
💞💞💞💞💞💞💞💞
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Seminggu berlalu
Hari ini hari pertama aluna menjadi assisten dosen menggantikan pak Hanum menjadi dosen. Dan Aluna juga sudah tahu jika hari ini jadwal nya kelas Mala. Aluna sudah menyiapkan mental untuk menghadapi sang kakak yang pasti nanti akan terkejut dan pasti akan membuat masalah.
" Sudah siap Lun ? Aku antar ya ?" Tanya candra menghampiri Aluna.
" Sudah kak. Tinggal sarapan terus berangkat deh. Hemm ... Aku berangkat sendiri saja ya kak, nanti biar kak candra tidak bolak balik jemput aku. Pekerjaan di pabrik pasti banyak, nanti setelah dari kampus aku langsung kepabrik kok." Ucap aluna menolak dengan halus.
" Kalau kamu capek, langsung pulang saja dan tidak perlu kepabrik. Nanti biar aku bilang sama si sari untuk menghandel pekerjaan mu " Ucap candra.
" Tidak bisa begitu dong kak ! Mbak sari itu punya pekerjaan sendiri, aku harus bertanggung jawab dengan pekerjaan ku. Lagi pula aku tidak akan capek kok, sudah kak candra tenang saja. Ya sudah yuk kita sarapan keburu siang. " Seru aluna lalu keluar dari kamar.
Aluna dan Candra sarapan bersama, kali ini aluna hanya memasak nasi goreng dan telor ceplok saja. Apapun yang Aluna masak selalu habis dimakan oleh Candra.
" Kak aku berangkat dulu ya" Seru Aluna mengambil tangan kanan candra lalu menciumnya.
" Hati - hati ya. Jika mala berulah kamu lawan saja " Seru candra.
" Iya kak. Assalamualaikum " Pamit aluna lalu keluar dari kontrakan.
" Waalaikumsalam. Semoga hari mu bahagia Luna " Gumam candra pelan.
Aluna sudah berangkat kekampus, candra pun juga akan berangkat ke pabrik. Sekarang candra sering mengendarai kuda besinya ketimbang motornya. Karena sekarang candra sering keluar pabrik untuk bertemu dengan klien jadi lebih mudah mengendarai mobil.
Sementara itu di rumah orang tua Aluna , pak andi dan mama meri serta mala sedang sarapan. Pak andi tidak pernah menanyakan soal mala yang masih saja kuliah. Dia masa bodoh, bukan berarti pak andi tidak perduli dengan pendidikan mala. Tetapi dia hanya ingin memberi pelajaran anak dan istrinya agar bisa hidup lebih baik lagi.
" Mala, kamu kuliah pagi ya?" Tanya mama meri.
" Iya ma" Jawab mala singkat tanpa melihat kearah mamanya.
" Oh.. Kamu masih kuliah ? Dapat uang darimana bisa bayar tunggakan uang kuliah. Lagi pula untuk apa juga kamu kuliah, buang - buang uang tapi kuliahpun malas - malasan. " Seru pak andi melirik mala dengan malas.
__ADS_1
" Issshh... Papa ini apa - apaan sih ? Aku ini serius kuliah pa, bukan main - main. Lagi pula aku sekarang tidak minta uang papa, tapi untuk semester depan aku minta papa karena mama pasti sudah tidak ada uang lagi. " Ucap mala dengan santainya.
Pak andi langsung menatap istrinya, melihat tatapan aneh dari suaminya membuat meri gugup dan salah tingkah. Jangan sampai sang suami tahu jika dia menggadaikan surat motor kesayangan suaminya, bisa - bisa diamuk 7 hari 7 malam dia.
" Mama dapat uang darimana ?" Tanya pak andi serius.
" Emm... Itu pa. Mama menjual sebagian perhiasan yang mama punya. Mama kasihan sama mala pa kalau sampai putus kuliah. Harapan kita hanya mala pa, hanya dia yang bisa kita banggakan. Jadi papa jangan melarang mama untuk membayar uang semester mala " Ucap mama meri.
* Jangan sampai papa tahu kalau aku menggadaikan surat motornya. Biarlah dia tahu perhiasan ku yang aku gadaikan, hemm... Siapa juga yang mau menjual perhiasan. Perhiasanku tidak akan pernah aku jual, sayang dong * Gumam mama meri dalam hatinya.
" Terserah mama. Tapi jika kurang apa - apa jangan minta papa. Papa sudah malas membiayai kuliah mala, kuliah dari dulu tidak selesai juga. Kalau orang lain sudah lulus dan bisa mengambil S2 tapi mala ? S1 saja belum selesai. " Ucap pak andi lalu menyudahi sarapannya.
Pak andi meminum segelas air putih lalu segera bangkit dan menuju mobil yang terparkir di halaman rumah. Sedangkan mala dan meri hanya bengong melihat papanya yang pergi begitu saja tanpa berpamitan.
*********
Hati Aluna mulai dag dig dug karena sebentar lagi dia akan mulai mengajar menggantikan pak hanum. Menjadi seorang dosen adalah cita - cita Aluna dan sekarang cita - cita itu tercapai meskipun hanya menjadi assisten dosen sementara.
Huuuffff
Aluna terlihat menghela nafas dengan panjang. Dia menetralkan dirinya sebelum masuk kekelas apalagi jam pertama adalah kelasnya sang kakak,mala.
" Selamat pagi " Seru Aluna masuk kedalam kelas.
Mala yang memang belum memperhatikan jika ada dosen baru yang masuk kelasnya nampak terlihat biasa saja. Mala sedang sibuk dengan ponsel ditangannya sampai teman disampingnya menyenggol tangannya.
" Eh.. Mala sudah dulu letakkan itu ponselmu. Lihat itu dosen pengganti pak hanum sudah datang, dia masih muda dan cantik banget. " Seru teman mala.
" Memangnya pak hanum kemana ? Tumben dia tidak masuk kelas, biasanya dia itu sakit dan hujan badaipun selalu datang. " Seru mala belum melihat kearah depan.
" Pak hanum ada acara keluar kota selama seminggu atau dua minggu dan dia digantikan sama assitennya. Hemm ternyata penggantinya masih muda banget dan cantik " Ucap teman mala.
Malapun melihat ke arah depan lebih tepatnya kearah dosen yang menggantikan pak hanum. Seketika mata mala melotot saat mengetahui siapa pengganti pak hanum, sosok wanita yang sangat dia benci bahkan wanita yang sudah dia hina karena kebodohannya.
* Aluna ! Benarkah itu Aluna ? Ahh..mungkin hanya kebetulan mirip saja. Karena aluna yang aku kenal adalah hanya tamatan SMA dan diakan bodoh jadi mana mungkin dia menjadi assisten dosen * Batin mala dalam diam nya.
Aluna memperhatikan mala yang terus memandangnya, dia tahu saat ini mala pasti terkejut dan tidak percaya jika yang ada dihadapannya adalah Aluna sang adik yang selalu dia hina dengan kata bodoh.
" Perkenalkan nama saya Aluna rahayu, kalian semua bisa memanggil saya Aluna. Saya disini yang akan menggantikan kelasnya pak hanum selama beliau keluar kota. " Ucap aluna dengan lantang.
Deg..
__ADS_1
Aluna ? Dia benar Aluna ?
Mala tidak percaya jika yang ada dihadapannya saat ini adalah aluna adiknya. Mala mengepalkan tangannya dan menatap tajam kearah aluna.
" Saat dalam kampus saya memang dosen kalian atau dosen pengganti untuk kalian tapi saat diluar kampus kalian bisa menjadikan saya teman kalian." Seru aluna dengan senyum manisnya.
" Buk saat ini umur berapa sepertinya masih muda sekali. " Tanya salah satu mahasiswa laki - laki sambil tertawa.
" Saya berusia 22 tahun, sebenarnya saya juga masih menempuh S2 di kampus ini " Ucap aluna semakin membuat mala kebakaran emosinya sendiri.
* Sialan !! Ternyata diam - diam Aluna berkuliah dan bahkan saat ini dia sedang menempuh S2. Ini pasti ulah papa, pasti papa yang sudah membiayai kuliah Aluna sampai dia tidak mau membiayai kuliahku lagi. Dasar aluna licik !!* Gumam malam dalam batinnya.
" Wahh masih muda banget, ternyata ibu Aluna seumuran kita guys. !!" Seru salah satu mahasiswa yang tadi bertanya.
Acara perkenalanpun sudah selesai dan aluna memulai pelajarannya. Aluna menyampaikan pelajaran dengan sabar, pelan dan telaten sehingga mudah di pahami oleh mahasiswanya. Aluna tidak mau dibilang tidak berpotensi atau tidak layak menjadi assisten dosen, sehingga dia ingin memberikan kesan bagus dan berbeda saat mengajar dan membiarkan mahasiswa yang menilainya sendiri.
" Wah bu Aluna dalam penyampaian materi mudah dipahami. Terus jadi dosen saja bu biar kita bisa ketemu terus , habis ibu cantik dan manis banget." Seru salah satu mahasiswa.
Hhhuuuuu huuuu
Kelas menjadi ramai karena ulah salah satu mahasiswa tadi. Aluna hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Diam - diam dia memperhatikan Aluna yang menatap tajam kearahnya.
" Heleh... Masih lebih baik pak hanum dia kurang dan susah di mengerti. " Seru mala mencoba menghina aluna.
" Setiap orang itu penyampaiannya beda-beda. Pak hanum punya cara tersendiri dan akupun punya cara tersendiri. Kamu bicara seperti itu karena mungkin kamu tidak paham dengan apa yang aku sampaikan.?" Seru aluna.
" Mala itu memang mahasiswa paling lemot dan paling malas dikelas ini buk. " Teriak salah satu mahasiswa.
" Oh jadi nama kamu mala ? Mala sekarang kamu tanyakan saja mana saja yang belum kamu mengerti aku akan menjelaskannya lagi . Sebagai pengganti pak hanum sekarang aku bertanggung jawab dengan mata kuliahnya, sehingga siapapun yang masih kurang jelas bisa kalian tanyakan langsung kepada saya." Seru aluna yang sudah berdiri tepat di depan mala.
Mala menatap sinis ke arah aluna,aluna sendiri hanya tersenyum tipis sambil terus memperhatikan mala.
" Tidak perlu " Jawab mala singkat dengan sinis.
Bbrruukkk...
********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏❤️❤️
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK YA KAK 🙏🙏❤️❤️
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️