
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Satu bulan berlalu
💕💕
Setelah diketahui jika Kenzo adalah anak kandung Damar dengan Julia, Susan memaksa Julia untuk menerima lamaran Damar. Semua ini Susan lakukan agar Kenzo mempunyai orang tua yang utuh, dan agar Julia tidak lagi mengganggu kehidupan Marko dan Mina.
Akhirnya Julia mau menikah dengan Damar, dengan syarat dia tidak mau tinggal di kota. Dia lebih memilih tinggal di desa, tempatnya mengontrak saat ini. Meskipun didesa, desa tempat tinggalnya sangat maju. Mau ke kotapun jalanan sudah mulus dan bagus.
Sahh
Sahh
Akhirnya Damar sah mempersunting Julia menjadi istrinya. Senyum bahagia tergambar jelas di wajah Damar dan Ibunya. Ibunya Damar tidak masalah jika Damar tinggal di desa, yang penting Damar sudah menikahi wanita masalalunya dan bertanggung jawab atas kesalahannya dimasalalu.
Ibu Firda, ibu dari Damar menerima segala kekurangan dan kelebihan Julia. Dia tidak mempermasalahkan kisah masa lalu Julia yang sudah pernah menikah dan menjadi wanita tidak benar.
" Alhamdulillah akhirnya aku menikahi kamu juga."Ucap Damar sedikit berbisik di telinga Julia.
" Sstt... Sana jangan dekat-dekat. Aku msu menikah sama kamu juga cuma demi Kenzo. Kalau bukan karena Kenzo saja aku ogah banget."Ucap Julia dengan pelan.
" Yakin cuma karena Kenzo, bukan karena kamu memang mencintaiku?."Tanya Damar sengaja menggoda Julia.
" Idih kepedean, siapa juga yang cinta sama laki-laki m3sum seperti kamu."Ucap Julia sambil mencubit pinggang Damar.
Damar meringis kesakitan tapi dia tidak mau mengaduh, yang ada akan menjadi perhatian para tamu undangan. Melihat Damar dan Julia yang sedari tadi terus berbisik-bisik membuat ibu Susan menghampiri sepasang pengantin baru itu.
" Kalian ini apa-apaan sih ? Masih banyak tamu juga sedari tadi ibu perhatikan bisik-bisik terus, kalau mau malam pertama ya nanti dong sabar tunggu para tamu pulang dulu."Seru ibu Susan sengaja menegur mereka berdua.
__ADS_1
" Mama itu apaan sih."Seru Julia kesal dengan mamanya.
Para tamu undangan pun secara bergantian mulai mengucapkan selamat kepada sepasang pengantin. Ada Chandra dan Aluna juga, dan juga ada Surya serta Mala turut serta hadir di pernikahan Damar dan Julia.
Marko dan Mina dengan sengaja memang tidak diundang Julia. Dia tidak mau ada Marko di acara pernikahannya, dalam hatinya masih ada seberkas cinta untuk Marko. Namun Julia harus bisa membuang jauh-jauh perasaannya itu, karena sekarang dia sudah menikah dengan ayah kandung Kenzo. Marko juga sudah mempunyai kehidupan baru bersama istrinya.
" Selamat ya bro, semoga bisa jadi suami yang baik untuk istrimu ini."Seru Surya melirik kearah Julia.
" Terima kasih bro."Jawab Damar sambil memeluk Surya.
" Selamat ya, Julia. Semoga pernikahan mu kali ini langgeng sampai kalian menua bersama. Kamu harus patuh dengan suamimu, jangan mempermainkan pernikahan. Sebagai seorang teman, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk rumah tangga kalian berdua."Ucap Chandra menasehati Julia.
" Terima kasih Chandra, Aluna."Jawab Julia.
Julia hanya menyambut uluran tangan Chandra tanpa mau memeluknya. Dia sungkan sebab ada Aluna di samping Chandra, hanya Aluna saja yang dia peluk sebagai tanda jika mereka sudah tidak saling bersitegang lagi. Aluna dan Julia sendiri memang sudah baikan, Aluna sudah memafkan semua kesalahan Julia di masalalu.
" Semoga bahagia, Julia."Seru Mala juga ikut memberikan doa terbaiknya.
" Aamiin, terima kasih Mala."Jawab Julia ramah.
" Papa sekarang bobok bareng Mama ya?."Tanya Kenzo dengan polosnya.
Kenzo yang melihat Damar baru saja keluar dari kamar Julia pun langsung menghampiri Damar. Damar yang mendapat pertanyaan aneh dari anaknya pun hanya bisa tertawa lalu mengangkat Kenzo membawa dalam gendongannya.
" Wah anak papa ternyata sudah besar, pasti makannya banyak ini."Ucap Damar mencoba mengalihkan pertanyaan Kenzo.
" Iya dong, Kenzo kan memang sudah besar lihat nih pipi Kenzo seperti bakpau."Jawab Kenzo sambil mengembungkan pipinya.
" Anak pintar."Seru Damar sambil mencium pipi Kenzo.
Julia pun keluar dari kamar untuk mengisi perutnya, sedari tadi dia belum makan. Rasa lapar mulai menyerangnya, dia kedapur dan melewati Damar yang sedang bermain dengan Kenzo.
" Mama mau makan?."Tanya Damar memanggil Julia dengan panggilan mama.
" Haah.. Mama?."Tanya Julia heran.
__ADS_1
" Iya dong mama , sekarang papa akan memanggilnya mama. Masa iya panggil nama, yang ada nanti anak kita akan ikut-ikutan dong Ma. Oh iya, mama mau makan kan? Ambilkan untuk papa sekalian ya, papa lapar nih. Nanti kita makan sama-sama disini sambil menemani Kenzo main. Kasihan dia tidak ada temannya, sepertinya mama dan papa sedang istirahat."Ucap Damar sambil memainkan matanya.
Hhhuuuuufffff
Julia membuang nafas dengan kesal, akhirnya dengan terpaksa dia juga mengambilkan makan untuk Damar, pria yang baru beberapa jam tadi sah menjadi suaminya.
Julia berjalan ke dapur, di atas meja makan masih banyak makanan sisa pesta tadi. Sepertinya orang yang bekerja bersih-bersih juga sudah pulang. Nampak piring dan perkakas yang lainnya sudah bersih semua.
" Masa iya sih aku mau melayani Damar seperti ini? Idih ogah banget kalau setiap hari begini, memangnya aku ini pembantunya. Punya kaki, punya tangan juga masa iya makan minta di ambilkan."Ucap Julia dengan mulut terus menggerutu namun tangan bekerja mengisi dua piring dengan makanan.
Setelah dua piring itu terisi dengan makanan, Julia membawanya ke ruang tengah dimana Damar dan Kenzo saat ini berada. Damar tersenyum senang saat melihat Julia membawa dua piring makanan.
" Nih makan, nyusahin saja pakai acara minta ambilin makan."Seru Julia dengan kesal.
" Terima kasih istriku sayang. Mama baik kan Kenzo?." Tanya Damar sambil melirik kearah Kenzo yang sibuk dengan mainannya.
" Iya pa, tapi mama suka marah-marah. Mama tidak boleh marah-marah ya, kata pas ustadz marah-marah itu temannya setan. Setan kan jelak ma, nanti mama jadi jelek loh."Seru Kenzo yang sepertinya berpihak kepada papanya.
Haaa haaa Haaaa
Damar tertawa lebar mendengar pernyataan dari Kenzo. Namun berbeda dengan Julia, dia hanya mendengua dengan kesal.
" Kenzo memang pintar, ini mah anak papa banget."Seru Damar sambil mengacungkan jempol tangan kirinya kearah Kenzo.
" Dasar bapak sama anak sama saja. Dulu Kenzo tidak seperti ini loh, tapi semenjak sering sama kamu jadi pintar bicara."Seru Julia terlihat kesal.
" Mama jangan marah dong, papa tetap sayang dan cinta sama mama kok."Seru Damar dengan senyum genit.
Julia sudah malas menanggapi ocehan Damar, dia lebih memilih segera memakan makanan yang sedari tadi sudah ada ditangannya. Dia makan sambil menyuapi Kenzo , meskipun bocah itu sudah makan jika ada orang yang menyuapinya lagi pasti dimakan juga.
* Alhamdulillah, akhirnya aku dan Julia bisa menikah dan menjadi sepasang orang tua untuk Kenzo. Ya Allah, berkahilah dan bahagiakanlah selalu keluarga kecilku ini. Akan aku tebus semua kesalahan-kesalahan ku dimasalalu. Aku akan membahagiakan anak dan istriku, jadikanlah aku pribadi yang lebih sabar lagi menghadapi sikap istriku. Aamiin.*Gumam Damar dalam hatinya.
**********
Alhamdulillah Akhirnya bisa update lagi. 🤲🤲
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA 😘😘