Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Pindah kontrakan


__ADS_3

.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


Udara pagi itu terasa sangat sejuk, aluna yang sedang menyirami bunga sesekali bersenandung dengan merdu. Sang suami sudah berangkat ke pabrik, sedangkan pak andi duduk di teras sembari memperhatikan aluna yang terlihat bahagia. Semenjak aluna hamil candra sudah memperkerjakan orang untuk mengerjakan pekerjaan rumah.


" Aluna kenapa dulu kamu tidak ikut ajang pencarian bakat saja ? Kalau ikut sudah pasti kamu menang dan sekarang jadi artis ibu kota " Seru pak andi sambil terkekeh.


" Bukannya menang pa tapi menangis . Alunakan cuma bisa menyanyi di kamar mandi saja" Jawab aluna juga ikut terkekeh.


" Hahaaa.... Artis kamar mandi dong. Tapi suara kamu beneran bagus kok Lun.." Ucap pak andi lagi memuji aluna.


Aluna menyudahi menyiram bunganya lalu duduk di samping papanya sembari menghabiskan tehnya yang sudah tidak panas lagi. Akhirnya teh yang sudah dingin itu diminum sampai tandas, itu teh buatan candra. Semenjak tahu hamil tidak tahu kenapa aluna lebih menyukai teh buatan suaminya.


" Kamu ada jadwal ngajar Lun ?" Tanya pak andi.


" Tidak ada pa, seminggu hanya 3 kali saja hari selasa sampai kamis. Pa, kita jalan - jalan yuk ke mall atau kemana gitu. Apa papa tidak bosan dirumah terus ?" Seru aluna sambil memainkan matanya.


" Papa dirumah saja ya, kamu saja yang jalan - jalan nanti sore sama candra. Papa sudah tua jadi pilih dirumah saja lah." Ucap pak andi menolal secara halus.


" Oh tidak bisa, siang ini pokoknya papa harus ikut aluna jalan ke mall. Dede bayi disini pengen jalan - jalan sama opa nya. Nanti kalau ileran bagaimana ? Sekalian cuci mata pa, siapa tahu papa dapat yang bening - bening jadi jernih deh " Ucap aluna menggoda papanya.


Pak andi hanya tertawa sembari mengacak rambut aluna, sehingga rambut aluna terlihat berantakan dan aluna pura - pura cemberut.


Gadis kecil yang dulu dia sia - siakan kini sudah tumbuh menjadi wanita yang tangguh dan kuat. Bahkan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu. Waktu sungguh cepat berlalu , semua masalalu sudah terkubur dalam dan tumbuh menjadi kebahagiaan yang sesungguhnya. Tawa bahagianya kini mengiringi hari - hari nya, rasa sesal dulu sudah mengabaikannya selalu datang dan tanpa orang tahu dalam malamnya dia sering menangisi kesalahannya.


" Baiklah papa akan ikut kamu pergi, kamu izin dulu sama suamimu ya? Meskipun perginya sama papa tetap dong harus izin dengan suami tercinta nya " Ucap pak andi.


" Siap papa ku tersayang , aluna kekamar dulu ya mau telepon izin sama mas candra. Ponsel Aluna ada di kamar pa " Ucap aluna.


" Iya papa tunggu disini " Ucap pak andi.


Aluna mengangguk lalu bangkit dan masuk kerumah menuju kamarnya. Sampai dikamar aluna mencari keberadaan ponselnya, setelah ketemu dia langsung menghubungi suaminya.

__ADS_1


[ Hallo ... Assalamualaikum istriku. Kenapa ? Tumben telepon kangen ya ?] Seru candra diseberang sana.


[ Waalaikumsalam. Ihh... Pede banget sih suamiku ini. Mas, aku sama papa mau jalan - jalan ke mall boleh tidak ?] Tanya aluna langsung pada intinya.


[ Sama papa ya,,, hemm bagaimana ya ? Terus suami kamu yang tampan ini tidak di ajak ?]


[ Suamiku kan harus bekerja cari uang yang banyak agar istrinya bisa shopping . Heheeee ]


[ Nakal ya.. Ya sudah boleh tapi kalau ada apa - apa kamu cepat hubungi mas ya. Ingat lagi hamil jadi harus hati - hati, mas suruh sopir kantor nganter kalian ya ?]


[ Tidak usah mas, kami naik taksi online saja ]


[ Oh.. Ya sudah. ]


[ By suamiku sayang. Assalamualaikum ]


[ Waalaikumsalam , istriku sayang ]


**********


Anak yang dia lahirkan dan dia rawat penuh kasih sayang sampai dia mengabaikan keberadaan aluna. Kini justru bermain gila dengan orang tuanya sendiri, dengan ayah kandungnya. Hati ibu mana yang tidak sakit melihat kelakuan anak dan ayah melakukan hubungan terlarang sampai hamil.


" Mungkin lebih baik aku hidup menjauh dari mereka, bukan aku tidak perduli tapi mungkin ini yang terbaik. Biarlah mereka Allah yang menghukum nya." Meri bermonolog pada dirinya sendiri.


Meri menyusun barang - barangnya di rumah kontrakannya yang baru. Rumah kontrakan nya sekarang jauh dari kediaman mala dan marko, meri sengaja menjauh dari mereka .


" Assalamualaikum " Ucap seorang wanita dari luar.


" Waalaikumsalam, ehb ibu amnah silahkan masuk bu. Maaf rumahnya masih berantakan, belum semlat beresin, masih membereskan yang lainnya dulu " Ucap meri dengan ramah saat ibu amnah mendatanginya.


Ibu amnah adalah pemilik kontrakan tempat meri mengontrak. Dia hanya mengangguk dan tersenyum sembari mengedarkan pandangannya,,memang keadaan kontrakan masih berantakan, maklum meri baru pindahan 2 jam yang lalu.


" Oh ini bu meri saya bawakan makanan untuk ibu, maaf hanya makanan sederhana. Ibu pasti belum makan siang kan makanya saya bawakan makanan untuk ibu, apalagi daerah sini memang jauh dari rumah makan ada juga di ujung gang sana itupun cuma sampai jam 10 pagi saja. " Ucap ibu amnah.


" Alhamdulillah terimakasih ya bu, malah jadi merepotkan ibu ini. " Ucap meri sembari menerima rantang yang diberikan oleh ibu amnah.


" Tidak merepotkan kok bu kebetulan saya memang masak banyak. " Ucap ibu amnah.

__ADS_1


Meri meletakkan rantang yang itu kedapur lalu keluar dengan membawa dua gelas teh hangat dan 1 piring gorengan yang tadi sengaja dia beli untuk orang yang sudah membantunya pindahan.


" Rencananya ibu meri mau buka usaha apa ? " Tanya ibu amnah.


" Saya perhatikan daerah sini jarang banget yang buka warung sembako ya bu, di samping sana ada konter saja. Apa saya buka usaha warung sembako saja ya bu, menurut ibu bagaimana? " Tanya meri meminta persetujuan ibu amnah sebagai orang yang lebih paham keadaan lingkungan tempat tinggalnya.


" Wahh... Bagus itu bu. Apalagi memang disini jauh dari warung yang menjual sembako lengkap. Dulu ada tapi sudah 7 bulan ini beliau pindah karena suaminya dipindah tugaskan ke kota lain. Lagi pula di depan rumah ini juga sudah ada bangunan yang bisa ibu gunakan untuk buka warung, itu dulu anak saya mau buka toko material tapi ternyata Tuhan berkehendak lain, mereka pergi menghadap sang pencipta. " Ucap ibu amnah mengingat masalalu.


" Maaf bu. Saya tidak tahu jika seperti itu ceritanya " Ucap meri tidak enak hati.


" Sudah tidak apa - apa bu, kejadiab itu sudah 3 tahun yang lalu. Nanti kalau ibu butuh bantuan saya, ibu tinggak hubungi saya saja. Kapanpun saya siap membantu ibu, lagi pula saya tidak ada kegiata. Anak sudah kelas 2 SMA dan suami juga sudah tidak punya, dia lari di gondol wanita lain. " Ucap ibu amnah sambil terkekeh.


Ternyata menjadi orang baik itu sangat menyenangkan. Disaat kita sedang terpuruk dan memerlukan bantuan , Allah mengirimkan pertolongan melalui tangan orang lain. Rezeki itu tidak hanya berupa materi, namun di kelilingi orang - orang baik juga termasuk rezeki.


" Iya bu terimakasih. Status kita sama bu, sama - sama janda. Bedanya saya menjada karena kesalahab saya sendiri, bahkan saya yang sudah meminta cerai dari suami saya. Penyesalan itu selalu datang terlambat ya bu " Ucap meri.


" Sabar ya bu, jalani saja sesuai ketentuan Allah. Insya Allah nanti ada jodoh yang terbaik untuk kita para janda ini. " Ucap ibu amnah.


Meri dan ibu amnah tertawa bersama, ibu amnah memang terkenal dengan kebaikannya. Dia tidak pernah mau menggunjingkan orang, biarpun hanya seorang janda dia mempunyai warisan yang cukup banyak dari orang tuanya.


" Bu, untuk bangunan depan itu sewanya berapa ?" Tanya meri.


" Walahhh tidak perlu sewa- sewaan bu meri, sudah dipakai saja.Bangunan itu juga pas kan ada di depan rumah ini jadi sudah hitung sekalia sama rumah ini tidak perlu ditambah lagi " Ucap ibu amnah tidak mau meminta tambahan uang sewa.


" Alhamdulillah terimakasih ya bu, ternyata masih ada orang baik seperti ibu yang mau menolong saya. " Seru meri dengan binar bahagia.


" Sama - sama bu.


Cukup lama ibu amnah dan meri saling bercerita tentang masalalu. Menurut cerita ibu amnah suaminya dulu adalah seorang suami yang setia dan pengertian dan penuh kasih sayang. Namun semenjak bertemu dengan mantan pacarnya dia berubah dan memilih pergi dengan mantan pacarnya dengan membawa lari uang hasil panen sekitar 500 juta dan 1 unit mobil milik almarhum anaknya. Ternyata kisah ibu amnah juga tidak kalah sedih dari kisahnya sendiri.


**********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.


MOHON DUKUNGAN NYA KAK, AGAR KARYA AUTHOR SEMAKIN DISUKAI OLEH PARA PEMBACA.


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2