Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Biaya rumah sakit


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Julia keguguran ?" Seru marko kaget saat Surya mengabarinya lewat sambungan telepon.


Surya tidak ada maksud apa - apa memberitahu sang papa mertuanya soal musibah yang dialami oleh Julia. Surya hanya ingin menunjukkan dan memberitahu jika Julia sudah meneri balasan yang instan atas petbuatannya, yang sudah menghianti papa marko.


[ Iya pa. Tadi sore saat pulang dari rumah adit, kami melihat dia sama bobi ribu. Dan akhirnya ada insiden julia terjatuh dan sampai pendarahan. Pada akhirnya julia keguguran ]


[ Kasihan juga nasibnya Julia. Papa tidak mau menjenguk nya. Nanti Juli akan bertingkah seperti hari yang sudah - sudah ]


[ Iya pa, lebih baik papa jangan terlihat. Papa cukup doakan saja semoga julia segera pulih dan sehat seperti sedia kala. Mungkin ini balasan dari Allah Pa atas semua perbuatan Julia waktu itu karma instan ya pa hehee ]


[ Aamiin. Bagaimana kabar istri kamu dan bagaimana kandungannya ?apa semuanya sehat-sehat saja?] Tanya Marko sengaja mengalihkan pembicaraan tidak mau membahas soal Julia.


[ Alhamdulillah semuanya baik dan sehat pa]


[ Alhamdulillah kalau semuanya sehat-sehat saja. Kamu harus jaga Mala ya Surya ,jangan sampai kamu menyakiti mala. Dia itu sedang hamil jangan diperlakukan capek-capek ]


[ Siap pa. Oh iya pa sepertinya sudah malam, Surya tutup dulu ya teleponnya nanti lain kali kalau kami sudah tidak sibuk, kami main ke tempat papa. Atau tidak papa yang ke sini. Kita makan malam bersama nanti kita undang juga mama Meri dan papa Andi. ]


[ Iya tidak masalah kamu apa atur saja waktunya ]


[ Baik pa , ya sudah kalau begitu surya tutupp dulu teleponnya Assalamualaikum]


[ Waalaikumsalam]

__ADS_1


Tut Tut Tut


Bunyi sambungan telepon yang sudah ditutup oleh surya. Marko yang saat ini ada di depan bengkelnya hanya bisa menghela nafas berat saat mendengar kabar keguguran Julia. Marko mengambil sebatang rokok dan menghidupkannya lagi, setelah itu dia hembuskan asapnya tinggi - tinggi.


Seperti dejavu, mendengar kabar keguguran julia sama persis dengan kabar keguguran Mala saat itu. Saat itu mala keguguran karena mereka berdua ribut dan tanpa sengaja marko menyentak tangan mala, sampai mala jatuh dan terjadilah keguguran.


" Kenapa aku jadi teringat soal Mala ? yang dulu juga keguguran, kejadiannya sama persis seperti Julia. Aku berharap semoga saja kali ini kandungan mala bisa sehat - sehat sampai dia melahirkan. Sebagai seorang ayah aku ingin melihat anakku hidup bahagia dengan pasangannya. Apa lagi mala anakku satu-satunya , yang memang dari dulu tidak pernah aku perhatian. Bahkan aku sendiri sempat merasa hidupnya. " Marko bicara dengan dirinya sendiri. Dia teringat betapa buruk nya dirinya di masa lalu di mana dia dan mala melakukan kesalahan besar.


" Semoga Allah memaafkan kesalahan-kesalahanku dan mala. Soal julia ini aku tidak mau ambil pusing karena julia istriku lagi sejak 1 bulan yang lalu. Biarlah ini menjadi hukuman untuknya , dan semoga saja kejadian ini bisa membuat dia sadar. Dan bisa hidup lebih baik dan tidak akan pernah melakukan kesalahan yang sama " Ucap marko lagi.


Malam semakin larut, marko yang masih menikmati rokoknya memilih segera mematikan rokok itu. Dan membuang puntungnya di atas asbak yang sudah tersedia. Marko masuk bengkel dan menuju ruangan lantai atas yang sudah disulap menjadi tempat tinggalnya. Ruangan di lantai atas dulunya hanya dijadikan tempat untuk menyimpan stok alat - alat mobil yang baru.


Ditempat inilah Marko menghabiskan malamnya sendirian , terkadang dia pun merasa kesepian. Namun tinggal di bengkel merupakan pilihan marko agar tidak ada yang mengganggunya. Sebab dia tinggal di bengkel saat itu adalah ingin menjauhi Julia agar ,Julia tidak datang menemuinya.


" Bismillah semoga hari esok aku bisa menemukan kebahagiaanku. Aku ingin mempunyai pendamping hidup yang bisa menerima segala kekuranganku. Dan bisa menemaniku sampai hari tua ku. Aamiin " Seru marko penuh rasa harap.


Marko membaringkan tubuhnya di atas kasur tanpa menunggu lama mata marko sudah terpejam. Dan marko sudah menyelami alam mimpinya.


" Maaf aku baru ngasih tahu kamu, soalnya dari kemarin sore kamu masih belum sadar juga. Kamu siuman sudah malam dan aku sudah mengantuk. Jadi mau membahas apapun ," Ucap bobi. Dari kemarin bobi memang tidak pulang, baju gantinya diantarkan oleh bapaknya.


Saat dia hendak pulang, bapaknya melarangnya. Karena julia tidak ada yang menunggu, kasihan dengan julia. Pak Rt hanya khawatir saat julia siuman tidak ada siapapun, dan dia akan histeris saat mengetahui dia keguguran.


" Oh tidak masalah. Mungkin memang lebih baik anak itu tidak ada daripada dia ada tapi menyusahkan kita. Aku juga tidak mau hamil dulu, karena wanita hamil itu repot. Aku lapar, cepat belikan aku makanan. Aku tidak mau makan makanan rumah sakit. " Seru Julia seenaknya.


" Kamu ini tidak ada sedihnya sedikitpun Julia. Tapi kamu itu habis di kuret Julia, jangan makan sembarangan dulu. Makan saja makanan yang sudah disiapkan oleh rumah sakit. " Seru bobi mencoba menasehati Julia.


" Buat apa aku bersedih ? Nanti juga bisa buat lagi kan ? Sudahlah cepat carikan aku makan karena aku sudah lapar sekali bobi " Ucap julia terus memerintah bobi untuk mencarikan makanan.


Padahal makanan dari rumah sakit sudah terhidang di samping nakas. Namun julia tidak mau memakan, makanan itu dan meminta makanan berat diluar sana. Dengan sangat terpaksa bobi mencarikan makanan diluar, bobi menuju kanti rumah sakit dan memesankan Julia es jeruk, ayam bakar lengkap dengan sambalnya dan masih ada beberapa makanan yang lainnya.


* Terserah julia sajalah, mau dia sakit juga itu urusan dia. Badan dia juga yang merasakan sakit. Aku tidak perduli lagi, diperhatikan sama sekali tidak dihargai. * Gumam bobi dalam hatinya.

__ADS_1


Setelah menu pesanannya sudah selesai, bobi kembali kekamar rawat Julia dan memberikan makanan itu kepada Julia. Julia menerimanya dengan sangat senang, perutnya memang sudah sangat lapar sebab dari kemarin siang dia memang belum makan. Siang belum makan dan sorenya berantem dengan bobi sampai terjadilah insiden keguguran.


" Sore ini kamu sudah boleh pulang. Jadi siapkan dirimu , aku sudah tidak betah berlama - lama dirumah sakit. Tidur tidak enak karena cuma tidur di sifo saja. " Ucap bobi dengan kesal.


" Terus biaya ini siapa yang menanggung ? Kamu kan ?" Tanya julia lalu menghentikan makannya. Jika dia yang harus membayarnya dia tidak ada uang lebih, uang dia hanya cukup untuk biaya hidupnya saja. Sebab marko sudah memotong uang bulanannya.


Sampai sekarang Marko masih memberikan uang bulanan untuk Julia, sampai masa iddah Julia selesai. Namun uang bulanan yang diberikan Marko hanya seperempatnya saja, tidak full seperti saat julia masih menjadi istri Marko. Yang berarti hanya 5 juta saja marko memberikan jatah bulanan untuk Julia.


" Memang kamu tidak ada uang sama sekali Julia ?." Tanya Bobi dengan heran , karena yang dia lihat Julia punya mobil. Dan pakaian serta barang-barangnya semua barang mewah dan branded.


" Ada , tapi cuman sedikit hanya. Cukup untuk biaya hidupku saja, itu pun pas-pasan. Kamu kalau ada uang tidak salah kamu memberi sayauang. Lagipula saya ini calon istri kamu juga kan ?" Seru Julia lagi.


Julia kembali melanjutkan makannya dan membiarkan Bobi berfikir sendiri soal biaya rumah sakit. Julia tidak mau keluar uang sedikitpun, sebab dia sampai masuk rumah sakit juga gara-gara Bobi.


" Biaya rumah sakit sudah aku lunasi, itu juga aku dapat uang dari bapak. Aku ada uang juga untuk persiapan Leni lahiran. Tabunganku tidak banyak Julia, jadi aku tidak bisa memberi kamu uang banyak. Pasti aku akan memberimu tapi tidak sebanyak jatah bulananmu saat kamu menjadi istrinya Pak Marko." Ucap bobi bicara dengan jujur.


" Terserah kamu yang penting kamu harus menafkahiku. " Ucap Julia sembari mengunyah makanannya.


Bobi pun meninggalkan Julia dan dia keluar dari ruang perawatan Julia. Kini Bobi duduk di depan gedung Rumah Sakit sembari menghidupkan rokoknya , mengepulkan asap tinggi-tinggi. Nampak sekali wajah lelah dan wajah-wajah orang frustasi.


" Loh Bobi kenapa kamu ada di sini ? tidak menunggu di ruangan calon istrimu saja ?." Tanya surya yang baru saja keluar dari mobil.


" Eh mas Surya . Iya mas ini lagi pengen ngerokok, jadi keluar . Mas surya baru datang ? siang amat Mas ?." Tanya Bobi dengan ramah.


" Oh iya ini tadi ada sedikit urusan diluar. Ya sudah aku masuk duluan ya " Ucap Surya dengan ramah.


" Oh iya mas Surya silahkan. " Seru Bobi lagi.


Surya masuk ke Rumah sakit dan segera menuju rurng kerjanya. Bobi sendiri masih memilih duduk di luar gedung rumah sakit, sembari menikmati rokoknya.


**********

__ADS_1


__ADS_2