
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Aluna sangat syok dan terkejut dengan permintaan mamanya. Seenaknya hendak mempermainkan sebuah ikatan pernikahan. Sampai kapanpun Aluna tidak akan menentut cerai dari suaminya , terkecuali mereka mempunyai masalah yang serius dan tidak bisa untuk diperbaiki lagi.
" Ma,hubungan ku dengan suamiku itu baik - baik saja dan tidak semudah itu aku akan memintai cerai. Sekarang Aluna mau tanya untuk apa mama mengurusi rumah tanggaku dan memintaku untuk bercerai ?" Tanya Aluna dengan beraninya.
" Kamu tidak pantas untuk candra ! Dan yang pantas itu mala, dan orang tua candra pun setuju jika mala menikah dengan candra. Karena mala itu cantik dan berpendidikan tidak kampungan seperti kamu !" Ucap mama meri sambil menunjuk wajah Aluna.
Aluna tersenyum tipis bahkan mama meri sendiri tidak menyadari jika aluna tersenyum. Bagi Aluna permintaan sang mama sangatlah konyol, apalagi dengan alasan akan menikahkan mala dengan candra, sudah jelas - jelas waktu itu mala menolak candra. Tapi setelah mengetahui candra anak orang kaya dia mau merebutnya.
* Apa benar orang tua kak candra menyetujui soal pernikahan kak candra dan mala ? Apa kak candra tahu soal ini ? Aku dan kak candra memang sepasang suami istri yang sah, tapi diantara kami tidak ada cinta. Cinta ? Apa kak candra punya cinta untuk ku, dan apa aku juga punya cinta untuk kak candra . Tapi hati ini terasa damai dan tenang jika bersama kak candra.* Ucap aluna dalam hatinya.
" Silahkan mama bicara langsung sama kak candra. Jika kak candra setuju menceraikan ku, aku juga akan setuju. Karena untuk apalagi aku bertahan jika kak candra sendiri tidak mengharapkan ku lagi. " Ucap aluna lalu bangkit dari duduknya.
" Dan satu lagi Ma. Mama tadi mengatakan aku tidak pantas untuk kak candra karena aku tidak berpendidikan ? Mama yakin jika aku tidak berpendidikan, buka mata mama jangan karena mama membenciku jadi mama menutup mata. Aku tidak berbangga diri tapi aku ini lebih baik dari kak mala !" Ucap aluna lalu pergi meninggalkan mama meri.
" Aluna ! mama belum selesai bicara " Seru mama meri memanggil aluna.
Aluna terus berjalan tanpa menghiraukan panggilan dari sang mama. Sedikitpun dia tidak mau menoleh kebelakang.
* Maafin aluna ma. Aluna tidak bermaksud untuk menentang mama,tetapi aluna harus tegas sama mama dan kak mala karena jika aku terus mengalah kalian akan terus menindas ku. Sudah cukup selama ini aku mengalah * Gumam aluna dalam hati.
Bruukkk
Tiba - tiba ada seseorang yang sengaja menabrak aluna. Siapa lagi kalau bukan mala , saat mala keluar dari cafe tadi mala memang baru sampai depan cafe dan dia berjalan mendekati Aluna lalu menabraknya.
" Aaauuwwww " Seru aluna,meringis kesakitan.
" Sorry... Memang sengaja. " Ucap mala dengan tawa mengejek.
__ADS_1
Aluna meringis kesakitan sambil memegangi bahunya dia pun bangkit dengan menatap mala sinis.
" Maksud kak mala apa ? Jika ada masalah atau tidak suka dengan ku kak mala bisa langsung bicara tanpa harus menyakuti fisik begini. Selama ini aku sudah mengalah sama kak mala tapi sekarang aku tidak akan mau mengalah lagi." Ucap aluna dengan berani lalu mengorong mala sampai mala terjatuh ketanah.
Brruukk
Suara mala jatuh begitu nyaring ditelinga aluna, aluna sekarang bukanlah wanita yang mudah untuk ditindas.
" Aluna ! Apa yang kamu lakukan dengan anak ku ? Dasar kurangajar !" Seru meri dengan lantang.
Pllakkk
Secara tiba - tiba meri mendekat dan menampar aluna, gerakan mama meri yang cepat sehingga aluna tidak bisa menangkis tangan mama meri. Tamparan itu cukup kuat sampai pipi aluna memerah. Melihat aluna di tampar oleh mama nya membuat mala tersenyum senang dan merasa menang.
" Aku tidak akan melakukan hal seperti ini jika kak mala tidak lebih dulu mencari gara - gara dengan ku. Aku hanya ingin membela diri dan memberikan anak mu pelajaran. Selama ini aku tidak pernah membalas perbuatan kalian Ma. Aku ini juga anak mu Ma, anak kandung mu. Tapi seujung kukupun kamu tidak pernah menyayangiku, apa salah ku ma ?" Seru aluna dengan mata yang berkaca - kaca.
Mama meri terdiam, dia menyesal sudah menampar Aluna apalagi tamprannya tadi sangat keras. Namun ego nya tidak bisa diajak baik - baik, dia terus membenci Aluna dan ingin menjauhkan Aluna dari kehidupannya.
" Aluna !" Panggil seseorang menghampiri Aluna.
Aluna , mala dan meri mencari sumber suara yang memanggil Aluna. Mala dan meri terkejut saat mengetahui orang itu adalah Candra. Candra memang ada di cafe yang sama, tepatnya di ruangan Vip sedang metting dengan klien. Saat dia hendak keluar dari cafe dia menyaksikan keributan di depqn cafe , tepatnya saat meri menampar Aluna.
" Kak candra ada disini ?" Tanya aluna gugup.
" Iya aku ada disini. Dan aku melihat wanita ini menyakitimu, meskipun dia ibu yang telah melahirkan mu . Dia tidak berhak untuk menyakitimu, seorang ibu tidak ada yang mau menyakiti anak - anaknya. " Ucap candra terdengar sangat menakutkan.
Mala dan meri diam membisu, hilang sudah keberanian dan galakannya yang tadi dia tunjukan di hadapan Aluna. Sekarang yang tinggal hanya ketakutan dan rasa malu yang tidak terkira.
" Emm... Candra. Apa yang kamu lihat tadi tidak seperti yang kamu fikirkan. Tante tadi hanya membela mala karena aluna sudah mendorong mala sampai terjatuh. Tante tidak rela anak tante disakiti oleh orang lain. " Jawab meri mencoba membela diri.
" Apa ma ? Anak ? Mama tidak rela jika anak mama disakiti ? Terus kenapa mama menyakiti aluna ? Mama tahu dan sadar tidak sih kalau Aluna ini juga anak mama ?" Pertanyaan skak mati dari candra.
" Jelas beda dong Can. Kalau aku kan anak kesayangan mama dan papa , aku juga berpendidikan. " Jawab mala dengan percaya diri yang tinggi.
" Sombong. Apa kamu tidak sadar diri ? Aluna itu liebih berpendidikan daripada kamu. Ingat Aluna ini istriku dan dia sudah menjadi tanggung jawab ku. Sampai kalian menyakitinya lagi kalian akan berhadapan dengan ku. CAMKAN ITU !!" Ucap Candra dengan tegas.
Selesai bicara candra langsung mengajak aluna masuk kedalam mobilnya. Di dalam mobil aluna hanya terdiam, dia malu dengan candra , dia malu atas perlakuan mamanya tadi. Tidak seharusnya candra melihat kelakuan mamanya.
__ADS_1
" Apa mama meri selalu seperti itu jika marah? " Tanya candra tanpa melihat kearah aluna karena dia sedang fokus menyetir.
" Tidak " Jawab aluna singkat.
Candra diam tidak mau bertanya lagi, mungkin aluna sedang sedih dan dia sedang tidak mau membahas mama meri dan mala. Candra terus mekajukan mobilnya dan berhenti tepat du depan rumah kontrakannya.
" Kok kekontrakan ?" Tanya aluna bingung.
" Apa kami mau kepabrik dalam keadaan seperti itu? Pipi kamu memerah dan kamu harus mengompresnya dulu. Apa perlu aku yang mengompres ? " Tanya candra.
" Oh tidak biar aku saja kak. Kak candra balik ke pabrik saja tidak apa - apa. Emm.. Kak tolong kejadian tadi jangan sampai papa tahu, aku takut papa marah dan darah tingginya kambuh. " Ucap aluna memohon.
" Baiklah aku tidak akan memberitahu papa tapi dengan satu syarat. " Seru candra.
Aluna mengernyitkan keningnya. Syarat ? sayarat apa yang akan diajukan oleh Candra. Aluna harus hati-hati karena candra sekarang suka bermain curang, syarat yang diajukannya terkadang suka tidak masuk akal.
" Syarat nya apa ?" Tanya aluna ragu-ragu.
" Syaratnya aku yang boleh mengompres pipi mu yang merah itu. " Seru candra.
" Hanya mengompres kan ?" Tanya aluna lagi.
" Kamu pasti sudah mikir yang aneh - aneh. Hayo ngaku " Seru candra menggoda Aluna.
Wajah Aluna semakin merona merah, dia pun tersipu malu. Aluna langsung membuka pintu mobil dan segera turun, setelah pintu kontrakan terbuka aluna dan candra masuk secara bersamaan. Candra langsung menuju dapur mengambil air hangat untuk mengompres pipi aluna.
" Sakit ya ?" Tanya candra saat menempelkan kain hangat ke pipi Aluna.
" Sedikit " Jawab Aluna.
Dengan pelan - pelan candra mengompres pipi aluna. Setelah selesai di kompres , candra mengoleskan salep untuk menghilangkan memar pada pipi Aluna.
********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏❤️❤️
JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR, VOTE , FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA 🙏❤️
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️