dia sudah sampai di Indonesia.


Dari kejauhan candra bisa melihat dua temannya yang sudah keluar dari pintu keluar Bandara. Candra berjalan sambil melambaikan tangannyaa, leo dan ardanpun melihat candra dan mereka juga sama - sama melambaikan tangannya.


" Selamat datang di Indonesia My Broo " Ucap candra sanbil memeluk temannya satu - persatu.


Meskipun Ardan dan Leo asli penduduk Amsterdam, namun mereka pandai berbahasa Indonesia. Tentunya candralah yang mengajari mereka berdua, mereka juga banyak belajar dari kelas - kelas online yang mereka ikuti.


" Ini pertama kali aku ke Indonesia. " Ucap ardan dengan senang.


" Aku juga kali " Seru leo ikut berkomentar.


" Baiklah, sekarang ayok kita pulang. Anak dan istriku ada dirumah, kalian pasti sudah tidak sabar ingin segera menikmati makanan khas indonesia. Tenang saja, mama dan istriku sudah menyiapkan makanan untuk kalian. Lets Go " Ucap candra dengan bersemangat.


" Wah Rendang dan sambal terasi aku suka makanan itu. " Seru Leo ikut bersemangat.


Mereka semua berjalan menuju dimana mobil candra terparkir. Setelah semua barang masuk, candra melajukan mobilnya sambil mengobrol kecil dengan dua sahabatnya.


" Candra, apa tidak merepotkan jika kami tinggal dirumah kamu ? Apa tidak sebaiknya kami tinggal di hotel saja ?" Tanya Ardan merasa tidak enak jika terlalu merepotkan keluarga candra.


Apalagi mereka memang sengaja datang untuk berlibur, kemungkinan bisa satu minggu lebih mereka akan di indonesia. Leo, menyetujui pendapat ardan. Apalagi mereka saat ini di Indonesia yang adat dan budayanya pasti juga berbeda dengan negaranya. Terlebih candra sudah menikah dan tidak bail jika tinggal satu rumah sedangkan ada istri dan keluarga candra.


" Disini jauh dari hotel Bro, tenang saja. Kalian tidak akan merepotkan kok, dan kalian tidak akan tinggal dirumah ku. Kalian bisa tinggal di villa keluargaku, kita mampir rumah ku dulu untuk makan siang dan berkenalan dengan keluargaku. Nanti sore baru aku akan antarkan kalian ke villa , tidal seberapa jauh kok . Sekitar 45 - 60 menit dari rumah ku " Ucap candra menjelaskan.


" Oh..begitu. Baiklah kami setuju" Ucap leo sambil melirik ardan.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, setelah kurang lebih satu jam perjalanan mobil sudah sampai dihalaman rumah. Kedatangan mereka disambut oleh Aluna yang sedang menggendong Babby R, dengan senyum ramah aluna menyambut tamu dari luar negeri itu.


" Selamat datang dirumah kami kak " Ucap aluna dengan ramah.


" Ini aluna, dia istriku dan yang dalam gendongannya adalah Candra junior. Dia jagoan ku " Ucap candra dengan bangga mengenalkan anak dan istrinya.


" Terimakasih sudah menyambut kedatangan kami dengan baik. " Ucap Ardan.


" Sama - sama kak, yuk masuk kita makan siang dulu. " Ucap aluna dengan ramah.


Ardan dan leo sangat senang berada di tengah - tengah keluarga Candra. Semua keluarga candra baik dan ramah , sama sekali tidak membedakan mana yang saudara mana yang bukan. Padahal Ardan dan Leo hanya sekedar teman candra saja tidak ada ikatan kekeluargaan.


" Wah daging rendangnya enak banget tante." Ucap Leo dengan mulut yang masih penuh.

__ADS_1


" Ini yang masak bukan tante tetapi si Aluna , istrinya candra. Kalian nanti kalau mau cari istri cari yang pintar masak seperti anak menantu tante ini. " Ucap mama sita dengan ramah.


" Carikan saya istri orang Indonesia ya tante, selain cantik dan pintar masak gadis indonesia itu ramah - ramah. Iyakan Dan" Seru Leo meminta persetujuan Ardan yang sedang fokus dan menikmati makan siangnya.


Bahkan ardan makan tanpa menggunakan sendok, karena dua juga makan sambal trasi. Lebih nikmat makan pakai tangan langsung. Dan hal itu berhasil membuat keluarga candra heran, ada seorang bule belanda yang baru sekali datang ke indonesia tetapi sudah pandai makan tanpa memakai sendok.


" Kamu sudah pandai makan tanpa sendok nak?" Tanya pak akbar.


" Iya Om, candra tuh yang ngajarin. Dulu saat di amsterdam kami kalau makan selalu begini. Ternyata lebih enak dan nikmat " Jawab Ardan .


" Iya pa, saat di apartemen kami makan memang begitu. Kalau makan diluar baru kami pakai sendok " Ucap candra ikut membenarkan perkataan Ardan.


Pak akbar mengangguk paham , mereka semua lanjut makan siang. Selesai makan siang mereka berkumpul di ruang keluarga untuk berbincang agar bisa semakin mengenal satu sama lain. Candra sudah meminta kedua temannya untuk beristirahat tetapi mereka tidak mau, berkumpul dengan keluarga candra lebih menyenangkan daripada tidur.


Setelah mereka puas berbincang - bincang dengan keluarga candra. Leo dan Ardan diantar candra ke villa milik keluarga candra, sepanjang perjalanan menuju villa mereka berdua sangat takjub karena hamparan kebun teh menjadi pemandangan utama mereka.


**********


" Kenapa kamu tidak jujur mala ? Aku ini suami mu, apa kamu beranggapan jika aku ini orang asing untuk mu !" Ucap surya sedikit kesal dengan mala.


Saat candra mencari pena di laci meja rias mala, tanpa sengaja surya menemukan amplo yang menurutnya terlihat asing. Surya membukanya , ternyata itu amplop bukti surat pemeriksaan kesehatan mala.


" Maaf mas, aku tidak mau membuat kamu kecewa mas. Aku tidak sehat mas " Ucap mala dengan suara terisak.


" Siapa yang bilang kamu tidak sehat ? Disini tidak tertulis seperti itu, maaf kamu juga sudah pernah dua kali hamil. Kamu masih bisa punya anak, semua tidak ada yang tidak mungkin mala. Dan jangan punya fikiran aku akan meninggalkan kamu. " Ucap surya mulai melembutkan suaranya, dia tahu saat ini kondisi mala sedang sensitif.


" Kamu itu sehat dan subur, hanya waktu saja yang diperlambat. Dalam kertas itu menyatakan kamu bisa punya anak, tapi hanya masalah waktu. Jika kita terus berusaha , yakin saja pasti didalam sini nanti ada surya junior. Sudah jangan menangis dan jangan bersedih, setiap pernikahan dan setiap orang itu punya ujiannya masing - masing. " Ucap surya dengan lembut.


" Terimakasih mas. Maaf, jika aku sudah menutupi ini dari kamu " Ucap mala semakin mengeratkan pelukannya.


" Kita sama - sama berusaha dan yakin. Sudah sekarang jangan menangis, masak sudah besar kok menangis. Apa mau dikasoh lolipop lagi?" Tanya surya sambil memainkan alianya.


Bugghhh..


Secara spontan mala mendorong tubuh surya , sampai surya jatuh dari ranjang sampai surya mengaduh kesakitan. Malapun buru - buru menolong surya dan membimbingnya naik kembali keatas ranjang.


" Maaf mas, tadi aku refleks. Habisnya kamu mesum banget sih, masak mau ngasih lolipop lagi. Padahal aku loh baru mandi, cium nih bau sabunnya saja masih tercium bahkan rambutku juga masih basah. " Gerutu mala dengan kesal.


" Heheee.... Mas tadikan cuma menawarkan saja sayang . Siapa tahu kamu mau lagi, namanya juga usaha loh " Ucap surya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Maunya selalu begitu. Capek aku mas, apalagi belum sempat makan malam juga mas, eh bukan hanya aku ya tapi mas juga. Gara-gara main dari sore sampai lupa masak makan malam kan kita mas . Aku lapar mas, boleh kan mas aku meminta tolong ?" Tanya mala dengan ragu.


" Iya mau minta tolong apa istriku sayang ? Tapi nanti ada imbalannya ya ?" Jawab surya tetap usaha mencari kesempatan dalam kesempitan.


Huuhhhhh....


Baru juga mala mau minta tolong buatkan mie rebus sudah ada saja imbalan yang harus diberikan. Imbalannya juga tidak jauh - jauh dari urusan ranjang, surya memang luar biasa tenaganya. Apalagi dia memang habis puasa sekitar 9 hari , jadi wajar kalau minta lembur terus .

__ADS_1


" Iya deh nanti aku kasih imbalan. Tapi tolong buatkan aku mie rebus lengkap pakai telor , sawi dan rawit. Dingin - dingin begini cocok sekali makan mie rebus yang pedas" Ucap mala sambil membayangkan menyeruput kuah mi yang panas dan pedas.


" Oke sayang, yuk ke dapur. Kamu duduk di kursi meja makan saja dan mas yang akan memasakan mie rebis spesial untuk mu " ucap surya dengan lembut.


Mala mengangguk sambil mengajungkan jempol tangannya. Bahkan dengan manjanya dia juga meminta surya menggendongnya sampai dapur. Mereka dirumah memang hanya berdua jadi apapun yang mereka lakukan tidak mengganggi orang lain dan tidak malu karena ada orang lain dirumah.


Setelah menunggu 10 menit dua mangkuk mie rebus pedas panas sudah terhidang dimeja makan . Mereka sama - sama menikmati mie rebusnya masing - masing dan tidak menunggu lama mie rebus mereka sudah berpindah tempat keperut mereka masing-masing.


" Sayang besok kamu kekampus apa tidak?" Tanya surya saat mereka sedang menikmati teh panas sembari menonton televisi.


" Aku ada ketemu dosen jam 10 pagi mas. Memangnya ada apa mas ?" Tanya mala penasaran.


" Oh tidak apa - apa. Kebetulan mas besok itu hanya di rumah sakit sampai jam makan siang saja. Jadi nanti pulangnya mas jemput saja ya, setelah itu ikut mas melihat ruko yang akan kamu jadikan tempat usaha baru. Nanti disana juga ada adit sama istrinya, kalau candra tidak bisa ikut . Dia ada pekerjaan di papbrik, ada teman nya yang mau tahu soal produksi minuman teh di papbrik candra " Ucap surya menjelaskan.


" Iya mas. Memangnya sudah dapat ya ruko nya ? Kayaknya baru kemarin lusa kalian membicarakan masalah ini, sudah langsung dapat ruko saja " Ucap mala lalu meminum tehnya.


" Adit yang mencari tempatnya. Sebab nanti dia yang akan mengurus usaha ini, dia pasti menguasai target pasaran apalagi dia juga sudah lama menjadi driver taksi online. Doakan saja semoga usaha yang kami rintis ini akan berkembang. " Ucap surya penuh harap.


Aamiin


Mala dan surya sama - sama mengucapkan kata aamiin. Malam sudah semakin larut, suryapun mematikan televisi dan mengajak mala masuk kamar. Surya menagih imbalan yang akan diberikan oleh mala, dengan pasrah dan penuh rasa sadar mala melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.


Sayup - sayup terdengar suara orang mengaji dari masjid. Mala bangun lebih dulu lalu dia turun dari ranjang dan mandi lebih dulu baru membamgunkan suaminya.


" Mas, mas surya bangun. Bangun mandi dan cepat mandi, itu adzan subuh sudah berkumandang " Ucap mals membangunkan surya.


" Emmm.. Iya sayang. Kamu sudah mandi ?" Tanya surya sambil mengucek matanya.


" Aku sudah mandi mas, bahkan aku juga sudah wudhu. Cepat mandi setelah itu kita sholat subuh berjamaah. " Ucap mala dengan lembut.


Surya mengangguk lalu dia turun dari kasur dan masuk kamar mandi. Tidak menunggu waktu lama surya pun sudah selesai mandi dan kini sudah bersiap sholat subuh bersama - sama.


* Ya Allah...terimakasih engkau telah mengirimkan imam yang baik dan sempurna untukku. Seorang pria yang bisa menerima segala kekuranganku, aku sangat bahagia bisa mempunyai suami seperti mas surya. Segeralah beri kami keturunan yang sholeh dan sholehah agar rumah tangga kami semakin sempurna. Aamiin * Doa mala dalam hatinya.


Selesai sholat subuh mala langsung turun kedapur untuk memasal sarapan. Seperti biasa terlebih dahulu mala merebus air untuk membuat teh dan susu. Selesai membuat teh dan susu mala membawa teh kemeja ruang Televisi, disana ada surya yang sedang menyetrika baju kerjanya yang lupa tidak mala setrika.


Mala kembali kedapur untuk memasak sarapan, pagi ini mala memasak sup ayam , goreng tahu dan bikin sambal terasi saja. Tubuh lelahnya sangat menginginkan makan sup hangat, dia masak sambil sesekali duduk meminum susu panasnya.


Setelah 45 menit berkutat didapur akhirnya masakan mala sudah selesai dan terhidang dengan rapi dimeja makan.


" Mas,sarapan dulu yuk. " Ajak mala memanggil surya untuk sarapan.


" Iya sayang , sebentar ya. Mas berskan alat - alat setrika ini dulu " Jawab surya dengan lembut.


" Iya mas,aku tunggu di meja makan ya. Untuk baju yang sudah mas setrika sudah letakkan saja sisitu nanti aku yang susun dalam lemari. Segera sarapan karena mas juga kan harus kerumah sakit " Ucap mala mengingatkan.


Surya mengangguk patuh dan segera membereskan peralatan menyetrika dan membiarkan pakaian yang sudah dia setrika tetap di atas meja ruang televisi, setelah itu surya menuju dapur untuk sarapan.

__ADS_1


*********


__ADS_2