
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Mas, tadi mama dan kak mala datang kesini. Mama ingin aku main ketempat tinggalnya yang baru mas. Oh iya, lusa kak mala mau kepondok" Ucap aluna saat mereka ada di dalam kamar.
Mala sudah bercerita jika dia lusa akan kepondok, jika tidak betah disana dia akan pulang dan memilih tinggal di kontrakan dengan mamanya dan tidak mau tinggal dirumah yang diberikan oleh marko. Mala berniat menjual rumah itu agar kenangan buruk dan dosa bersama marko tidak terus dia ingat.
" Memang mala betah disana ?" Tanya candra yang tidak yakin mala bakalan betah.
" Semoga saja betah, kalau tidak betah dia mau tinggal dirumah kontrakan mama" Jawab aluna.
Candra mengangguk paham, malam ini candra terlihat tidak seperti biasanya. Dia seperti orang yang kebingungan dan banyak fikiran, dan semua ini bisa dilihat dan dirasakan oleh aluna.
" Mas kamu kenapa ? Seperti nya ada masalah ?" Tanya aluna dengan raut wajah penuh rasa heran. Biasanya candra banyak bicara dan suka menggoda aluna namun tidak dengan malam ini.
" Mas tidak apa - apa sayang,,hanya kefikiran mqma dan papa di kota sana. Tadi sore papa tiba-tiba tidak sadarkan diri dan saat ini dirawat dirumah sakit. Mas bingung , mas mau ke kota tapi kamu sedang hamil muda tidak boleh terlalu capek atau perjalanan jauh, mas mau ninggalin kamu disini mas tidak tega. " Ucap candra bicara terus terang.
Aluna terkejut saat mendengar kabar papa mertuanya masuk rumah sakit. Padahal mereka berjanji bulan depan akan datang kedesa untuk mengadakan syukuran 3 bulanan kehamilan aluna.
" Mas pergi saja tidak apa - apa. Ada papa yang menemaniku disini, tapi jika boleh aku ingin ikut mas " Seru aluna ternyata ingin ikut kekota.
" Tapi kamu sedang hamil sayang, mas takut kamu kelelahan." Seru candra khawatir.
" Kita bisa naik pesawat mas." Ucap aluna memaksa ingin ikut.
" Tapi jarak dari sini ke bandara lumayan jauh sayang, ada sekitar satu jam setengah. Tapi kalau kamu memaksa ikut kita konsultasi dulu sama dokter.Mas telepon dokter yang menangani kehamilan mu dulu ya" Seru candra lalu mengambil ponsel yang ada di atas nakas.
Candra menghubungi dokter dan menceritakan keinginan istrinya yang ingin ikut keluar kota dalam keadaan hamil muda. Dokterpun menjelaskan sesuai kondisi kesehatan aluna dan janin dalam kandungannya.
__ADS_1
" Kata dokter kamu tidak boleh kelelahan sauang, apalagi kehamilan mu belum genap 3 bulan. Boleh ikut perjalansn jauh tapi harus istirahat yang cukup dan terus minum vitamin. Jadi kamu boleh ikut, tapi kerjaan mu di kampus bagaimana?" Ucap candra.
" Nanti aku izin cuti selama seminggu mas, jadi aku boleh ikut kan ? Jadi sekarang kita siapin pakaian yang akan kita bawa. " Seru aluna semangat.
Aluna turun dari kasur dan mengambil koper yang ada di samping lemari. Selain ingin jalan jauh untuk yang pertama kalinya , aluna juga senang bisa bertemu dengan kedua mertuanya karena memang dia sudah kangen dengan mertuanya, terutama mama sita.
" Papa sakit apa mas?" Tanya aluna sambil mengenas pakaiannya.
" Belum tahu sayang, tadi saat mama menelpon dokter sedang memeriksa papa. Papa itu punya penyakit jantung, dia pasti kelelahan dan kurang istirahat makanya sampai tidak sadarkan diri. Papa kalau diberitahu itu susah. " Ucap candra.
" Semoga papa tidak apa - apa ya mas " Seru aluna penuh harap.
" Aamiin " Jawab candra mengaminkan ucapan sang istri.
Packing pakaian pun sudah selesai, candra dan aluna keluar kamar untuk makan malam sekaligus bicara dengan pak andi soal mereka yang akan pergi ke kota.
" Bibik ikut makan disini saja " Ajak aluna dengan ramah.
" Bibik nanti saja mbak, masih kenyang makan gorengan bawaan mas candra tadi. Sayang banget kalau tidak dimakan, jadi tadi bibik habiskan jadi kenyang perut bibik" Ucap bibik sambil terkekeh.
Aluna , candra dan pak andi mulai makan malam. Tidak ada suara yang berbicara, hanya terdengar dentingan sendok dan piring yang saling beradu.
" Hemmm... Pa besok pagi aku dan aluna mau me kota XX. Apa papa mau sekalian ikut ?" Tanya candra kepada papa mertuanya.
Kini candra, aluna dan pak andi sedang bersantai di ruang keluarga. Lalu candra menyampaikan niatnya yang akan pergi ke luar kota dengan membawa aluna ikut serta.
" Memangnya ada acara apa ? Bukannya minggu depan orang tua kamu akan datang kesini ?" Tanya pak andi heran.
" Papa sakit dan saat ini di rawat di rumah sakit" Seru candra.
" Andi sakit ? Sakit apa ? Papa ikut ya ?" Tanya pak andi beruntun.
" Kemungkinan sakit lama nya kambuh, papa itu punya sakit jantung pa. Besok kita berangkat pagi pa, nanti candra pesan tiket penerbangan pertama." Ucap candra memberitahu.
__ADS_1
Pak andi mengangguk paham lalu dia pamit ke kamar untuk membereskan pakaian yang akan dia bawa keluar kota.
***********
Candra , pak andi dan aluna sudah sampai di kota XX, dan saat ini mereka ada di rumah sakit. Namun ada hal yang membuat candra tidak nyaman , ternyata di rumah sakit ada Julia teman candra semasa Sekolah dulu. Candra tahu betul jika Julia itu menyukainya , dulu julia pernah mengungkapkan perasaannya tapi berulang kali candra menolaknya.
" Candra kamu apa kabar ?" Tanya julia saat candra dan aluna ada di luar kamar rawat papanya.
" Kabar ku baik. Oh iya sayang, kamu belum makan siang loh. Kasihan anak kita belum makan, bagaimana kalau kita makan di kantin." Ucap candra sambil mirik julia yang terlihat tidak suka melihat keberaan aluna.
" Aku menemani mama sita dulu saja mas. Mas ajak papa saja ke kantin " Ucap aluna.
" Ya sudah. Kalau begitu tolong kamu panggil papa, nanti makan siang untukmu mas bawaain. " Ucap candra.
Aluna mengangguk paham lalu masuk memanggil papanya dan dia lebih memilih menunggu di dalam kamar menemaini mama sita.
" Kamu kenapa tidak makan siang dulu , kamu harus menjaga kesehatanmu nak. Apalagi kamu sedang hamil. " Seru mama sita.
" Iya ma, nanti mas candra yang bawain makan siang aluna. Aluna mau disini menemani mama, mama juga belum makan siang kan ?" Tanya aluna.
" Kamu makan saja tidak apa - apa, biar aku yang menemani tante sita. Aku sudah menganggap tante sita seperti ibu ku sendiri. Jadi tante sita tidak akan sendirian disini, lagi pula aku memang sudah dari semalam menemani tante sita." Ucap Julia dengan sinis.
Tatapan mata julia mengisaratkan kebencian kepada aluna, dia tidak suka dengan aluna. Padahal dia sudah berharap bisa berduaan dengan candra , ternyata aluna juga ikut ke kota.
* Wanita kampung ini tidak ada apa - apanya dibandingkan aku. Yang namanya wanita kampung tetaplah wanita kampung. Mau bersaing dengan ku sudah pasti kalah, aku ini wanita berpendidikan aku juga wanita karier. * Gumam julia melirik sengit kearah aluna.
" Iya mbak, aku hanya ingin menemani mama sita dan papa akbar saja. Mbak julia kan sudah dari semalam disini, sekarang lebih baik mbak pulang saja istirahat. Nantikan bisa datang lagi kesini." Ucap aluna tetap menunggingkan senyum manisnya.
Julia menatap sinis aluna, dia tidak suka aluna mengatur dirinya . Padahal niatnya di rumah sakit supaya dekat dengan candra , tidak perduli dengan status candra yang sudah menikah. Dia tetap berusaha mendekati dan ingin merebut Candra dari aluna.
* Aku akan merebut aluna darimu wanita kampungan * Gumam julia.
********
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAHNYA.
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️❤️