Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Harapan meri


__ADS_3

💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


HAPPY READING


" Aluna kamu sudah sehat nak ?" Tanya pak andi saat datang dan aluna sedang makan di suapi oleh sang suami, candra.


Aluna tersenyum manis menanggapi pertanyaan sang papa. Wajah lelah sang papa tergambar jelas, namun aluna tahu sang papa sqngat mengkhawatirkannya. Pak andi memeluk aluna erat dengan mata yang berkaca - kaca.


" Aluna sudah sehat pa. Papa jangan sedih lagi,lihat nih aluna sudah makan banyak. " Ucap aluna menunjuk kepiring makanannya yang tinggal beberapa sendok lagi.


" Iya nak, papa tidak sedih. Papa hanya senang kamu sudah siuman dan sudah membaik. Sekarang kamu habiskan dulu makananmu nanti kita bercerita lagi." Ucap pak andi mengusap kepala aluna dengan penuh kasih sayang.


Aluna mengangguk patuh, candra mulai menyuapi istrinya lagi. Hanya tinggal beberapa suap saja makanan yang belum aluna habiskan, candra menyuapi aluna dengan penuh kesabaran. Tidak sampai 5 menit aluna sudah selesai makan.


" Sekarang minum obatnya dulu ya " Ucap candra lembut sembari memberikan aluna obat.


Aluna menerima obat yang diberikan candra lalu meminumnya dengan air putih.


" Sudah kak. Terimakasih " Ucap aluna dengan senyum manis nya.


" Sama - sama istriku sayang " Jawab candra.


" Jangan lupa loh disini ada papa ? Nanti kalian melupakan papa, papa jadi obat nyamuk deh " Ucap pak andi menggoda anak dan menantunya.


" Oh iya hampir lupa, ada papa disini. Beruntung tadi candra tidak main sosor " Seru candra menimpali candaan dari sang mertua.


Hahahaaa haaahaaa


Pak andi tertawa lepas mendengar jawabab candra. Selama aluna sakit baru sore ini pak andi bisa tertawa dengan lepas seakan tidak ada beban dan masalah dalam hidupnya . Tanpa pak andi sadari masalah besar sudah terjadi dala rumahtangga nya.


" Papa bisa lega melihat kamu sudah membaik Lun. Tapi papa minta maaf ya, mama dan kakak mu tidak bisa menjenguk mu. Papa sudah mengajak mama mu tetapi dia tidak pernah mau. " Ucap pak andi pelan.

__ADS_1


" Tidak apa - apa pa. Aluna tahu bagaimana sikap mama dan kak mala selama ini terhadap aluna. Aluna tidak akan sedih lagi, karena sekarang aluna sudah ada kak candra yang selalu menemani dan mengertiin aluna dan ada papa yang sangat menyayangi aluna. " Ucap aluna. Mulut bisa berucap dengan senyum menghiasi tetapi hati tidak bisa berbohong jika dia sangat sedih karena mamanya tetap tidak perduli dengan aluna.


Candra tahu betul apa yang dirasakan aluna, tetapi candra mencoba untuk biasa saja agar pak andi tidak bersedih. Karena pak andi mengira aluna sama sekali tidak bersedih.


Sementara itu di parkiran rumah sakit sedang terjadi perdebatan antara adit dan tika. Tika tidak mau datang atau masuk ke ruangan aluna bersama - sama karena dia masih belum mau mengungkap hubungannya dengan adit di hadapan aluna apalagi disana pasti ada candra dan pak andi.


" Tapi bagaimana jika mereka menganggap aku wanita genit dit?" Tanya tika takut jika mendapat omongan jelek dari keluarga aluna.


" Mereka tidak mungkin seperti itu Tika, pak andi dan aluna itu orang baik. Lagi pula aku dan mala sudah resmi bercerai jadi apa yang kamu takutkan ?" Seru adit menyakinkan tika.


" Tapi... !! Ya sudahlah ayuk kita masuk, daripada berdebat malah makan waktu. Kapan lagi kita mau masuk nya " Gerutu tika lalu berjalan lebih dulu masuk ke gedung rumah sakit.


Tika dan adit sudah sampai di depan kamar rawat aluna, setelah mengetuk pintu dan diizinkan masuk adit dan tika langsung masuk. Aluna dan candra heran melihat adit yang datang bersama tika, kalau pak andi dia terlihat cuek dan tidak mau ikut campur dengan urusan anak muda.


" Kalian kok bisa datang bersamaan ?" Tanya candra penuh curiga.


" Tika ! Apa ini yang kamu maksud lagi dekat sama duda tanpa anak ? Ayok jujur ?" Tanya aluna langsung memberondong pertanyaan kepada tika.


Tika yang berniat menjenguk aluna tapi justru dia yang dibuat serba salah. Tidak ada salahnya juga untuk jujur Tik, lagi pula aluna candra pasti akan mendukung hubungan mu dengan adit. Percaya deh sama Author ?


" Iya " Jawab tika singkat sambil meringis menunjukan gigi putihnya yang berjajar rapi.


Pak andi mengernyitkan keningnya karena kenapa nama dia dibawa - bawa. Pak andi sepertinya lupa jika adit mantan menantunya, alias mantan suami mala.


" Kok bawa - bawa Om ? Memangnya apa hubungannya sama Om, Tika ?" Tanya pak andi.


" Em... Adit kan mantan suaminya mala " Jawab tika pelan takut menyinggung adit.


" Oh soal itu ? Sudah tidak apa - apa, lagi pula adit dan mala sudah resmi bercerai Tika. Kamu tenang saja om dan aluna tidak akan marah, semoga kamu dan adit selalu bahagia dan cepat dihalalkan. " Ucap pak andi ramah.


" Aamiin " Jawab semuanya secara bersamaan.


Adit , candra dan pak andi duduk di sofa yang ada di ruang rawat aluna. Mereka mengobrolkan soal pekerjaan, sebenarnya pak andi ingin membahas soal kecelakaan yang menimpa aluna tetapi setelah mendengar penjelasan candra jika aluna belum bisa di ajak bicara yang berat - berat jadi pak andi mengurungkannya.


" Aku kangen kamu Aluna ku sayang " Seru tika memeluk aluna.


" Idihh... Sudah punya ayang bebeb juga masih manja. Tidak malu apa dilihatin sama ayang bebeb " Seru Aluna sambil terkekeh.


" Huss... Apaan sih ayanh bebeb segala, aku tidak memanggilnya ayang bebeb.Tapi aku memanggilnya Adit tanpa ayang - ayangan segala" Seru tika menggerutu.

__ADS_1


" Iya deh, iya. Kapan nih mau halal ?" Tanya aluna semakin menggoda tika.


Wajah tika memerah seperti udang rebus yang kepanasan. Dia malu - malu kucing saat aluna menanyakan kapan mereka akan melaju kejenjang yang lebih serius.


" Insya Allah secepatnya " Jawab tika dengan malu - mlu.


" Cie..ciee... Sudah ada yang mau halal nih." Seru aluna lagi.


" Doain saja semuanya lancar ya " Ucap tika.


" Aamiin.Aku selalu mendoakan yang terbaik untuk mu. " Ucap aluna sambil menggenggam tangan tika.


**********


Di tempat lain meri baru saja menemui preman yang dia bayar untuk mencelakai Aluna untuk memberikan uang pembayaran. Beruntung dia dapat uang dari mala jadi dapat dia gunakan untuk membayar sang preman.


" Nah begini dong. Kalau beginikan enak. Besok - besok kalau ada tugas lagi kamu hubungi aku saja " Ucap sang preman sambil memasukan uang dalam kantong jacketnya.


" Kerja saja tidak becus tapi minta bayaran full. Lihat tuh, anak itu belum mati juga bahkan tadi aku dapat kabar dia sudah sadarkan diri. " Ucap meri menggerutu.


" Itu bukan urusan ku. Perjsnjiannya kan mati tidak mati bayaran ku tetap full " Seru sang preman lalu pergi meninggalkan meri.


Meri yang kesal, geram akhirnya mengambil ponsel untuk menghubungi marko. Namun sudah berulang kali meri menghubungi marko, marko tak kunjung mengangkat ponselnya dan hal itu semakin membuat meri kesal. Mencari marko di rumah kontrakannya pun tidak ada haailnya, karena marko sudah tidak tinggal dirumah itu lagi.


" Sebenarnya marko kemana sih ? Padahal saat ini aku sangat membutuhkannya. Sepertinya aku sudah tidak sanggup lagi hidup dengan suami perhitungan itu, aku mau minta cerai dan aku ingin menikah dengan marko. Karena sampai detik ini cintaku untuk marko masih saja seperti dulu, sedikitpun tidak berubah. Sepertinya sekarang saatnya aku dan marko hidup bahagia " Ucap meri pada dirinya sendiri.


Meri mengirim pesan singkat kepada marko, dia mengajak marko untuk ketemuan.


[ Marko sayang kamu ada dimana ? Sudah seminggu aku mencari keberadaanmu tapi kamu tidak ada juga. Bahkan kamu sudah pindah dari kontrakan mu. Marko, aku ingin bertemu dengan mu dan aku sangat kangen dengan mu. Aku sudah memutuskan akan bercerai dengan Andi ]


[ Setelah aku resmi bercerai, kita bisa menikah dan hidup bersama dengan anak kita. Marko balas pesan ku ini, aku sangat merindukanmu ]


Selesai mengirim pesan kepada marko, meri memasukan kembali ponselnyq kadalam tasnya. Dan dia pun langsung pergi meninggalkan cafe tempatnya membuat janji dengan preman tadi.


********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏❤️❤️


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA 🙏❤️

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤️


__ADS_2