Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Rujuk kembali


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Alhamdulillah akhirnya usaha ini bisa beroperasi juga. Sementara kita hanya bisa dengan armada segini dulu ya, insya Allah nanti jiku usahanya ini lancar kita bisa menambahnya lagi. " Ucap candra penuh syukur.


Hari ini usaha transportasi bus, travel dan taksi online milik candra dan surya sudah beroperasi. Dan usaha ini candra mempercayakan kepada adit, di daerah tempat mereka tinggal untuk taksi online memang sudah banyak, tetapi untuk travel luar kota sama sekali belum ada.


Kedua teman candra, leo dan ardan memberikan sumbangan 1 unit mobil untuk usaha candra. Mereka sangat mendukung usaha candra , menurut mereka usaha candra ini ikut membangun perkembangan desa.


" Aamiin. Semoga semuanya berjalan dengan lancar. Untuk ardan dan leo terimskasih ya atas sumbangan mobil barunya, semoga kalian berdua segera di berikan jodoh agar tidak jomblo lagi. " Ucap surya tetap saja mengejek teman candra.


Ardan dan leo sama sekali tidak tersinggung, seminggu mengenal surya ternyata surya orang nya sedikit tengil dan suka meledek dengan kekocakannya.


" Aamiin juga " Ucap ardan dan leo bersamaan.


" Dit, kami percayakan usaha ini sama kamu. Semoga ditangan kamu usaha ini akan maju dan siapa tahu kita bisa sukses sama - sama. Siapa tahu nanti kita juga bisa membuka cabang diberbagai daerah " Ucap candra menepuk punggung adit dengan pelan.


" Insya Allah saya akan menjaga amanah ini dengan baik." Jawab Adit dengan serius.


Usaha transportasi mereka bertiga saat ini baru mempunyai 1 bus antar provinsi, 2 minibus yang akan dijadikan travel antar kota dan 5 mobil yang akan dijadikan taksi onlne.


Selesai acara peresmian surya dan candra beserta dua teman candra pulang karena esok hari adalah hari pernikahan meri dan pak andi. Meskipun tidak ada acara pesta dan hanya makan - makan keluarga saja mereka tetap membantu apa yang bisa mereka bantu.


" Candra, memangnya si julia nanti juga ada di acara pernikahan paman Andi ?" Tanya leo ingin tahu.


" Sepertinya ada, karena bagaimanapun julia dan bang marko itu orang tua mala. Meskipun julia hanya mama tiri saja . Kenapa kamu bertanya seperti itu ? Apa kamu merindukan julia ?" Goda candra sambil tertawa.


" Sorry ... Sorry ya aku merindukan sitopeng hidup itu. Ih kok bisa gitu ya itu si abang marko mau sama Julia. Padahal anaknya saja menyebalkan begitu, atau jangan - jangan dia dipelet ya " Ucap Leo lagi masih saja tidak bisa diam.


" Apaan sih kamu ini. Memangnya di negara kamu sana mengenal yang namanya pelet memelet ? " Tanya Surya dengan mengernyitkan keningnya.


Leo hanya meringis menanggapi pertanyaan Surya, sebab dia sendiri juga tidak tahu di negaranya ada apa tidak. Bahkan pelet - memelet itu seperti apa juga dia tidak tahu. Dia hanya tahu karena mendengar teman - teman kuliahnya yang dari indonesia zaman dulu.

__ADS_1


" Dia saja tidak tahu pelet - memelet itu yang bagaimana " Ucap candra.


" Huhhh... Tidak tahu saja berani bicara. Nanti kamu aku ajari yang namanya pelet memelet wanita biar kamu tidak kelamaan jomblo " Ucap surya.


Mereka berempat akhirnya tertawa lepas , begitulah para pria jika berkumpul menjadi satu. Guyonan kecil saja bisa membuat mereka tertawa lepas. Mobil yang dikendarai candra telah sampai dihalaman rumah candra, rumah nampak ramai karena setelah ini mereka memang mengadakan acara makan siang untuk merayakan pembukaan bisnis baru candra dan surya.


" Makan - makan " Seru leo berlari masuk kerumah.


Surya, candra dan ardan hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. Leo memang paling senang jika ada acara makam bersama, sebab dia memang suka keramaian dan kekeluargaan. Maklum Leo hanya tinggal dengan mamanya saja, itupun dia banyak tinggal diapartemen. Papa Leo sudah menikah lagi dengan wanita keturunan Indonesia tetapi tidak tahu saat ini papa dan istri barunya tinggal dimana.


Sementara itu saat ini meri dan mala sedang ada dikontrakan , mala tidak bisa ikut kerumah Aluna karena harus membantu mamanya menyiapkan semua untuk acaea besok. Meri akan menikah di kontrakan , tidak jadi di KUA.


" Mala apa surya sudah selesai acaranya ?" Tanya meri.


" Sudah ma, sekarang sedang makan siang di rumah Candra. Tadi mas surya sudah bilang kok kalau selesai makan siang dia akan cepat pulang, memangnya kenapa ma ? Apa ada yang harus mas surya kerjakan ?" Tanya mala serius.


" Oh tidak ada, mama hanya mau minta tolong untuk mengundang pak ustadz untuk memimpin doa nanti malam. " Ucap meri menyampaikan maksudnya mencari surya.


Seperti di daerah lain, biasanya sebelum adanya pernikahan malamnya terlebih dahulu akan diadakan pengajian atau kirim doa. Dan nanti malam dikontrakannya meri akan mengadakan pengajian kecil - kecilan.


" Alhamdulillah kalau sudah " Jawab meri dengan senyum mengembang.


Bruumm... Brumm


Suara mobil surya memasuki halaman rumah meri. Surya turun dengan ditangannya menenteng rantang susun empat yang terlihat berat. Sudah pasti itu isinya makanan kiriman dari Aluna.


" Bawa apa mas ?" Tanya mala dengan lembut menyambut sang suami didepan pintu.


" Ini ada makanan kiriman dari adik ipar. " Ucap surya sambil menganggkat rantangnya tinggi.


" Hemm... Pasti ada rendangnya. Rendang buatan aluna memang mantap. Terimakasih ya mas sudah dibawain , mas tahu saja kalau aku ingin makan rendang buatan aluna " Ucap mala memeluk suaminya.


" Terimakasihnya sama aluna dong sayang , kan aluna yang kirim makanan. Tapi sama mas juga teta boleh kok berterimakasih " Seru surya sambil mencium pipi mala.


Ehemm... Eheeem


Meri sengaja berdehem agar mala dan surya ingat tempat. Sepertinya mereka lupa jika saat ini ada meri dibelakang mala ditambah mereka juga masih didepan pintu.

__ADS_1


" Ehh.. Lupa kalau ada mama " Jawab mala dan surya bersamaan.


" Lupa - lupa. Ingat tempat juga, ini loh masih didepan pintu. Masuk dulu kalau mau bermesraan" Ucap meri sambil berkacak pinggang memarahi anak dan menantunya.


" Hehee.. Mama iri ya ? Bilang saja sih kalau mama juga pengen dicium, tunggu besok ya ma. Besokkan sudah ada yang menghalalkan " Ucap surya sambil terkekeh.


Bugh.. Bughh Meri memukul b*kong surya menggunakan kemoceng sambil terus mengomeli surya.


" Dasar menantu kurangajar. Berani juga ya kamu meledek mama mertuamu sendiri. " Ucap mama meri dengan kesal.


" Ampun ma, ampun. Gak lagi - lagi deh surya meledek mama " Ucap surya sambil mengatupkan kedua tangannga.


Mala hanya tertawa melihat suaminya yang dipukuli oleh mamanya. Surya memang senang meledek mama mertuanya, terkadang mala juga ikut berkongsi dengan surya untuk meledek mamanya.


" Sudah ma, malu dilihat tetangga " Ucap mala sambil terkekeh.


" Awas kalau masih meledek mama. Mama pecat kamu jadi menantu " Ucap meri sambil mengangkat kemoceng nya kearah surya.


" Iya ma. Gak lagi deh, kecuali kalau khilaf atau lupa. " Jawab surya sengaja meledek lagi.


*******


Acara dan hari yang ditunggupun tiba, hari ini meri dan pak andi sah dan resmi menjadi sepasang suami istri lagi. Setengah jam yang lalu mereka sudah melangsungkan pernikahan .


" Alhamdulillah mama dan papa sudah resmi kembali menjadi suami dan istri. Harapan aluna semoga pernikahan mama dan papa kali ini membawa berkah, dan langgeng sampai Jannah. Sakinah, mawadah , warrohmah ya pa ma" Ucap aluna menghampiri mama dan papanya mengucapkan selamat kepada keduanya.


" Terimakasih sayang " Jawab meri dan pak andi serayu membawa aluna dalam pelukannya.


Ucapan selamat bergantian diberikan oleh anak dan menantu serta para keluarga yang ikut menghadiri acara pernikahan mereka.


" Selamat , sekarang sudah punya suami jadu jangan keganjenan sama suami saya lagi. Jaga tuh perasaan suami, diurus yang bener. Jangan sampai suami diambil sama orang. "Ucap julia dengan mulut dimiring - miringkan.


" Julia, jaga sikap kamu !" Bentak marko pelan.


Julia hanya melengos dengan malas, lalu memilih mundur dan mengambil makanan dan minuman yang sudah disediakan oleh tuan rumah.


*********

__ADS_1


__ADS_2