Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Aluna wisuda


__ADS_3

.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


HAPPY READING


" Alhamdulillah akhirnya kamu selesai juga S2 nya Nak papa bangga sama kamu Nak papa benar - benar bangga. Maafkan papa selama ini sudah mengabaikan mu, ternyata kamu memang anak yang bisa membuat papa bangga" Ucap pak andi memeluk Aluna dengan erat.


" Terimakasih pa " Jawab aluna membalas pelukan papanya.


Hari ini Aluna wisuda S2, pak andi, candra dan kedua orang tua candra juga datang untuk menghadiri wisuda Aluna. Mama sita bangga dan dia menyesal dulu pernah memandang remeh aluna.


" Selamat ya sayang, kamu memang menantu mama yang peling cantik, paling baik dan menantu yang membanggakan. Sekarang gelar S2 mu sudah kamu terima dan kamu juga sudah menjadi dosen di kampus ini, sekali lagi selamat ya sayang" Ucap mama sita dengan mata berkaca - kaca.


Ada rasa bersalah yang hinggap dihatinya, bagaimana tidak. Dulu dia pernah membenci aluna bahkan merendahkan status pendidikan Aluna yang dia tahu hanya tamatan SMA ternyata dia salah, aluna anak yenh berprestasi dan bahkan kuliahnya jalur beasiswa.


" Terimakasih ma, pa " Ucap aluna menerima pelukan dari kedua mertuanya.


Kini giliran candra yang mengucapkan selamat untuk istri tercintanya. Diberikannya buket bunga mawar putih kepada aluna. Dengan lembut candra mencium kening aluna.


" Selamat istriku sayang, sekarang kamu sudang menyandang gelar S2 mu dan semoga ilmu yang kamu dapat bisa bermanfaat untuk orang lain. " Ucap candra dengan lembut.


" Kak.. Terimakasih ini semua juga berkat kak orang - orang terkasih yang ada disini. Peluk aluna dong ka, masak tidak di peluk " Ucap aluna .


Dengan segera candra memeluk aluna dengan erat dan mengujami aluna dengan ciuman, tidak ada rasa malu karena cuma sebatas mencium apalagi mereka pasangan suami istri.


" Sudah nanti di teruskan di rumah lagi, sekarang kita pergi makan untuk merayakan kebahagiaan yang sedang kita rasakan ini. Mama sudah memesan tempat makan yang pasti kalian semua suka, yuk kita pergi" Ucap mama sinta menghentikan kemesraan sepasang suami istri yang sedang dimabuk cinta itu.


" Iya ma .. Mama ini ganggu saja sih. Mumpung istri candra mau di peluk cium nih ma " Ucap candra sambil meringis.


Buugghh...


Mama sita memukul lengan candra menggunakan tas jinjingnya. Biarpun tidak sakit tapi candra mengaduh kesakitan.


" Aduhh.. Sakit ma . Mama ini , malu tuh dilihatin orang. Masak anak tampan seperti ini di pukul sih." Seru candra pura - pura cemberut.


" Huhh... Kamu ini mesra - mesraan tidak malu tapi di pukul begitu saja malu" Ucap mama sita dan di ikuti tawa dari semuanya.

__ADS_1


Mobil candra dan papanya sudah memasuki salah satu resto yang memang terkenal makanannya enak. Tempat yang sudah biasa dikunjungi oleh mama sita dan pak akbar.


" Mama sengaja pesan tempat yang lesehan agar kita enak dan rileks makan dan ngobrolnya bisa sambil selonjoran kaki " Seru mama sita .


" Bener banget ma, tempatnya sejuk, nyaman dan enak banget ma. Bikin betah berlama - lama ada disini. Apalagi ada kolam ikan hias seperti ini bikin mata tambah sejuk ma " Ucap aluna menyukai tempat makan pilihan mama mertua nya..


" Iya sayang kalau lagi jenuh dan pusing mikirin pekerjaan , mama dan papa sering makan dan bersantai disini " Ucap mama sita.


" Mereka nostalgia Sayang " Celetuk candra ikut bicara.


" Sok tahu kamu itu " Seru mama sita.


Merekapun memesan menu makanannya sesuai dengan selera mereka masing - masing. Setelah menunggu hampir 30 menit menu yang mereka pesan sudah terhidang semua di atas meja. Mereka menikmati makan siang mereka dalam diam, mereka benar - benar menikmati makanannya.


Tidak sampai 30 menit makanan yang terhidang di meja sudah berpindah kedalam perut mereka masing - masing.


" Benar kata mama, disini makanannya enak banget ma. Pantas saja resto ini ramai banget, mana konsep penataan tempatnya juga bagus banget. " Ucap aluna memuji masakan yang memang benar - benar enak.


" Nah pilihan mama memang tidak pernah salahkan ? Kapan - kapan nanti kita makan sama - sama lagi di tempat ini. " Ucap mama meri.


Aluna mengangguk setuju dengan apa yang di katakan mama mertuanya. Pak andi dan pak akbar selesai makan sudah asik dengan obrolannya sendiri, aluna dan mama meri juga sibuk berbincang. Candra merasa tidak ada yang diajak bicara akhirnya dia sibuk dengan ponselnya.


Namun tiba - tiba candra melihat seperti ada mala di resto yang sama. Benar saja ada mala dan marko yang juga sedang makan siang. Mereka duduk dileshan satu jalur dengan tempat candra duduk.


" Tidak mungkin mala dan bang marko pacaran " Gumam candra pelan namun masih bisa didengar oleh aluna..


" Kenapa kak ? Seperti sedang memlerhatikan sesuatu ?" Tanya aluna sambil mengikuti arah pandang mata candra.


Alunapun tahu kemana arah pandangan candra, ternyata candra sedang fokus dengan seseorang yang tidak jauh dari tempat duduk mereka, disana ada mala dan seorang pria yang aluna ketahui dia adalah calon suami mala.


" Kak candra sedang memperhatikan kak mala sama pacarnya?" Tanya aluna membuat candra terkejut tujuh turunan. Bagaimana dia tidak terkejut tujuh turunan, pria yang sedang bersama mala itu adalah ayah kandung mala dan ternyata mereka berpacaran.


* Apa mereka sama - sama belum tahu jika mereka adalah satu keluarga, ayah dan anak . Ini benar - benar membingungkan * Gumam candra dalam batinnya.


" Kamu tahu pria itu pacarnya mala ? Memang kamu tahu darimana ? " Tanya candra penuh silidik.


" Dari kak mala sendiri, saat aku di .all sama tika waktu itu ketemu kak mala dan dia mengenalkan jika pria itu memang pacarnya dan mereka akan menikah. Tapi tidak tahu sampai sekarang sudah menikah atau belum mereka.


Candra semakin kaget dan tidak menyangka jika mala dan marko akan terlibat dalam hubungan yang sangat- sangat tidak diperbolehkan.


" Kak candra kenal dengan pria itu ?" Tanya aluna merasa candra menyembunyikan sesuatu.

__ADS_1


" Dia bang marko " Jawan candra dengan pandangan lurus kearah meja marko dan mala.


Disana terlihat marko dan mala saling bermesraan tanpa malu di lihat banyak orang. Bahkan terlihat mereka saling memangut bibir. Candra sebagai seorang pria justru malu dan jijik melihat mereka berdua.


" Itu bukannya mala kan Lun kakak kamu ?" Tanya mama sita sambil memandang kearah meja mala.


" Iya ma, itu kak mala sama calon suaminya. " Jawab aluna.


Mendengar nama mala di sebut - sebut pak andi langsung mencari sosok yang sedang di bicarakan aluna dan mama sita.


" Mala, marko !!" Seru pak andi.


" Papa mengenali calon suami kak mala ?" Tanya aluna heran.


Apa ?


Calon suami ? Jadi mala dan marko mempunyai hubungan khusus, bahkan mereka akan menikah. Pak andi tidak tahu harus berkomentar apalagi.


* Apa mereka belum tahu jika mereka itu ayah dan anak . Bahkan aku pernah bertemu marko di apitik dia beli alat tes kehamilan? Jangan - jangan...* Gumam pak andi.


" Jadi marko calon suami mala ? Ya Tuhan... Ini tidak bisa dibiarkan , dosa besar jika mereka sampai menikah. " Ucap pak andi membuat aluna dan mama sita serta pak akbar heran.


" Maksud kamu apa ?" Tanya pak akbar penuh rasa penasaran.


" Iya pa memang ada apa ? Apa ada yang salah dengan hubungan mereka ? Apa karena umur mereka yang berbeda cukup jauh ?" Tanya aluna terus beruntun.


Pak andi bungkam , dia tetlihat syok dengan apa yang baru saja dia ketahui. Apa dia harus memberitahu siapa marko yang sebenarnya kepada aluna.


* Papa pasti kaget , aku juga kaget pa. Bahkan yang aku tahu mala saat ini sedang hamil, karena aku pernah melihat mala memeriksakan kandungan. Tapi aku waktu itu tidak tahu jika bang marko lah calon suami mala. * Gumam candra dalam batinnya.


" Marko itu ayah kandung mala " Jawab pak andi membuat aluna terbelalak.


Haahhh....


Ayah kandung ?


*********


RATE BINTANG 5 NYA DONG KAK.


LIKE , KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK 🙏🙏

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️


__ADS_2