Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Penjelasan Candra dan Aluna


__ADS_3

💞💞💞💞💞💞💞💞💞


.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


Setelah makan malam aluna , candra dan pak andi mengobrol di ruangan depan yang biasa di sebut ruang tamu. Pak Andi menagih janji Aluna yang katanya ingin memberi kejutan lain untuk nya. Aluna sendiri lupa kaldu dia punya janji dengan papa nya, karena dia terlalu bersemangat untuk mendengarkan penjelasan candra.


" Aluna tadi sudah janjikan sama papa, kalau kamu mau menjelaskan yang tadi pagi dan memberi papa kejutan satu lagi. Memang nya apa kejutan nya? Kamu hamil ?" Tanya pak andi serius.


Uhuukk... Uhhhukkk


Candra langsung tersedak teh yang baru saja sampai tenggorokan. Dia kaget saat pak andi menanyakan jika Aluna hamil.


* Bagaimana mau hamil , begituan saja baru beberapa hari yang lalu. * Gumam candra daldm hati nya.


" Aluna belum hamil pa, papa tunggu disini ya. Aluna punya sesuatu untuk papa." Ucap aluna lalu bangkit dan langsung menuju kamar mengambil sesuatu.


Hanya sebentar saja Aluna masuk kamar lalu dia keluar lagi dengan membawa map di tangan nya. Pak andi map apa yang di bawa oleh Aluna. Candra sendiri sudah tahu map apa yang di bawa aluna dan akan di berikan kepada papa nya itu.


" Ini untuk papa " Seru Aluna tersenyum sambil menyerahkan map kepada papa nya.


" Apa ini lun ?" Tanya pak andi bingung.


" Papa buka saja " Seru Aluna dengan yakin.


Pak Andi pun menerima map yang di berikan Aluna kepadanya , lalu membuka nya. Dengan rasa penasaran pak andi membuka map itu, saat sudah mengetahui isi dalam map itu mata pak andi langsung berkaca - kaca.


" Ini serius Lun ? Kamu seorang Sarjana ?" Tanya pak Andi dengan mata berkaca - kaca.


" Serius pa. Aluna lulus S1 sudah satu tahun tahun lebih dan saat ini Aluna sudah menempuh S2. Doakan semua nya lancar ya pa. " Ucap aluna.

__ADS_1


Pak Andi sudah tidak bisa berkata - kata lagi, dia benar - benar kaget, bahagia, terhari melebur menjadi satu. Anak yang selama ini terabaikan justru sudah membanggakan nya. Bahkan sampai lulus S1 pun dia sebagai orang tua tidak tahu apa - apa. Betapa bodoh nya dirinya menjadi seorang ayah.


" Terimakasih nak, terimakasih. Kamu sudah menjadi anak kebanggaan papa. Papa sangat bodoh, papa bukan papa yang baik untuk mu. Sampai kamu kuliah pun papa tidak tahu. Lantas bagaimana kamu membiayai kuliah kamu yang tidak murah itu nak. ?" Tanya pak Andi sambil memeluk aluna dan mencium pucuk kepala Aluna.


" Aluna dapat beasiswa pa ?" Seru Aluna jujur.


" Beasiswa ?" Seru pak andi tidak percaya.


" Jika kamu dapat beasiswa kenapa kamu tidak bilang sama papa nak. Kalau begitu kan papa bisa membantu uang buku mu, karena papa memang tidak sanggup jika harus menguliahkan anak 2. Kamu tahu sendirikan papa hanya karyawan biasa dengan gaji yang tidak besar. Mama mu bilang kamu sekolah bodo makanya papa setuju saja saat mala yang kuliah " Ucap pak andi dengan serius.


Aluna sudah tahu semua yang di bicarakan papanya. Semua itu hanya kebohongan yang di buat oleh mama meri sendiri.


" Sebenarnya mama sudah tahu jika aku dapat beasiswa pa, tapi dia tidak mengizinkan aluna berkuliah. Dan dia melarang Aluna untuk memberitahu papa, maaf kan Aluna yang sudah tidak jujur dengan papa. Aluna takut jika aluna jujur, mama akan marah dan mengacaukan kuliah Aluna. Selama ini Aluna mengambil kuliah 3 hari dalam seminggu sisa nya untuk bekerja, aluna minta maaf sama papa. " Ucap Aluna penuh penyesalan.


* Mama !! Kamu bebar-benar sudah kelewatan ! Lihat saja aku akan memberi mu perhitungan. Kamu sudah berbuat sesukamu kepada Aluna aku juga bisa berbuat sesuka ku kepada mu atau kepada mala ma * Gumam pak Andi sambil mengepalkan kedua tangan nya.


" Papa bangga sama kamu Nak. Papa bangga... Papa tidak akan marah padamu. Justru papa bangga sama kamu nak. " Ucap Pak andi memeluk Aluna lagi.


Aluna membalas pelukan papa nya dengan erat, candra yang sedari tadi diam juga ikut terharu dengan kisah luna. Wanita kuat, wanita hebat dan wanita luar biasa yang belum pernah candra temui sebelum nya.


Pak andi bingung, penjelasan ? Penjelasan apalagi yang harus di jelaskan oleh Candra. Kenapa malam ini semua nya penuh tanda tanya dan penuh rahasia yang harus du jelaskan.


" Memang nya ada apalagi ? Candra apa yang ingin kamu jelaskan ?" Tanya pak andi serius.


Hhuufff...


Candra menghela nafas dengan berat, mau tidak mau dia memang harus menjelaskan nya sekarang daripada aluna mengambek dan salah paham.


" Pa ,Lun .. Sebelum nya maaf. Aku tidak bermakasud untuk membohongi kalian semua tentang siapa diriku yang sebenarnya. Selama ini aku memeng menyembunyikan status diriku kepada siapa pun. Bahkan sampai saat ini teman - teman sekolah dan teman kuliah tidak ada yang tahu siapa aku yang sebenarnya. " Ucap candra mulai menjelaskan.


" Ini sebenarnya ada apa sih ?" Tanya pak andi bingung.


" Aku sebenarnya anak dari pemilik paprik pengolahan teh tempat kami bekerja pa. Bahkan lahan teh itu sendiri juga punya keluarga ku " Ucap Candra akhirnya berkata jujur.


Pak candra sangat terkejut saat mengetahui jika menantunya adalah anak dari pemilik paprik dan pemilik kebun teh yang luas nya puluhan hektar.

__ADS_1


" Jadi Akbar itu, Akbar sugandi wicaksono ,? Aku tahunya hanya Akbar Sugandi W , aku tidak tahu jika W itu kepanjangan nya Wicaksono. Papa mu juga tidak pernah bilang jika dia pemilik paprik dan kebun teh itu. Papa mu juga menyembunyikan status nya. " Ucap pak Andi seakan tidak percaya dengan kenyataan yang baru saja dia ketahui.


" Jadi papa juga tidak tahu siapa papa akbar yang sebenarnya ?" Tanya Aluna.


" Iya papa tidak tahu nak " Jawab pak andi serius.


* Betarti memang keturunan , suka nya menyembunyikan siapa diri yang sebenarnya. Bahkan papa sendiri juga tidak tahu siapa teman nya yang sebenarnya. Berarti alasan kak candra bisa aku terima, dia hanya ingin mendapatkan perlakuan yang sama tanpa memandang harta yang dia miliki. Justru sekarang aku yang merasa tidak pantas untuk kak candra * Gumam Aluna dalam hatinya.


Candra memandang serius ke arah Aluna, dia takut aluna tidak menerima penjelasan nya. Namun saat aluna tersenyum ke arah nya, tiba - tiba hatinya terasa lega dan puas karena Aluna bisa menerima semua penjelasan nya.


" Pa, candra minta untuk tetap menybunyikan identitas candra kepada mama dan mala. Candra khawatir jika mereka tahu, mereka akan mengusik dan menyakiti Aluna. " Ucap candra.


" Papa tidak akan memberitahu dua wanita itu. Justru papa akan memberi mereka pelajaran " Ucap pak andi dengan yakin.


" Apa yang ingin papa lakukan kepada mama dan kak mala ? Jangan sampai ribut ya pa , ingat papa punya darah tinggi. " Ucap Aluna mengingatkan.


" Nanti kamu tahu sendiri apa yang akan papa lakukan kepada mama dan kakak mu itu. Jika papa tidak memberi mereka uang, bisa apa mereka " Ucap pak andi tersenyum sinis.


Malam pun sudah semakin larut, pak andi masuk ke kamar nya begitupun dengan candra dan Aluna saat ini mereka sudah ada di kamar nya.


" Aluna bolehkah malam ini aku meminta hak ku lagi sebagai suami?" Tanya candra terlebih dahulu sebelum melakukan nya.


Aluna tidak mungkin untuk menolak suaminya, apalagi itu sudah menjadi kewajiban nya sebagai seorang istri dan hak untuk suami nya.


" Boleh kak, aku ini istri mu jadi aku sepenuh nya sudah menjadi milik mu. Lakukan lah kak, tapi jangan berisik karena ada papa " Ucap aluna dengan senyum malu - malu.


" Baik istri ku sayang " Ucap candra.


Akhirnya malam ini candra dan aluna saling menyatu dan berbagi peluh lagi. Mengulang kejadian beberapa hari yang lalu.


*********


RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏🙏🙏🙏


LIKE, KOMENTAR, VOTE,FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA 🙏❤️❤️

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️


__ADS_2